Kajian Perbedaan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Di Sekitar Sumber Semburan Lumpur Lapindo Pada Tiga Zona Tipologi Terkait Dengan Tingkat Kebencanaan Yang Dialami
Abstract
Peristiwa semburan lumpur panas yang terjadi di Kabupaten Sidoarjo merubah kehidupan masyarakat, khususnya di Kecamatan Porong, Kecamatan Tanggulangin, dan Kecamatan Jabon. Berkaitan dengan peristiwa tersebut pemerintah membagi daerah yang terkena dampak menjadi tiga zona tipologi berdasarkan tingkat kebencanaan yang dialami. Penelitian ini bermaksud mengetahui perbedaan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang berada di sekitar sumber semburan lumpur Lapindo pada tiga zona tipologi berdasarkan tingkat kebencanaan yang dialami.
Populasi penelitian adalah seluruh desa di Kecamatan Porong, Kecamatan Tanggulangin, dan Kecamatan Jabon yang berada di dalam zona tipologi yang terkena dampak dari lumpur panas Lapindo, dan yang dijadikan sampel adalah desa-desa yang berada di dalam zona tipologi. Sampel responden diambil dari desa-desa di tiap zona dan diperoleh 98 KK di zona satu, 100 KK di zona dua dan 100 KK di zona tiga. Variabel yang diperhatikan adalah pekerjaan, status kepemilikan rumah, pendidikan, pendapatan, dan kesehatan lingkungan. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner. Analisis data didasarkan pada data primer pada hitungan rata-rata tingkat desa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kondisi sosial ekonomi masyarakat di zona satu paling rendah, karena pusat semburan lumpur berada di zona ini. Kondisi rata-rata pendidikan masyarakat di zona satu adalah tamat SMP (9,71), sedangkan di zona dua tamat SMA (11,95), dan di zona tiga tamat SMP (8,89). Sebagian besar masyarakat bekerja di sektor informal dengan presentase 64,28% di zona satu, 53% di zona dua, dan 65% di zona tiga. Status kepemilikan rumah yang ditempati masyarakat sebagian besar adalah milik sendiri dengan presentase 83,67% di zona satu, 63% di zona dua, dan 98% di zona tiga. Rata-rata pendapatan masyarakat di zona satu sebesar Rp. 1.348.031,- Rp. 1.965.975,- pada zona dua, dan Rp. 2.247.102,- pada zona tiga. Rata-rata kondisi kesehatan lingkungan yang dialami masyarakat pada zona satu tergolong sangat parah dengan skor sebesar 9,41, pada zona dua tergolong lumayan parah dengan skor sebesar 6,44, dan skor 5 pada zona tiga yang berarti tidak terganggu.
Ternyata zona satu memiliki kondisi sosial ekonomi paling parah, sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah dan perlu diutamakan dalam mendapatkan bantuan, sehingga masyarakat di zona ini dapat memperbaiki kondisi sosial ekonomi mereka.
Downloads
Abstract views: 55
,
PDF Downloads: 190