Efektivitas Penggunaan Berbagai Konsentrasi Perasan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa billimbi) terhadap Kadar Pb SAWI HIJAU (Brassica juncea)

  • ARISMA GADING PRASOJO

Abstract

Sawi hijau (Brassica juncea) merupakan tanaman yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan merupakan hiperakumulator logam berat timbal (Pb). Rata-rata kandungan logam pada sawi hijau yang ditanam di Surabaya sebesar 2,113 ppm sehingga berbahaya untuk dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh berbagai teknik pengolahan dan perbedaan konsentrasi perasan buah belimbing wuluh terhadap konsentrasi logam Pb pada daun tanaman sawi hijau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan yaitu teknik pengolahan dan perbedaan konsentrasi perasan buah belimbing wuluh. Teknik pengolahan yang digunakan adalah perebusan (KO), perendaman dengan konsentrasi air perasan buah belimbing wuluh 50% (AKI)  dan 100% (AKII), serta kombinasi perebusan dan perendaman dengan konsentrasi air perasan buah belimbing wuluh 50% (BKI)  dan 100% (BKII)  dengan enam kali pengulangan. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai kandungan logam berat Pb pada tanaman sawi hijau sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis menggunakan ANAVA dua arah dilanjutkan uji Duncan. Hasil yang diperoleh berupa data akhir kandungan Pb setelah perlakuan dengan rerata 1.480 ppm (KO); 1.201 ppm (AKI); 1.041 ppm (AKII); 0.806 ppm (BKI); 0.053 ppm (BKII). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi air perasan buah belimbing wuluh, perebusan, serta kombinasinya berpengaruh terhadap konsentrasi Pb pada tanaman Sawi hijau. Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah perlakuan kombinasi perebusan dan perendaman dengan konsentrasi air perasan buah belimbing wuluh 100% (BKII) yang mampu menurunkan kandungan Pb hingga 2,058 ppm (97,69%).

 

Kata kunci: Averrhoa billimbi; Brassica juncea; konsentrasi; logam berat; Pb (timbal)

Published
2015-02-04
Section
Articles
Abstract View: 11
PDF Download: 34