PENGARUH PENAMBAHAN VARIABEL MOLARITAS NaOH SEBESAR 10 MOLAR PADA KONDISI SS/SH 1.0 DAN 3.0 TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR GEOPOLYMER BERBAHAN DASAR FLY ASH

  • CAROLINA YUDI HARDIKA
  • ARIE WARDHONO

Abstract

Abstrak

Sejauh ini kita kenal beton sebagai material bangunan paling populer, tersusun dari komposisi utama batuan (agregat), air, dan semen portland atau yang biasa kita sebut dengan beton konvensional. Namun, penggunaan semen ternyata memberikan pengaruh negatif terhadap lingkungan. Untuk mengatasi efek buruk yang merusak lingkungan dan memperbaiki problem durabilitas pada material beton yang menggunakan semen portland, maka diperlukan material lainnya sebagai pengganti semen portland untuk digunakan pada pembuatan beton. Joseph Davidovits menamakan temuannya geopolymer karena merupakan sintesa bahan-bahan alam nonorganik lewat proses polimerisasi. Bahan dasar utama yang diperlukan untuk pembuatan material geopolymer ini adalah bahan-bahan yang banyak mengandung unsur-unsur silika dan alumina. Unsur-unsur ini banyak didapati, di antaranya pada material hasil sampingan industri, seperti misalnya fly ash dari sisa pembakaran batu bara. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi hasil kuat tekan mortar geopolymer berbahan dasar abu terbang dan NaOH 10 molar pada kondisi ss/sh 1.0 dan 3.0 dan untuk mendapatkan standar optimum penambahan fly ash pada pembuatan mortar tanpa semen menggunakan NaOH 10 molar pada kondisi ss/sh 1.0 dan 3.0 dengan menggunakan nilai w/s sebesar 0,2; 0,25; 0,30; 0,35; 0,40; 0,45. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar solid larutan aktivator (w/s) dapat mempengaruhi kuat tekan mortar geopolymer. Hasil kuat tekan mortar kondisi SS/SH =1 meningkat dari nilai variasi w/s = 0,20 hingga mencapai puncaknya pada nilai variasi w/s = 0,30 mampu mencapai nilai 61.05 MPa, sedangkan mortar kondisi SS/SH = 3 menunjukan kenaikan yang sama hingga mencapai puncaknya pada nilai variasi w/s = 0,30 dengan nilai kuat tekan 55.37 MPa . Setelah nilai w/s telah lebih dari 0,30, maka kuat tekannya menurun. Maka diperoleh bahwa kadar solid larutan aktivator (w/s) yang optimum pada kondisi SS/SH = 1 dan 3 adalah 0,30.

Kata kunci : Mortar Geopolymer, Fly Ash, Rasio W/S, Molaritas, SS/SH, Kuat Tekan, Suhu Ruangan

Abstract

So far we know concrete as the most popular building material, composed of the main composition of rock (aggregate), water, and portland cement or what we commonly call conventional concrete. However, the use of cement turned out to have a negative effect on the environment. To overcome the adverse effects that damage the environment and improve the problem of durability in concrete materials using portland cement, other materials are needed as a substitute for portland cement for use in making concrete. Joseph Davidovits named his findings Geopolymer because it is a synthesis of non-organic natural materials through the polymerization process. The main basic material needed for the manufacture of geopolymer material is materials that contain a lot of silica and alumina elements. Many of these elements are found, including in industrial by-products, such as fly ash from residual coal combustion. This study aims to obtain information on the results of geopolymer mortar compressive strength based on Fly ash and 10 molar NaOH in the conditions of ss / sh 1.0 and 3.0 and to obtain the optimum standard for fly ash addition in making mortar without cement using 10 molar NaOH in the condition ss / sh 1.0 and 3.0 using a value of w / s of 0.2; 0.25; 0.30; 0.35; 0.40; 0.45. The results showed that the solid content of the activator solution (w / s) can affect the Geopolymer mortar compressive strength. The results of the mortar compressive strength condition SS / SH = 1 increased from the variation value w / s = 0.20 to reach its peak in the variation value w / s = 0.30 able to reach the value of 61.05 MPa, while the mortar condition SS / SH = 3 showed an increase the same until it reaches its peak in the variation value w / s = 0.30 with a compressive strength of 55.37 MPa. After the value of w / s has more than 0.30, the compressive strength decreases. Then it was obtained that the optimum level of activator solution (w / s) which was optimum in SS / SH = 1 and 3 conditions was 0.30.

Keywords : Geopolymer Mortar, Fly Ash, Water Solid Ratio (w/s ratio), Molarity, Sodium Silicate to Sodium Hidroxide Ratio (SS/SH ratio), Compressive Strength, Room Temperature.






Published
2018-12-21
Abstract Views: 113
PDF Downloads: 158