PEMAKAIAN LIMBAH ASPAL SEBAGAI SUBTITUSI AGREGAT PADA CAMPURAN ASPAL PORUS

  • AYU DEANITA PUTRI
  • YOGIE RISDIANTO

Abstract

Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) adalah limbah aspal yang didapat dari pengerukan perkerasan jalan, RAP sendiri jarang dimanfaatkan dan menumpuk di suatu tempat yang mengganggu lingkungan sekitarnya. Dari penjelasan tersebut muncul suatu inovasi dengan memanfaatkan limbah aspal sebagai substitusi agregat pada campuran aspal porus. Sehingga dengan memanfaatkan limbah aspal sebagai substitusi agregat, diharapkan menghasilkan perpaduan yang baik.Penelitian sebelumnya mengungkapkan bahwa RAP ketika dirancang dengan baik dapat memiliki kinerja yang lebih baik atau serupa dengan campuran aspal panas. Dengan demikian, dalam penilitian ini penggunaan RAP sebagai agregat pada campuran aspal porus diharapkan bisa menghasilkan campuran yang baik. Dalam penelitian ini dilakukan analisa saringan untuk menentukan komposisi agregat dengan spesifikasi AAPA (2004). Didapat komposisi campuran agregat tiap-tiap fraksi 45% (10-15mm), 40% (RAP 5-10mm), 11% (0-5 mm), dan filler 4%. Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode marshall dan permeabilitas untuk mengetahui karakteristik campuran. Hasil penelitian menunjukan dengan penggunaan RAP didapat stabilitas 654.50 kg, flow 3.3 mm, dan permeabilitas 0.15 cm/dt. Hasil tersebut memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan oleh AAPA (2004).

Kata kunci : Karakteristik Marshall, Permeabilitas, Aspal Porus, Limbah Aspal, AAPA 2004


Reclaimed Asphalt Pavement is a waste obtained from dredging asphalt pavement, RAP is rarely used and piled up somewhere, RAP cumulation can disrupt the surrounding environment. At the same time, the growing importance of environmental and economic matters has led reserchers and engineers to promote reusing milled materials rather than using valuable and nonrenewable natural resources (bitumen and aggregates). Recenlty, we revealed that when properly designed, RAP can have better or similiar performance to those of new conventional hot mix asphalt mixtures. Thus, in this research study, the use of RAP as aggregate in porous asphalt was evaluated with the hope of using RAP as aggregate in porous asphalt mixture could produce a good mixture. In this study has been carried out sieve analysis to specify the aggregate composition with the AAPA (2004) specifications. The results showed the composition of the aggregate mixture in each fraction required 45% (10-15 mm); 40% (RAP 5-10mm); 11% (0-5mm), and 4% (filler). Various performance tests such as marshall and permeability test has been carried out to discover characteristics of porous asphalt mixture with RAP. The results showed with the use of RAP in porous asphalt mixture obtained stability 654.50 kg, flow 3.3 mm, and permeability 0.15 cm/dt. The laboratory results indicate that the porous asphalt mixture with RAP provide better performance in terms of stability, flow, and permeability, also these research results fulfill the specifications by AAPA (2004).

Keywords : Marshall Characteristic, Permeability, Porous Asphalt, Asphalt Waste, AAPA 2004






Published
2019-07-29
Section
Articles
Abstract View: 130
PDF Download: 418