Potensi Tanaman Lili Paris (Chlorophytum comosum), Melati Jepang (Pseuderanthemum reticulatum), dan Paku Tanduk Rusa (Platycerium bifurcatum) sebagai Absorben Timbal (Pb) di Udara

  • Ayudhiniar Fascavitri Universitas Negeri Surabaya
  • Fida Rachmadiarti Universitas Negeri Surabaya
  • Ahmad Bashri Universitas Negeri Surabaya
Keywords: lili paris, melati jepang, paku tanduk rusa, kadar timbal, kadar klorofil, pencemaran udara

Abstract

Timbal (Pb) adalah gas emisi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor, sehingga berpotensi sebagai penyumbang bahan pencemar ke udara. lili paris, melati jepang dan paku tanduk rusa adalah tanaman pinggir jalan yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi pengaruh buruk akibat pencemaran udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi tanaman lili paris (Chlorophytum comosum), melati jepang (Pseuderanthemum reticulatum) dan paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum) sebagai absorben timbal (Pb), dan menganalisis pengaruh antara kadar timbal (Pb) dengan kadar klorofil daun yang dihasilkan. Sampel daun diambil dari tiga stasiun yaitu Jalan Diponegoro, J.A Suprapto, dan H.R Muhammad Kota Surabaya. Kadar timbal (Pb) pada sampel daun dianalisis dengan metode AAS dan kadar klorofil daun diuji dengan alat spektrofotometer dengan panjang gelombang 649 nm dan 665 nm. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penyerapan kadar timbal (Pb) oleh tanaman lili paris sebesar 0,243±0,043 ppm, melati jepang sebesar 0,174±0,008 ppm dan paku tanduk rusa sebesar 0,171±0,028 ppm. Potensi tanaman menyerap timbal (Pb) paling tinggi pada daun lili paris (C. comosum), melati jepang (P. reticulatum) dan paku tanduk rusa (P. bifurcatum) lebih rendah. Kadar timbal (Pb) tidak mempengaruhi jumlah kadar klorofil daun yang dihasilkan. Setiap tanaman memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menyerap polutan seperti timbal (Pb). Tanaman yang berpotensi sebagai absorben timbal (Pb) yang baik adalah lili paris.
Published
2018-09-30
Abstract View: 24
PDF Download: 892