BUDAYA JAWA PADA KUMPULAN PUISI MANTRA ORANG JAWA KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO (KAJIAN HIPERSEMIOTIKA BAUDRILLARD)

Authors

  • Aulia Edlin Lylis Sundusiyah Universitas Negeri Surabaya
  • Setya Yuwana Sudikan Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Tujuan penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan makna tanda hipersemiotika yang terdapat dalam kumpulan puisi Mantra Orang Jawa karya Sapardi Djoko Damono. Penelitian ini menggunakan pendekatan objektif yang digunakan untuk mengkaji fenomena sastra dengan memfokuskan perhatian pada 5 model pertandaan hipersemiotika Baudrillard berupa tanda sebenarnya, tanda palsu, tanda dusta, tanda daur ulang, dan tanda ekstrim. Tidak terdapat tanda artifisial dalam Mantra Orang Jawa karena tidak adanya data yang berisikan tanda-tanda yang dibuat oleh teknologi ciptaan mutakhir. Temuan penelitian ini adalah 1) makna tanda sebenarnya dalam kumpulan puisi Mantra Orang Jawa berupa permohonan hajat kepada Tuhan/entitas gaib yang diungkapkan secara eksplisit, 2) makna tanda palsu dalam kumpulan puisi Mantra Orang Jawa berupa falsafah Jawa sedulur papat limo pancer, sangkan paraning dumadi, dan manunggaling kawula gusti; 3) makna tanda dusta dalam kumpulan puisi Mantra Orang Jawa berupa cara orang Jawa mengutarakan permohonan melalui mantra (gadhah pikajeng) dengan mengucapkannya seolah hal tersebut sudah terjadi; 4) makna tanda daur ulang dalam kumpulan puisi Mantra Orang Jawa berupa referensi kisah-kisah mitologi dan serat-serta kuno seperti Carita Waruga Guru, dan kisah Brahmana Radhi; 5) makna tanda ekstrim dalam kumpulan puisi Mantra Orang Jawa berupa penyebutan aku lirik sebagai sosok yang melebihi manusia (Dewa/Dewi) atau dapat melakukan sesuatu yang melebihi manusia.

Kata Kunci: hipersemiotika, tanda hiper, budaya Jawa.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2024-07-01
Abstract views: 33 , PDF Downloads: 50