Rekayasa Teknik Sipil https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil Jurnal <a href="http://teknik-sipil.tk" target="_blank">REKATS</a> mempublikasikan hasil penelitian ilmiah dosen, mahasiswa, dan peneliti di bidang Ilmu Teknik Sipil berupa penelitian dasar, perencanaan, perancangan, dan studi pengembangan Ilmu Teknik Sipil. Ejournal.unesa.ac.id hadir untuk memenuhi kebutuhan akan berbagai macam jurnal tentang ilmu Teknik Sipil. Dalam situs Jurnal ini anda dapat menemukan berbagai macam jurnal dalam bentuk PDF dan Doc. Jurnal <a href="http://teknik-sipil.tk" target="_blank">REKATS</a> terbit secara berkala setiap bulan. en-US Rekayasa Teknik Sipil 2252-5009 PERENCANAAN CAMPURAN PERKERASAN SEMI LENTUR (SEMI FLEXIBLE PAVEMENT) https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/58335 <p>Pembangunan infrastruktur jalan mendukung pertumbuhan ekonomi dan konektivitas wilayah. Tantangan&nbsp;utama adalah mengatasi deformasi dan retakan pada perkerasan akibat beban lalu lintas. Kementerian PUPR&nbsp;dan AAPA mengeluarkan standar konstruksi untuk memastikan kualitas jalan. Deformasi sebagai kerusakan&nbsp;perkerasan, membutuhkan perhatian khusus yang dapat diatasi dengan perkerasan semi lentur, gabungan&nbsp;antara perkerasan lentur juga perkerasan kaku. Meskipun memiliki potensi, pemahaman dan penelitian di&nbsp;Indonesia masih minim. Penelitian Perencanaan Campuran Perkerasan Semi Lentur diperlukan untuk&nbsp;infrastruktur konstruksi yang lebih berkualitas. Penelitian ini dilaksanakan dengan menyiapkan sampel aspal&nbsp;yang berpori dengan menggunakan gradasi aspal yang terbuka (OGA), sehingga menghasilkan lubanglubang besar yang bisa diisi dengan pasta semen. Benda uji aspal porus dibuat sebanyak 3 buah dan&nbsp;mempersiapkan pasta semen sebanyak 3 variasi. Setelah itu, dilakukan proses pencampuran terhadap pasta&nbsp;semen yang kemudian dicurahkan ke dalam sampel uji. Perawatan sampel ini dilakukan selama 3 hari,&nbsp;dengan merendamnya pada suhu ruangan, pada masing masing benda uji direndam selama 30 menit pada&nbsp;suhu 60°C di dalam waterbath yang kemudian dilakukan pengujian Marshall. Dari hasil penelitian ini telah didapatkan nilai permeabilitas untuk variasi FAS 0,24 adalah 0,12 cm/dt dan nilai stabilitas terbaik didapat&nbsp;pada FAS 0,24 sebesar 1374,08 Kg. Maka dengan hasil stabilitas yang tinggi, penggunaan perkerasan semi lentur cukup baik untuk mengatasi kerusakan jalan.<br>Kata Kunci: Perkerasan Semi Lentur, Aspal Porus, Permeabilitas, Faktor Air Semen, Stabilitas.</p> Rizky Amelia Saputri Lay Yogie Risdianto ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/$$$call$$$/api/file/file-api/download-file?fileId=127187&revision=1&submissionId=58335&stageId=5 2024-01-12 2024-01-12 12 01 6 6 Perbandingan Perhitungan Teori 1D Terzaghi dan Asaoka dengan Hasil Konsolidasi dari Settlement Plate Pada Proyek Jalan Tol Semarang – Demak Paket 2 STA 18+029,44 S.D. STA 18+ 729,44 Menggunakan Metode Preloading dan PreFabricated Vertical Drain https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/58347 <p>Salah satu dari empat belas bagian jalan tol Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikembangkan adalah proyek pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak. Tujuannya adalah untuk menanggapi peningkatan volume kendaraan, khususnya di wilayah jalan nasional pantura. Proyek ini melibatkan pembangunan jalan tol sepanjang 27 kilometer. Dalam upaya perbaikan tanah untuk proyek ini, metode yang digunakan mencakup <em>Pre-fabricated Vertical Drain</em> (PVD) dan <em>Pre-fabricated Horizontal Drain</em> (PHD) dengan pola pemasangan segitiga yang dikombinasikan dengan <em>Preloading</em>.</p> <p>Perbedaan penurunan terlihat antara penurunan rencana dengan penurunan aktual yang terjadi di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan besar penurunan tanah dengan menggunakan metode Terzaghi 1D dan metode prediksi akhir Asaoka sehingga dapat digunkan dalam perencanaan penurunan tanah yang lebih akurat.</p> <p>Besar penurunan Aktual pada <em>settlement plate</em> 33 sebesar 2,496 m, kemudian hasil dari penelitian ini didapatkan penurunan metode analisis empiris 1D terzaghi sebesar 2,634 m, dengan waktu konsolidasi pada saat drajat konsolidasi 90% selama 69 hari, sedangkan besar penurunan metode Asaoka yang terjadi sebesar 2,775 m dengan waktu konsolidasi pada drajat konsolidasi 90% selama 162 hari. Berdasarkan hasil tersebut, jika dibandingkan dengan penurunan tanah aktual yang terjadi di lapangan, maka besar perhitungan metode Terzaghi 1D lebih kecil dibandingkan prediksi akhir metode Asaoka.</p> <p>Kata kunci: Konsolidasi, <em>Pre-fabricated Vertical Drain</em>, <em>Pre-fabricated Horizontal Drain, settlement plate</em></p> Anggy Pranoto Nur Andajani ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/$$$call$$$/api/file/file-api/download-file?fileId=127369&revision=1&submissionId=58347&stageId=5 2024-01-15 2024-01-15 12 01 8 8 Perencanaan infrastruktur jalan Life Cycle Cost Analysis Perkerasan Lentur dan Kaku untuk Pemilihan Tipe Perkerasan pada Jalan Provinsi (Studi Kasus: Ruas Jalan Provinsi Kabupaten Nganjuk – Kota Kediri) https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/58394 <p>Perencanaan infrastruktur jalan yang baik penting dilakukan <br>untuk pembangunan fasilitas transportasi yang merupakan <br>kebutuhan dasar pertumbuhan sosial dan ekonomian. <br>Pembangunan infrastuktur jalan memerlukan biaya incestasi <br>yang besar. Perhitungan biaya selama siklus hidup dihitung <br>berdasarkan biaya konstruksi dan biaya perawatan dan <br>rehabilitasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tebal <br>perkerasan, biaya selama siklus hidup, dan rekomendasi <br>perkerasan yang layak untuk Ruas Jalan Provinsi di Kabupaten <br>Nganjuk – Kota Kediri. Metode perencanaan struktur yang <br>digunakan adalah dengan pedoman Manual Desain Perkerasan <br>Jalan 2017 dan biaya selama siklus hidup dalam umur rencana 20 <br>tahun kedepan. Hasil yang diperoleh tebal perkerasan lentur <br>yaitu 43 cm dengan tebal AC-WC : 4cm, AC-BC : 6 cm, AC-base : <br>18 cm, dan lapis agregat kelas A : 15 cm. Adapaun tebal <br>perkerasan kaku 29,5 cm dan tebal beton kurus : 10 cm dengan <br>perkerasan kaku beton bersambung tanpa tulangan dengan mutu <br>30 MPa. Hasil Perhitungan biaya konstruksi pada perkerasan <br>lentur lebih hemat 35,11% dibandingkan pada perkerasan kaku. <br>Hasil Perhitungan biaya perawatan dan rehabilitasi perkerasan <br>iv<br>kaku memiliki biaya lebih hemat 64,43 % dibandingkan <br>perkerasan lentur. Hasil perhitungan biaya selama siklus hidup <br>perkerasan kaku sebesar Rp 38.610.514.623,79, biaya siklus hidup <br>perkerasan lentur sebesar Rp 41.823.065.331 sehingga biaya siklus <br>hidupp perkerasan kaku lebih hemat 8% dibanding perkerasan <br>lentur. Jadi dapat disimpulkan bahwa Perkerasan kaku lebih <br>layak untuk diaplikasikan pada Ruas Jalan Provinsi di Kabupaten <br>Nganjuk – Kota Kediri . <br>Kata Kunci: Pedoman Bina Marga 2017, Life Cycle Cost Analysis, <br>Perkerasan Lentur, Perkerasan Kaku.</p> Maulana Suryanda Raj'jifi ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/$$$call$$$/api/file/file-api/download-file?fileId=123244&revision=1&submissionId=57175&stageId=5 2024-01-16 2024-01-16 12 01 14 14 Perencanaan Ulang Struktur Jembatan Klatak Dengan Metode Cast In-situ (Studi Kasus : Proyek Jalan Lintas Selatan LOT 6) https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/58452 <p>Jalan merupakan prasarana penghubung transportasi yang penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan bertujuan memperlancar arus distribusi barang dan jasa, serta berperan dalam kesejahteraan masyarakat pada produktivitas dan daya saing. Jembatan klatak merupakan struktur penghubung dua ruas jalan yang terpisah oleh aliran sungai di Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung pada titik STA 14+919,6. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan perencanaan pembebanan dan analisa struktur jembatan klatak dengan metode <em>cast in-situ</em>. Metode <em>cast in-situ</em> adalah salah satu teknik pembuatan beton di lokasi pelaksanaan cikal bakal penempatan elemen jembatan. Penelitian ini bersifat kuantitatif sistematis dengan pengumpulan data berupa studi pustaka dan literatur. Hasil perencanaan ulang analisa struktur didapatkan bentang jembatan sepanjang 25,6 meter dan lebar 15,6 meter menggunakan 5 buah balok gelagar induk berdimensi 1200 x 2300 mm, <em>elastomer bearing pad</em> berdimensi 450 x 600 x 120 mm dan balok diafragma berdimensi 800 x 1200 mm. Struktur atas jembatan menggunakan tiang sandaran berdimensi 300 x 250 x 1100 mm sejumlah 13 tiang per sisi jembatan. Pelat trotoir selebar 1600 mm dengan tebal 300 mm berada di sepanjang bentang jembatan, sedangkan untuk pelat slab kendaraan memiliki tebal 300 mm dengan lapis perkerasan aspal 100 mm. Struktur bawah menggunakan dua kepala jembatan dengan tinggi total 8,75 meter dan pondasi <em>bore pile</em> berdiameter 800 mm sebanyak 12 buah, serta <em>pilecap</em> berdimensi&nbsp; 18,6 x 7 x 1,25 meter per <em>abutment</em>. Pelat injak jembatan sepanjang 15,6 meter dengan lebar 5,25 meter dan tebal pelat 200 mm berada di sisi kanan dan kiri jembatan. Untuk dinding sayap penahan tanah digunakan panjang 5 meter; lebar 7,5 meter dan tebal 250 mm.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Struktur, Jembatan, <em>Cast In-situ</em>, Jalan Lintas Selatan.</p> Arundyna Putri Fitriyaningrum ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/$$$call$$$/api/file/file-api/download-file?fileId=127855&revision=1&submissionId=58452&stageId=5 2024-01-19 2024-01-19 12 01 9 9 PENGARUH PENGGUNAAN ABU SEKAM PADI DAN ABU TERBANG DENGAN CAMPURAN KAOLIN PADA MORTAR GEOPOLIMER DENGAN AKTIVATOR NaOH 10 MOLAR https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/58460 <p>Indonesia dikenal sebagai negara agraris mengandalkan sektor pertanian baik sebagai sumber penghidupan maupun<br>untuk mendukung pembangunan. Di Indonesia mempunyai hasil pertanian yang sangat besar dan dari hasil tersebut pasti <br>menimbulkan salah satu limbah yang banyak kita temui adalah limbah abu sekam padi. Limbah padi saat ini masih banyak <br>yang dibiarkan begitu saja hal ini seharusnya dimanfaatkan dengan baik dan benar oleh masyarakat untuk mengurangi <br>angka limbah yang semakin hari semakin meningkat, maka di perlukan penangganan lebih lanjut dalam masalah limbah <br>ini. Pemanfaatan limbah sekam padi adalah bentuk upaya yang paling efektif dalam mengurangi angka limbah yang terus <br>meningkat di setiap tahunya salah satu cara pemanfaatan limbah sekam padi ialah dengan membakarnya kemudian menjadu <br>limbah abu sekam padi dan di proses sehingga menjadi bahan pengganti sebagian semen.<br>Penelitian ini.bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui penggunaan abu sekam padi dan abu terbang dan <br>pengaruhnya terhadap mortar geopolimer serta melakukan uji kuat tekan dan porotisitas serta pengaruh variasi penambahan <br>kaolin terhadap mortar geopolimer. Pada penelitian ini menggunakan alkali activator Sodium.Silikat (Na2SiO3) dan Sodium <br>Hidroksida.(NaOH) dengan kosentrasi 10 Molar, dengan rasio SS/SH sebesar 2 serta.rasio water to solid (W/S) sebesar <br>0,42. <br>Hasil pada penelitian dengan komposisi.terbaik adalah mix design 4 hal ini dikarenakan pada hasil uji.kuat tekan mix <br>design 4 medapatkan hasil yang paling tinggi dari usia 28 hari sebesar 41,84 MPa.<br>Kata Kunci: Mortar Geopolimer, Abu Terbang, Abu Sekam Padi, Kaolin, dan Kuat Tekan.</p> Falian Dito Hasyim Surya Amrulloh ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/$$$call$$$/api/file/file-api/download-file?fileId=127929&revision=1&submissionId=58460&stageId=5 2024-01-19 2024-01-19 12 01 8 8 MODIFIKASI STRUKTUR GEDUNG PERKULIAHAN BERSAMA 10 LANTAI DI KAMPUS C UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM GANDA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/58589 <p style="font-weight: 400;">Sistem ganda ialah sistem struktur yang beban gravitasi dipikul penuh oleh rangka pemikul momen, sedangkan beban lateral dipikul beserta olehrangka pemikul momen dan <em>Shearwall</em>. Rangka pemikul momen direncanakan secara terpisah. Rangka pemikul momen wajib dirancang secara terpisah bisa memikul setidaknya 25 % dari total beban lateral. Kaloborasi antara sistem rangka pemikul momen dengan dinding geser ialah suatu keadaanvkhusus, dimanavkedua struktur mempunyai karakteristik serta perilaku yang tidak selaras tetapi digabungkan sehingga mendapatkan struktur yang lebih kuat. Pada penelitian ini akan dilakukan <em>remodelling </em>struktur gedung kuliahvbersamavkampusvc universitas airlangga surabaya denganvmenggunakan sistem ganda, yaitu dengan mengkombinasikan antara SRPMK dan Sistem Dinding Struktural Khusus (SDSK). Acuan perencanaan gedung ini untuk perencanaan gempa mengacu pada SNI 1726:2019, perencanaan elemen struktur beton bertulang mengacu pada SNI 2847:2019 dan perencanaan pembebanan mengacu pada SNI 1727:2020. Reaksi permodelan yang didapat periode struktur modifikasi memiliki nilai 33%. Partisipasi massa struktur modifikasi memiliki nilai yang besar. Gaya geser dasar struktur modifikasi memiliki nilai besar. Simpangan antar lantai struktur modifikasi memiliki rata – rata simpangan arah X dengan nilai 3,25% dan untuk arah Y memiliki nilai -6,39%. Pada balok induk struktur modifikasi menghasilkan momen tumpuan 19%, dan momen lapangan 31%. Pada kolom struktur modifikasi menghasilkan gaya aksial 60,67%. Untuk nilai momen maksimal struktur pemodelan 58,84%. Penulangan dari elemen struktur balok utama dan kolom utama didapatkan penulangan balok induk struktur modifikasi menghasilkan pengurangan tulangan longitudinal 11,42%. Pada penulangan longitudinal kolom struktur modifikasi menghasilkan pengurangan tulangan longitudinal sebesar 12,5%, tulangan transversal kolom modifikasi 33% lebih banyak dan dengan diameter lebih besar.</p> Kristina Natalia Tampubolon ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/$$$call$$$/api/file/file-api/download-file?fileId=128232&revision=1&submissionId=58589&stageId=5 2024-01-24 2024-01-24 12 01 8 8 PENGARUH PENGGUNAAN ABU SEKAM PADI DENGAN PENAMBAHAN CAOLIN POWDER DAN FLY ASH PADA KONDISI 12 M NaOH, TERHADAP KUAT TEKAN DAN POROSITAS MORTAR GEOPOLIMER https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/58644 <p>Indonesia merupakan negara agraris atau negara yang dapat menghasilkan produk pertanian dalam jumlah yang besar terutama padi, hal tersebut didukung oleh iklim negara Indonesia yang termasuk dalam iklim tropis, dan memiliki intensitas curah hujan yang tinggi berkisar 2.000-3000 mm per tahun. Dilansir oleh Badan Pusat Statistik (BPS) produksi gabah kering giling Indonesia pada tahun 2022 mencapai 55,67 juta ton dan produksi beras mencapai 32,07 juta ton, dan dari proses penggilingan gabah menghasilkan sekam padi sebesar 23,6 juta ton pada tahun 2022.</p> <p>Pengolahan gabah kering giling menjadi beras tentunya menyisakan sekam padi 20 – 30 % dari proses penggilingan, hal ini menjadi sebuah inovasi dan pemanfaatan dari sisa gabah padi yang tidak terpakai atau tidak dapat dikonsumsi, salah satu inovasi dari pemanfaatan sekam padi tersebut yaitu dengan cara mengolah sekam padi tersebut menjadi abu untuk bahan baku mortar geopolimer menggantikan kebutuhan semen <em>Portland </em>sebagai bahan baku utama beton <em>&nbsp;</em>&nbsp;di Indonesia.</p> <p>Penelitian mortar geopolimer menggunakan <em>fly ash</em>, abu sekam padi, dan kaolin sebagai pengganti semen dengan menggunakan sodium hidroksida 12 Molar dan sodium silikat sebagai larutan aktivator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>mix design</em> 4 dengan perbandingan <em>fly ash</em> 90% dan abu sekam padi 10% pada penambahan 30% kaoilin terhadap abu sekam padi sebesar 70%, memiliki kuat tekan terbesar, yaitu 44,37 MPa pada usia benda uji 28 hari dengan nilai porositas terhadap benda uji <em>mix design </em>4 sebesar 4%, sedangkan <em>mix design </em>8 dengan perbandingan <em>fly ash</em> sebesar 70% terhadap abu sekam padi sebesar 30% pada penambahan kaolin 10% terhadap abu sekam padi 90% menghasilkan nilai kuat tekan yang paling rendah terhadap <em>mix design</em> yang lain, dengan hasil porositas sebesar 18% pada usia benda uji mortar 28hari.</p> Stevan Theopilus Sembiring Brahmana ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/$$$call$$$/api/file/file-api/download-file?fileId=128638&revision=1&submissionId=58644&stageId=5 2024-01-30 2024-01-30 12 01 9 9 MODIFIKASI PERANCANGAN STRUKTUR APARTEMEN MAHASISWA KAMPUS C UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA MENGGUNAKAN SISTEM FLAT SLAB https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/58827 <p>Apartemen mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya adalah contoh bangunan gedung bertingkat 11 lantai. <br>Pada perancangan ini digunakan alternatif perancangan sistem struktur flat slab pada struktur gedung <br>apartemen mahasiswa Universitas Airlangga sekaligus merencanakan opsi perkuatan yang dapat menunjang, <br>jika sistem flat slab-kolom tidak dapat menahan beban yang bekerja. Karena hanya di area dengan aktivitas <br>seismik sedang hingga rendah, sistem struktur flat slab dapat digunakan. Oleh karena itu, dengan <br>direncanakan penambahan dinding geser (shear wall) dapat meringankan beban slab untuk menahan gaya <br>geser akibat gempa dan mereduksi risiko keretakan pada slab. Sesuai dengan penelitian/perencanaan yang <br>telah dilakukan didapatkan hasil dimensi-dimensi struktur, model yang optimal, dan rancangan akhir berupa <br>gambar detail. Tebal pelat flat slab digunakan 250mm. ketebalan pelat konvensional 150mm. ketebalan drop <br>panel 230mm. didapatkan 4 dimensi balok yang diaplikasikan. Didapatkan 4 dimensi kolom yang <br>diaplikasian. Juga pondasi tiang pancang yang terbagi dalam 5 kelompok pilecap (poer) yang akan <br>diaplikasikan pada modifikasi banguan ini dengan PC 1 (42 tiang), PC 2 (21 tiang), PC 3 (12 tiang), PC 4 (3 <br>tiang), PC 5 (1 tiang). Pemodelan dilakukan beberapa kali pada modifikasi bangunan ini dengan tujuan <br>menemukan hasil yang optimal atau hasil yang memenuhi persyaratan gempa yang berlaku sesuai dengan <br>SNI 126:2019. Sekaligus harus memenuhi persyaratan geser satu arah dan geser dua arah (punching shear) <br>yang terjadi pada flat slab diarea sekitar kolom. Juga rancangan akhir yang ditampilkan dari modifikasi <br>bangunan ini adalah gambar detail yang didapat dari penentuan jumlah tulangan yang sudah mengacu pada <br>SNI 2847:2019.</p> Ammar Nur Hanafi ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/$$$call$$$/api/file/file-api/download-file?fileId=129262&revision=1&submissionId=58827&stageId=5 2024-02-19 2024-02-19 12 01 14 14 PENGARUH PENAMBAHAN KAOLIN PADA PEMBUATAN MORTAR GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR CAMPURAN ABU TERBANG DAN ABU SEKAM PADI PADA KONDISI MOLARITAS 8 M https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/59039 <p>Abstrak</p> <p>Mortar geopolimer merupakan mortar yang 100% tidak mengandung semen portland dengan kata lain menggunakan bahan pengikat lain selain semen portland dalam proses produksinya. Bahan pengikat pada penelitian ini menggunakan abu terbang, abu sekam padi, dan kaolin yang memiliki kandungan silika dan alumina yang tinggi. Benda uji dibuat dalam ukuran 5cm x 5cm x 5cm dengan komposisi bahan 50% FA : 50% RHA : 10%-80% K dan menggunakan alkali aktivator NaOH 8 molar. Pengujian yang digunakan adalah uji kuat tekan dan uji porositas pada usia benda uji 28 hari. Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan kaolin dapat meningkatkan kuat tekan. Sehingga didapatkan hasil uji kuat tekan pada penambahan kaolin 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, dan 80% secara berturut-turut adalah sebesar 8,73 MPa; 11,05 MPa; 13,82 MPa; 17,24 MPa; 18,33 MPa; 20,26; 17,24 MPa; dan 12,77 MPa. Sedangkan hasil uji porositas yang didapat secara berturut-turut adalah sebesar 26,99%; 24,49%; 22,29%; 21,20%; 20,21%; 19,42%; 20,75%; dan 23,26%. Maka dari hasil penelitian tersebut didapatkan hasil kadar optimum kaolin yang dapat ditambahkan pada mortar geopolimer adalah sebesar 60%.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>mortar geopolimer, abu terbang, abu sekam padi, kaolin, kuat tekan, porositas.</p> Fadhila Salma Nur Kuncara ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/$$$call$$$/api/file/file-api/download-file?fileId=130015&revision=1&submissionId=59039&stageId=5 2024-03-19 2024-03-19 12 01 7 7 PENGARUH PENAMBAHAN KAOLIN PADA PEMBUATAN MORTAR GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR ABU TERBANG DAN ABU SEKAM PADI PADA KONDISI NaOH 12 MOLAR https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/59040 <p>Beton merupakan salah satu bahan material konstruksi dengan bahan penyusun yaitu campuran agregat kasar, agregat halus dan semen. Penggunaan semen dalam beton adalah salah satu sumber pencemaran lingkungan yang cukup berat karena dalam proses pembuatan semen memerlukan energi dengan suhu yang cukup tinggi sehingga menghasilkan gas emisi karbon yang cukup tinggi. Akibat permasalahan tersebut, perlu adanya solusi serta inovasi terkait bahan material pengganti semen yang bersifat ramah lingkungan. Mortar geopolimer merupakan salah satu inovasi yang saat ini banyak dikembangkan sebagai alternatif dalam upaya mengurangi penggunaan semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kaolin pada mortar geopolimer berbahan dasar abu terbang dan abu sekam padi pada kondisi NaOH 12 molar ditinjau dari kuat tekan dan porositas mortar. Rasio penggunaan abu terbang terhadap abu sekam padi yang digunakan yaitu 50% : 50% dengan penambahan kaolin dalam rentan 10% sampai 80%. Aktivator yang digunakan adalah sodium silikat (Na<sub>2</sub>SiO<sub>3</sub>) dan sodium hidroksida (NaOH) dengan perbandingan SS/SH = 2. Hasil penelitian didapatkan kuat tekan optimum pada usia 28 hari yaitu pada <em>mix design</em> 6 dengan presentase material yang digunakan yaitu 50% abu terbang, 50% abu sekam padi dan 50% kaolin mecapai rata-rata 23,58 MPa. Porositas terendah didapatkan pada <em>mix design</em> 6 dengan hasil presentase mencapai 10,15%. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan penambahan kaolin pada mortar geopolimer dapat menghasilkan kuat tekan yang cukup tinggi dan porositas yang rendah.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>mortar geopolymer, abu terbang, abu sekam padi, kaolin, kuat tekan, porositas</p> Febila Ech Santy ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/$$$call$$$/api/file/file-api/download-file?fileId=130023&revision=1&submissionId=59040&stageId=5 2024-03-19 2024-03-19 12 01 8 8 PENGARUH PENAMBAHAN KAOLIN TERHADAP MORTAR GEOPOLYMER BERBAHAN ABU TERBANG DAN ABU SEKAM PADI PADA KONDISI NaOH 15 MOLAR https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/59043 <p>Mortar <em>geopolymer</em> ialah suatu inovasi bidang material konstruksi dengan menggunakan bahan-bahan alternatif untuk menggantikan penggunaan semen konvensional. Bahan baku mortar <em>geopolymer</em> dapat memakai bahan anorganik antara lain: abu terbang, abu sekam padi, dan kaolin. Bahan-bahan tersebut merupakan limbah industri, sehingga teknologi <em>geopolymer</em> dapat membantu mengurangi limbah dan memanfaatkan sumber daya yang ada. Pada ketiga bahan tersebut mengandung unsur-unsur senyawa seperti alumina (AI) dan silika (SI) yang tinggi. Alumina (AI) dan silika (SI) merupakan dua unsur utama yang memiliki peran sentral dalam pembentukan mortar <em>geopolymer</em>. Benda uji mortar dibuat dengan ukuran 5cm x 5cm x 5cm dengan komposisi abu terbang 50%, abu sekam padi 50%, serta kaolin 10% - 80%. Alkali aktivator yang digunakan merupakan sodium hidroksida (NaOH) 15 molar dan sodium silikat (Na<sub>2</sub>SiO<sub>3</sub>) dengan nilai SS/SH = 2. Pengujian yang diguakan ialah pengujian kekuatan tekan dan pengujian porositas pada usia 28 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali pengaruh penambahan kaolin pada kekuatan tekan dan porositas mortar <em>geopolymer</em>. Hasil kekuatan tekan maksimum dan porositas terkecil terdapat saat penambahan komposisi kaolin 74% dengan menghasilkan kekuatan tekan 22,109 MPa serta porositas 15,430%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan kaolin dapat mempengaruhi sifat mekanis pada mortar <em>geopolymer</em>.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>mortar <em>geopolymer</em>, abu terbang, abu sekam padi, kaolin, kekuatan tekan, dan porositas.</p> Dony Ihsan ElFarisi Arie Wardhono ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/$$$call$$$/api/file/file-api/download-file?fileId=130032&revision=1&submissionId=59043&stageId=5 2024-03-19 2024-03-19 12 01 10 10 PEMANFAATAN ABU TERBANG (FLY ASH) UNTUK PEMBUATAN BETON GEOPOLIMER PADA KONDISI DAERAH AGRESIF DENGAN MOLARITAS 12 MOLAR https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/59077 <p><em>A kind of concrete called geopolymer concrete is one that that entirely eliminates the use of cement as a binder, replacing it with other elements like rice husk ash, fly ash, and coconut husk ash, and others. In this study, fly ash is employed. The fly ash and its alkaline activators involve 12 molar sodium hydroxide (NaOH) and sodium silicate (Na₂SiO₃), with heat curing treatment at an overnight temperature of 100°C. This research is conducted to determine the compressive strength of geopolymers concrete under normal conditions at the age of 28 days., immersion in a high- acidic mixture with a 2.0–3.0 pH, and burial in peat soil with a pH of 4.0-5.0 at the age of 56 days. The highest compressive strength is observed in the geopolymer concrete under normal conditions, reaching 68.41 MPa. Subsequently, the compressive strength of the concrete buried in peat soil with a pH of 4.0–5.0 is 56.34 MPa. The concrete submerged in very acidic solutions (pH 2.0–3.0) had the lowest compressive strength, at 52.52 MPa. Consequently, it may be said that the corrosive nature of acids causes a decrease in the compressive strength of geopolymer concrete in acidic environments.<br>Keywords: Fly ash, 15 molar, geopolymer, acid solution, peat soil, compressive strength.</em></p> Muhammad Arifani ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/$$$call$$$/api/file/file-api/download-file?fileId=123244&revision=1&submissionId=57175&stageId=5 2024-03-22 2024-03-22 12 01 8 8 PENGARUH PENAMBAHAN KAOLIN PADA MORTAR GEOPOLIMER KOMBINASI ABU TERBANG DAN ABU SEKAM PADI DENGAN NaOH 10 MOLAR https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/59081 <p>Mortar geopolimer adalah inovasi yang memanfaatkan material alternatif sebagai bahan pengikat berupa silika dan alumina yang tinggi tanpa dicampur semen portland dalam proses produksinya. Pada riset ini bahan pengikat yang dimanfaatkan ialah limbah anorganik berupa abu terbang (<em>fly ash</em>) 50%, abu sekam padi (<em>rice husk ash</em>) 50%, kaolin 10%-80%, dan alkali aktivator NaOH 10 molar. Benda uji yang dibuat dengan cetakan berdimensi 5 cm x 5 cm x 5 cm dengan perawatan suhu ruang. Pengujian yang dikerjakan adalah uji kekuatan tekan dan uji porositas pada usia 28 hari. Riset ini dikerjakan untuk mengetahui pengaruh penambahan kaolin terhadap kekuatan tekan dan porositas mortar geopolimer. Hasil riset memperoleh kekuatan tekan optimum terjadi pada komposisi 50% abu terbang, 50% abu sekam padi, 51% kaolin dengan nilai kekuatan tekan 22,05 MPa dan nilai porositas 12,20%. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan kaolin dapat mempengaruhi sifat mekanis pada mortar geopolimer.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>mortar geopolimer, kuat tekan, porositas</p> Anggian Fadly Harahap arie wardhono ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/$$$call$$$/api/file/file-api/download-file?fileId=123244&revision=1&submissionId=57175&stageId=5 2024-03-22 2024-03-22 12 01 9 9 HUBUNGAN ANTARA KETIDAKRATAAN JALAN DENGAN BIAYA PEMELIHARAAN PADA JALAN KOLEKTOR DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/59359 <p>Abstrak</p> <p>Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki panjang ruas jalan nasional 934,55 km, yang terbagi menjadi 2 yaitu, jalan arteri primer 510,48 km dan jalan kolektor primer 424,07 km (PUPR, 2015). Dimana, setiap segmen jalan memiliki beberapa ruas jalan dengan kondisi rusak ringan, sedang atau berat dan kerusakan-kerusakan tersebut banyak terdapat pada jalan kolektor. Maksud dari penelitian ini adalah mencari hubungan antara ketidakrataan jalan dengan biaya pemeliharaan jalan untuk memperkirakan estimasi kebutuhan biaya pemeliharaan pada jalan kolektor yang berada di Nusa Tenggara Barat. Variasi biaya pemeliharaan menurut kondisi ketidakrataan jalan dengan metode IRI, didapatkan angka kerusakan 3,2 – 3,9 dengan biaya per m<sup>3</sup> Rp. 678.365,00 – Rp. 812.468,00, untuk kerusakan dengan angka 4,2 – 7,0 didapatkan biaya per m<sup>3</sup> Rp. 824.899,00 – Rp. 1.053.588,00, untuk kerusakan dengan angka 8,7 – 9,2 didapatkan biaya per m<sup>3</sup> Rp. 1.110.437,00 – Rp. 1.601.170,00. Model numerik hubungan antara biaya pemeliharaan dan nilai IRI didapatkan 3 (tiga), yaitu: berdasarkan regresi linier sederhana dengan persamaan y = 96398x + 409706, serta R<sup>2</sup> = 0,8315, berdasarkan regresi eksponensial dengan persamaan y = 543480e0,0961x, serta R<sup>2</sup> = 0,8461, dan berdasarkan regresi logaritmik dengan persamaan y = 528695ln(x) + 64363, serta R<sup>2</sup> = 0,7931. Hubungan yang memiliki nilai koefisien determinasi (R<sup>2</sup>) terbesar adalah regresi eksponensial yaitu 0,8461, dan hal ini menyiratkan bahwa tingkat kerusakan memberikan hampir semua data yang diharapkan untuk mengantisipasi biaya pemeliharaan.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Ketidakrataan Jalan, Biaya Pemeliharaan Jalan, <em>International Roughness Index </em>(IRI).</p> Muhammad Andyko Romeo Dio Sadewa ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/$$$call$$$/api/file/file-api/download-file?fileId=131223&revision=1&submissionId=59359&stageId=5 2024-04-30 2024-04-30 12 01 9 9 HUBUNGAN ANTARA KONDISI PERMUKAAN JALAN TERHADAP KECEPATAN DAN KEPADATAN LALU LINTAS PADA JALAN KOLEKTOR DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/59428 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Lalu lintas merupakan gerakan yang terjadi pada ruang lalu lintas jalan yang dilakukan oleh kendaraan dan orang. Salah satu permasalahan lalu lintas adalah kepadatan lalu lintas.&nbsp; Kepadatan lalu lintas dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah faktor jalan yaitu kondisi jalan yang rusak atau tidak rata sehingga dapat menyebabkan banyak kerugian bagi pengguna jalan. Ruas jalan kolektor di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang menghubungkan antara Desa Mantang dan Kecamatan Kopang, Kecamatan Kopang dan Kecamatan Masbagik, Desa Rempung dan Desa Labuhan Lombok juga mengalami kerusakan yaitu ketidakrataan pada permukaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kondisi permukaan jalan terhadap kecepatan dan kepadatan lalu lintas. Penelitian ini menggunakan metode IRI untuk mengetahui nilai kondisi jalan serta menganalisis hubungan nilai IRI terhadap kecepatan dan kepadatan dengan <em>software </em>SPSS. Kecepatan dicari dengan menggunakan perbandingan antara jarak dan waktu tempuh kendaraan sedangkan kepadatan dicari dengan menggunakan perbandingan volume kendaraan dengan kecepatan kendaraan. Dinas PUPR Nusa Tenggara Barat merupakan instansi sumber data kondisi permukaan jalan.&nbsp; Kemudian data survei kecepatan kendaraan dan data survei volume lalu lintas diperoleh dengan melakukan pengamatan secara langsung. Hasil penelitian ini adalah kecepatan tiap jenis kendaraan berbeda, karena tiap jenis kendaraan memiliki kecepatannya masing-masing dan seingga kepadatan tiap jenis kendaraan pun berbeda. Hasil analisis regresi non linier eksponensial terhadap hubungan kondisi permukaan dan kecepatan kendaraan adalah berbanding terbalik, sehingga semakin tinggi nilai kondisi permukaan maka kecepatan semakin rendah, sedangkan hasil analisis regresi linier sederhana terhadap kondisi permukaan dan kepadatan lalu lintas adalah berbanding lurus, sehingga semakin tinggi nilai kondisi permukaan maka kepadatan lalu lintas akan semakin tinggi.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Lalu Lintas, Kondisi Permukaan Jalan, Kecepatan Kendaraan, Kepadatan Lalu lintas, <em>International Roughness Index</em> (IRI), Regresi</p> Chaterina Santoso ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/$$$call$$$/api/file/file-api/download-file?fileId=131448&revision=1&submissionId=59428&stageId=5 2024-05-03 2024-05-03 12 01 12 12 Perbaikan Tanah Lunak Menggunakan Kombinasi Preloading dan Surchage Load Dengan Pemasangan PVD Pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Semarang – Demak Paket 2 https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/60116 <p>Proyek Jalan Tol Semarang – Demak memiliki peran penting dalam menangani peningkatan volume kendaraan terutama disepanjang wilayah jalan nasional pantura. Pada proyek tersebut dilakukan penyelidikan tanah. Hasil penyelidikan tanah didapatkan bahwa area proyek didominasi oleh tanah lunak.</p> <p>Mengacu pada peraturan SNI 8460 tahun 2017 tentang perancangan geoteknik metode yang dapat dipakai untuk perbaikan tanah lunak yaitu metode <em>preloading</em> dan metode <em>surcharge load</em> dengan kombinasi <em>Pre-Fabricated Vertical Drain</em> (PVD). Penelitian bertujuan untuk mendapatkan besar pemampatan tanah beserta waktu konsolidasi. Sehingga diperoleh perbandingan besar pemampatan tanah dan waktu konsolidasi antara kedua metode tersebut serta dapat dibandingan dengan data aktual di lapangan.</p> <p>Untuk mencapai besar pemampatan dengan derajat konsolidasi 90% dalam metode <em>preloading</em> didapatkan 2,470 m selama 203 hari, sedangkan dalam metode <em>surcharge load</em> didapatkan 2,544 m selama 133 hari. Berdasarkan hasil tersebut apabila dibandingkan dengan data aktual di lapangan dari data <em>settlement plate</em> (SP 21) dengan besar pemampatan 2,513 m selama 718 hari, maka terdapat perbedaan antara besar penurunan tanah dan waktu konsolidasi. Pada timbunan <em>preloading</em> faktor keamanan (SF) didapatkan 1,904 dengan kemiringan lereng 1:2. Pada timbunan <em>surcharge load</em> didapatkan nilai SF 1,479 dengan kemiringan lereng 1:2, sedangkan dengan kemiringan lereng 1:3 didapatkan nilai SF 1,667.</p> <p>Kata kunci: Pemampatan tanah, Waktu Konsolidasi, Metode <em>Preloading</em>, Metode <em>Surcharge Load</em><strong>, </strong><em>Settlement Plate.</em></p> Abdul Malik Azis Yogie Risdianto ##submission.copyrightStatement## 2024-06-05 2024-06-05 12 01 9 9