https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-rekayasa-mesin/issue/feed Jurnal Rekayasa Mesin 2024-07-11T06:16:17+00:00 Ferly Isnomo Abdi, S.T., S,Pd., M.T. ferlyabdi@unesa.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal Online Program Studi Teknik Mesin Fakulatas Vokasi UNESA</p> https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-rekayasa-mesin/article/view/60028 Inovasi Mesin Roasting Kopi Berkapasitas 2 kg/jam dengan Pemanas Kompor Portable 2024-06-28T04:12:12+00:00 Muhammad Fajar Alfadilla muhammadfajar.20013@mhs.unesa.ac.id Ferly Isnomo Abdi ferlyabdi@unesa.ac.id Arya Mahendra Sakti aryamahendra@unesa.ac.id Diah Wulandari diahwulandari@unesa.ac.id Ryan Rachmattan ryanrachmattan@gmail.com <p>Biji kopi robusta adalah jenis biji kopi yang paling banyak di panen di Indonesia, tetapi pengolahan biji kopi di Indonesia masih sedikit. Beberapa UMKM di berbagai daerah masih menggunakan cara tradisional untuk menyangrai biji kopi. Menyangrai biji kopi dengan cara manual membuat kematangan biji kopi tidak merata. Penelitian ini bertujuan untuk membuat mesin <em>roasting </em>kopi berkapasitas 2 Kg/jam dengan menggunakan pemanas kompor <em>portable. </em>Metode yang digunakan yaitu dengan cara mengumpulkan data lalu menghitung perencanaan dan mendesain alat. Kemudian dilanjutkan dengan proses uji fungsi alat dalam mencapai kapasitas 2 Kg/jam.Uji fungsi dilakukan dengan menyangrai biji kopi sebanyak 500 gram dan dilakukan sebanyak 4 kali di setiap suhu yang ditentukan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu mesin roasting kopi memiliki panjang 41,5 cm, lebar 27 cm, dan tinggi 50 cm. drum yang digunakan memiliki volume 3281,7 cm<sup>3</sup> yang digerakkan dengan motor KTYZ 14 W 60 rpm menggunakan transmisis <em>timing pulley </em>berdiameter 25 mm dan <em>timing belt </em>dengan panjang 360 mm. Mesin <em>roasting </em>kopi dapat menyangrai biji kopi sebanyak 2 Kg/jam pada suhu 185°C, 190°C, dan 195°C melalui 4 <em>batch </em>penyangraian.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Kopi robusta, Kompor <em>portable, </em>Mesin <em>roasting </em>kopi.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Robusta coffee beans are the most widely harvested type of coffee beans in Indonesia, but there is still little processing of coffee beans in Indonesia. Some MSMEs in various regions still use traditional methods to roast coffee beans. Roasting coffee beans manually makes the maturity of coffee beans uneven. This research aims to make a coffee roasting machine with a capacity of 2 Kg / hour using a portable stove heater. The method used is by collecting data and then calculating planning and designing tools. Then proceed with the process of testing the function of the tool in achieving a capacity of 2 Kg / hour. The function test is carried out by roasting 500 grams of coffee beans and is carried out 4 times at each specified temperature. The conclusion of this research is that the coffee roasting machine has a length of 41.5 cm, a width of 27 cm, and a height of 50 cm. The drum used has a volume of 3281.7 cm<sup>3</sup> which is driven by a 14 W 60 rpm KTYZ motor using a 25 mm diameter timing pulley transmission and a 360 mm long timing belt. The coffee roasting machine can roast 2 kg/hour of coffee beans at 185°C, 190°C, and 195°C through 4 batches of roasting.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Coffee roasting machine, portable stove, robusta coffee.</em></p> 2024-03-22T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-rekayasa-mesin/article/view/60377 Analisis Laju Aliran Fluida pada Prototype Intake Manifold Engine Yanmar L48N6 Berbahan Carbon Fiber 2024-06-28T06:56:44+00:00 Kevin Firdaus Jalakusuma kevin.20022@mhs.unesa.ac.id Firman Yasa Utama firmanutama@unesa.ac.id Arya Mahendra Sakti aryamahendra@unesa.ac.id Andita Nataria Fitri Ganda anditaganda@unesa.ac.id <p>Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) adalah ajang untuk inovasi efisiensi energi dan ramah lingkungan yang diselenggarakan oleh Puspresnas Kemdikbudristek. Salah satu tim yang berpartisipasi adalah Tim Garnesa Racing Team dengan pencapaian konsumsi bahan bakar sebesar 165,25 km/l, 135 km/l, dan 112 km/l. Penurunan performa ini disebabkan oleh kinerja intake manifold yang kurang optimal melalui analisis aliran fluida. Penelitian ini bertujuan memodifikasi <em>intake manifold</em> dengan mempertimbangkan dimensi dan variabel aliran seperti tekanan dan kecepatan udara. Metode yang digunakan adalah analisis menggunakan <em>software </em>simulasi dengan model turbulensi <em>K-epsilon Reliaezable</em>. Bahan <em>intake manifold</em> yang digunakan adalah <em>Polyamide Carbon Fiber (Pa-Cf)</em> dengan kepadatan 1450 kg/m³, kepadatan udara 1.225 kg/m³, dan kecepatan awal 0,137 m/s. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa <em>intake manifold</em> modifikasi dengan panjang 8 cm memiliki kinerja lebih baik dibandingkan variasi lainnya, dengan tekanan 2,195 × 10^(-1) Pa dan kecepatan 6,088 × 10^(-1) m/s. Kesimpulannya, variasi panjang 8 cm pada <em>intake manifold</em> dapat dijadikan referensi utama dalam pembuatan prototipe untuk meningkatkan kinerja mesin.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Intake Manifold, Pressure, Velocity.<br><br></p> <p><em>The Energy Efficient Car Contest (KMHE) is an event for energy efficiency and environmentally friendly innovations organized by the Ministry of Education and Culture's Puspresnas. One of the participating teams is the Garnesa Racing Team with fuel consumption achievements of 165.25 km/l, 135 km/l and 112 km/l. This decrease in performance is caused by less than optimal intake manifold performance through fluid flow simulation. This research aims to modify the intake manifold by considering dimensions and flow variables such as pressure and air speed. The method used is analysis using </em><em>simulation</em><em> software with the K-epsilon Reliable turbulence model. The intake manifold material used is Polyamide Carbon Fiber (Pa-Cf) with a density of 1450 kg/m³, air density of 1,225 kg/m³, and an initial speed of 0.137 m/s. The results obtained show that the modified intake manifold with a length of 8 cm has better performance than other variations, with a pressure of 2.195 × 10^(-1) Pa and a speed of 6.088 × 10^(-1) m/s. In conclusion, variations in the length of 8 cm on the intake manifold can be used as the main reference in making prototypes to improve engine performance.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Intake Manifold, Pressure, Velocity</em><em>.</em></p> 2024-03-25T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-rekayasa-mesin/article/view/61512 Rancang Bangun Mesin Pemanggang Multifungsi Semi Otomatis dengan Sistem Penggerak Berbasis Dimmer Menggunakan Motor Listrik Daya 190 Watt 2024-07-08T23:40:36+00:00 Mochammad Rama Al Falaq mochammad.20031@mhs.unesa.ac.id Arya Mahendra Sakti aryamahendra@unesa.ac.id Ferly Isnomo Abdi ferlyabdi@unesa.ac.id Andita Nataria Fitri Ganda anditaganda@unesa.ac.id <p>Memanggang merupakan salah satu proses memasak menggunakan metode panas kering (<em>dry heat</em>) yang dilakukan dengan cara meletakkan objek yang dipanggang pada kawat panggangan diatas sumber panas dengan jarak kurang lebih 10 cm. Sumber panas proses memanggang umumnya menggunakan arang atau briket, selain itu dapat juga menggunakan listrik dan gas seiring dengan perkembangan jaman. Di Indonesia, proses memanggang sudah tidak asing lagi, dikarenakan proses memangang sudah melekat dengan adat istiadat dan kebiasaan masyarakat Indonesia. Selain itu, masyarakat Indonesia juga memanfaatkan proses memanggang sebagai ladang bisnis yang dapat menghasilkan keuntungan. Namun, tanpa disadari bahwa proses memanggang merupakan salah satu proses memasak yang banyak menguras tenaga serta memakan waktu yang cukup lama dalam prosesnya sehingga kurang praktis dan efisien. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimental. Tahap awal penelitian adalah menghitung komponen sistem penggerak yang digunakan, kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengambilan data tingkat kematangan bahan yang diujikan sebagai acuan, setelah itu melakukan pengujian sistem penggerak dari mesin pemanggang multifungsi semi otomatis dengan menggunakan 3 macam variabel kecepatan yang diujikan, dari nilai kecepatan 50 rpm, 60 rpm, dan kecepatan 70 rpm untuk mengetahui waktu pemanggangan terbaik yang dihasilkan dari setiap kecepatan yang diujikan. Hasil dari perancangan ini adalah menghasilkan rancangan mesin pemanggang multifungsi semi otomatis dengan komponen sistem penggerak&nbsp;&nbsp;berupa motor listrik dengan kecepatan putar 3000 rpm dan torsi sekitar 0,53 Nm. Menggunakan rasio perbandingan <em>sprocket</em> 2:1 dengan panjang rantai sekitar 1.524 mm. Umur dari bantalan yang digunakan diprediksi sekitar 15.826.492,8 jam kerja pada kecepatan rendah dan 11.380.848,7 jam kerja pada kecepatan tinggi. Waktu pemanggangan terbaik yang dihasilkan setelah menggunakan mesin ini adalah 15 menit 37 detik pada kecepatan 50 rpm. Dari perancangan ini juga dapat mempermudah proses membolak-balikkan objek pada saat memanggang.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Grilling is a cooking process using the dry heat method which is done by placing the item being baked on a grill wire above a heat source at a distance of approximately 10 cm. The heat source for the grilling process generally uses charcoal or briquettes, but over time it can also use electricity and gas. In Indonesia, the grilling process is no longer foreign, because the grilling process is embedded in the traditions and customs of Indonesian society. Apart from that, Indonesian people also use the grilling process as a business field that can generate profits. However, without us realizing it, the grilling process is a cooking process that takes a lot of energy and takes quite a long time to carry out, making it less practical and efficient. This research uses quantitative research methods with experimental research types. The initial stage of the research was to calculate the components of the drive system used, then proceed with collecting data on the maturity level of the materials used as a reference, after that, test the drive system of the semi-automatic multifunction grilling machine using 3 types of speed variables that were tested, from the speed value 50 rpm, 60 rpm, and 70 rpm speeds to find out the best grilling time resulting from each speed tested. The result of this research is to produce a design for a semi-automatic multifunction grilling machine with a drive system component in the form of an electric motor with a rotational speed of 3000 rpm and a torque of around 0.53 Nm. Using a 2:1 sprocket ratio with a chain length of around 1,524 mm. The life of the bearings used is predicted to be around 15,826,492.83 working hours at low speed and 11,380,848.77 working hours at high speed. The best grilling time produced after using this machine is 15 minutes 37 seconds at a speed of 50 rpm. This design can also make the process of turning objects around during the grilling process easier.</p> 2024-03-29T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-rekayasa-mesin/article/view/61895 Pengembangan Desain Helm Berstandar SNI dengan Pendekatan Quality Function Deployment (QFD) 2024-07-11T03:33:28+00:00 Iqbal Rifky Chinsa iqbal.20042@mhs.unesa.ac.id Diah Wulandari diahwulandari@unesa.ac.id Firman Yasa Utama firmanutama@unesa.ac.id Dyah Riandadari dyahriandadari@unesa.ac.id <p>Belum terlalu banyaknya yang menggunakan pendekatan dan penelitian Quality Function Deployment (QFD) dalam mendapatkan kepuasan dan keinginan dari konsumen untuk perancangan sebuah helm berstandar SNI. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses pengembangan desain helm berstandar SNI dengan pendekatan QFD. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode R&amp;D dan menggunakan tahapan Ulrich dan Eppinger dengan 6 tahapan fase. Namun dalam penelitian ini hanya menggunakan 4 tahapan, mulai dari fase 0 sampai fase 3. Di tahap awal terdapat pembuatan kuesioner, pembuatan QFD dan HoQ, kemudian dilanjutkan untuk tahapan desain helm, dalam tahapan ini menggunakan Software Solidworks untuk hasil 3D-nya. Dan tahapan keempat untuk mendapatkan kepuasan dari konsumen dengan penyebaran dan pengisian kuesioner terhadap desain yang telah dibuat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil penyebaran kuesioner sebagai bentuk awal dari QFD dan HoQ, diperoleh 6 hasil atribut produk yaitu, kekuatan, keamanan, kenyamanan, harga, mekanisme, dan estetika. Kemudian hasil tersebut didukung dengan 3 respon teknis utama dari urutan skala prioritas HoQ yaitu, harga helm motor berkisar diantara harga 300 ribu-≤500 ribu, faktor keamanan, dan pemilihan material helm yaitu material komposit.</p> <p>Kata Kunci: Helm Motor, Quality Function Deployment, SNI</p> <p>&nbsp;</p> <p>Not too many have used the Quality Function Deployment (QFD) approach and research in obtaining satisfaction and desires from consumers for the design of an SNI standard helmet. The purpose of this research is to find out the process of developing an SNI standard helmet design with the QFD approach. This research uses a type of qualitative research with the R&amp;D method and uses the Ulrich and Eppinger stages with 6 phases. However, in this study only used 4 stages, starting from phase 0 to phase 3. In the initial stage there is a questionnaire, making QFD and HoQ, then proceed to the helmet design stage, in this stage using Solidworks Software for 3D results. And the fourth stage is to get satisfaction from consumers by distributing and filling out questionnaires on the designs that have been made. Based on the results of the study, it can be concluded that the results of distributing questionnaires as an initial form of QFD and HoQ, obtained 6 results of product attributes, namely, strength, safety, comfort, price, mechanism, and aesthetics. Then these results are supported by 3 main technical responses from the HoQ priority scale sequence, namely, the price of motorbike helmets ranging from 300 thousand-≤500 thousand, safety factors, and the selection of helmet materials, namely composite materials.</p> <p>Keywords: Motorcycle Helmet, Quality Function Deployment, SNI</p> 2024-04-01T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-rekayasa-mesin/article/view/62137 Rancang Bangun Mesin Pemanggang Berkapasitas 1 Kg Multifungsi Semi Otomatis 2024-07-11T06:16:17+00:00 Prasetyo Tri Kurniawan prasetyo.20050@mhs.unesa.ac.id Arya Mahendra Sakti aryamahendra@unesa.ac.id Dyah Riandadari dyahriandadari@unesa.ac.id Andita Nataria Fitri Ganda anditaganda@unesa.ac.id Alif Rahman Laksono alifrahman04@student.ppns.ac.id <p>Memanggang adalah proses pengolahan makanan dengan cara diletakkan di atas sumber panas hingga terjadi perubahan warna, bentuk, rasa dan tekstur serta mengeluarkan aroma yang khas. Di Indonesia, makanan panggang merupakan salah satu olahan makanan yang sangat disukai oleh banyak orang sehingga, dapat menjadi peluang untuk membuka usaha di bidang kuliner. Memanggang dengan cara konvensional memiliki kekurangan diantaranya matang tidak merata dan menghabiskan banyak tenaga. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun mesin pemanggang multifungsi semi otomatis berkapasitas 1 kg. Dengan kapasitas kecil, hasil penelitian ini diharapkan dapat menghemat energi listrik dan biaya perancangan sehingga terjangkau oleh banyak orang, khususnya para UMKM. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengn jenis penelitian eksperimental. Hasil penelitian ini adalah menciptakan mesin pemanggang dengan dimensi panjang 70 cm, lebar 30 cm, dan tinggi 25 cm yang dapat memuat 1 kg objek panggangan, sedangkan energi listrik yang dihabiskan pada kecepatan putaran 50 rpm rata-rata sebanyak 0,0347 kWh dengan lama pemanggangan 16,20 menit, pada kecepatan putaran 60 rpm rata-rata sebanyak 0,0275 kWh dengan lama pemanggangan 18,13 menit, dan pada kecepatan putaran 70 rpm rata-rata sebanyak 0,0229 kWh dengan lama pemanggangan 20,28 menit. Dari hasil tersebut maka penggunaan mesin pemanggang yang paling hemat konsumsi energi listriknya pada kecepatan putaran 70 rpm.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Energi Listrik, Kapasitas Mesin, Pemanggang Multifungsi, Semi Otomatis.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Grilling is food processing methods where food placed over a heat source until changes in color, shape, taste, and texture as well as releasing a distinctive aroma. In Indonesia, grilled food is one of favourite dish, making it a potential culinary business opportunity. Conventional grilling has drawbacks, such as uneven cooking and ineficient use of force. Therefore, the author has designed and build a semi-automatic multifunctional grilling machine with 1 kg capacity. With its small capacity, this study is expected to save electrical energy and reduce design costs, making it affordable for many people, especially UMKM. This study using a quantitative method with an experimental research type. The result of this research is to create a grilling machine with dimensions of 70 cm in length, 30 cm in width, and 25 cm in height, capable of holding 1 kg of grilling objects. The electrical energy consumed at a rotational speed of 50 rpm averages 0.0347 kWh with a grilling time of 16.20 minutes, at a rotational speed of 60 rpm averages 0.0275 kWh with a grilling time of 18.13 minutes, and at a rotational speed of 70 rpm averages 0.0229 kWh with a grilling time of 20.28 minutes. From these results, the grilling machine consumes the least electrical energy at a rotational speed of 70 rpm.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Electrical Energy, Machine Capacity, Multifunctional Grilling, Semi-Automatic.</em></p> 2024-04-03T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##