Kemampuan Tapak Dara Air (Ludwigia adscendens) sebagai Fitoremediator dalam Menurunkan Logam Berat Kadmium (Cd) pada Perairan yang Tercemar Lumpur Lapindo, Sidoarjo

  • Amrina Rosyada Universitas Negeri Surabaya
  • Tarzan Purnomo Universitas Negeri Surabaya
Keywords: lumpur lapindo, fitoremediasi Cd, tapak dara air.

Abstract

Perairan yang dialiri lumpur lapindo mengandung logam berat kadmium (Cd) dapat memengaruhi ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh biomassa, waktu detensi serta interaksi biomassa dan waktu detensi terhadap persentase penyerapan Cd dalam akar, penurunan Cd pada media tanam, dan pertumbuhan tapak dara air (Ludwigia adscendens). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga kali pengulangan. Penelitian ini memiliki dua faktor perlakuan yaitu biomassa tapak dara air 0 gram, 50 gram, 100 gram, 150 gram dan waktu detensi 7 dan 14 hari. Parameter yang diamati meliputi persentase penyerapan Cd dalam akar, penurunan Cd pada media, dan biomassa akhir tapak dara air. Analisis data persentase penyerapan Cd, penurunan Cd, dan biomassa akhir menggunakan Uji Anava dua arah dilanjutkan dengan Uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomassa, waktu detensi serta interaksi antara biomassa dan waktu detensi memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap persentase penyerapan Cd dalam akar, penurunan Cd pada media, dan biomassa tapak dara air. Penyerapan Cd dalam akar tapak dara air  terbaik pada biomassa 150 gram dan waktu detensi 14 hari yaitu sebesar 96%. Penurunan kadar Cd pada media tanam tertinggi terjadi pada biomassa 150 gram dan waktu detensi 14 hari sebesar 95%. Biomassa akhir terbaik pada perlakuan biomassa 150 gram dan waktu detensi 7 hari sebesar 158,67 gram.
Published
2018-09-30
Abstract View: 26
PDF Download: 72