PENGARUH LATIHAN CYCLED SPLIT SQUAT JUMP DAN KNEE TUCK JUMP TERHADAP KEMAMPUAN TINGGI LONCATAN ATLET PUTRA PBV NANGGALA SURABAYA
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta keefektifan latihan Cycled Split Squat Jump dan Knee
Tuck Jump terhadap tinggi loncatan atlet. Metode penelitian menggunakan eksperimen semu dengan desain "two
group pretest-posttest design". Sampel terdiri dari 14 atlet putra berusia 16-17 tahun yang dipilih melalui
purposive sampling dan dibagi ke dalam dua kelompok menggunakan teknik ordinal pairing. Perlakuan diberikan
selama 6 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu, menggunakan instrumen alat Jump MD untuk mengukur
loncatan vertikal. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test dan Independent Sample T-Test. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa (1) Ada pengaruh latihan Cycled Split Squat Jump terhadap kemampuan tinggi
loncatan dengan nilai signitikansi sebesar 0,000 sehingga 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima. (2) Ada
pengaruh latihan Knee Tuck Jump terhadap kemampuan tinggi loncatan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000
sehingga 0,00 <0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima. (3) Tidak terdapat perbedaan rata-rata kemampuan tinggi
loncatan antara latihan Cycled Split Squat Jump dan Knee Tuck Jump, hasil perhitungan nilai Cycled Split Squat
Jump. (2-tailed) -0.298 > 0,05, dan Knee Tuck Jump dengan nilai Sig (2- tailed) 0,299 >0,05. Dengan ini dapat
disimpulkan (1) Cycled Split Squat Jump memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan
tinggi loncatan. (2) Knee Tuck Jump memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan tinggi
loncatan. (3) Tidak terdapat perbedaan rata-rata kemampuan tinggi loncatan antara latihan Cycled Split Squat
Jump dan Knee Tuck Jump. Simpulannya, kedua latihan pliometrik ini efektif untuk meningkatkan performa
loncatan vertikal atlet, dengan kecenderungan peningkatan lebih tinggi pada metode Knee Tuck Jump.
Kata Kunci: Cycled Split Squat Jump, Knee Tuck Jump, Tinggi Loncatan.
Downloads
Article Details
References
Anggraini, D. T., & Hasibuan, M. U. Z. (2023).
Pengaruh latihan pliometrik terhadap daya
ledak otot tungkai pada atlet atletik klub Stadion
Mini Kota Jambi. Indonesian Journal of Sport
Science and Coaching, 5(1), 21–27.
Bompa, T. O., & Haff, G. G. (2018). Periodization:
Theory and methodology of training. Human
Kinetics.
Chu, D. A., & Meyer, G. C. (2013). Plyometrics.
Human Kinetics.
Davies, G., Riemann, B. L., & Manske, R. (2015).
Current concepts of plyometric exercise.
International Journal of Sports Physical
Therapy, 10(6), 760.
Febriandi, F. (2017). Perbedaan pengaruh latihan
single leg speed hop dengan latihan knee tuck
jump terhadap peningkatan daya ledak otot
tungkai pada pemain futsal [Skripsi, Universitas
‘Aisyiyah Yogyakarta].
Fox, E. L., Bowers, R. W., & Foss, M. L. (1993). The
physiological basis for exercise and sport (5th
ed.). W.C. Brown Communications.
Gumantan, R. A. N. A. (2020). Pengaruh latihan
plyometric terhadap peningkatan kemampuan
vertical jump peserta ekstrakurikuler bolabasket
SMAN 1 Pagelaran. Journal of Physical
Education, 12.
Gurning, N. F., Doang, A., Berutu, S., Sembiring, T.
A., Zahra, N. A., Batee, R. A., & Tarigan, A. B.
(2025). Systematic literature review: Pengaruh
metode latihan plyometric terhadap kemampuan
lompat vertikal dalam bola basket. Journal
Physical Health Recreation (JPHR), 5(4), 629
651.
Hanafi, M., & Prastyana, B. R. (2020). Metodologi
kepelatihan olahraga tahapan & penyusunan
program latihan. Jakad Media Publishing.
Iqbal, M., & Iskandar, D. (2020). Penerapan latihan
plyometric terhadap peningkatan jumping spike
dalam permainan bola voli. Journal of Physical
Education and Sport Science, 2(3), 4–7.
Irsyada, M. (2024). Pengaruh latihan half squat jump
dan knee tuck jump terhada tinggi loncatan atlet
bolavoli PJ-Voct Tenggulun. Jurnal Prestasi
Olahraga, 7(3), 250–257.
Iskandar, T. (2024). Pengaruh latihan plyometric
terhadap peningkatan kemampuan vertical
jump atlet bola voli klub Gas Mandiri
Kabupaten
Lampung
Utara
[Skripsi,
Universitas Muhammadiyah Kotabumi].
Jastrzbeski, Z., Wnorowski, K., Mikolajewski, R.,
Jaskulska, E., & Radziminski, L. (2014). The
effect of a 6-week plyometric training on
explosive power in volleyball players. Baltic
Journal of Health and Physical Activity, 6(2), 1.
Kurniawan, H. (2022). Pengantar praktis penyusunan
instrumen penelitian. Deepublish.
Maulana, R. M., & Rochmania, A. (2021). Hubungan
intensitas latihan dengan imunitas. Jurnal
Prestasi Olahraga, 4(4), 20–35.
Mulyono, H., & Irsyada, M. (2019). Evaluasi tingkat
keterampilan bermain dan teknik dasar bolavoli
peserta ekstrakurikuler putri di SMP Negeri 3
Gresik. Jurnal Prestasi Olahraga, 2(3).
Naldi, I. Y., & Irawan, R. (2020). Kontribusi
kemampuan motorik terhadap kemampuan
teknik dasar pada atlet SSB (Sekolah
Sepakbola) Balai Baru Kota Padang. Jurnal
Performa Olahraga, 5(1), 6–11.
Patiran, H. (2024). Pengaruh kekuatan otot lengan dan
gaya ledak otot tungkai terhadap pukulan
smash bola voli pada mahasiswa angkatan 2022
Pendidikan Jasmani di Unimuda Sorong
[Skripsi,
Universitas
Muhammadiyah Sorong].
Pendidikan
Permana, R. A., Izzuddin, D. A., & Gemael, Q. A.
(2024). Pengaruh latihan plyometric terhadap
power otot tungkai atlet bola voli Radar
Karawang. Jurnal Mahasiswa Pendidikan
Olahraga, 4(3), 627–639.
Pranata, D., & Kumaat, N. A. (2022). Pengaruh
olahraga dan model latihan fisik terhadap
kebugaran jasmani remaja: Literature review.
Jurnal Kesehatan Olahraga, 10(2), 107–116.
Purnomo, M. (2024). Pengaruh latihan depth jump dan
kneeling jump to box jump terhadap
kemampuan tinggi loncatan. Jurnal Prestasi
Olahraga, 7(2), 16–21.
Purnomo, P., Wijono, W., & Setijono, H. (2015).
Pengaruh pelatihan plyometric knee tuck jump
dan step up jump terhadap peningkatan daya
ledak otot tungkai dan kelincahan. Bravo’s:
Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan
Kesehatan, 3(1).
Ramadhan, I. (2023). Pengaruh peningkatan latihan
teknik dasar passing atas dan passing bawah
dalam permainan bola voli pada club Bintang
Baru [Skripsi, Universitas Bina Bangsa
Getsempena].
Sabillah, M. I. (2017). Pengaruh latihan pliometrik dan
kekuatan otot tungkai terhadap power tungkai
atlet gulat Pesisir Selatan. Journal of Physical
Education and Sport, 22(6).
Saharullah, H. (2019). Dasar-dasar ilmu kepelatihan.
Sajoto, M. (1995). Peningkatan & pembinaan kekuatan
kondisi fisik dalam olah raga. Dahara Prize.
Sugiarto, A. (2019). Pengaruh latihan lompat kijang
dan split squat jump terhadap peningkatan
kecepatan sprint. Cendikia, 3(1), 202–216.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif,
kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Triplett, G. G., & Haff, G. G. (2021). Essentials of
strength training and conditioning. Human
Kinetics.
Ulandari, Y., Rahmat, Z., & Pratana, D. Y. (2021).
Pengaruh latihan leg press terhadap kecepatan
tendangan lingkar dalam pada atlet tarung
derajat Satlat Ilie Banda Aceh tahun 2020.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan, 2(1).
Wiguna, I. B. (2023). Teori dan aplikasi latihan kondisi
fisik. PT. RajaGrafindo Persada-Rajawali Pers.
Wiguna, I. D. A. B., & Subagiyo, N. U. F. (2026).
Pengaruh latihan plyometric lunge jump dan
squat jump terhadap kekuatan otot tungkai
peserta ekstrakurikuler karate di kelas XI
SMAN 1 Kota Metro. Jurnal Pendidikan
Rosalia (JPR), 9(1), 114–122.
Wiriawan, O. O. (2025). Pengaruh latihan cycle split
squat jump dan burpees terhadap power dan
kekuatan otot tungkai pada siswa SMPN 43
Surabaya. Jurnal Prestasi Olahraga, 8(2), 896
902.