Potensi Isolat Bakteri Endofit Akar Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonium) sebagai Bakteri Pelarut Fosfat

  • Tania Sukma Wahyu Arisna Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universits Negeri Surabaya
  • Mahanani Tri Asri Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universits Negeri Surabaya
Keywords: akar bawang merah, bakteri endofit, bakteri pelarut fosfat

Abstract

Lima isolat bakteri endofit telah ditemukan dari akar tanaman bawang merah yaitu isolat AA2, AA7, AA8, AA9, dan AA10 dan menunjukkan adanya fermentasi asam organik sebagai indikasi bakteri dapat melarutkan fosfat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi lima isolat bakteri endofit dari akar tanaman bawang merah (Allium ascalonium) dalam melarutkan fosfat dan menjelaskan hubungan antara jumlah sel bakteri dengan konsentrasi fosfat yang dilarutkan. Penelitian ini bersifat observasional dengan parameter yang dianalisis secara kualitatif berupa rata-rata indeks pelarut fosfat (IPF), secara kuantitatif berupa konsentrasi fosfat diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 830 nm, jumlah bakterinya dihitung dengan haemocytometer dan pH diukur dengan pH meter. Hasil penelitian menunjukan nilai IPF secara berturut-turut sebesar 1,22; 1,71; 1,36; 1,42 dan 1,37 untuk isolat AA2, AA7, AA8, AA9 dan AA10. Isolat bakteri AA2 memiliki konsentrasi fosfat terlarut paling besar yaitu sebesar 63,016 ppm pada hari ke-5 masa inkubasi dengan jumlah bakteri sebesar 7,9 x 107 sel/ml. Hubungan jumlah bakteri dengan konsentrasi fosfat terlarut terjadi pada saat jumlah bakteri mencapai jumlah optimal sedangkan konsentrasi fosfat terlarut mengalami penurunan pada hari ke-3 masa inkubasi.
Published
2019-09-30