DAMPAK PENGGALIAN TAMBANG PASIR KALI PUTIH TERHADAP KERUSAKAN JALAN, KEMACETAN DAN KEBISINGAN DI DESA NGARINGAN KECAMATAN GANDUSARI KABUPATEN BLITAR

  • Ikvina Rizqotul Avida Unesa
  • Sulistinah M.pd Unesa

Abstract

Abstrak

Penambangan pasir sangatlah menguntungkan bagi masyarakat yang tinggal di dekat tempat penambagan tersebut. Namun, berdasarkan hasil pra survey pada tanggal 12 Januari 2019 pukul 16:34 menyatakan bahwa dampak negatif akibat penambangan yakni kerusakan jalan saja. Seiring berjalannya waktu dampak tersebut menyebar di aspek-aspek lainnya sepeti kemacetan dan kebisingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penambangan pasir di pinggiran Kali Putih terhadap kerusakan jalan, kemacetan dan kebisingan di desa Ngaringan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, Jawa Timur

Jenis penelitian ini adalah penelitian survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di sepanjang jalan Ngaringan Ngaringan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, Jawa Timur, yang mengalami kerusakan akibat adanya tambang pasir. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer adalah data hasil pengukuran kebisingan. Data sekunder adalah data dari instansi DPUPR Kecamatan Gandusari tentang kerusakan jalan, jurnal, dan hasil penelitian. Teknik analisis data menggunakan analisis deskripsi kuantitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak tambang pasir adalah 1) Jalan rusak di  Kecamatan Gandusari sepanjang 1,55 km, karena dilalui oleh truk penambang pasir dan keadaan jalan yang baik hanya 0,15 km. 2) Kemacetan terjadi pada jam 13.00-14.00 3) Kebisingan tertinggi pada titik 1 hari Sabtu sebesar 75,09 dB dan yang terendah 73,96 dB, dan titik 2 kebisisngan tertinggi hari Senin 77,36 dan paling rendah 76,77dB. Kebisingan tersebut telah melebihi baku mutu yaitu sebesar 55 dB

Kata Kunci: tambang pasir, kerusakan jalan, Kali Putih, kebisingan, kemacetan

  

Abstract

Sand mining is very profitable for the people who live near the mining site. However, based on the results of the pre-survey on January 12, 2019 at 16:34, it was stated that the negative impact due to mining was only road damage. Over time the impact spreads to other aspects such as congestion and noise This study aims to determine the impact of sand mining on the outskirts of Kali Putih to road damage, congestion and noise in Ngaringan Village, Gandusari District, Blitar Regency.

This type of research is a survey research with a quantitative descriptive approach. The location of this research was conducted along Jalan Ngaringan Ngaringan, Gandusari District, Blitar Regency, East Java, which was damaged due to sand mining. Sources of data used in this study are primary and secondary data. Primary data is data from noise measurement. Secondary data is data from the DPUPR agency in Gandusari District regarding road damage, journals, and research results. The data analysis technique used quantitative descriptive analysis.

The results showed that the impact of sand mining was 1) The damaged road in Gandusari District was 1.55 km long, because it was traversed by sand mining trucks and the road condition was only 0.15 km. 2) Congestion occurs at 13.00-14.00 3) The highest noise at point 1 on Saturday is 75.09 dB and the lowest is 73.96 dB, and point 2 is the highest noise at 77.36 and the lowest is 76.77dB. The noise has exceeded the quality standard of 55 dB

Keywords: sand mining, road damage, Kali Putih, noise, congestioni

 

 

Published
2022-01-06
Abstract View: 54