STUDI KEBERLANGSUNGAN MATAPENCAHARIAN PENDUDUK SEBAGAI NELAYAN TRADISIONAL DI KOTA SURABAYA

Authors

  • NORIS DEKA PRATAMA

Abstract

Abstrak

 

                Matapencaharian nelayan di Kota Surabaya masih termasuk dalam jumlah yang tinggi. Pada tahun 2012 jumlah penduduk dengan matapencaharian sebagai nelayan berjumlah 2276. Dengan jumlah nelayan tradisional yang jumlahnya tidak berkurang pada tahun 2011 hingga 2012 dengan angka tetap 345 yang umumnya masuk dalam golongan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah.

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk menganalisis karakteristik nelayan tradisional di Kota Surabaya (2) Untuk menganalisis faktor yang melatarbelakangi nelayan tradisional di Kota Surabaya tetap bertahan dengan pekerjaannya (3) Untuk menganalisis faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat kesejahteraan nelayan tradisional di Kota Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah 345 nelayan tradisional yang tersebar di Kecamatan Mulyorejo dan Kecamatan Asemrowo dengan pengambilan sampel menggunakan systematic random sampling dan dengan proporsional jumlah sampel sebanyak 185 nelayan tradisional, 51 sampel untuk Kecamatan Mulyorejo dan 134 sampel untuk Kecamatan Asemrowo. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi dan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan prosentase.

Hasil penelitian menunjukkan karakteristik nelayan tradisional di Kota Surabaya ialah nelayan usia produktif dengan rata-rata usia 44 tahun, dengan tingkat pendidikan 53% tamat SMP, dan status pernikahan nelayan 96% sudah menikah, serta status pernelayanan yang merupakan nelayan perorangan dengan prosentase 96,3%. Prosentase faktor-faktor yang melatarbelakangi nelayan tradisional di Kota Surabaya tetap bertahan dengan pekerjaannya dan faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat kesejahteraan nelayan tradisional di Kota Surabaya adalah tingkat pengetahuan nelayan tradisional dengan rata-rata nilai 64,3, sebesar 40% nelayan tradisional mendapatkan modal berasal dari pinjaman saudara, 91,9% tenaga kerja nelayan tradisional berasal dari anggota keluarga dan jumlahnya kurang dari 5 orang, sebesar 67,6% nelayan tradisional menggunakan teknik tangkap ikan  yaitu teknik jaring angkat, dan sebanyak 67,5% nelayan tradisional menggunakan alat tangkap berupa jaring angkat, 41,6% nelayan tradisional menerapkan pengolahan hasil tangkapan dengan langsung dijual segar, dan sebesar 73,5% nelayan tradisional melakukan pemasaran dengan dijual sendiri secara langsung, serta 63,3% nelayan tradisional memiliki pandangan hidup yang memiliki rencana masa depan.

 

Kata Kunci: Karakteristik nelayan tradisional, matapencaharian, kesejahteraan

Abstract

 

Livelihoods of fishermen in the city of Surabaya is still included in high number. In 2012, the population of the livelihoods as fishermen was 2276. The number of traditional fishermen which is not decreased in 2011 and 2012 with a fixed number 345 that is generally categorized to low welfare level communities. 

The aims of this study was (1) to analyze the characteristics of traditional fishermen in Surabaya (2) to analyze the factors behind the concistency of being traditional fishermen in Surabaya (3) to analyze the factors that lead to low welfare levels of traditional fishermen in the city of Surabaya. This study used a survey research. Total population in this study was 345 traditional fishermen who are scattered in the district Mulyorejo and Asemrowo by using systematic random sampling with185 proportional sampling of traditional fishermen, 51 samples for the Mulyorejo district and 134 samples for the Asemrowo district. Data collection techniques were using interviews, observation and documentation. While the data analysis techniques used quantitative descriptive analysis with percentage.  

The results show the characteristics of traditional fishermen in Surabaya are productive age fishermen with an average age of 44 years and 53% of them graduated from junior high school. 96% are married and 96,3% are individual fishermen. Percentage of factors underlying the traditional fishermen in Surabaya persisted with their work and the factors lead to low welfare levels of traditional fishermen in Surabaya is the knowledge level of traditional fishermen with an average value of 64,3. 40% of traditional fishermen gets capital from brother's loan. 91,9% of the traditional fishermen workforce come from family members and the amount is less than 5 people. 67,6% of traditional fishermen use lift nets techniques to catch the fish and 41,6% of traditional fishermen applying direct selling for fresh fish while 73,5% of traditional fishermen doing their own marketing to sell the fish directly. 63,3% of traditional fishermen have a view of life that has future plans.  


Keywords: Characteristics of Traditional Fishermen, Livelihoods, Welfare

 

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2015-01-22
Abstract views: 99 , PDF Downloads: 153