Analisis Sosial dan Demografi dalam Perspektif Pembangunan Wilayah: Kajian Berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Lamongan
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sosial dan demografi Kabupaten Lamongan dalam perspektif pembangunan wilayah berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketimpangan pembangunan antar wilayah yang masih terjadi akibat perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui analisis data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bappelitbangda Lamongan, penelitian ini mengkaji hubungan antara variabel sosial-demografi dengan capaian IPM di 27 kecamatan. Metode analisis klaster digunakan untuk mengelompokkan kecamatan berdasarkan kesamaan nilai IPM dan indikator penyusunnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada kecamatan di Kabupaten Lamongan yang mencapai kategori IPM tinggi. Hanya dua kecamatan—Solokuro dan Mantup—berada pada kategori sedang, sedangkan 25 kecamatan lainnya tergolong rendah. Ketimpangan paling signifikan terjadi pada dimensi ekonomi, di mana sebagian besar wilayah memiliki nilai Indeks Ekonomi Proxy (IEP) mendekati nol, menandakan rendahnya kemandirian ekonomi dan keterbatasan sektor produktif. Pola spasial menunjukkan bahwa wilayah selatan relatif lebih maju dibanding wilayah utara dan tengah. Berdasarkan hasil analisis, disusun tiga zona prioritas pembangunan yang berfokus pada peningkatan ekonomi lokal, pemerataan layanan dasar, serta intervensi sosial bagi wilayah tertinggal. Penelitian ini menegaskan bahwa pembangunan wilayah berkelanjutan harus didasarkan pada pemerataan kualitas sumber daya manusia. Dengan memperkuat sinergi antara kebijakan sosial, ekonomi, dan spasial, diharapkan Kabupaten Lamongan dapat mencapai pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Abstract views: 18
,
PDF Downloads: 12