Kajian Bovine Serum Albumin (BSA) dalam Pengencer Caudal Epididymal Plasma -D (CEP-D) Terhadap Motilitas Spermatozoa Sapi Limousin Sebelum dan Sesudah Pembekuan

  • Rafidah Nur Utami Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya
  • Nur Ducha Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya
  • Erlix R. Purnama Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya
Keywords: BSA, pengencer CEP-D, Sapi Limousin, motilitas spermatozoa

Abstract

Rendahnya kualitas sel spermatozoa sebelum pembekuan dan sesudah pembekuan disebabkan oleh adanya reaksi ROS serta terjadinya cold shock, oleh karena itu, perlu ditambahkan krioprotektan sebagai pelindung sel spermatozoa salah satunya, yaitu Bovine Serum Albumin (BSA) sebagai krioprotektan ekstraseluler. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penambahan BSA dengan berbagai konsentrasi dalam pengencer CEP-D terhadap motilitas spermatozoa Sapi Limousin. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 6 perlakuan dan 4 pengulangan, yaitu BSA 0; 0,25; 0,5; 0,75; 1; dan 1,25 g/100 ml. Parameter yang diukur adalah persentase motilitas spermatozoa sebelum pembekuan dan sesudah pembekuan. Data dianalisis menggunakan uji Anava satu arah dan dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan BSA 1 g/100 ml memiliki nilai persentase tertinggi yaitu, persentase motilitas sebelum pembekuan dan sesudah pembekuan sebesar 61,25% ± 1,90 dan 43,13% ± 0,72. Simpulan penelitian ini adalah penambahan BSA 1 g/100ml dalam pengencer CEP-D dapat mempertahankan motilitas spermatozoa Sapi Limousin sebelum dan sesudah pembekuan.
Published
2019-09-30