KAJIAN PELAYANAN POSYANDU KELILING DI RW 08 KELURAHAN WONOKROMO, SURABAYA SAAT PANDEMI COVID – 19

  • Ayu Nurhania Unesa
  • Ita Mardiani Zain Unesa

Abstract

Pada saat pandemi Covid – 19, Dinas Kesehatan Kota Surabaya melakukan inovasi dengan mengubah posyandu konvensional menjadi posyandu keliling. Selama pelaksanaan posyandu keliling berlangsung, pelayanan kesehatan balita masih dirasa kurang optimal baik dari segi kuantitas maupun kualitas, hal tersebut diperkuat dengan hasil pra penelitian yaitu sebanyak 8 dari 10 ibu balita atau 80% merasa belum puas dengan pelayanan posyandu keliling. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelayanan posyandu; menganalisis pengaruh usia ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, usia balita serta kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelayanan posyandu; dan mendeskripsikan kendala yang dihadapi dalam pelayanan posyandu.

Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini  sebanyak 115 ibu balita dengan sampel penelitian sebanyak 53 ibu balita. Teknik pengumpulan data dengan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat  dengan presentase dan bivariat dengan uji chi square.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan posyandu pada kategori kurang sebesar 66% dan kategori baik sebesar 34%; hasil uji chi square menunjukkan bahwa variabel usia ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, usia balita tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelayanan di semua posyandu baik Posyandu Cendrawasih, Posyandu Gelatik dan Posyandu Nuri. Variabel kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelayanan posyandu di Posyandu Cendrawasih (p=0,088) dengan relative risk = 2,58 serta tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelayanan posyandu di Posyandu Gelatik dan Nuri; Kendala yang dihadapi dalam pelayanan posyandu yaitu jadwal kunjungan pelayanan posyandu ke rumah balita yang tidak tentu (54,7%), kurang aktifnya kader posyandu dalam melakukan pelayanan kesehatan balita (15,1%), serta ada kecemasan ibu balita terhadap penyebaran virus corona pada balita (30,2%).

Published
2021-07-13