ASPEK KEHIDUPAN SOSIAL DALAM FILM PENDEK NYENGKUYUNG KARYA WAHYU AGUNG PRASETYO: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA IAN WATT

  • Annisa Sasca Putri Universitas Negeri Surabaya
  • Parmin Parmin Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Aspek kehidupan sosial merupakan aktivitas hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Aktivitas manusia dengan manusia lain beserta dengan lingkungannya. Hal itu tampak dalam film pendek berjudul Nyengkuyung karya Wahyu Agung Prasetyo sehingga diteliti menggunakan kajian sosiologi sastra Ian Watt. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan a) konteks sosial pengarang, b) cerminan kehidupan sosial masyarakat, dan c) fungsi sosial sastra dalam film pendek berjudul Nyengkuyung karya Wahyu Agung Prasetyo dengan menggunakan kajian sosiologi sastra Ian Watt. Pendekatan dalam penelitian ini ialah pendekatan sosiologis. Pendekatan sosiologis digunakan karena dapat memahami karya sastra dalam hubungannya dengan realitas dan aspek sosial kemasyarakatan. Sumber data dalam penelitian ini ialah film pendek berjudul Nyengkuyung karya Wahyu Agung Prasetyo. Data dalam penelitian ini adalah informasi (kata, frasa, klausa atau kalimat) yang berkaitan dengan aspek kehidupan sosial. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa a) konteks sosial pengarang pada film pendek ini ialah pengarang ingin mengajak masyarakat untuk bisa survive di tengah pandemi agar kebiasaan masyarakat yang sudah ada dapat terus dilestarikan, b) cerminan kehidupan sosial masyarakat pada film pendek ini adalah adanya pemecahan masalah di lingkungan masyarakat dengan adanya komunikasi antar masyarakat untuk melakukan gotong royong di lingkungannya agar tercipta masyarakat yang rukun dan tentram, c) fungsi sosial sastra pada film pendek ini adalah 1) sebagai pembaharu dan perombak, film pendek ini menampilkan cara terbaru agar masyarakat tetap dapat menikmati kegiatan seni dan budaya melalui video Youtube; 2) sebagai penghibur belaka, tentunya sebagai karya sastra film pendek ini berfungsi sebagai penghibur belaka bagi semua kalangan usia karena menampilkan kehidupan yang sedang dialami saat ini; 3) mengajarkan sesuatu melalui hiburan, film pendek ini mengajarkan kepada masyarakat untuk tetap menjalin komunikasi dengan baik dan gotong royong demi menciptakan lingkungan yang damai dan tentram.

Kata Kunci: film pendek, sosiologi sastra Ian Watt, pandemi Covid-19

Published
2022-01-21
Abstract View: 242
PDF Download: 176