Penggunaan Deiksis Eksofora dalam Novel Pukul Setengah Lima Karya Rintik Sedu: Kajian Pragmatik
Keywords:
Deiksis Eksofora, Pragmatik, Novel Rintik SeduAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan jenis dan fungsi deiksis eksofora dalam novel Pukul Setengah Lima karya Rintik Sedu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Pukul Setengah Lima, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis deiksis eksofora yang digunakan dalam novel, yaitu deiksis persona, deiksis tempat, dan deiksis waktu. Deiksis persona meliputi persona pertama, kedua, dan ketiga. Persona pertama ditandai dengan kata ganti seperti aku, saya, gue, ku-, dan bentuk terikat seperti -ku, kita, serta kami yang merujuk pada tokoh Alina, Tio, Danu, Siti, Farid, istri Farid, Reza, dan istri Reza. Persona kedua menggunakan kata ganti kamu, mu-, lo, dan kalian yang merujuk pada Alina, Siti, Tio, dan Danu. Persona ketiga menggunakan kata ganti dia, -nya, dan mereka yang merujuk pada Alina, Siti, Tio, Danu, dan istri Reza. Deiksis tempat mencakup deiksis lokatif dan demonstratif seperti di sini, sini, di sana, dan ini yang merujuk pada lokasi-lokasi seperti kantor, halte bus, kedai kopi, mobil, rumah Alina, kota Jakarta, dan alamat rumah tokoh-tokoh lainnya. Deiksis waktu terbagi menjadi tiga: waktu lampau (misalnya pukul itu, kemarin), waktu sekarang (misalnya saat ini, sekarang), dan waktu akan datang (misalnya besok, nanti, masa depan). Fungsi deiksis dalam penelitian ini adalah membantu pembaca memahami identitas penutur dan lawan bicara, pihak yang dibicarakan, lokasi terjadinya peristiwa, serta urutan waktu kejadian, pada penggunaan frasa di sana yang merujuk pada bus sebagai tempat tujuan tokoh dan secara fisik berada jauh dari posisi pembicara pada saat percakapan berlangsung.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 1
,
PDF Downloads: 4
