Analisis Demografi Kota Bandung: Tantangan Pertumbuhan Penduduk terhadap Ketersediaan Infrastruktur Sosial
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika demografi Kota Bandung serta implikasinya terhadap ketersediaan infrastruktur sosial di tengah laju urbanisasi yang pesat. Sebagai salah satu kota metropolitan utama di Indonesia, Bandung mengalami pertumbuhan penduduk rata-rata 0,4-0,6% per tahun yang menimbulkan tekanan besar terhadap fasilitas pendidikan, kesehatan, perumahan, dan transportasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik pertumbuhan penduduk, mengidentifikasi ketimpangan spasial dalam penyediaan infrastruktur sosial, serta merumuskan strategi pembangunan kota yang seimbang dan berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Data sekunder diperoleh dari laporan resmi BPS Kota Bandung, dokumen perencanaan daerah, dan literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas sosial masih terkonsentrasi di wilayah pusat kota seperti Coblong, Cicendo, dan Sukajadi, sementara wilayah pinggiran seperti Gedebage, Rancasari, dan Ujungberung masih kekurangan layanan dasar. Kepadatan penduduk yang tinggi dan keterbatasan lahan menyebabkan munculnya permukiman padat, kemacetan, serta penurunan kualitas lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketidakseimbangan antara pertumbuhan penduduk dan kapasitas infrastruktur sosial menuntut perencanaan terpadu berbasis data spasial dan penerapan konsep urban compactness. Penguatan transportasi publik, pembangunan hunian vertikal, serta pemerataan akses pendidikan dan kesehatan menjadi langkah strategis menuju pembangunan kota Bandung yang inklusif dan berkelanjutan
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Abstract views: 33
,
PDF Downloads: 20