https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/issue/feed Rekayasa Teknik Sipil 2021-09-17T02:47:40+00:00 Dr.Suparji, M.Pd. journal.jtsunesa@gmail.com Open Journal Systems Jurnal <a href="http://teknik-sipil.tk" target="_blank">REKATS</a> mempublikasikan hasil penelitian ilmiah dosen, mahasiswa, dan peneliti di bidang Ilmu Teknik Sipil berupa penelitian dasar, perencanaan, perancangan, dan studi pengembangan Ilmu Teknik Sipil. Ejournal.unesa.ac.id hadir untuk memenuhi kebutuhan akan berbagai macam jurnal tentang ilmu Teknik Sipil. Dalam situs Jurnal ini anda dapat menemukan berbagai macam jurnal dalam bentuk PDF dan Doc. Jurnal <a href="http://teknik-sipil.tk" target="_blank">REKATS</a> terbit secara berkala setiap bulan. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/41671 ANALISIS PERSEDIAAN MATERIAL DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) PADA PEKERJAAN STRUKTUR LANTAI BASEMENT 2 PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN WESTOWN VIEW WIYUNG SURABAYA 2021-07-16T03:58:10+00:00 Alfinia Nur Savira alfinia.17050724007@mhs.unesa.ac.id <p>Perencanaan persediaan material merupakan suatu peranan penting dalam konstruksi. Keterlambatan dalam pengadaan material berpengaruh pada jadwal penyelesaian pekerjaan serta pembengkakan biaya proyek. Sedangkan, kelebihan material mengakibatkan biaya penyimpanan yang tinggi. Oleh karena itu perencanaan persediaan yang tepat sangat diperlukan dalam proyek agar pekerjaan berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan teknik <em>lot sizing</em> yang menghasilkan komponen biaya persediaan paling minimum pada setiap jenis material struktur lantai <em>basement</em> 2 proyek pembangunan Apartemen <em>Westown View</em> Wiyung. Komponen biaya persediaan terdiri dari biaya pembelian, biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif karena data penelitian yang berupa angka dan analisis. Teknik analisis data menggunakan metode <em>Material Requirement Planning</em> (MRP) dengan tiga teknik <em>lot sizing</em> yaitu <em>Lot For Lot, Economic Order Quantity, Period Order Quantity</em>. Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya pembelian minimum untuk material Besi Beton D10 menggunakan teknik LFL dan POQ, dengan nominal Rp. 17.719.240,00. Biaya pemesanan minimum untuk material Besi Beton D10 menggunakan teknik EOQ dan POQ, dengan nominal Rp. 2.698,50. Biaya penyimpanan minimum untuk seluruh jenis material menggunakan teknik LFL dengan nominal biaya nol.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Metode MRP, <em>Lot sizing</em>, Biaya Persediaan</p> 2021-07-16T03:58:10+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/41675 Analisis Persediaan Material Dengan Metode Material Requirement Planning (MRP) Pada Pekerjaan Struktur Atas Lantai 2 dan Lantai 3 Pada Proyek Rumah Sakit Umum Daerah R.Syamsudin Sukabumi 2021-07-16T03:59:18+00:00 Ahmad Shani Ivan Fauzi ahmad.17050724026@mhs.unesa.ac.id <p>Pengendalian persediaan merupakan suatu langkah kebijakan yang harus ditekuni guna kelancaran proses produksi dalam suatu pelaksanaan konstruksi. Seiring berjalannya suatu pelaksanaan, tak jarang pula ditemukan kendala terkait ketersediaan material, seperti halnya kekurangan stok material maupun kelebihan stok yang mengakibatkan melambungnya alokasi anggaran biaya penyimpanan. Sebaliknya, kekosongan material akan berbanding sejajar terhadap proyeksi kemajuan pelaksanaan. Dengan demikian, sudah sewajarnya suatu perencanaan mengelola persediaan material. Tujuan penelitian ini yakni menentukan teknik <em>lot sizing </em>yang mampu mengeluarkan total biaya persediaan minimum. Mengenai metode yang digunakan untuk meraih tujuan penelitian antara lain bertajuk <em>Material Requirement Planning </em>(MRP) dengan menerapkan tiga teknik <em>lot sizing</em> bernama <em>Lot for Lot </em>(LFL), <em>Economic Order Quantity </em>(EOQ) serta <em>Period Order Quantity </em>(POQ). Bersandarkan analisa perhitungan, pada penghujung penelitian membuktikan bahwasanya teknik <em>Lot for Lot </em>(LFL) menjadi teknik <em>lot sizing </em>yang mengeluarkan anggaran biaya persediaan paling kecil. Teknik LFL merupakan metode yang menghasilkan total biaya persediaan minimum dengan nominal Rp. 974.573.245,20. Sedangkan, teknik EOQ menjadi metode paling konsumtif dengan biaya Rp. 1.490.151.936,86. Teknik terakhir yakni POQ menjadi opsi lain untuk penerapan total biaya persediaan paling ekonomis dengan rincian harga Rp. 975.645.531,21.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Persediaan material, MRP, <em>Lot Sizing</em>.</p> 2021-07-16T03:59:18+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/41834 PENGGUNAAN LUMPUR SIDOARJO (LUSI) SEBAGAI SUBSTITUSI FLY ASH DENGAN RASIO 1:4-6 PASIR PADA MORTAR GEOPOLIMER DENGAN NaOH 12 MOLAR DAN KONDISI SS/SH 0,5 DITINJAU DARI KUAT TEKAN DAN POROSITAS 2021-07-16T04:00:19+00:00 VIBRI ANDIKA vibriandika@mhs.unesa.ac.id <p>Lingkungan yang tercemar merupakan salah satu dampak negatif akibat dari kegiatan produksi semen portland. Masalah yang cukup serius tersebut harus ditangani dengan cara meminimalisasi penggunaan semen portland sebagai material konstruksi yang dapat memberikan pengaruh buruk terhadap lingkungan. Berdasarkan United Nations Climate Change Conference, 03-14 Desember 2007 lalu menghasilkan beberapa keputusan yang di antaranya menyatakan emisi dari gas rumah kaca yang besar menjadi penyebab utama perubahan iklim di dunia. Dalam hal ini berkaitan dengan pembuatan semen portland yang menghasilkan gas CO<sub>2</sub>. Riset pembuatan beton ramah lingkungan terus dilakukan oleh para pakar teknologi beton dengan pemanfaatan reaksi ikatan geopolimer. Geopolimer sendiri didefinisikan sebagai material hasil reaksi dari geosintesis aluminosilikat polimerik dengan alkali-silikat dan terbentuk menjadi kerangka polimer SiO<sub>4</sub> (silika tetraoksida) dan AlO<sub>4</sub> (alumunium tetraoksida) yang terikat secara tetrahendral. Pada penelitian ini berisi tentang mortar geopolimer dengan campuran LUSI dan <em>Fly Ash </em>sebagai bahan utama dimana prosentase campurannya sebesar 0% sampai dengan 50%, dan sebagai kontrol akan ditambahkan kelipatan 5% di setiap variasi LUSI dan PC. Sebagai aktifator digunakan NaOH 12M, campuran larutan Sodium Hidroksida dan Sodium Silikat dengan rasio 0,5 dan perbandingan rasio aktifator dengan pasir sebesar 1 : 4-6. Dimana hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada pengujian nilai kuat tekan akan terus menurun seiring dengan bertambahnya prosentase LUSI yang akan digunakan. Hasil pengujian nilai kuat tekan maksimal pada usia 28 hari dengan penambahan 0% LUSI yaitu sebesar 8,11 MPa dan kuat tekan terendah pada penambahan 50% LUSI yaitu sebesar 1,83 MPa. Pada hasil pengujian porositas usia 28 hari memiliki nilai yang berbanding terbalik dengan nilai kuat tekan dengan&nbsp; titik terendah terjadi pada subtitusi 0% yaitu sebesar 19,53% dan terjadi peningkatan maksimal pada subtitusi 50% yaitu sebesar 28,91%. Dari hasil nilai kuat tekan&nbsp; dan porositas dapat dikatakan bahwa hubungan nilai kuat tekan dan porositas berbanding terbalik. Hal&nbsp; ini dapat ditunjukan bahwa pengaruh peningkatan subtitusi LUSI pada mortar geopolimer akan memberikan nilai kuat tekan yang lebih rendah dan porositas yang lebih tinggi.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Mortar Geopolimer, Lumpur Sidoarjo, <em>Fly </em>Ash, Porositas, Kuat Tekan.</p> 2021-07-16T04:00:19+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/41932 PENGARUH PENGGUNAAN LUMPUR SIDOARJO SEBAGAI SUBSTITUSI FLY ASH PADA MORTAR GEOPOLIMER DENGAN NaOH 12 MOLAR DAN KONDISI SS/SH 2 DITINJAU DARI KUAT TEKAN DAN POROSITAS 2021-07-25T04:03:35+00:00 dwi aji kusuma dwiaji98@gmail.com <p>Sumber pozzolan alami dapat digunakan untuk mengganti sebagian atau keseluruhan semen, salah satunya adalah lumpur Sidoarjo. Sampel lumpur Sidoarjo yang berada di sisi timur, utara, selatan, barat, dan pusat semburan memiliki unsur kimia CaO, SiO<sub>2</sub>, Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub>, dan Fe<sub>2</sub>O<sub>3</sub> berdasarkan hasil analisa XRD (Junaidi dkk, 2018).&nbsp; Selain itu, jumlah lumpur Sidoarjo sangat melimpah dan dianggap sebagai limbah. Maka dari itu, dalam penelitian ini digunakan lumpur Sidoarjo untuk pengganti bahan <em>fly ash </em>pada adukan mortar geopolimer. Pada penelitian ini ditujukan untuk dapat mengetahui efek pemakaian lumpur Sidoarjo sebagai pengganti bahan <em>fly ash</em> yang akan ditinjau berdasarkan porositas dan kuat tekan pada mortar geopolimer dengan NaOH 12 M. Sodium silikat (Na<sub>2</sub>SiO<sub>3</sub>) dan sodium hidroksida (NaOH) digunakan sebagai larutan aktivator dengan perbandingan SS/SH 2. <em>Fly ash </em>yang digunakan adalah tipe C. Untuk persentase substitusi lumpur Sidoarjo terhadap <em>fly ash </em>adalah sebesar 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35%, 40%, 45%, dan 50%. Pemeriksaan uji porositas dan kuat tekan dilakukan pada saat mortar berumur 7, 14, dan 28 hari.</p> <p>Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan lumpur Sidoarjo pada mortar geopolimer dapat menurunkan nilai kuat tekan dan meningkatkan nilai porositas. Mortar geopolimer tanpa substitusi lumpur Sidoarjo dapat menghasilkan kuat tekan senilai 19,84 MPa dan porositas senilai 13,84%. Sedangkan pada mortar geopolimer dengan substitusi 5% lumpur Sidoarjo dapat menghasilkan kuat tekan senilai 18,95 MPa dan porositas senilai 14,90%. &nbsp;Sehingga penggunaan lumpur Sidoarjo sebagai substitusi <em>fly ash </em>didalam penelitian ini mengakibatkan penurunan nilai kuat tekan dan dapat meningkatkan nilai porositas pada mortar geopolimer.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Mortar Geopolimer, Kuat Tekan, Lumpur Sidoarjo, <em>Fly Ash</em>, Porositas</p> 2021-07-25T04:03:35+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/42451 Analisis Pengaruh Kegiatan Pasar Pabean Surabaya Terhadap Kinerja Lalu Lintas Di Jalan KH. Mas Mansyur 2021-08-02T02:00:05+00:00 Shafira Alif Fitrah shafiraalif@gmail.com <p><em>Pasar Pabean merupakan pasar tertua di Surabaya yang berdiri sejak tahun 1849. Pasar yang dijadikan sebagai pusat perkulakan ini mengakibatkan kondisi pasar yang selalu ramai oleh pengunjung khususnya Pasar Pabean Utara. Pasar ini berada tepat di samping Jalan KH. Mas Mansyur, di sepanjang jalan ini terdapat toko-toko yang jam operasionalnya sama dengan Pasar Pabean Utara. Kondisi jalan yang tidak cukup lebar ditambah dengan banyak kendaraan yang parkir dan melakukan kegiatan bongkar muat di bahu jalan menyebabkan adanya kemacetan khususnya di jam sibuk. Berpijak dari permasalahan diatas, penelitian ini penting untuk dilakukan guna mengetahui pengaruh kegiatan Pasar Pabean terhadap kinerja lalu-lintas di Jalan KH. Mas Mansyur berdasarkan volume kendaraan, kecepatan kendaraan, geometrik jalan dan hambatan samping. Data yang didapatkan dari survei secara langsung dilapangan kemudian diolah berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonedia (MKJI) 1997. Hasil dari perhitungan diketahui volume lalu-lintas tertiggi sebesar 2063 smp/jam, volume hambatan samping tertinggi 895 kejadian/jam, dengan nilai kecepatan arus bebas (FV) sebesar 52,33 km/jam, nilai kapasitas (C<sub>O</sub>) sebesar 1498,20 smp/jam, dan derajat kejenuhan (DS) sebesar 1,38. Nilai DS yang didapat menentukan tingkat pelayanan (LOS) Jalan KH. Mas Mansyur yaitu level F.</em></p> <p><strong><em>Kata Kunci: </em></strong><em>Derajat Kejenuhan (DS), Kapasitas</em> <em>(C), </em><em>Pasar Pabean,</em> <em>Tingkat Pelayanan (LOS)</em></p> 2021-08-02T02:00:05+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/42596 EKSPLORASI DATA PERUBAHAN POLA PERJALANAN MASYARAKAT KOTA SURABAYA SEBAGAI DAMPAK PANDEMI WABAH COVID-19 2021-08-09T00:27:07+00:00 ALFIAN RAMADHAN FIRMANSYAH alfianramadhan1237@gmail.com <p><em>Coronavirus Disease</em><em> (Covid-19) </em>merupakan varian virus yang baru saja muncul di daerah Wuhan, China tahun 2019. Munculnya <em>Covid-19</em> ini sangat berdampak sekali pada penduduk muka bumi ini, salah satunya yaitu penduduk Kota Surabaya. Pada studi kali ini akan membahas mengenai pola perjalanan masyarakat Kota Surabaya sebagai dampak pandemi wabah <em>C</em><em>ovid-19</em>. Untuk memahami pola tersebut diantaranya diambil data pada faktor sosial-ekonomi dan rumah tangga, karakteristik spasial, persepsi <em>Covid-19</em>, dan perilaku aktivitas <em>virtual</em> selama pandemi <em>Covid-19</em>. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian kali ini dengan menggunakan kuesioner berupa pertanyaan singkat yang hasilnya lalu akan diuji validitas, uji relabilitas, uji regresi linier sederhana, uji F, T dan koefisien determinan (R) pada aplikasi <em>SPSS</em>. Dengan menerapkan metode <em>online</em> dan <em>offline</em> hasil penelitian ini mendapatkan jumlah responden sebanyak 354 responden yang dilakukan awal Februari hingga pertengahan Maret 2021 dengan hasil yang didapat menunjukkan bahwa generasi muda lebih berpartisipasi dalam mengisi kuesioner. Cenderung lebih berpartisipasi pada kegiatan belajar/bekerja, berbelanja kebutuhan primer, dan makan atau minum diluar. Selain itu, masyarakat yang tinggal dalam rumah tangga dengan jumlah kepemilikan sepeda motor yang tinggi memiliki kecenderungan lebih besar untuk melakukan aktivitas diluar rumah. Perubahan perilaku fisik tidak terlepas dari kegiatan <em>virtual</em> seperti bekerja/belajar, berbelanja <em>online</em> kebutuhan primer/sekunder, pengantaran makanan dan <em>streaming film</em> selama adanya pandemi <em>Covid-19</em>. Terakhir, pada uji R, didapat R square sebesar 0,697 menunjukkan bahwa variabel niat memberikan pengaruh terhadap variabel dampak. Pada uji F, nilai F sebesar 686,491 menunjukkan hubungan antar variabel signifikan. Serta, pada uji T, didapatkan nilai yang signifikansi yang memperlihatkan variabel niat berpengaruh dan signifikan terhadap pola perjalanan masyarakat pasca pandemi <em>Covid-19.</em></p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Pola Perjalanan, <em>Covid-19</em>, <em>SPSS</em>.</p> 2021-08-09T00:27:06+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/42759 KORELASI TINGKAT KERUSAKAN JALAN TERHADAP VARIASI KECEPATAN DAN KEPADATAN LALU LINTAS DENGAN METODE PCI PADA RUAS JALAN RAYA CANDI, KEC. CANDI, KAB. SIDOARJO 2021-08-30T13:32:16+00:00 KHAIRUN NISA FEBRIYANI khairun.17050724027@mhs.unesa.ac.id <p>Jalan merupakan prasarana transportasi darat dengan peran penting untuk pengembangan potensi bagi wilayahnya. Kota Sidoarjo salah satu kabupaten padat penduduk yang terdapat di Provinsi Jawa Timur memiliki jaringan jalan mencapai 961,40 km dengan kondisi kerusakan jalan 181,22 km keadaan sedang dan 20,14 km keadaan rusak parah. Lokasi penelitian ini terletak pada segmen Ruas Jalan Raya Candi, Kec. Candi, Kab. Sidoarjo (arah Malang-Surabaya) yang termasuk dalam kelas jalan arteri tipe 4/2D dengan panjang 1,09 km dan lebar 2x8,25 m. Kerusakan jalan sangat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya kecepatan dan kepadatan lalu lintas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kerusakan jalan dengan metode PCI serta menganalisa korelasi kerusakan dari (nilai PCI) terhadap kecepatan dan kepadatan lalu lintas menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan <em>software </em>SPSS. Survei yang dilakukan berupa pencacahan lalu lintas (LHR) dari cctv dan kecepatan per jenis kendaraan menggunakan <em>speed gun </em>selama 3 hari: Senin, Rabu dan Sabtu untuk mewakili kondisi <em>peak hours dan off peak </em>pada Ruas Jalan Raya Candi. Hasil dari penelitian pada segmen Ruas Jalan Raya Candi STA +0,000 - +0.1000, Kec. Candi Kab. Sidoarjo (arah Malang-Surabaya) berupa rata- rata dari nilai PCI = 68,2 dengan kondisi baik (<em>good</em>) volume = 4681,50 smp/jam, kecepatan = 43,86 km/jam, dan nilai kepadatan= 84,82 smp/jam. Hasil analisa nilai PCI dan Kecepatan menggunakan regresi linier sederhana Y=18,364 + 0,374X dimana kecepatan kendaraan sebesar 18,364 dengan koefisien regresi X sebesar 0,374 menyatakan setiap penmabahan 1 nilai PCI maka nilai kecepatan bertambah sebesar 0,374, sedangkan Nilai PCI dan Kepadatan Y= 212,591 – 1,874X artinya, kepadatan sebesar 212,591 dengan koefisien regresi X sebesar -1,874 menyatakan setiap penambahan 1 nilai PCI maka nilai kepadatan bertambah -1,847.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Korelasi Tingkat Kerusakan Jalan, Kecepatan dan Kepadatan lalu lintas, <em>Pavement Condition Index </em>(PCI)</p> <p>&nbsp;</p> 2021-08-30T13:32:16+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/42869 STUDI EKSPERIMENTAL KUAT TEKAN DAN POROSITAS TERHADAP PENAMBAHAN LUMPUR SIDOARJO SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI FLY ASH DENGAN RASIO 1 : 3 PASIR DENGAN KONDISI SS/SH 2,0 DAN 12 MOLAR PADA MORTAR GEOPOLYMER 2021-09-17T02:47:40+00:00 Audy Finandika Hardiyana audy.17050724041@unesa.ac.id <p>Semen adalah bahan pengikat utama dalam pembuatan beton, yang menghasilkan gas CO<sub>2</sub> dalam siklus pembuatannya yang dapat mencemari iklim. Kemajuan teknologi diharapkan untuk membuat beton dengan inovasi baru, salah satunya beton <em>Geopolymer</em>.&nbsp; Penelitian ini membahas pengaruh lumpur sidoarjo sebagai bahan substitusi <em>Fly Ash</em> pada kuat tekan dan porositas optimum di umur 7 hari, 14 hari dan, 28 hari. Kemudian penelitian ini dilaksanakan guna mengetahui hasil kuat tekan dan porositas yang maksimum dengan lumpur Sidoarjo yang digunakan sebagai campuran memiliki prosentase sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35%. 40%, 45% dan 50%. larutan NaOH yang digunakan sebagai aktivator yang memiliki konsentrasi 12M, <em>water solid ratio </em>sebesar 0,35. Perbandingan berat Na<sub>2</sub>SiO<sub>3</sub> terhadap berat larutan aktivator NaOH yaitu 2. Tujuan dari skripsi ini untuk mengetahui 1) pengaruh campuran lumpur sidoarjo sebagai bahan substitusi <em>Fly Ash </em>dengan rasio 1 : 3 pasir dengan kondisi SS/SH 2,0 dan 12 molar mempunyai nilai kuat tekan dan porositas untuk mortar <em>Geopolymer</em>. 2) kadar optimum penggunaan lumpur lapindo sebagai bahan substitusi <em>Fly Ash</em> terhadap kuat tekan dan porositas mortar <em>Geopolymer</em>. Hasil studi menunjukkan bahwa pada pengujian nilai kuat tekan mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya prosentase lumpur Sidoarjo yang digunakan. Nilai kuat tekan tertinggi usia 14 hari pada penambahan 5% yaitu sebesar 20,19 MPa dan terjadi penurunan hingga subtitusi 50% yaitu sebesar 2,79 MPa. Hasil pengujian usia 28 hari nilai porositas berbanding terbalik dengan nilai kuat tekan dengan terjadi penurunan hingga titik terendah terjadi pada subtitusi 5% yaitu sebesar 17,88% dan terjadi peningkatan hingga subtitusi 50% yaitu sebesar 28,25%. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa hubungan nilai kuat tekan dan porositas berbanding terbalik. Hal ini dapat menunjukkan bahwa pengaruh subtitusi lumpur Sidoarjo pada mortar <em>Geopolymer</em> akan memberikan nilai kuat tekan dan porositas yang cendenrung menurun.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Mortar <em>Geopolymer</em>, <em>Fly Ash</em>, Lumpur Sidoarjo, Kuat Tekan, Porositas</p> 2021-09-17T02:47:40+00:00 ##submission.copyrightStatement##