Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Air di Sub DAS Bengawan Jero Lamongan

  • Fitri Eviliya Universitas negeri Surabaya

Abstract

ABSTRAK

Konsep neraca air (water balance) dasarnya menunjukkan hubungan antara ketersediaan dan kebutuhan air guna dilakukan penilaian keseimbangan antara jumlah air yang masuk dan keluar dari suatu sistem atau subsistem, yang disebut kelebihan air (surplus) atau kekurangan air (defisit). Kendala yang sering dihadapi sub DAS Bengawan Jero Lamongan adalah luapan banjir dan kekeringan. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk memenuhi distribusi sumber daya air melalui pengaturan kembali informasi ketersediaan dan kebutuhan air secara lebih terpadu, membantu meminimalisir kendala dan mengembangan perencanaan untuk pembangunan berkelanjutan. Faktor analisis perhitungan neraca air adalah ketersediaan air yaitu faktor probabilitas sebesar 80% (Q80), sedangkan kebutuhan air yaitu kebutuhan air tanah sendiri untuk irigasi, domestik, industri, dan ternak. Analisis ini meliputi perhitungan curah hujan wilayah selama 14 tahun pada tahun 2009 – 2022 menggunakan metode rerata aritmatik, perhitungan evapotranspirasi (ET0) menggunakan metode Penman, perhitungan ketersediaan air (debit andalan) menggunakan metode F.J Mock serta kebutuhan air menggunakan rumusan yang mengacu pada SNI 19.6728.1-2002 dan SNI 6728.1-2015. Dari hasil perhitungan didapatkan debit ketersediaan air tahun 2009 – 2022 dengan rerata debit tertinggi di bulan Januari sebesar 2.492 m3/s dan terendah di bulan Agustus sebesar 0.739 m3/s. Sedangkan debit kebutuhan air tahun 2009 – 2022 dengan proyeksi 5 tahun rerata debit tertinggi di bulan Januari sebesar 0.590 m3/s dan terendah di bulan Agustus – Oktober sebesar 0.044 m3/s. Hasil status neraca air menyatakan kelebihan air terjadi pada bulan Januari – Mei, Juli - Oktober, dan Desember. Sedangkan yang dinyatakan kekurangan air terjadi pada bulan Juni dan Nopember.

Kata Kunci: ketersediaan air, kebutuhan air, neraca air.

 

ABSTRACT

The concept of water balance basically shows the relationship between water supply and demand in order to evaluate the balance between the amount of water entering and leaving a system or subsystem, which is called excess water (surplus) or water shortage (deficit). Constraints that are often faced by the Bengawan Jero Lamongan sub-watershed are floods and droughts. Therefore this research was conducted to fulfill the distribution of water resources by rearranging information on water supply and demand in a more integrated manner, helping to minimize constraints and developing plans for sustainable development. The analysis factor for calculating the water balance is the availability of water, namely the probability factor of 80% (Q80), while the need for water is the need for groundwater itself for irrigation, domestic, industry, and livestock. This analysis includes calculating regional rainfall for 14 years in 2009 – 2022 using the arithmetic mean method, calculating evapotranspiration (ET0) using the Penman method, calculating water availability (reliable discharge) using the F.J Mock method and water demand using a formula that refers to SNI 19.6728 .1-2002 and SNI 6728.1-2015. From the calculation results, it was found that the water availability discharge for 2009 – 2022 with the highest average discharge in January of 2,492 m3/s and the lowest in August of 0,739 m3/s. Meanwhile, the water demand discharge for 2009 – 2022, with a 5-year projected average discharge, is the highest in January of 0.590 m3/s and the lowest in August – October of 0.044 m3/s. The results of the water balance status stated that excess water occurred in January-May, July-October, and December. Meanwhile, water shortages occurred in June and November.

Keyword: water availability, water demand, water balance.

 

Published
2023-07-31
Section
Articles
Abstract Views: 74
PDF Downloads: 0