Analisis Kelayakan Reaktivasi Jalur Kereta Api Jember-Kalisat-Panarukan: Studi Kasus Stasiun Situbondo
Abstrak
Transportasi kereta api di Situbondo, Jawa Timur, saat ini dalam kondisi nonaktif, namun memiliki potensi besar untuk direaktivasi. Jalur Kalisat–Panarukan sepanjang ±70 km yang melewati wilayah ini dibangun sejak era kolonial Belanda dan terakhir beroperasi pada tahun 2004. Stasiun Situbondo atau Stasiun Sumberkolak berada di ketinggian +30 m dan merupakan bagian dari jalur lintas Surabaya–Probolinggo–Kalisat–Panarukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi reaktivasi jalur kereta api Kalisat–Panarukan di wilayah Situbondo yang saat ini berstatus nonaktif. Metode yang digunakan meliputi studi literatur dan survei lapangan terhadap kondisi fisik Stasiun Situbondo dan jalur rel yang terbentang sepanjang ±70 km. Data sekunder juga diperoleh dari sumber daring seperti Wikipedia untuk melengkapi informasi teknis dan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun jalur ini telah lama tidak beroperasi, kondisi geografis yang relatif datar dan keberadaan stasiun-stasiun historis menyimpan potensi besar untuk pengembangan kembali. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa reaktivasi jalur kereta api Kalisat–Panarukan layak untuk dilaksanakan, namun membutuhkan perencanaan teknis yang komprehensif serta dukungan kebijakan dan pendanaan dari pemerintah guna mewujudkan transportasi yang efisien, aman, dan berkelanjutan di Situbondo.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Abstract views: 8