Motilitas Spermatozoa Sapi Limousin dalam Pengencer CEP-D dengan Penambahan Serum Darah Sapi sebagai Alternatif Pengganti Bovine Serum Albumin

  • Rina Aisyah Puspitasari Universitas Negeri Surabaya
  • Nur Ducha Universitas Negeri Surabaya
  • Erlix Rakhmad Purnama Universitas Negeri Surabaya
Keywords: motilitas spermatozoa, serum darah sapi, pengencer CEP-D, BSA, sapi Limousin.

Abstract

Penyimpanan semen pada nitrogen cair dapat menyebabkan penurunan motilitas spermatozoa yang disebabkan oleh cold shock atau radikal bebas, oleh karena itu dalam pengencer dibutuhkan krioprotektan untuk melindungi spermatozoa, salah satunya adalah serum darah sapi. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan bahwa serum darah sapi dapat menggantikan fungsi BSA sebagai krioprotektan dalam pengencer CEP-D untuk mempertahankan motilitas spermatozoa. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas 6 perlakuan dan 4 pengulangan, yaitu K (serum darah 0%), P1 (serum darah 2%), P2 (serum darah 3%), P3 (serum darah 5%), P4 (serum darah 7%), dan perlakuan (BSA) sebagai kontrol positif. Semen segar dengan motilitas >70% diencerkan, kemudian dilakukan proses filling and sealing, prefreezing, freezing, dan thawing. Parameter yang diukur adalah persentase motilitas spermatozoa dengan melihat pergerakan spermatozoa progresif. Motilitas spermatozoa diamati menggunakan mikroskop cahaya dengan perbesaran 400x pada slide warmer bersuhu 37οC oleh 2 orang. Data dianalisis menggunakan uji Anova satu arah dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 (serum 5%) tidak berbeda nyata dengan kontrol positif. Persentase motilitas P3 before freezing dan pasca thawing adalah 58,13%+1,39 dan 33,13%+2,32. Simpulan dari penelitian ini adalah serum darah sapi 5% dalam pengencer CEP-D dapat menggantikan fungsi BSA untuk mempertahankan motilitas spermatozoa sapi Limousin (Bos taurus).
Published
2018-09-30
Abstract View: 24
PDF Download: 2