Paradigma https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma <p>Jurnal Paradigma merupakan Jurnal Online Mahasiswa Program Studi S-1 Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Surabaya</p> en-US fsadewo@unesa.ac.id (FX Sri Sadewo) paradigma@ejournal.unesa.ac.id (Redaksi Paradigma) Tue, 11 Jun 2024 00:00:00 +0000 OJS 3.1.1.0 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Representasi Feminisme dalam Film Like & Share (Analisis Semiotika John Fiske) https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/60337 <p><span style="font-weight: 400;">Tujuan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi serta menganalisis representasi feminisme dalam film Like &amp; Share (2022) karya Ginatri S. Noer. Oleh karena itu, metode analisis semiotika John Fiske digunakan untuk menggali makna tersembunyi di balik representasi tokoh dan peristiwa dalam film, terutama yang berkaitan dengan fenomena patriarki dan perlawanan perempuan. Hasil penelitian menemukan bahwa film ini tidak hanya merepresentasikan upaya penundukkan perempuan, melainkan juga perlawanan perempuan terhadap penindasan yang dialami. Film ini menyoroti pentingnya kesadaran feminisme serta perlawanan pada nilai-nilai patriarki yang dominan pada masyarakat.</span></p> Dito Yudhistira Iksandy, Farid Pribadi ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/60337 Tue, 11 Jun 2024 00:00:00 +0000 Tindakan Keluarga Miskin Kampung 1001 Malam Dalam Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi Di Era Pandemi Dan Pasca Pandemi Covid-19 https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/60428 <p><em>The Covid-19 pandemic had hit all over the world, including Indonesia, the government was taking strategic steps to deal with the impact of the pandemic in terms of health, social and economic aspects. Social assistance was one of the assistance provided by the government to the people who needed, however, to cover all needs, people are still required to work to survive. 1001 Malam Village is a village located in Surabaya and an isolated village and during the pandemic the residents felt the impact of the pandemic, they carried out various behaviors to meet their needs during the pandemic and post-pandemic so that they could continue to survive. This research aims to describe the actions of poor families in 1001 Malam village in meeting their living needs in the pandemic and post-pandemic era of Covid-19. Using a qualitative approach or ethnographic method with data collection techniques through direct observation, interviews and online literature. The results show that families in 1001 Malam Village use rational value actions, by carrying out new innovations through starting a business, use instrumental rationality by switching to new jobs and adding more profitable side jobs, and some people use traditional actions, for those who remain in a job for a long time even though the job conditions are financially unstable.</em></p> <p><strong><em>Keywords: pandemic; poor family; economic needs </em></strong></p> Alfita Liasani, Fransiscus Xaverius Sri Sadewo ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/60428 Fri, 14 Jun 2024 00:00:00 +0000 Representasi Adat Perkawinan Dalam Budaya Batak (Analisis Semiotika John Fiske Pada Film Mursala) https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/60533 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap adat perkawinan dalam konsep budaya Batak dengan mengetahui makna tanda yang terkandung dalam film Mursala. Metode penelitian yang digunakan berbentuk deskriptif kualitatif dengan menganalisis teks media film memakai pendekatan analisis semiotika John Fiske. Terdapat 3 level kode untuk menganalisis, pertama level realitas yang didalamnya mencakup penampilan, pakaian, perilaku, gaya bahasa, adat, budaya, ucapan, gerakan, ekspresi, dialog, lingkungan dan kehidupan sehari-hari masyarakat Batak. Kedua, level representasi yang mencakup kode teknis mengenai kamera, aspek editing, aspek tata suara, pencahayaan, narasi, karakter dan konflik. Ketiga, level ideologi meliputi penerimaan dan hubungan sosial seperti kepercayaan, sistem sosial, kapitalisme, ras, patriarki dan sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam masyarakat Batak terdapat keyakinan yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi landasan tradisi. Konsep budaya ini tercermin dalam film Mursala dengan penggunaan tanda-tanda yang membentuk mitos, mewakili nilai-nilai warisan budaya yang masih kental. Tradisi ini menggambarkan sistem kekerabatan masyarakat Batak yang disebut sebagai <em>Dalihan Na Tolu</em>. Salah satu contoh kekerabatan tersebut adalah larangan pernikahan dengan marga yang sama yang telah diwariskan turun temurun dalam masyarakat Batak.</p> Ade Herawati, Farid Pribadi ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/60533 Tue, 25 Jun 2024 03:22:38 +0000 Peran dan Tantangan Orang Muda Katolik di Surabaya dalam Partisipasi Pelayanan Hidup Menggereja di Era Digital https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/60836 <p>Tujuan penelitian untuk menjelaskan peran dan tantangan Orang Muda Katolik (OMK) Kota Surabaya dalam kehidupan menggereja dan kontribusi OMK di era digital. Peran OMK dalam pelayanan partisipasi adalah mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam kegiatan pelayanan di gereja, seperti bergabung dalam tim relawan melayani lansia, petugas mazmur, koor di gereja dan lainnya. Perkembangan teknologi di era digital telah menciptakan kemerosotan moral dan tantangan pada generasi muda. Oleh karena itu, perlunya dukungan dan bimbingan dari kedua orang tua dan pihak gereja Katolik. Metode penelitian yang dilakukan yaitu metode penelitian kepustakaan dan metode penelitian kualitatif</p> Nelly Evrida Sinaga, Agus Machfud Fauzi ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/60836 Tue, 25 Jun 2024 00:00:00 +0000 Wacana Kritis: Potret Difabel dalam Film “Dunia Tanpa Suara” https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/61117 <p>Realitas sosial menempatkan difabel menjadi kelompok marginal. Perlakuan tak sama dan diskriminasi yang mencekik menjadi bagian tak terlepas pada kehidupan difabel. Gambaran lama dan belum usai perihal ketimpangan aksesibilitas bagi difabel. Arus digital kini turut berperan menggiring perubahan perilaku dan pola pikir pada masyarakat modern. Memperjuangkan hak difabel menjadikan film sebagai pilihan media dalam menyuarakan dilema difabel. Dunia Tanpa Suara adalah film yang rilis tahun 2023 mengangkat potret kehidupan difabel tuna rungu di masyarakat modern yang menceritakan potret diri, hubungan dengan keluarga, sahabat, dan asmara. Film adalah serangkaian cerita yang mengemas berbagai pesan dan makna menjadi satu kesatuan untuk disampaikan kepada masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengungkapkan dibalik makna yang tersembunyi dalam wacana disabilitas pada film. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan penjabaran deskriptif sebagai pendekatan mendalam. Peneliti melakukan penganalisisan wacana secara kritis dibalik kata, kalimat, gerakan, gambar, dan audio dalam film dengan teknik dokumentasi berupa penayangan film guna mengungkapkan makna tersembunyi. Hasil penelitian mengungkapkan temuan bahwa terjadi perlawanan pada ideologi, struktur sosial, dan budaya pada difabel di masyarakat modern.</p> Resafiya Adzani, Arief Sudrajat ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/61117 Tue, 25 Jun 2024 05:42:33 +0000 Konstruksi Pengasuh Tentang Lansia Terlantar di UPT Pesanggrahan PMKS Majapahit https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/61224 <p>Lansia terlantar merupakan seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih dan terlantar secara fisik maupun psikis. Lansia terlantar membutuhkan bantuan orang lain untuk dapat bertahan hidup. Dalam hal ini, pemerintah berwenang untuk mengatur dan memberikan jaminan kesejahteraan hidup lansia sebagai warga negara yang berdaulat. Salah satu upaya pemerintah dalam menghadapi kasus lansia terlantar adalah dengan mendirikan panti yang berada di Kedungmaling, Sooko, Mojokerto. Di dalam panti, terdapat beberapa pengasuh yang bertugas untuk membantu dan meringankan penderitaan lansia terlantar. Peneliti berupaya untuk mengetahui dan memahami bagaimana kondisi objektif, realitas objektif dan realitas subjektif pengasuh lansia terlantar. Lebih lanjut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses internalisasi, eksternalisasi dan objektivasi pengasuh tentang lansia terlantar di UPT Pesanggrahan PMKS Majapahit. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan bantuan teori konstruksi sosial Peter L. Berger yang terbagi menjadi tiga tahap, yakni internalisasi, eksternalisai dan objektivasi. Pada tahap internalisasi, subjek penelitian menerima pengetahuan awal tentang orang tua, lansia terlantar, relasi pengasuh dengan lansia terlantar dan perawatan yang ideal. Selanjutnya, subjek penelitian mengekspresikan pengetahuan tersebut pada tahap eksternalisasi dan menghasilkan realitas baru yang dihasilkan oleh kebiasaan di dalam panti sebagai tahap objektivasi.</p> Adela Gita Erika, Refti Handini Listyani ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/61224 Tue, 02 Jul 2024 01:39:44 +0000 Motif Ibu Single Parent Dalam Mendidik Kemandirian Anak di Desa Mejoyolosari Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/61246 <p><em>This research aims to determine the motives of single parent mothers in educating children's independence in Mejoyolosari Village, Gudo District, Jombang Regency. Using a qualitative approach, this research explores social problems with a qualitative descriptive approach. The qualitative research method was chosen because it focuses on in-depth understanding of naturally occurring phenomena, while a qualitative descriptive approach is used to describe problems in detail. The results of this research show that single parents who work full time tend to educate their children strictly. This stems from the condition of the mother who was tired after work. However, on the other hand, the level of independence of children of single parents who work full time tends to be more independent, not dependent on other people and more ready to move on to life in the future. If related to Alfred Schutz's theory, there are factors that influence the motive for this reason, namely because of the increasing erosion of children's morals nowadays which is caused by the low level of independence and also the desire of parents not to burden other people. There are two goals expected by single parents in educating children's independence, namely (1) Being able to complete tasks and obligations without involving other people, (2) Producing a generation that is tough and ready to face life in the future.</em></p> Fitria Dewi Agustin, Refti Handini Listyani ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/61246 Tue, 02 Jul 2024 02:05:36 +0000 Habituasi Permainan Tradisional Sebagai Media Penguatan Pendidikan Karakter di SD Negeri Pacarkeling 1 Surabaya https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/61453 <p><em>This research analyzes the habituation of traditional games which are used as a medium to strengthen character education at SD Negeri Pacarkeling 1 Surabaya. The analysis in this study uses Pierre Bourdieu's habitus perspective where the habits carried out are part of the culture that develops in that society. Student background is the capital that students have to shape their attitudes and thought patterns. The purpose of this analysis is to find out how the habit of traditional games becomes a good medium for strengthening students' character. Schools are a gathering place for students from various different backgrounds with the same hopes for education. These differences in background have an influence on students' responses to getting used to traditional games. Using Lucien Goldmann's view of genetic structuralism, subjects are divided into two, namely active subjects and passive subjects. Students as active subjects can fully internalize existing rules and do not have the capacity to change them. Meanwhile, students as passive subjects are able to provide criticism of existing rules and are able to change them through collective action. The results of getting used to playing traditional games which are regulated by state regulations make students have habits that have a good effect on their character. Students externalize the values </em><em>​​</em><em>contained in each traditional game into attitudes/actions they carry out in everyday life.</em></p> <p>Penelitian ini menganalisis tentang habituasi permainan tradisional yang digunakan sebagai media penguatan pendidikan karakter di SD Negeri Pacarkeling 1 Surabaya. Analisis pada studi ini menggunakan prespektif&nbsp; habitus Pierre Bourdieu dimana pembiasaan yang dilakukan merupakan bagian dari budaya yang berkembang di masyarakat tersebut. Latar belakang siwa merupakan modal yang dimiliki siswa untuk membentuk sikap dan pola pikir mereka. Tujuan dari dilakukannya analisis ini untuk mengetahui bagaimana pembiasaan permainan tradisional menjadi media yang baik untuk menguatkan karakter siswa. Sekolah menjadi tempat berkumpulnya siswa dari berbagai latar belakang yang berbeda dengan harapan yang sama untuk menempuh pendidikan. Perbedaan latar belakang tersebut memberikan pengaruh terhadap respon siswa dengan adanya pembiasaan permianan tradisional. Menggunakan pandangan lucien goldmann tentang strukturalisme genetik bahwa subjek terbagi menjadi dua yaitu subjek aktif dan subjek pasif. Siswa sebagai subjek aktif dapat menginternalisasikan sepenuhnya aturan yang ada dan tidak memiliki kapasitas untuk merubahnya. Sedangkan, siswa sebagai subjek pasif mampu memberikan kritisi terhadap aturan yang ada dan mampu merubahnya melalui tidakan secara kolektif. Hasil dari pembiasaan bermain permainan tradisional yang diatur sebagai aturan Negara membuat siswa memiliki pembiasaan yang berpengaruh baik terhadap karakternya. Siswa mengekternalisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap permainan tradisional menjadi sikap/tindakan yang dilakukannya dalam kehidupan sehari-hari.</p> <p><em>K</em><em>ata Kunci</em><em>: </em><em>Permainan Tradisional, Pendidikan Karakter, dan Habituasi Pierre Bourdieu</em></p> Wahyuningtyas Puspita Sari, Fransiscus Xaverius Sri Sadewo ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/61453 Tue, 02 Jul 2024 02:09:32 +0000 Pembentukan Karakter Politik Anak Usia Dini Dalam Merespons Kampanye Politik 2024 https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/61727 <p><em>The family has an important role in the process of socialization and education development of a child. Political education is important today, because efforts to build and develop political awareness. The involvement of mothers' roles in socializing early childhood in the 2024 political campaign in Labuhan Village, Brondong District, Lamongan Regency. is something that needs to be considered. The purpose of this study is to Identifying the Objective Conditions of the Role of Mothers in the Formation of Early Childhood Political Character in Responding to the 2024 Campaign in Labuhan Village Analyzing the Role of Mothers in the Socialization Process, Analyzing the Influence of Political Values in Socialization. Identifying Environmental Influences and Family Social Status. The research method used in this study is a qualitative research method, theory from George Herbert Mead and supported by Max Weber theory. The results of this study show that there is a significant role of mothers in children's political socialization, mothers have a very important role in shaping the understanding and political attitudes of early childhood. Through daily interactions, political discussions, and participation in political activities, mothers play a key role in shaping the political consciousness of the younger generation. There are variations in children's responses to politics that are influenced by the mother's level of involvement, the family's economic environment, and other factors. Role of Community Leaders: In addition to mothers, community leaders also have a significant influence in shaping political understanding in Labuan Village. </em></p> Yusuf Teja Azid, Refti Handini Listyani ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/61727 Thu, 04 Jul 2024 04:45:35 +0000 Konstruksi Sosial Masyarakat Tentang Bantuan Program Permakanan Kelurahan Gayungan Kota Surabaya https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/61888 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis proses konstruksi lansia, penyandang disabilitas, dan yatim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif teori konstruksi sosial Peter L. Berger. Data-data yang didapatkan dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi dan wawancara mendalam yang dilakukan oleh peneliti. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lansia, penyandang disabilitas, dan yatim terkonstruksi dalam pikirannya bahwa program permakanan merupakan program yang berdampak positif atau bermanfaat bagi mereka karena mampu membantu memenuhi kebutuhan dasar dan kesejahteraan fisik, sosial, dan finansial.</p> Muhammad Ivan Rahman Bashori, Refti Handini Listyani ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/61888 Sat, 13 Jul 2024 00:00:00 +0000 Rasionalitas Elit Masyarakat Dalam Memilih Calon Presiden dan Wakil Presiden Pada Pemilu Tahun 2024 (Studi Kasus di Desa Candimulyo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah) https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/62545 <p><em>The aim of this research is to find out the rationality of the Candimulyo Village elite in choosing the 2024 Presidential and Vice Presidential Candidates. This type of research uses qualitative data collection methods through interviews and documents. The data collected was primary and secondary data, while informants were determined using sampling. The data analysis techniques used in this research are: data reduction, data presentation and drawing conclusions.</em></p> <p>Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana rasionalitas elit masyarakat Desa Candimulyo dalam memilih Capres dan Cawapres 2024. Tipe penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder, sedangkan penentuan informan dengan menggunakan <em>sampling</em>. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.</p> <p><em>Keyword</em>: <em>General Election, Elite Society, Rationality</em></p> <p>&nbsp;</p> Dinda Kamalia Zahra, Agus Machfud Fauzi ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/62545 Sat, 13 Jul 2024 03:26:54 +0000 Konstruksi Kepala Rumah Tangga Perempuan (KRTP) Tentang Program Yakin Semua Sejahtera (YSS) Di Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/62546 <p>Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengidentifikasi proses konstruksi kepala rumah tangga perempuan (KRTP) tentang program yakin semua sejahtera (YSS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan prespektif teori konstruksi sosial Peter L. Berger. Data-data yang didapatkan dalam penelitian ini diperoleh dari observasi serta wawancara mendalam yang dilakukan oleh peneliti. Hasil dari penelitian ini menunjukan kepala rumah tangga Perempuan (KRTP) terkonstruksi dalam pikirannya bahwa program yakin semua Sejahtera merupakan program yang baik atau dalam arti lain bermanfaat bagi mereka karna mampu membantu meningkatkan perekonomian mereka.</p> Tiara Mar'atus Sholikha, Refti Handini Listyani, Refti Handini Listyani ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/62546 Sat, 13 Jul 2024 00:00:00 +0000 Rasionalitas Menjadi Menjadi Joki Game Mobile Legend di Sidoarjo https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/60429 <h1><em>Abstract </em></h1> <p><em>Mobile Legend game is an online game that has become a phenomenon in almost all major cities in Indonesia. This is indicated by the large number of fans of this game, where fans of this game are not only children, but also many teenagers and adults who also play this game. However, in practice there are those who use this online game as a source of income, which will have both positive and negative impacts. This study aims to look deeper into the phenomenon that occurs regarding this mobile legend game, especially for the Mobile Legend game jockeys in Sidoarjo Regency. In this study, the researcher focused on the Rationality of becoming a Mobile Legend game jockey for teenagers in Sidoarjo. Based on the data findings, there are positive and negative impacts of becoming a mobile legend game jockey, the positive impact is being able to get money just by playing games, while the negative impact is the disruption of daily activities. This researcher used a qualitative method with a case study approach. The results of the study showed that by making online games a source of income, there were considerations related to daily activities and health problems in the future.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><em>Keywords : </em><em>Rationality, Mobile Legend Game, Mobile Legend Game Jockey</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Game Mobile Legend merupakan game online yang telah menjadi fenomena dalam hampir semua kota-kota besar di Indonesia. Hal itu di tengarahi dengan banyaknya penggemar dari game ini, yang mana penggemar dari game ini tidak hanya anak-anak saja, melainkan banyak remaja dan orang dewasa yang juga memainkan game ini. Namun, dalam praktiknya ada yang memanfaatkan game online ini sebagai sumber penghasilan, yang mana hal itu akan memiliki dampak baik positif maupun negatif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat lebih dalam terkait fenomena yang terjadi mengenai game mobile legend ini, khususnya pada para penjoki game Mobile Legend yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Dalam penelitian ini peneliti berfokus pada Rasionalitas menjadi penjoki game Mobile Legend bagi remaja di Sidoarjo. Berdasarkan temuan data terdapat dampak positif dan negatif dari menjadi joki game mobile legend ini, dampak positifnya adalah bisa mendapatkan uang hanya dengan bermain game, sedangkan dampak negatifnya adalah terganggunya kegiatan sehari-hari.&nbsp; Peneliti ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menjadikan game online sebagai sumber penghasilan, menyebabkan ada pertimbangan terkait kegiatan sehari-hari dan gangguan kesehatan di kemudian hari.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci : Rasionalitas, Game Mobile Legend, Joki Game Mobile Legend</p> Moh. Yasin Al-Muhib, M. Jacky ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/60429 Tue, 25 Jun 2024 03:19:47 +0000 Relasi Kuasa Pengelola Sekolah Berbasis Agama atas Perilaku Seksual Siswa (Studi Kasus tentang Pengaturan Tubuh Siswa SMP Islam X Kabupaten Tulungagung saat Berpacaran) https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/61095 <p>Perilaku seksual pada remaja merupakan permasalahan yang cukup krusial di era modern seperti saat ini. Studi mengungkapkan bahwa para remaja rentan terjebak dalam hubungan pacaran yang tidak sehat. Oleh kerena itu, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menekan aktivitas seksual remaja salah satunya, yakni melalui lembaga pendidikan. Dalam hal ini, aktivitas seksual siswa akan diatur sedemikian rupa melalui pengajaran di sekolah, seperti penanaman nilai-nilai keagamaan yang dilakukan oleh SMP Islam X. Adapun upaya yang dilakukan SMP Islam X dalam mengatur aktivitas seksual siswanya, yakni melalui berbagai macam pengetahuan islami yang diubah menjadi peraturan dan selanjutnya dilanggengkan oleh pengelola sekolah. Lebih lanjut, peraturan tersebut tidak hanya dibuat dalam bentuk tulisan, akan tetapi juga dalam bentuk pembiasaan dan wajib dipatuhi oleh seluruh siswa tanpa terkecuali atau mereka akan dikenakan sanksi jika melanggar. Dari proses tersebut hubungan antara pengelola sekolah dan siswa SMP Islam X dapat dilihat, yakni adanya pihak yang dikuasai (siswa) dan berkuasa (pengelola sekolah). Sebagaimana telah disebutkan oleh Michael Foucault bahwa relasi kuasa tidak hanya muncul karena kesenjangan dalam kepemilikan modal, akan tetapi juga dapat diciptakan oleh pengetahuan. Sehingga, penelitian kualitatif ini akan berfokus pada bentuk-bentuk kekuasaan yang dilanggengkan oleh pengelola SMP Islam X sebagai upaya dalam mengatur aktivitas seksual siswanya.</p> Nur Liana Dwi Agustina, Fransiscus Xaverius Sri Sadewo ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/61095 Tue, 25 Jun 2024 05:54:25 +0000 Pengaruh Budaya Ghasab Terhadap Hasil Belajar Siswa MAN 4 Jombang https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/62489 <p>&nbsp;</p> <p>Abstract&nbsp;</p> <p>Ghasab culture is a phenomenon that is often encountered, especially in Islamic boarding school environments. Ghasab is a deviant culture and has a negative impact on the perpetrators and victims. One environment that cannot escape this culture is madrasah schools because they are located in Islamic boarding school environments. Because it has a negative impact, one of the initial hypotheses is that students' learning outcomes have decreased. The researcher's aim in taking this theme is to determine the influence of ghasab culture on student learning outcomes. The research is located at MAN 4 Jombang which is steped in Islamic boarding school teachings. This research uses quantitative methods to determine the level of significance betwen 2 variables. The variables in question are ghsab culture as variable X and learning outcomes as variable Y. In collecting data, research used a questionnaire distributed to respondents. The data obtained will then be processed into tabulation so that the numbers of X and Y can be known. The next stage is the correlation test and reliability test. To find the significance level, researchers used Pearson's product moment and t test. After the data was processed, the results of the correlation test appeared as shown in Table 4.5, recording a calculated r value of 0.239 betwen the ghasab culture instrument and student learning outcomes. Apart from that, the significance value (Sig. 2-tailed) obtained is 0.00. This finding shows that the significance value (Sig. 2-tailed) is below the predetermined α value, namely 0.05. Therefore, the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (H1) is accepted, which shows that there is a significant influence betwen ghasab culture on the learning outcomes of MAN 4 Jombang students.</p> <p>Keywords: Ghasab Culture, Learning Outcomes, Social Action, Significance, New Culture</p> <p>Abstrak</p> <p>&nbsp;Budaya Ghasab merupakan sebuah fenomene yang sering di jumpai terutama di lingkungan pesantren. Ghasab termasuk budaya yang menyimpang dan memiliki dampak negatif bagi para pelakunya maupun korban. Salah satu lingkungan yang tak luput dari budaya ini adalah di sekolah madrasah karena berada di lingkungan pondok pesantren. Karena memiliki dampak yang negatif, Hipotesis awal salah satunya adalah hasil belajar para siswa yang menglami penurunan. Tujuan peneliti mengambil tema ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya ghasab terhadap hasil belajar siswa. Penelitian yang berlokasi di MAN 4 Jombang yang kental akan ajaran pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk mengetahui tingkat signifikansi antara 2 variabel. Variabel yang dimaksud adalah budaya ghsab sebagai variabel X dan hasil belajar sebagai variabel Y. Dalam pengumpulan data meneliti menggunakan kuisioner yang disebar kepada para responden. Data yang diperoleh lalu akan diolah menjadi tabulasi sehingga jumlah X dan Y dapat diketahui. Tahap selanjutnya yaitu uji korelasi dan uji reliabilitas. Untuk menemukan tingkat signifikansi peneliti menggunakan product moment Pearson dan uji t hitung. Setelah data diolah muncul hasil uji korelasi yang ditunjukkan dalam hasil olah data mencatat nilai r hitung sebesar 0,239 antara instrumen budaya ghasab dan hasil belajar siswa. Selain itu, nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) yang diperoleh adalah 0,00. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) berada di bawah nilai α yang telah ditentukan, yaitu 0,05. Oleh karena itu, hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (H1) diterima, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara budaya ghasab terhadap hasil belajar siswa MAN 4 Jombang.&nbsp;</p> <p>Kata kunci: Budaya Ghasab, Hasil Belajar, Tindakan Sosial, Budaya Baru&nbsp;</p> Rizal Fadhlan Zain, Agus Machfud Fauzi ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/62489 Sat, 13 Jul 2024 00:00:00 +0000