Analisis Ketimpangan Jumlah Pembangunan Sekolah Menengah Atas di Kota Surabaya
Abstrak
Pendidikan merupakan pilar utama pembangunan nasional yang berfungsi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pemerataan akses pendidikan, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), menjadi indikator strategis dalam menilai keberhasilan pembangunan di sektor pendidikan. Kota Surabaya sebagai metropolitan dengan dinamika urbanisasi yang tinggi menghadapi tantangan dalam distribusi pembangunan SMA yang belum merata di seluruh kecamatan. Ketimpangan tersebut tercermin dari perbedaan jumlah sekolah dan ketersediaan fasilitas antarwilayah, yang berimplikasi pada kesenjangan kualitas pendidikan serta akses terhadap layanan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pola spasial sebaran pembangunan SMA di Kota Surabaya, (2) mengukur tingkat ketimpangan jumlah SMA antar kecamatan, dan (3) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi ketimpangan tersebut. Pendekatan analitis dilakukan melalui integrasi metode spasial dan kuantitatif guna memperoleh representasi empiris mengenai distribusi dan tingkat disparitas pembangunan pendidikan menengah atas. Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pemerataan pembangunan pendidikan yang berbasis bukti (evidence-based policy) serta berorientasi pada keadilan spasial.
Kata Kunci: Ketimpangan Spasial, Pemerataan Pembangunan, Sekolah Menengah Atas, Kota Surabaya
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Abstract views: 18
,
PDF Downloads: 21