Jurnal Rekayasa Mesin https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-rekayasa-mesin <p>Jurnal Online Prodi Teknik Rekayasa Manufaktur Vokasi Unesa</p> Prodi Teknik Rekayasa Manufaktur en-US Jurnal Rekayasa Mesin 2337-828X ALAT PENDETEKSI KERUSAKAN CELL ACCU https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-rekayasa-mesin/article/view/41987 <p><em>The battery cell damage detection tool solves the problem of using a wet type battery (lead acid), most battery services analyze cell damage by cutting the battery cover with the awakening of this tool analyzing battery cell damage without having to cut the battery cover and detecting each cell so that it saves processing time checking the battery and analyzing the damage. This type of design is in the form of an experimental engineering method that aims to determine the damage to the battery cells and the interconnections between cells. The results of this experiment aim to shorten the time and effort when sorting used batteries quickly and without damaging the battery cover</em></p> Ahmad Fahrizal Fahmi I Made Arsana ##submission.copyrightStatement## 2021-07-18 2021-07-18 6 03 1 7 PENGARUH VARIASI DIAMETER UJUNG NOSSEL TERHADAP DAYA DAN EFISIENSI TURBIN PELTON https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-rekayasa-mesin/article/view/42542 <p>Kebutuhan energi listrik di Indonesia semakin lama semakin meningkat baik dari kalangan industri maupun rumah tangga. Hal ini dapat menyebabkan menipisnya sumber energi disetiap tahunnya. Oleh karena itu dibutuhkan sumber energi alternatif pengganti energi fosil yang semakin menipis yaitu menggunakan energi dari alam. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) merupakan salah satu contoh sumber energi alternatif yang memiliki kelebihan ramah lingkungan, biaya operasional murah dan dapat menekan kebutuhan bahan bakar fosil. Salah satu contohnya adalah turbin pelton yang memanfaatkan energi potensial air untuk diubah menjadi energi listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi diameter ujung nossel terhadap daya dan efisiensi turbin pelton. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Dengan memvariasikan diameter ujung nossel yaitu 8 mm, 10 mm, dan 12 mm yang akan diuji dengan variasi kapasitas air sebesar 12 LPM, 16 LPM dan 20 LPM dengan pembebanan 500 gram dan akan terus bertambah 500 gram sampai turbin berhenti berputar. Pada hasil penelitian didapatkan daya turbin tertinggi pada kapasitas air 20 LPM dengan diameter nossel 8 mm yaitu sebesar 2,508 Watt pada pembebanan 5000 gram. Kemudian efisiensi paling optimum terdapat pada kapasitas air 12 LPM dengan diameter nossel 12 mm pada pembebanan 1000 gram yaitu sebesar 57,51%. Sedangkan daya dan efisiensi terrendah terdapat pada nossel dengan diameter 12 mm pada kapasitas air 16 LPM yaitu sebesar 0,053 Watt dan nilai efisiensi sebesar 6,87% pada pembebanan 2500 gram.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>The need for electrical energy in Indonesia is increasing both from industry and households. It’s because the depletion of energy sources every year. Therefore, alternative energy sources are needed to replace fossil energy which is running low, namely using energy from nature. </em><em>Micro-hydro power plant</em> <em>PLTMH is an example of an alternative energy source that has advantages of being environmentally friendly, low operating costs so that it can reduce the need for fossil fuels. Pelton turbin is the one of them which are using potensial energi to be converted to electrical energy. The purpose of this study was to determine the influence of variations in the diameter of the nozzle tip on the power and efficiency of the Pelton turbine. This study uses an experimental method by varying the diameter of the nozzle tip, namely 8 mm, 10 mm, and 12 mm which will be tested with variations in water capacity of 12 LPM, 16 LPM and 20 LPM with a loading of 500 grams and will continue to increase by 500 grams until the turbine stops rotating. . The highest turbine power is produced at a water capacity of 20 LPM with a nozzle diameter of 8 mm, which is 2,508 Watt at a loading of 5000 grams. Then the most optimum efficiency is found in the water capacity of 12 LPM with a nozzle diameter of 12 mm at a loading of 1000 grams, which is 57.51%. While the lowest power and efficiency occur in the nozzle with a diameter of 12 mm at a water capacity of 16 LPM, which is 0.053 Watt and an efficiency value of 6.87% at a loading of 2500 grams. </em></p> Andi Dwi Fernanda Priyo Heru Adiwibowo ##submission.copyrightStatement## 2021-08-03 2021-08-03 6 03 8 17 PERANCANGAN SISTEM TRANSMISI PADA ALAT PENGGILING DAGING SEMI OTOMATIS https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-rekayasa-mesin/article/view/42543 <p>Dalam proses produksi mesin merupakan komponen yang sangat penting, dengan seiring berkembangnya teknologi maka semakin banyak pula rancangan mesin yang canggih dengan tujuan untuk mempermudah pekerjaan produksi. Oleh karena itu sangat disarankan agar setiap industri mempunyai sebuah mesin untuk mempermudah proses produksi. Namun adanya keterbatasan dana menjadi penghambat untuk usaha kecil menengah salah satunya adalah UKM “Pentol Bakso Ibu Ira” yang mengalami kendala yaitu belum adanya alat penggiling daging yang cukup canggih untuk proses produksinya, dan masih menggunakan alat konvensional dan membutuhkan waktu yang cukup lama, oleh karena itu penulis berencana untuk merancang proses sistem transmisi alat penggiling daging yang diharapkan dapat meningkatkan proses produksi dari segi waktu ataupun kualitas. Metode perancangan yang digunakan yaitu (R&amp;D) <em>Research and Development, </em>urutan pembuatan sistem transmisi dimulai dengan memasang motor penggerak hingga perakitan komponen transmisi nya, dari hasil pengujian perancangan sistem transmisi alat penggiling daging semi otomatis dengan menggunakan motor bensin 5,5 HP diketahui kapasitas mesin yang dihasilkan yaitu 30 kg/jam.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>In the production process, the machine is a very important component, along with the development of technology, there are also more and more sophisticated machine designs with the aim of simplifying production work. Therefore, it is highly recommended that every industry has a machine to facilitate the production process. However, limited funds are an obstacle for small and medium enterprises, one of which is the UKM "Pentol Bakso Ibu Ira" which has problems, namely the absence of a meat grinder that is sophisticated enough for the production process, and still uses conventional tools and takes a long time, because Therefore the author plans to design a meat grinder transmission system process which is expected to improve the production process in terms of time or quality. The design method used is (R&amp;D) Research and Development, the sequence of making the transmission system starts with installing the driving motor to assembling the transmission components, from the results of testing the transmission system design for a semi-automatic meat grinder using a 5.5 HP gasoline motor, it is known that the engine capacity is yield is 30 kg/hour.</em></p> Prastiwi Wahyu Widiyanti Diah Wulandari ##submission.copyrightStatement## 2021-08-03 2021-08-03 6 03 18 25