PRINSIP KERJA SAMA DAN KESANTUNAN BERBAHASA DALAM WARUNG KOPI DAN CAFE DI SURABAYA

  • Muhammad Ifnan Al Irsyad Universitas Negeri Surabaya
  • Dianita Indrawati Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Ada dua prinsip yang harus dipatuhi oleh semua orang dalam bertutur, yaitu prinsip kerja sama dan prinsip kesantunan. Menurut Grice ada empat maksim dalm prinsip kerjasama, yaitu maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim cara. Untuk prinsip kesantunan atau kesantunan berbahasa menurut Robin Lakoff ada tiga kaidah, yaitu kaidah formalitas, kaidah ketidaktegasan, dan kaidah persamaan. Kedua prinsip tersebut akan diteliti dalam tuturan yang terjadi di Warkop dan Cafe di Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah: 1. Mendeskripsikan perbandingan prinsip kerjasama yang dilakukan oleh pelayan dan pelanggan di Warkop dan Cafe di Surabaya. 2. Mendeskripsikan perbandingan kesantunan berbahasa yang dilakukan oleh pelayan dan pelanggan di Warkop dan Cafe di Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu deskriptif kualitatif, dimana data yang dicari berupa tuturan-tuturan yang terjadi di Warkop dan Cafe, yang kemudian tuturan-tuturan tersebut akan dijelaskan maknanya sesuai dengan prinsip kerjasama dan kesantunan berbahasa. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, ditemukan empat topik penting, yaitu 1. Realisasi prinsip kerja sama, yaitu berisi tentang tuturan-tuturan yang mengandung maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim cara. 2. Realisasi kesantunan berbahasa, berisi tentang tuturan-tuturan yang mengandung kaidah formalitas, kaidah ketidaktegasan, dan kaidah persamaan. 3. Pelanggaran prinsip kerjasama, yaitu tuturan yang melanggar prinsip kerjasama yang hanya ditemukan pada maksim kuantitas. 4. Pelanggaran kesantunan berbahasa, yaitu berisi tentang tuturan-tuturan yang telah melanggar kaidah formalitas, kaidah ketidaktegasan, dan kaidah persamaan.

Kata kunci: tuturan, prinsip kerja sama, kesantunan berbahasa.

Published
2021-07-25