ANALISIS DAMPAK PENGOLAHAN BESI TUA TERHADAP LINGKUNGAN DI DESA TANJUNG JATI MADURA

  • Dinda Pratiwi Pratiwi Unesa
  • Dian Ayu Larasati, S.Pd., M.Sc Unesa

Abstract

Abstrak

Di Indonesia memiliki tiga tempat galangan daur–ulang kapal yang dikelola secara tradisional salah satunya di Desa Tanjung Jati, Kabupaten Bangkalan–Madura. Desa Tanjung Jati sangat dekat dengan Pelabuhan Kamal, aktivitas pengolahan besi tua ketika pembongkaran kapal dilakukan dengan menggunakan mesin berat sehingga dapat menghasilkan asap pekat, hal inilah yang menyebabkan polusi udara tersebut ke daerah pemukiman sekitar, sebab menurut Kepala Desa Tanjung Jati, bahwa banyak warganya yang mengeluhkan sesak napas dan bau tidak sedap dari kegiatan pengolahan tersebut. Polusi perairan, karena kegiatan pengolahan besi tua ini juga menghasilkan limbah yang dibuang langsung ke laut sebab tidak memiliki tempat pengolahan limbah dari kegiatan pembongkaran kapal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana respon masyarakat sekitar dan penanganan masyarakat yang berdampak pada lingkungan yang ada di Desa Tanjung Jati.

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan kuantitatif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik penelitian yang digunakan adalah model Hubermen dan Miles. Objek penelitian ini adalah dampak pengolahan besi tua terhadap lingkungan di desa Tanjung Jati dan yang menjadi bjek adalah kepala desa, masyarakat terpelajar, pekerja besi tua (mandor).

Hasil analisis dampak lingkungan yang diakibatkan dari pengolahan Besi Tua tidak dikelola dengan baik menimbulkan polusi udara dan polusi perairan secara tidak langsung. Dampak sosial yang ditimbulkan dari kegiatan pengolahan besi tua bagi masyarakat sekitar yaitu banyak anak yang tidak mau sekolah karena kebisingan dan para nelayan ikan beralih profesi menjadi nelayan pengepul besi, karena tahu bahwa ikan yang diambil memiliki kualitas yang buruk. Respon masyarakat baik dan menerima dengan berdirinya tempat pengolahan besi tua karena hal tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan tidak ada penanganan terhadap kerusakan lingkungan.

Kata Kunci: dampak, besi tua, lingkungan

Abstract

In Indonesia, there are three traditionally managed shipyards, one of them is Tanjung Jati Village, Bangkalan–Madura Regency. Tanjung Jati village is very close to Kamal Harbor, scrap metal processing activities when dismantling ships are carried out using heavy machines so that they can produce thick smoke, this is what causes air pollution to surrounding residential areas, because according to the Head of Tanjung Jati Village, that many residents complained of shortness of breath and unpleasant odors from the processing activities. Water pollution, due to scrap metal processing activities also produces waste that is dumped directly into the sea because it does not have a waste treatment site from the ship's dismantling activities. This study aims to determine how the response of the surrounding community and the handling of the community that have an impact on the environment in Tanjung Jati Village.

The type of research used is qualitative and quantitative research. The method used is a qualitative descriptive method with the research technique used is the Hubermen and Miles model. The object of this research is the impact of scrap metal processing on the environment in Tanjung Jati village and the subjects are village heads, educated people, scrap metal workers (foremen).

The results of the analysis of environmental impacts resulting from the processing of scrap metal that is not managed properly causes air pollution and water pollution indirectly. The social impact of scrap metal processing activities for the surrounding community is that many children do not want to go to school because of the noise and fish fishermen change professions to become iron collectors, knowing that the fish they take are of poor quality. The community's response is good and accepts the establishment of a scrap metal processing site because this has been going on for decades and there is no handling of environmental damage.

Keywords: impact, scrap metal, environment



Published
2022-03-01
Abstract View: 87