WAYANG SEBAGAI REPRESENTASI KEHIDUPAN SOSIAL DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS

  • Satya Oktabrian Universitas Negeri surabaya
  • I Nyoman Lodra Universitas Negeri surabaya

Abstract

Wayang kulit merupakan kesenian Indonesia. Memiliki berbagai macam tokoh, karakter, serta cerita. Cerita tersebut bisa menjadi representasi isu sosial saat ini. Isu sosial merupakan suatu masalah sosial yang timbul karena adanya perbedaan antara harapan dengan kenyataan. Berdasarkan pengalaman penulis melihat pergeseran budaya, penulis ingin mengembangkan wayang kulit kedalam bentuk lukisan ekspresif.Penulis mengambil ide berdasarkan pengalaman serta observasi terkait wayang serta isu sosial. Mendeformasikan tokoh menjadi figur wayang bergaya ekspresif-dekoratif menggunakan cat minyak. Referensi yang digunakan adalah karya Nasirun, Joko Pekik dan Heri Dono. Beberapa tahap antara lain, persiapan, mengimajinasi, pengembangan. Membuat 4 karya media kanvas, dengan karya berjudul “The Birth Of Dasamuka” 80cm x140cm, “Golgota2” 120cm x 150cm. “Rahwana Melawan Jatayu” 100cm x 130cm. “Sengkuni Jadi Dalang, Semar Jadi Murka” 100cm x 130cm. Penciptaan karya ini memiliki tujuan antara lain: mendeformasi wayang kulit menjadi lukisan bergaya ekspresif-dekoratif, mengeksplor cerita wayang dan dikaitkan dengan isu sosial, serta menambah wawasan. Beberapa manfaat penciptaan ini seperti, menambah kreatifitas, menjadi refleksi bagi masyarakat terkait isu sosial, serta edukasi akan pentingnya pelestarian kesenian wayang. Kata Kunci : Wayang kulit, isu sosial, lukis ekspresif-dekoratif
Published
2021-07-19
Section
Articles