https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/issue/feed Rekayasa Teknik Sipil 2024-02-19T00:16:32+00:00 Dr.Suparji, M.Pd. journal.jtsunesa@gmail.com Open Journal Systems Jurnal <a href="http://teknik-sipil.tk" target="_blank">REKATS</a> mempublikasikan hasil penelitian ilmiah dosen, mahasiswa, dan peneliti di bidang Ilmu Teknik Sipil berupa penelitian dasar, perencanaan, perancangan, dan studi pengembangan Ilmu Teknik Sipil. Ejournal.unesa.ac.id hadir untuk memenuhi kebutuhan akan berbagai macam jurnal tentang ilmu Teknik Sipil. Dalam situs Jurnal ini anda dapat menemukan berbagai macam jurnal dalam bentuk PDF dan Doc. Jurnal <a href="http://teknik-sipil.tk" target="_blank">REKATS</a> terbit secara berkala setiap bulan. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/58335 PERENCANAAN CAMPURAN PERKERASAN SEMI LENTUR (SEMI FLEXIBLE PAVEMENT) 2024-01-12T08:46:02+00:00 Rizky Amelia Saputri Lay rizky.21092@mhs.unesa.ac.id Yogie Risdianto yogierisdianto@unesa.ac.id <p>Pembangunan infrastruktur jalan mendukung pertumbuhan ekonomi dan konektivitas wilayah. Tantangan&nbsp;utama adalah mengatasi deformasi dan retakan pada perkerasan akibat beban lalu lintas. Kementerian PUPR&nbsp;dan AAPA mengeluarkan standar konstruksi untuk memastikan kualitas jalan. Deformasi sebagai kerusakan&nbsp;perkerasan, membutuhkan perhatian khusus yang dapat diatasi dengan perkerasan semi lentur, gabungan&nbsp;antara perkerasan lentur juga perkerasan kaku. Meskipun memiliki potensi, pemahaman dan penelitian di&nbsp;Indonesia masih minim. Penelitian Perencanaan Campuran Perkerasan Semi Lentur diperlukan untuk&nbsp;infrastruktur konstruksi yang lebih berkualitas. Penelitian ini dilaksanakan dengan menyiapkan sampel aspal&nbsp;yang berpori dengan menggunakan gradasi aspal yang terbuka (OGA), sehingga menghasilkan lubanglubang besar yang bisa diisi dengan pasta semen. Benda uji aspal porus dibuat sebanyak 3 buah dan&nbsp;mempersiapkan pasta semen sebanyak 3 variasi. Setelah itu, dilakukan proses pencampuran terhadap pasta&nbsp;semen yang kemudian dicurahkan ke dalam sampel uji. Perawatan sampel ini dilakukan selama 3 hari,&nbsp;dengan merendamnya pada suhu ruangan, pada masing masing benda uji direndam selama 30 menit pada&nbsp;suhu 60°C di dalam waterbath yang kemudian dilakukan pengujian Marshall. Dari hasil penelitian ini telah didapatkan nilai permeabilitas untuk variasi FAS 0,24 adalah 0,12 cm/dt dan nilai stabilitas terbaik didapat&nbsp;pada FAS 0,24 sebesar 1374,08 Kg. Maka dengan hasil stabilitas yang tinggi, penggunaan perkerasan semi lentur cukup baik untuk mengatasi kerusakan jalan.<br>Kata Kunci: Perkerasan Semi Lentur, Aspal Porus, Permeabilitas, Faktor Air Semen, Stabilitas.</p> 2024-01-12T08:46:02+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/58347 Perbandingan Perhitungan Teori 1D Terzaghi dan Asaoka dengan Hasil Konsolidasi dari Settlement Plate Pada Proyek Jalan Tol Semarang – Demak Paket 2 STA 18+029,44 S.D. STA 18+ 729,44 Menggunakan Metode Preloading dan PreFabricated Vertical Drain 2024-01-15T02:24:30+00:00 Anggy Pranoto anggy.20100@mhs.unesa.ac.id Nur Andajani nurandajani@unesa.ac.id <p>Salah satu dari empat belas bagian jalan tol Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikembangkan adalah proyek pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak. Tujuannya adalah untuk menanggapi peningkatan volume kendaraan, khususnya di wilayah jalan nasional pantura. Proyek ini melibatkan pembangunan jalan tol sepanjang 27 kilometer. Dalam upaya perbaikan tanah untuk proyek ini, metode yang digunakan mencakup <em>Pre-fabricated Vertical Drain</em> (PVD) dan <em>Pre-fabricated Horizontal Drain</em> (PHD) dengan pola pemasangan segitiga yang dikombinasikan dengan <em>Preloading</em>.</p> <p>Perbedaan penurunan terlihat antara penurunan rencana dengan penurunan aktual yang terjadi di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan besar penurunan tanah dengan menggunakan metode Terzaghi 1D dan metode prediksi akhir Asaoka sehingga dapat digunkan dalam perencanaan penurunan tanah yang lebih akurat.</p> <p>Besar penurunan Aktual pada <em>settlement plate</em> 33 sebesar 2,496 m, kemudian hasil dari penelitian ini didapatkan penurunan metode analisis empiris 1D terzaghi sebesar 2,634 m, dengan waktu konsolidasi pada saat drajat konsolidasi 90% selama 69 hari, sedangkan besar penurunan metode Asaoka yang terjadi sebesar 2,775 m dengan waktu konsolidasi pada drajat konsolidasi 90% selama 162 hari. Berdasarkan hasil tersebut, jika dibandingkan dengan penurunan tanah aktual yang terjadi di lapangan, maka besar perhitungan metode Terzaghi 1D lebih kecil dibandingkan prediksi akhir metode Asaoka.</p> <p>Kata kunci: Konsolidasi, <em>Pre-fabricated Vertical Drain</em>, <em>Pre-fabricated Horizontal Drain, settlement plate</em></p> 2024-01-15T02:24:30+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/58394 Perencanaan infrastruktur jalan Life Cycle Cost Analysis Perkerasan Lentur dan Kaku untuk Pemilihan Tipe Perkerasan pada Jalan Provinsi (Studi Kasus: Ruas Jalan Provinsi Kabupaten Nganjuk – Kota Kediri) 2024-01-16T08:55:51+00:00 Maulana Suryanda Raj'jifi maulanaswat77@gmail.com <p>Perencanaan infrastruktur jalan yang baik penting dilakukan <br>untuk pembangunan fasilitas transportasi yang merupakan <br>kebutuhan dasar pertumbuhan sosial dan ekonomian. <br>Pembangunan infrastuktur jalan memerlukan biaya incestasi <br>yang besar. Perhitungan biaya selama siklus hidup dihitung <br>berdasarkan biaya konstruksi dan biaya perawatan dan <br>rehabilitasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tebal <br>perkerasan, biaya selama siklus hidup, dan rekomendasi <br>perkerasan yang layak untuk Ruas Jalan Provinsi di Kabupaten <br>Nganjuk – Kota Kediri. Metode perencanaan struktur yang <br>digunakan adalah dengan pedoman Manual Desain Perkerasan <br>Jalan 2017 dan biaya selama siklus hidup dalam umur rencana 20 <br>tahun kedepan. Hasil yang diperoleh tebal perkerasan lentur <br>yaitu 43 cm dengan tebal AC-WC : 4cm, AC-BC : 6 cm, AC-base : <br>18 cm, dan lapis agregat kelas A : 15 cm. Adapaun tebal <br>perkerasan kaku 29,5 cm dan tebal beton kurus : 10 cm dengan <br>perkerasan kaku beton bersambung tanpa tulangan dengan mutu <br>30 MPa. Hasil Perhitungan biaya konstruksi pada perkerasan <br>lentur lebih hemat 35,11% dibandingkan pada perkerasan kaku. <br>Hasil Perhitungan biaya perawatan dan rehabilitasi perkerasan <br>iv<br>kaku memiliki biaya lebih hemat 64,43 % dibandingkan <br>perkerasan lentur. Hasil perhitungan biaya selama siklus hidup <br>perkerasan kaku sebesar Rp 38.610.514.623,79, biaya siklus hidup <br>perkerasan lentur sebesar Rp 41.823.065.331 sehingga biaya siklus <br>hidupp perkerasan kaku lebih hemat 8% dibanding perkerasan <br>lentur. Jadi dapat disimpulkan bahwa Perkerasan kaku lebih <br>layak untuk diaplikasikan pada Ruas Jalan Provinsi di Kabupaten <br>Nganjuk – Kota Kediri . <br>Kata Kunci: Pedoman Bina Marga 2017, Life Cycle Cost Analysis, <br>Perkerasan Lentur, Perkerasan Kaku.</p> 2024-01-16T08:55:51+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/58452 Perencanaan Ulang Struktur Jembatan Klatak Dengan Metode Cast In-situ (Studi Kasus : Proyek Jalan Lintas Selatan LOT 6) 2024-01-19T00:55:41+00:00 Arundyna Putri Fitriyaningrum afandiarundyna@gmail.com <p>Jalan merupakan prasarana penghubung transportasi yang penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan bertujuan memperlancar arus distribusi barang dan jasa, serta berperan dalam kesejahteraan masyarakat pada produktivitas dan daya saing. Jembatan klatak merupakan struktur penghubung dua ruas jalan yang terpisah oleh aliran sungai di Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung pada titik STA 14+919,6. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan perencanaan pembebanan dan analisa struktur jembatan klatak dengan metode <em>cast in-situ</em>. Metode <em>cast in-situ</em> adalah salah satu teknik pembuatan beton di lokasi pelaksanaan cikal bakal penempatan elemen jembatan. Penelitian ini bersifat kuantitatif sistematis dengan pengumpulan data berupa studi pustaka dan literatur. Hasil perencanaan ulang analisa struktur didapatkan bentang jembatan sepanjang 25,6 meter dan lebar 15,6 meter menggunakan 5 buah balok gelagar induk berdimensi 1200 x 2300 mm, <em>elastomer bearing pad</em> berdimensi 450 x 600 x 120 mm dan balok diafragma berdimensi 800 x 1200 mm. Struktur atas jembatan menggunakan tiang sandaran berdimensi 300 x 250 x 1100 mm sejumlah 13 tiang per sisi jembatan. Pelat trotoir selebar 1600 mm dengan tebal 300 mm berada di sepanjang bentang jembatan, sedangkan untuk pelat slab kendaraan memiliki tebal 300 mm dengan lapis perkerasan aspal 100 mm. Struktur bawah menggunakan dua kepala jembatan dengan tinggi total 8,75 meter dan pondasi <em>bore pile</em> berdiameter 800 mm sebanyak 12 buah, serta <em>pilecap</em> berdimensi&nbsp; 18,6 x 7 x 1,25 meter per <em>abutment</em>. Pelat injak jembatan sepanjang 15,6 meter dengan lebar 5,25 meter dan tebal pelat 200 mm berada di sisi kanan dan kiri jembatan. Untuk dinding sayap penahan tanah digunakan panjang 5 meter; lebar 7,5 meter dan tebal 250 mm.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Struktur, Jembatan, <em>Cast In-situ</em>, Jalan Lintas Selatan.</p> 2024-01-19T00:55:41+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/58460 PENGARUH PENGGUNAAN ABU SEKAM PADI DAN ABU TERBANG DENGAN CAMPURAN KAOLIN PADA MORTAR GEOPOLIMER DENGAN AKTIVATOR NaOH 10 MOLAR 2024-01-19T10:08:19+00:00 Falian Dito Hasyim Surya Amrulloh falian.19074@mhs.unesa.ac.id <p>Indonesia dikenal sebagai negara agraris mengandalkan sektor pertanian baik sebagai sumber penghidupan maupun<br>untuk mendukung pembangunan. Di Indonesia mempunyai hasil pertanian yang sangat besar dan dari hasil tersebut pasti <br>menimbulkan salah satu limbah yang banyak kita temui adalah limbah abu sekam padi. Limbah padi saat ini masih banyak <br>yang dibiarkan begitu saja hal ini seharusnya dimanfaatkan dengan baik dan benar oleh masyarakat untuk mengurangi <br>angka limbah yang semakin hari semakin meningkat, maka di perlukan penangganan lebih lanjut dalam masalah limbah <br>ini. Pemanfaatan limbah sekam padi adalah bentuk upaya yang paling efektif dalam mengurangi angka limbah yang terus <br>meningkat di setiap tahunya salah satu cara pemanfaatan limbah sekam padi ialah dengan membakarnya kemudian menjadu <br>limbah abu sekam padi dan di proses sehingga menjadi bahan pengganti sebagian semen.<br>Penelitian ini.bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui penggunaan abu sekam padi dan abu terbang dan <br>pengaruhnya terhadap mortar geopolimer serta melakukan uji kuat tekan dan porotisitas serta pengaruh variasi penambahan <br>kaolin terhadap mortar geopolimer. Pada penelitian ini menggunakan alkali activator Sodium.Silikat (Na2SiO3) dan Sodium <br>Hidroksida.(NaOH) dengan kosentrasi 10 Molar, dengan rasio SS/SH sebesar 2 serta.rasio water to solid (W/S) sebesar <br>0,42. <br>Hasil pada penelitian dengan komposisi.terbaik adalah mix design 4 hal ini dikarenakan pada hasil uji.kuat tekan mix <br>design 4 medapatkan hasil yang paling tinggi dari usia 28 hari sebesar 41,84 MPa.<br>Kata Kunci: Mortar Geopolimer, Abu Terbang, Abu Sekam Padi, Kaolin, dan Kuat Tekan.</p> 2024-01-19T10:08:19+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/58589 MODIFIKASI STRUKTUR GEDUNG PERKULIAHAN BERSAMA 10 LANTAI DI KAMPUS C UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM GANDA 2024-01-24T04:34:14+00:00 Kristina Natalia Tampubolon kristina.19016@mhs.unesa.ac.id <p style="font-weight: 400;">Sistem ganda ialah sistem struktur yang beban gravitasi dipikul penuh oleh rangka pemikul momen, sedangkan beban lateral dipikul beserta olehrangka pemikul momen dan <em>Shearwall</em>. Rangka pemikul momen direncanakan secara terpisah. Rangka pemikul momen wajib dirancang secara terpisah bisa memikul setidaknya 25 % dari total beban lateral. Kaloborasi antara sistem rangka pemikul momen dengan dinding geser ialah suatu keadaanvkhusus, dimanavkedua struktur mempunyai karakteristik serta perilaku yang tidak selaras tetapi digabungkan sehingga mendapatkan struktur yang lebih kuat. Pada penelitian ini akan dilakukan <em>remodelling </em>struktur gedung kuliahvbersamavkampusvc universitas airlangga surabaya denganvmenggunakan sistem ganda, yaitu dengan mengkombinasikan antara SRPMK dan Sistem Dinding Struktural Khusus (SDSK). Acuan perencanaan gedung ini untuk perencanaan gempa mengacu pada SNI 1726:2019, perencanaan elemen struktur beton bertulang mengacu pada SNI 2847:2019 dan perencanaan pembebanan mengacu pada SNI 1727:2020. Reaksi permodelan yang didapat periode struktur modifikasi memiliki nilai 33%. Partisipasi massa struktur modifikasi memiliki nilai yang besar. Gaya geser dasar struktur modifikasi memiliki nilai besar. Simpangan antar lantai struktur modifikasi memiliki rata – rata simpangan arah X dengan nilai 3,25% dan untuk arah Y memiliki nilai -6,39%. Pada balok induk struktur modifikasi menghasilkan momen tumpuan 19%, dan momen lapangan 31%. Pada kolom struktur modifikasi menghasilkan gaya aksial 60,67%. Untuk nilai momen maksimal struktur pemodelan 58,84%. Penulangan dari elemen struktur balok utama dan kolom utama didapatkan penulangan balok induk struktur modifikasi menghasilkan pengurangan tulangan longitudinal 11,42%. Pada penulangan longitudinal kolom struktur modifikasi menghasilkan pengurangan tulangan longitudinal sebesar 12,5%, tulangan transversal kolom modifikasi 33% lebih banyak dan dengan diameter lebih besar.</p> 2024-01-24T04:34:14+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/58644 PENGARUH PENGGUNAAN ABU SEKAM PADI DENGAN PENAMBAHAN CAOLIN POWDER DAN FLY ASH PADA KONDISI 12 M NaOH, TERHADAP KUAT TEKAN DAN POROSITAS MORTAR GEOPOLIMER 2024-01-30T02:33:17+00:00 Stevan Theopilus Sembiring Brahmana stevan.19072@mhs.unesa.ac.id <p>Indonesia merupakan negara agraris atau negara yang dapat menghasilkan produk pertanian dalam jumlah yang besar terutama padi, hal tersebut didukung oleh iklim negara Indonesia yang termasuk dalam iklim tropis, dan memiliki intensitas curah hujan yang tinggi berkisar 2.000-3000 mm per tahun. Dilansir oleh Badan Pusat Statistik (BPS) produksi gabah kering giling Indonesia pada tahun 2022 mencapai 55,67 juta ton dan produksi beras mencapai 32,07 juta ton, dan dari proses penggilingan gabah menghasilkan sekam padi sebesar 23,6 juta ton pada tahun 2022.</p> <p>Pengolahan gabah kering giling menjadi beras tentunya menyisakan sekam padi 20 – 30 % dari proses penggilingan, hal ini menjadi sebuah inovasi dan pemanfaatan dari sisa gabah padi yang tidak terpakai atau tidak dapat dikonsumsi, salah satu inovasi dari pemanfaatan sekam padi tersebut yaitu dengan cara mengolah sekam padi tersebut menjadi abu untuk bahan baku mortar geopolimer menggantikan kebutuhan semen <em>Portland </em>sebagai bahan baku utama beton <em>&nbsp;</em>&nbsp;di Indonesia.</p> <p>Penelitian mortar geopolimer menggunakan <em>fly ash</em>, abu sekam padi, dan kaolin sebagai pengganti semen dengan menggunakan sodium hidroksida 12 Molar dan sodium silikat sebagai larutan aktivator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>mix design</em> 4 dengan perbandingan <em>fly ash</em> 90% dan abu sekam padi 10% pada penambahan 30% kaoilin terhadap abu sekam padi sebesar 70%, memiliki kuat tekan terbesar, yaitu 44,37 MPa pada usia benda uji 28 hari dengan nilai porositas terhadap benda uji <em>mix design </em>4 sebesar 4%, sedangkan <em>mix design </em>8 dengan perbandingan <em>fly ash</em> sebesar 70% terhadap abu sekam padi sebesar 30% pada penambahan kaolin 10% terhadap abu sekam padi 90% menghasilkan nilai kuat tekan yang paling rendah terhadap <em>mix design</em> yang lain, dengan hasil porositas sebesar 18% pada usia benda uji mortar 28hari.</p> 2024-01-30T02:33:17+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/58827 MODIFIKASI PERANCANGAN STRUKTUR APARTEMEN MAHASISWA KAMPUS C UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA MENGGUNAKAN SISTEM FLAT SLAB 2024-02-19T00:16:32+00:00 Ammar Nur Hanafi ammar.19030@mhs.unesa.ac.id <p>Apartemen mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya adalah contoh bangunan gedung bertingkat 11 lantai. <br>Pada perancangan ini digunakan alternatif perancangan sistem struktur flat slab pada struktur gedung <br>apartemen mahasiswa Universitas Airlangga sekaligus merencanakan opsi perkuatan yang dapat menunjang, <br>jika sistem flat slab-kolom tidak dapat menahan beban yang bekerja. Karena hanya di area dengan aktivitas <br>seismik sedang hingga rendah, sistem struktur flat slab dapat digunakan. Oleh karena itu, dengan <br>direncanakan penambahan dinding geser (shear wall) dapat meringankan beban slab untuk menahan gaya <br>geser akibat gempa dan mereduksi risiko keretakan pada slab. Sesuai dengan penelitian/perencanaan yang <br>telah dilakukan didapatkan hasil dimensi-dimensi struktur, model yang optimal, dan rancangan akhir berupa <br>gambar detail. Tebal pelat flat slab digunakan 250mm. ketebalan pelat konvensional 150mm. ketebalan drop <br>panel 230mm. didapatkan 4 dimensi balok yang diaplikasikan. Didapatkan 4 dimensi kolom yang <br>diaplikasian. Juga pondasi tiang pancang yang terbagi dalam 5 kelompok pilecap (poer) yang akan <br>diaplikasikan pada modifikasi banguan ini dengan PC 1 (42 tiang), PC 2 (21 tiang), PC 3 (12 tiang), PC 4 (3 <br>tiang), PC 5 (1 tiang). Pemodelan dilakukan beberapa kali pada modifikasi bangunan ini dengan tujuan <br>menemukan hasil yang optimal atau hasil yang memenuhi persyaratan gempa yang berlaku sesuai dengan <br>SNI 126:2019. Sekaligus harus memenuhi persyaratan geser satu arah dan geser dua arah (punching shear) <br>yang terjadi pada flat slab diarea sekitar kolom. Juga rancangan akhir yang ditampilkan dari modifikasi <br>bangunan ini adalah gambar detail yang didapat dari penentuan jumlah tulangan yang sudah mengacu pada <br>SNI 2847:2019.</p> 2024-02-19T00:16:32+00:00 ##submission.copyrightStatement##