REINTERPRETASI VISUAL CERPEN GODLOB KARYA DANARTO

  • Muhammad Tajuddin Aslam Universitas Negeri surabaya
  • Djuli Djatiprambudi Universitas Negeri surabaya

Abstract

Penulis memilih kumpulan cerpen Godlob sebagai ide penciptaan karya seni karena dilandasi atas dasar kecenderungan penulis yang dekat dengan karya-karya cerita pendek yang sifatnya surealistik dan religius. Cerpen Godlob dipilih penulis karena dianggap kontroversi dari karya tulis Danarto yang lain. maksudnya, cerpen Godlob banyak menuai komentar oleh para pengamat dan kritikus sastra. Kumpulan cerpen Godlob merupakan karya sastra dari Danarto yang pertama terbit di tahun 1975 yang terdiri dari sembilan judul, yaitu Godlob, Rintrik, Armageddon, ABRACADABRA, Sandiwara Atas Sandiwara, Nostalgia, Labyrinth, Asmarandana, dan Kecubung Pengasihan. Di dalam kumpulan cerpen Godlob, Danarto tidak pernah memperdulikan penokohan yang dipakemkan, jalan ceritanya terbilang meloncat-loncat, mulai dari terjadinya alur mundur dan alur maju yang dikemas secara acak. Bahasan mengenai surealistik, ketuhanan, sufistik, mistis, religiusitas sangat melekat dan selalu dibahas Danarto di setiap alur ceritanya, persoalan ini melahirkan realitas fiksional surealistik bagi penulis, yang menggambarkan seakan kegaiban itu merupakan hal yang agung. Hal tersebut membawa penulis kepada pengalaman surealistik sekaligus absurdis. Pengalaman pembacaan yang didapati penulis terhadap kumpulan cerpen Godlob ini telah melahirkan imajinasi surealistik bagi penulis, yang kemudian penulis ekspresikan ke dalam bentuk sembilan karya digital paint dan satu karya seni lukis yang berjumlah sepuluh karya menggunakan konsep pendekatan reinterpretatif secara visual. Kata Kunci: Godlob, Absurditas, Reinterpretasi, Seni Lukis, Digital Painting
Published
2021-07-12
Section
Articles