KOMIK KOMERSIL SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI INSTALASI

  • Toni Dwi Kuswantoro Universitas Negeri surabaya
  • Tri Cahyo Kusumandyoko Universitas Negeri surabaya

Abstract

Berdasarkan sejarah, manusia lebih dulu mengenal gambar sebelum tulisan. Hal ini dibuktikan dari ditemukannya lukisan-lukisan pada dinding gua di Eropa Barat pada 10.000 SM . Gambar-gambar yang terdapat pada relief maupun lukisan dinding gua bisa disebut sebagai sequential art yang merupakan cikal bakal dari komik modern. Karya komik memiliki arti tersendiri bagi penulis yang membawanya untuk mempelajari seni lebih dalam lagi. Namun dalam perjalanan pembelajarannya penulis mengalami kegelisahan ketika membuat karya. Isu itulah yang diangkat dalam karya instalasi dengan ungkapan kegelisahan atas pandangan komik komersil yang penulis rasa kurang memiliki nilai seni jika dibandingkan dengan karya seni murni yang lain. Tujuan penciptaan karya instalasi komik ini adalah untuk menjadi refleksi bagi penulis dan penikmat karya bahwa dalam proses penciptaan komik juga memiliki nilai seni didalamnya. Metode penciptaan karya menggunakan metode penciptaan dari Gustami ada tahap eksplorasi, tahap perancangan dan tahap perwujudan. Melalui karya instalasi ini penulis berharap bisa menemukan jawaban dari kegelisahan yang sedang dialami. Karya instalasi dibuat dengan cara menyusun dan menyatukan karya dan peralatan menggambar yang biasa digunakan seperti, pensil, penghapus, penggaris, dan berbagai jenis drawing pen hingga menjadi sebuah kesatuan karya seni utuh yang dalam seni instalasi disebut sebagai teknik assembling. Hasil karya yang diciptakan ada 1 karya instalasi yang berjudul “Diantara dua garis” karya ini menjadi media komunikasi penulis terhadap perasaan subjektif yang dialami ketika berkarya komik. Kata kunci: Komik komersil, komik, instalasi
Published
2021-07-18
Section
Articles