SAKALA JURNAL SENI RUPA MURNI https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/sakala Jurnal Seni Rupa Murni ini merupakan jurnal online yang diterbitkan oleh Program Studi S1 Seni Rupa Murni UNESA. Jurnal yang terbit empat bulan sekali ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang ......... dst en-US SAKALA JURNAL SENI RUPA MURNI - KOSTUM KARAKTER SHENG DAN DAN DALAM OPERA BEIJING SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS DEKORATIF https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/sakala/article/view/39363 Abstrak Opera Beijing merupakan perpaduan seni vokal, dialog, akting, akrobat dan tari. Karakter yang dimainkan dibagi menjadi 4 antara lain Sheng (peran laki-laki), Dan (peran wanita), Jing (wajah ber cat), dan Chou (badut). Kostum yang digunakan oleh karakter Opera Beijing memiliki beberapa jenis bentuk pakaian, antara lain yaitu jubah upacara, jubah resmi, pakaian informal, dan baju jendral (zirah). Dengan dilengkapi oleh aksesoris pendukung seperti hiasan kepala, sepatu dan jenggot. Hal tersebut yang menjadi daya Tarik untuk menciptakan karya seni lukis dekoratif yang ber ide kostum Karakter Sheng dan Dan dalam Opera Beijing. Kostum karakter Sheng dan Dan dalam Opera Beijing dipilih menjadi fokus ide penciptaan karena cocok dengan konsep yang digunakan yaitu hubungan sosial dengan etnis Tionghoa. Dalam proses penciptaan karya mengunakan metode yang diterapkan oleh Husen Hendriyana, yaitu Art and design as capability, yang luarannya adalah wujud bentuk karya. Membuat karya dengan ukuran 150 cm x 100 cm, menggunakan cat Acrylic dengan gaya dekotarif, berjumlah 4 buah. Tahap awal penciptaan yaitu adalah pengumpulan data, perlengkapan alat dan bahan, serta proses perwujudan karya. Menghasilkan 4 Karya Lukis bergaya dekoratif dengan judul “Memberi”, “Ulet”, “Strategi”, dan “Diversity”. Kata Kunci : Opera Beijing, Kostum, Lukis dekoratif. Setyo Dwi Utomo Indah Chrysanti Angge ##submission.copyrightStatement## 2021-04-27 2021-04-27 2 1 12 20 LINGKUNGAN SOSIAL MASA KECIL SEBAGAI INSPIRASI BERKARYA KOMIK PADA MEDIA DUA DIMENSI https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/sakala/article/view/40050 Seniman dilahirkan di Tuban dibesarkan di kota industri kecil bernama Cikarang bukan berarti menikmati masa kecil disana. Lingkungan masa kecil seperti halnya keluarga, tetangga, teman, tempat tongkrong-an setiap hal dari itu masing-masing memiliki peran untuk membentuk seniman yang sekarang. Beranjak dari hal tersebut berfikir bahwa lingkungan masa kecil seniman memiliki cerita yang ingin disampaikan melalui berkarya. Lingkungan pada saat masa kecil sedikit banyak akan mempengaruhi pola pikir dalam masa pertumbuhannya hal ini dikemukakan oleh seorang psikolog bernama Hurlock (2002), dalam kutipannya beliau menegaskan bahwa manusia mulai membentuk pola pikirnya saat usia 5-12 tahun dipengaruhi oleh lingkungan masa kecilnya. Kohlberg (1995) kemudian menambahkan perkembangan moral dari dalam dipengaruhi langsung oleh norma-norma budaya eksternal, anak yang sedang pertumuhan dilatih untuk menyesuaikan diri dengan berbagai aturan dan nilai masyarakat, referensi ini didapat berdasarkan buletin psikologi (Qudsyi, 2010) dengan judul Optimalisasi Pendidikan Anak Usia Dini Melalui Pembelajaran Yang Berbasis Perkembangan Otak. Bertujuan membuka wawasan tentang pentingnya lingkungan sosial masa kecil dalam tumbuh kembang pemikiran, mental, dan karakter setiap orang, dengan memberikan pengalaman visual yang dikemas komik dua dimensi. Komik pada hakikatnya terbebas dari dua dimensi maupun tiga dimensi. Selama gambar tersebut dapat berlanjut dan bercerita secara berurutan hal tersebut bisa disebut sebuah komik. Kata kunci: Lingkungan sosial, Masa Kecil, Inspirasi, Komik, dua dimensi. Shalahuddin Muhamad Alfarisi Winarno Winarno ##submission.copyrightStatement## 2021-06-07 2021-06-07 2 1 21–34 21–34 PENGARSIPAN KARYA SENI RUPA:STUDI KASUS TERHADAP 5 MAHASISWA SENI RUPA MURNI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/sakala/article/view/40161 Pengarsipan karya sebagai data yang mengukur kinerja dan produktivitas seniman. Eksistensi seniman diukur dari seberapa lengkap dan valid data arsipnya. Kesadaran akan pentingnya arsip seharusnya dilakukan ketika masih menempuh pendidikan, khususnya sebagai mahasiswa. Berkaitan dengan itu, peneliti menemukan fenomena di kampus Jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Surabaya, yang mana karya mahasiswa dibiarkan begitu saja dalam waktu lama di dalam gedung T3 Jurusan Seni Rupa, tanpa adanya pemeliharaan dan perawatan terhadap karya. Dari fenomena tersebut kemudian melakukan penelitian terhadap 5 orang mahasiswa Jurusan Seni Rupa. Dengan tujuan penelitian untuk (1) Mengetahui dan mendeskripsikan sebab pengarsipan karya diabaikan oleh mahasiswa Jurusan Seni Rupa Murni Universitas Negeri Surabaya (2) Mendeskripsikan upaya mahasiswa Jurusan Seni Rupa Murni Universitas Negeri Surabaya dalam mengatasi masalah pengarsipan karyanya. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus menggunakan tipe eksplanatoris dengan kasus multikasus. Metode pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik eksplanasi dan analisis deret waktu dari Robert K. Yin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengabaikan karyanya karena belum memiliki pengetahuan mengenai pengarsipan karya dengan baik. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan pengarsipan karya pada mahasiswa dengan cara digitalisasi arsip. Kata kunci: Pengarsipan, Karya Seni, Mahasiswa Anggayu Lintang Pertiwi Indah Chrysanti Angge ##submission.copyrightStatement## 2021-06-10 2021-06-10 2 1 35 45 DEFORMASI MOTIF UKIRAN JEPARA SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/sakala/article/view/40440 ABSTRAK Penciptaan karya seni lukis ini merupakan uraian elaborasi tentang, “Deformasi Motif Ukiran Jepara Sebagai Sumber Ide Penciptaan Karya Seni Lukis”. Berawal dari ketertarikan pribadi penulis terhadap motif ragam hias, terutama motif ragam hias yang ada pada ukiran Jepara. Penciptaan karya lukis dengan ide motif ukiran Jepara ini diungkapkan dengan mendeformasi bentuk motif ukiran Jepara dengan gaya lukis realis dan dekoratif kedalam media kanvas ukuran 90 cm x 80 cm. Penciptaan karya lukis ini dilakukan melalui beberapa tahap dalam metode penciptaan yaitu, tahap proses kreatif dan tahap proses penciptaan. Tahap proses kreatif merupakan tahap yang harus dipersiapkan sebelum melakukan proses penciptaan, sedangkan tahap proses penciptaan merupakan tahap yang dilakukan dalam pembuatan karya lukis. Penciptaan karya lukis ini bertujuan untuk mengungkapkan keindahan ukiran motif jumbai atau motif dasar lung-lungan bunga, serta melestarikan motif ukiran Jepara melalui media kanvas dengan teknik lukis, dan pada akhirnya menghasilkan empat karya lukis. Pada karya pertama yang berjudul “My Crown”, karya yang kedua berjudul “Sulur Harapan”, karya yang ketiga berjudul “Sapphira” dan karya yang keempat berjudul “Nayanika”. Kata Kunci : Ukiran Jepara, Penciptaan, Seni Lukis Muhammad Nur Cahyo I Nyoman Lodra ##submission.copyrightStatement## 2021-06-19 2021-06-19 2 1 46–51 46–51 REPRESENTASI SENI GRAFFITI DALAM BENTUK GEOMETRIC PADA MEDIA KANVAS https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/sakala/article/view/40645 Seni graffiti merupakan seni jalanan yang berupa coretan di dinding dengan menggabungkan komposisi warna, garis, bentuk, dan volume untuk menuliskan sebuah kata atau simbol yang menunjukan identitas dari pembuatnya. Ide penciptaan karya seni ini didasari pada stigma atau pandangan negatif dari masyarakat terhadap seni graffiti yang dianggap sebagai aksi merusak sarana dan prasana umum. Pencipta berkeinginan untuk membuat seni graffiti bertema “Urban” dengan memadukan bentuk-bentuk geometris dan warna-warna kontras. Karya seni ini dapat bermanfaat bagi beberapa pihak, meliputi bidang keilmuan, masyarakat, bomber atau pelaku graffiti, dan pencipta. Proses penciptaan karya ini dilakukan dengan melakukan wawancara bersama PINO, seniman graffiti asal Surabaya. Dalam proses penciptaan karya seni lukis, pencipta menggunakan teknik impasto dan teknik spray sebagai finishing. Gaya yang dipilih oleh pencipta, yaitu gaya abstrak simbolis, sehingga di setiap karya yang diciptakan terdapat simbol-simbol dengan makna tertentu. Media yang digunakan oleh pencipta, yaitu kanvas dengan medium air sebanyak 7 buah yang terdiri dari empat buah kanvas dengan ukuran 90 × 90 cm dan tiga buah dengan ukuran 70 × 70 cm. Pencipta berhasil membuat lima karya seni Lukis, yaitu karya pertama berjudul "Sub•31", karya kedua berjudul "24", karya ketiga berjudul "66", karya keempat berjudul "O'Clock", dan karya kelima berjudul "0•0". Kata Kunci: Seni Graffiti, Vandalism, Geometric, Kanvas. Iman Sayed Maulana winarno Winarno ##submission.copyrightStatement## 2021-06-24 2021-06-24 2 1 52 64 TINO SIDIN SEBAGAI PERINTIS APRESIASI SENI RUPA INDONESIA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/sakala/article/view/41245 Perubahan perkembangan seni rupa di Indonesia pada tahun 80-an dipengaruhi oleh Tino Sidin. Tino Sidin sebagai guru menggambar & pembawa acara TV Gemar Menggambar memiliki pengaruh terhadap seni rupa Indonesia dan masih terasa hingga saat ini. Mempelajari proses Tino Sidin hingga dikenal sebagai guru menggambar memberikan refleksi bagi pengembangan sikap apresiasi terhadap seni rupa. Metode penelitian ini menggunakan metode biografi Ted Schwarz. Data diperoleh dari observasi, literature review, wawancara dan dokumentasi di museum Taman Tino Sidin pada bulan Februari 2019 selama tiga bulan. Tino Sidin adalah guru menggambar formal dan informal dengan menggunakan metode pengajaran interaktif. Banyak seniman dan pelaku seni yang terinspirasi dari Tino Sidin sejak kecil, yang kini menjadi sosok berpengaruh dalam pergerakan seni rupa Indonesia. Cara Tino Sidin mengenalkan seni pada anak menarik, mudah dan menyenangkan, serta menginspirasi motivasi anak untuk mengenal seni. Kata Kunci: Tino Sidin, Perintis, Apresiasi Anggun Setiawan Indah Chrysanti Angge ##submission.copyrightStatement## 2021-07-06 2021-07-06 2 1 65–77 65–77 REPRESENTASI KESENIMANAN MELALUI MEDIA SOSIAL SEBAGAI KONSTRUKSI IDENTITAS: STUDI KASUS AKUN INSTAGRAM EKO NUGROHO https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/sakala/article/view/41593 Instagram memiliki banyak fungsi yang bermanfaat bagi penggunanya, salah satunya untuk mendorong popularitas penggunanya dengan menunjukan identitas melalui unggahan instagram. Maka tujuan penelitian ini penulis ingin mengetahui dan menganalisis tentang representasi kesenimanan Eko Nugroho, dengan melihat proses konstruksi identitas yang dilihat melalui unggahan karya di instagram @ekonugroho_studio. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus yang berguna untuk mendeskripsikan cara Eko Nugroho bisa membranding dirinya dan mendeskripsikan proses konstruksi identitasnya melalui unggahan karya di instagram @ekonugroho_studio. Pengumpulan data dalam penelitian ini berupa gambar dan kata-kata. Penelitian ini difokuskan pada arena produksi kultural yang mendukung konstruksi identitas Eko Nugroho dengan melihat teori Bourdieu tentang arena produksi kultural. Hasil dan pembahasan penelitian ini menggunakan instagram sebagai media penelitian, dengan mengungkap kesejarahan Eko Nugroho masa berproses dalam berkesenian yang semakin didukung dengan unggahan instagram sebagai identitas seniman dan juga mengungkapkan hasil dari produksi arena kultural yang mencakup modal-modal yang ditentukan. Identitas Eko Nugroho terbentuk melalui proses berkesenian dengan mengungkap kesejarahan berkesenian Eko Nugroho yang diperkuat dengan beberapa modal dari teori Bourdieu tentang arena produksi kultural yang sudah ditentukan. Kata Kunci: Brand personality, Eko Nugroho, Instagram, Konstruksi Identitas Leny Yunita Muh Ariffudin Islam ##submission.copyrightStatement## 2021-07-12 2021-07-12 2 1 78 91 REINTERPRETASI VISUAL CERPEN GODLOB KARYA DANARTO https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/sakala/article/view/41595 Penulis memilih kumpulan cerpen Godlob sebagai ide penciptaan karya seni karena dilandasi atas dasar kecenderungan penulis yang dekat dengan karya-karya cerita pendek yang sifatnya surealistik dan religius. Cerpen Godlob dipilih penulis karena dianggap kontroversi dari karya tulis Danarto yang lain. maksudnya, cerpen Godlob banyak menuai komentar oleh para pengamat dan kritikus sastra. Kumpulan cerpen Godlob merupakan karya sastra dari Danarto yang pertama terbit di tahun 1975 yang terdiri dari sembilan judul, yaitu Godlob, Rintrik, Armageddon, ABRACADABRA, Sandiwara Atas Sandiwara, Nostalgia, Labyrinth, Asmarandana, dan Kecubung Pengasihan. Di dalam kumpulan cerpen Godlob, Danarto tidak pernah memperdulikan penokohan yang dipakemkan, jalan ceritanya terbilang meloncat-loncat, mulai dari terjadinya alur mundur dan alur maju yang dikemas secara acak. Bahasan mengenai surealistik, ketuhanan, sufistik, mistis, religiusitas sangat melekat dan selalu dibahas Danarto di setiap alur ceritanya, persoalan ini melahirkan realitas fiksional surealistik bagi penulis, yang menggambarkan seakan kegaiban itu merupakan hal yang agung. Hal tersebut membawa penulis kepada pengalaman surealistik sekaligus absurdis. Pengalaman pembacaan yang didapati penulis terhadap kumpulan cerpen Godlob ini telah melahirkan imajinasi surealistik bagi penulis, yang kemudian penulis ekspresikan ke dalam bentuk sembilan karya digital paint dan satu karya seni lukis yang berjumlah sepuluh karya menggunakan konsep pendekatan reinterpretatif secara visual. Kata Kunci: Godlob, Absurditas, Reinterpretasi, Seni Lukis, Digital Painting Muhammad Tajuddin Aslam Djuli Djatiprambudi ##submission.copyrightStatement## 2021-07-12 2021-07-12 2 1 92–105 92–105 TAMBAK GARAM KAWASAN BENOWO SURABAYA, JAWA TIMUR, INDONESIA SEBAGAI OBJEK PENCIPTAAN KARYA FOTOGRAFI DOKUMENTER https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/sakala/article/view/41996 Objek penciptaan karya fotografi ini membahas tentang proses pembuatan garam dan sisi lain tambak garam kawasan Benowo Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Kawasan Benowo Surabaya mempunyai nilai baik dalam aspek perekonomiannya, dan tambak garam kawasan Benowo menyandang predikat nomor satu pemroduksi garam terbesar di Surabaya. Penciptaan karya ini didasari oleh minimnya informasi dan peminatan objek hunting foto terhadap Kawasan tambak garam Benowo Surabaya, sehingga karya ini diharapkan mampu memberi kabar ataupun informasi tentang kehidupan para petani garam dengan aktivitasnya. Selain itu bisa menjadi sebuah arsip kota Surabaya, dan dapat membangun ekosistem fotografi Surabaya lebih berkembang lagi dengan adanya kabar bahwa kawasan Benowo juga layak menjadi objek hunting foto berlandaskan atas wacana aspek yang belum tergali selama ini. Karya berorientasi pada kegiatan para pekerja petani garam. Strategi penciptaan menggunakan metode eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Proses kreatif menghasilkan sebuah buku foto dokumenter berjudul “Benowo Disisi Lain Tabir”. Kata kunci : Tambak garam, Benowo, Fotografi, Dokumenter Rio Andre Wicaksono Muhamad Rois Abidin ##submission.copyrightStatement## 2021-07-18 2021-07-18 2 1 105 114 FILOSOFI KEHIDUPAN RUMAH JAWA SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/sakala/article/view/41997 Seni memiliki definisi yang tidak tetap dan sangat dinamis. Latar belakang sosial, budaya dan politik suatu lingkungan didaerah berpengaruh dalam menentukan definisi seni tersebut. Di dalam praktiknya seni rupa merupakan bagian dari lingkup seni yang memiliki keterkaitan cukup erat dengan latar belakang pengalaman seorang seniman, hal ini mempengaruhi setiap proses pengerjaannya. Penulis menjadikan rumah sebagai tema dan ruang yang melatarbelakangi penulis dalam menciptakan karya seni lukis. Dari rumah penulis dapat menggali nilai dan filosofi kehidupannya untuk dijadikan sebagai ide gagasan dalam karya seni lukis yang diciptakan. Penulis menceritakan pengalaman aktivitas diri penulis didalam rumah yang dirasa memiliki nilai dan menjadi titik balik dalam pendewasaan mental kehidupan penulis sebagai manusia. Nantinya karya seni Lukis yang diciptakan merupakan bagian dari arsip rangkaian perjalanan pertumbuhan hidup penulis. Proses kreatif yang kerjakan ini menggunakan metode penciptaan practice based research, Medium yang dipilih yaitu kanvas dengan bahan cat acrylic yang di mixed dengan bollpoint. Karya dibingkai dalam bentuk format lukisan dua dimensi melalui tahapan deformasi bentuk dan pengolahan warna. Objek yang diolah antara lain anatomi tubuh manusia, hewan, benda, bidang ruangan yang tidak jauh dari lingkungan didalam rumah. Penulis berharap karya seni lukisnya dapat di tempatkan didalam ruang pamer yang dapat dinikmati dan ditonton oleh pengunjung dengan fokus dalam satu sisi tampilannya. Kata Kunci : Seni, Seni Lukis, Kontemplasi, Rumah Dika Arif Wibowo Winarno Winarno ##submission.copyrightStatement## 2021-07-18 2021-07-18 2 1 115 127 KOMIK KOMERSIL SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI INSTALASI https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/sakala/article/view/41998 Berdasarkan sejarah, manusia lebih dulu mengenal gambar sebelum tulisan. Hal ini dibuktikan dari ditemukannya lukisan-lukisan pada dinding gua di Eropa Barat pada 10.000 SM . Gambar-gambar yang terdapat pada relief maupun lukisan dinding gua bisa disebut sebagai sequential art yang merupakan cikal bakal dari komik modern. Karya komik memiliki arti tersendiri bagi penulis yang membawanya untuk mempelajari seni lebih dalam lagi. Namun dalam perjalanan pembelajarannya penulis mengalami kegelisahan ketika membuat karya. Isu itulah yang diangkat dalam karya instalasi dengan ungkapan kegelisahan atas pandangan komik komersil yang penulis rasa kurang memiliki nilai seni jika dibandingkan dengan karya seni murni yang lain. Tujuan penciptaan karya instalasi komik ini adalah untuk menjadi refleksi bagi penulis dan penikmat karya bahwa dalam proses penciptaan komik juga memiliki nilai seni didalamnya. Metode penciptaan karya menggunakan metode penciptaan dari Gustami ada tahap eksplorasi, tahap perancangan dan tahap perwujudan. Melalui karya instalasi ini penulis berharap bisa menemukan jawaban dari kegelisahan yang sedang dialami. Karya instalasi dibuat dengan cara menyusun dan menyatukan karya dan peralatan menggambar yang biasa digunakan seperti, pensil, penghapus, penggaris, dan berbagai jenis drawing pen hingga menjadi sebuah kesatuan karya seni utuh yang dalam seni instalasi disebut sebagai teknik assembling. Hasil karya yang diciptakan ada 1 karya instalasi yang berjudul “Diantara dua garis” karya ini menjadi media komunikasi penulis terhadap perasaan subjektif yang dialami ketika berkarya komik. Kata kunci: Komik komersil, komik, instalasi Toni Dwi Kuswantoro Tri Cahyo Kusumandyoko ##submission.copyrightStatement## 2021-07-18 2021-07-18 2 1 128–138 128–138 WAYANG SEBAGAI REPRESENTASI KEHIDUPAN SOSIAL DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/sakala/article/view/42067 Wayang kulit merupakan kesenian Indonesia. Memiliki berbagai macam tokoh, karakter, serta cerita. Cerita tersebut bisa menjadi representasi isu sosial saat ini. Isu sosial merupakan suatu masalah sosial yang timbul karena adanya perbedaan antara harapan dengan kenyataan. Berdasarkan pengalaman penulis melihat pergeseran budaya, penulis ingin mengembangkan wayang kulit kedalam bentuk lukisan ekspresif.Penulis mengambil ide berdasarkan pengalaman serta observasi terkait wayang serta isu sosial. Mendeformasikan tokoh menjadi figur wayang bergaya ekspresif-dekoratif menggunakan cat minyak. Referensi yang digunakan adalah karya Nasirun, Joko Pekik dan Heri Dono. Beberapa tahap antara lain, persiapan, mengimajinasi, pengembangan. Membuat 4 karya media kanvas, dengan karya berjudul “The Birth Of Dasamuka” 80cm x140cm, “Golgota2” 120cm x 150cm. “Rahwana Melawan Jatayu” 100cm x 130cm. “Sengkuni Jadi Dalang, Semar Jadi Murka” 100cm x 130cm. Penciptaan karya ini memiliki tujuan antara lain: mendeformasi wayang kulit menjadi lukisan bergaya ekspresif-dekoratif, mengeksplor cerita wayang dan dikaitkan dengan isu sosial, serta menambah wawasan. Beberapa manfaat penciptaan ini seperti, menambah kreatifitas, menjadi refleksi bagi masyarakat terkait isu sosial, serta edukasi akan pentingnya pelestarian kesenian wayang. Kata Kunci : Wayang kulit, isu sosial, lukis ekspresif-dekoratif Satya Oktabrian I Nyoman Lodra ##submission.copyrightStatement## 2021-07-19 2021-07-19 2 1 139 147 KOMPARASI KAMERA DSLR & SMARTPONE DALAM PENERAPAN LIGHT PAINTING PHOTOGRAPHY https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/sakala/article/view/42103 Fotografi telah memperkaya perkembangan seni rupa dan mempengaruhi perkembangan seni rupa. Seni rupa bertujuan untuk membantu terciptanya seni rupa khususnya seni lukis. Dengan berjalannya waktu, perkembangan teknologi memiliki pengaruh yang besar dalam industri fotografi, yang telah membawa banyak perubahan atau revolusi. Revolusi ini telah menciptakan fenomena baru di bidang fotografi, dan fotografi telah digunakan sebagai alat dokumenter yang umum sebelumnya dan sekarang telah menjadi media ekspresi artistik.Teknik yang digagas oleh Étienne-Jules Marey dan Georges Demeny di tahun 1889 ini menjadi teknik yang menakjubkan. Berangkat dari hal itu, peneliti mencoba untuk menganalisis light painting photography dan menuangkannya di dalam sebuah jurnal skripsi ini. Dari berbagai informasi yang dihimpun, peneliti memiliki gagasan untuk membandingkan penerapan light painting photography, mengetahui spesifikasi kamera dan smartphone yang ideal untuk menerapkan konsep ini, dan komparasi hasil antara kamera dengan smartphone oleh peneliti. Penelitian ini mengadopsi metode deskriptif dengan memberikan informasi yang diteliti tentang fotografi secara umum ke khusus, metode observasi digunakan untuk mengetahui kondisi di luar fotografi yang belum dilakukan oleh peneliti dengan konsep observasi partisipatoris. Setelah proses studi pendahuluan dengan menghimpun informasi dan data-data yang dibutuhkan, peneliti melakukan tahapan implementasi atau uji coba di lapangan. Berdasarkan dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa kekurangan dan kelebihan yang akan dituangkan melalui tulisan ini. Kata kunci: fotografi, teknologi, light painting fotography, smartphone, seni visual. Rafael Simamora Tri Cahyo Kusumandyoko ##submission.copyrightStatement## 2021-07-21 2021-07-21 2 1 148 165 CITRA TUBUH PEREMPUAN DALAM PENCIPTAAN SENI TEKSTIL https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/sakala/article/view/42126 Penciptaan ini berdasar dari sebuah fenomena bahwa kecantikan seringkali dianggap sebagai ukuran dalam penempatan kelas sosial perempuan di masyarakat. Berbagai kebudayaan di belahan dunia cenderung menilai citra perempuan dari aspek fisik, misalnya bentuk wajah dan tubuh. Seiring berkembangnya IPTEK, Manusia semakin mudah mengakses informasi seputar tren di dunia. Hal ini tidak hanya berdampak positif namun juga negatif. Diantaranya, maraknya aksi body shaming baik secara verbal maupun non verbal. Fenomena ini mendorong perupa untuk menciptakan karya “Citra Tubuh Perempuan Dalam Penciptaan Seni Tekstil” sebagai media mengekspresikan keresahan serta wujud dukungan terhadap sesama perempuan untuk lebih mencintai dan menerima diri sendiri. Penciptaan ini menggunakan teknik kombinasi batik lukis dan sulam tangan pada media kain. Mengadaptasi metode penciptaan dari Graham Wallas dengan tahapan meliputi persiapan, pengeraman, munculnya ilham, perwujudan karya, dan pengujian. Menghasilkan 4 buah karya masing-masing berukuran 130cm x 90cm, dengan judul “Be a Princess”, “ Perfect Me”, “My Body My Authority”, dan ”Love Self”. Kata kunci : perempuan, body shaming, citra tubuh, seni tekstil Annisa Zahra Aprillia Fera Ratyaningrum ##submission.copyrightStatement## 2021-07-22 2021-07-22 2 1 166–176 166–176 ACARA REALITY SHOW DALAM KARYA SENI VIDEO INSTALASI https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/sakala/article/view/42340 Acara reality show di Indonesia kini mengalami penurunan kualitas tayangan, mulai dari konten kekerasan dalam keluarga hingga konten mistis. Konten seperti ini berdampak buruk dalam masyarakat, sebab kurangnya edukasi keluarga dalam menyaring tontonan dan juga kurangnya orang tua dalam memahami literasi media televisi. Baik buruknya kondisi sosial suatu masyarakat juga dipengaruhi oleh tayangan televisi. Tujuan dari penelitian penciptaan karya seni video instalasi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, agar dapat memilih dan memaknai konten tayangan televisi dengan positif. Metode penciptaan karya ini menggunakan 3 tahapan yang dikemukakan oleh Gustami SP, yaitu tahap eksplorasi, tahap perancangan, dan tahap perwujudan. Hasil penelitian penciptaan karya ini, berupa karya seni video instalasi, yang terdiri dari video art dan video mapping di dalam sebuah ruangan yang digunakan untuk memparodikan tempat studio suatu acara reality show yang sedang disiarkan. Kesimpulannya, sebuah karya seni video instalasi dapat membawakan sebuah kritik dalam bentuk parodi, berdasarkan fenomena acara reality show itu sendiri. Harapannya, kritik yang dibawakan sampai kepada masyarakat, agar dapat lebih selektif dalam melihat dan mampu menilai tayangan televisi secara lebih positif, serta sebagai referensi untuk penelitian penciptaan dikemudian hari. Keywords: Reality Show, Televisi, Video Instalasi Rifandi Dapril Pranawa Muchlis Arif ##submission.copyrightStatement## 2021-07-28 2021-07-28 2 1 177–190 177–190 KISAH LIMA ROTI DAN DUA IKAN DALAM KARYA SENI INSTALASI https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/sakala/article/view/42341 Kehidupan yang serba tidak pasti mengakibatkan kekahwatiran manusia terhadap kehidupannya, sehingga manusia mengesampingkan hubungan spiritualitasnya dengan Tuhan. Seperti didalam kisah Lima Roti dan Dua Ikan yang merupakan Mujizat Yesus, manusia menjadi ragu-ragu atas berkat Tuhan. Oleh sebab itu karya seni yang diciptakan ini bertolak dari pengalaman spiritualitas penulis dengan Tuhan atas permasalahan yang terjadi didalam kehidupan pribadi penulis sesuai dengan kisah yang penulis angkat. Tujuan dari karya seni ini adalah sebagai wujud syukur, pengingat umat manusia tentang hubungan relasi dengan Tuhan dan mengajak khalayak untuk memahami tentang ajaran Yesus beserta wujud kasih Tuhan secara nyata. Pemilihan bentuk karya yaitu seni instalasi yang berupa gabungan dari seni kramik, seni instalasi, dan seni vidio art. Maksud dari wujud karya instalasi itu sendiri agar makna yang disampaikan lebih mudah dipahami secara mendalam dari aspek pengetahuan qdan dari aspek apresiasi atau pengalaman seni. Perwujudan karya seni menggunakan metode penciptaan Graham Wallas yaitu tahapan persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verivikasi. Keywords: Lima Roti dan Dua Ikan, Spiritualitas, Seni Instalasi Shella Rhesa Rosita Djuli Djatiprambudi ##submission.copyrightStatement## 2021-07-28 2021-07-28 2 1 191 203 PERISTIWA SEJARAH 1965 DALAM KARYA SENI INSTALASI https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/sakala/article/view/42342 Pada tahun 1965 menjadi salah satu titik balik perubahan bangsa Indonesia yang dramatis, terjadi pada 1 Oktober 1965. Peristiwa tersebut dikenal sebagai peristiwa lubang buaya, dikatakan sebagai sejarah karena peristiwa tersebut nyata, penting dan faktual. Peristiwa tersebut membawa dampak perubahan sosial, politik, ekonomi, agama, dan budaya di tahun-tahun berikutnya. Hal ini yang melatarbelakangi penciptaan karya seni instalasi. Fokus ide penciptaan perupa kali ini berfokus pada eksplorasi nilai-nilai sejarah peristiwa 1965 terhadap persoalan sosial, ekonomi, politik, agama serta budaya yang terjadi pada saat ini. Tujuan dari penciptaan karya ini mengingatkan bahwa pentingnya memahami sejarah bangsa sebagai pijakan untuk membangun masa depan bangsa supaya lebih baik. Manfaat dari penciptaan karya ini diharapkan mampu membuka kesadaran masyarakat untuk belajar dan memperluas pengetahuan tentang sejarah peristiwa 1965. Metode yang digunakan pada penciptaan ini menggunakan metode Gustami SP melalui 3 tahapan ; tahap eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Hasil dari penciptaan karya seni instalasi ini adalah, 5 karya seni instalasi yang berjudul: Public Voice, Timbang Berimbang, Tanah Yang Hilang, Dalam Gerak, dan Suara Dari Dasar. Kata Kunci: Peristiwa 1965, Refleksi Sejarah, Karya Seni Instalasi Moch Krismon Ariwijaya Muchlis Arif ##submission.copyrightStatement## 2021-07-28 2021-07-28 2 1 205–220 205–220 DAUN SEMANGGI SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI PADA MEDIA LOGAM https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/sakala/article/view/42520 Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai macam sumber daya alamnya, baik flora maupun fauna. Oleh karena itu perupa tertarik untuk menjadikan daun semanggi sebagai objek pada penciptaan karya. Daun semanggi sangat unik karena bentuk daunnya yang seperti hati. Perupa sangat tertarik untuk melakukan observasi lebih dalam lagi terhadap daun semanggi, seperti kehidupan, manfaat dan kegunaan daun semanggi di masyarakat. Tujuan penciptaan ini adalah 1) Untuk mewujudkan karya seni dengan mengeksplorasi objek daun semanggi dan teknik tekan di atas media logam aluminium. 2) Membahas hasil karya yang divisualisasikan menampilkan 6 karya seni dengan ukuran masing-masing 50 x 60 cm. 3) Kendala yang dialami saat proses penciptaan pada teknik tekan di atas logam aluminium. Penciptaan karya ini menggunakan metode eksplorasi dengan objek daun semanggi untuk menghasilkan karya yang baik. Hasil karya yang divisualisasikan menampilkan beberapa proses setelah enam sketsa sudah tervalidasi. Sehingga menghasilkan enam panel karya dengan objek daun semanggi di atas media logam aluminium. Masing-masing ukuran karya 60 x 50cm, dengan ketebalan karya 0,2 mm. Kendalanya adalah logam dapat berlobang atau rusak pada saat proses menekan. Begitu juga saat membuat background dan objek pendukung yaitu capung, mengingat tekstur aluminium yang mudah robek maka diperlukan ketelitian saat membentuk capung menjadi objek tiga dimensi. Kata Kunci: Daun semanggi, sumber ide, karya seni, media logam Farah Basyasyah Indah Chrysanti Angge ##submission.copyrightStatement## 2021-07-31 2021-07-31 2 1 221 228