Analisis Pelayanan Transportasi Publik di Nganjuk: Pemberhentian Sembarangan dan Jam Operasional Yang Tidak Konsisten

Penulis

  • Aryo Octavian
  • Alzuhri Ananta Mufasal
  • Wilda Nursafina Amrillah
  • Mohammad Yoga Mahendra
  • Amjad Muhammad

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab pemberhentian sembarangan oleh kendaraan umum, menganalisis dampak ketidak konsistenan jam operasional terhadap kualitas layanan transportasi publik, serta memberikan rekomendasi strategis untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan angkutan umum di Kabupaten Nganjuk. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis sekunder, menggunakan data dari publikasi resmi dan literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pengemudi, kurangnya kesadaran hukum, serta kondisi fasilitas halte yang tidak memadai menjadi penyebab utama praktik pemberhentian sembarangan. Selain itu, ketidak konsistenan jam operasional dan distribusi moda transportasi yang tidak merata turut memperburuk kualitas pelayanan, yang berdampak pada meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi dan berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi umum. Untuk mengatasi hal ini, strategi peningkatan infrastruktur terminal, penerapan teknologi digital, dan desain terminal yang berkelanjutan menjadi solusi utama yang ditawarkan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan komprehensif melalui perbaikan infrastruktur, edukasi, dan kebijakan operasional yang terintegrasi sangat penting untuk menciptakan sistem transportasi publik yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan di Kabupaten Nganjuk

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2026-04-30

Cara Mengutip

Octavian, A., Ananta Mufasal, A., Nursafina Amrillah, W., Yoga Mahendra, M., & Muhammad, A. (2026). Analisis Pelayanan Transportasi Publik di Nganjuk: Pemberhentian Sembarangan dan Jam Operasional Yang Tidak Konsisten. Jurnal Renwilko, 2(1). Diambil dari https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/renwilko/article/view/77377
Abstract views: 3