Analisis Semantik Perlawanan Kaum Marginal dalam Puisi "Bunga dan Tembok" Karya Wiji Thukul

Authors

  • Aida Awwalina Nurussyifa Universitas Hasyim Asy’ari
  • Airvia Yeanisya Gunawan Universitas Hasyim Asy'ari
  • Yulianah Prihatin Universitas Hasyim Asy’ari
  • Dandy Ashgor Dawudi Universitas Hasyim Asy’ari

DOI:

https://doi.org/10.26740/sell.v2i1.78730

Keywords:

semantik, perlawanan, puisi, widji thukul, orde baru

Abstract

Penelitian ini menganalisis puisi "Bunga dan Tembok" karya Wiji Thukul dalam perspektif semantik dengan fokus pada representasi perlawanan kaum marginal. Puisi ini lahir dalam konteks represi rezim Orde Baru yang ditandai oleh penggusuran, perampasan tanah, dan pembungkaman suara kritik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semantik yang meliputi penelusuran makna leksikal, makna kontekstual, dan makna implisit dari diksi-diksi kunci: bunga, tembok, dirontokkan, biji-biji, dan tiran. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara leksikal kelima diksi tersebut bermakna netral, tetapi secara kontekstual merepresentasikan oposisi antara rakyat kecil (bunga) dan kekuasaan otoriter (tembok/tiran). Makna implisit puisi ini mencakup kritik terhadap kebijakan pembangunan yang mengorbankan rakyat, ajakan untuk tidak takut bersuara, serta optimisme bahwa semangat perlawanan (biji-biji) akan terus tumbuh di bawah tekanan. Kesimpulannya, puisi "Bunga dan Tembok" merupakan bentuk perlawanan simbolik kaum marginal yang efektif melalui pilihan diksi dan permainan makna.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Nurussyifa, A. A., Gunawan, A. Y., Prihatin , Y., & Dawudi, D. A. (2026). Analisis Semantik Perlawanan Kaum Marginal dalam Puisi "Bunga dan Tembok" Karya Wiji Thukul. Journal of Studies in Education, Language, and Literature, 2(1), 1–8. https://doi.org/10.26740/sell.v2i1.78730

Issue

Section

Articles
Abstract views: 3 , PDF Downloads: 3