DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN MENJADI BANDARA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI DI KECAMATAN BANYAKAN KABUPATEN KEDIRI JAWA TIMUR

DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN MENJADI BANDARA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI DI KECAMATAN BANYAKAN KABUPATEN KEDIRI JAWA TIMUR

  • sarah dyah arum UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
  • Dr. Aida Kurniawati M.Si UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Abstract

 

Abstrak

Pembangunan bandara yang dibangun di Kecamatan Banyakan, Kecamatan Grogol dan Kecamatan Tarokan menimbulkan pengaruh yang cukup besar yaitu 22% pada perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi bandara, sehingga menimbulkan dampak sosial ekonomi di lingkungan masyarakat sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis alih fungsi lahan pertanian menjadi bandara terhadap kondisi sosial ekonomi petani di desa Tiron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri.

Jenis penelitian ini menggunakan penelitian survei. Lokasi penelitian di desa Tiron karena adanya perubahan paling besar terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi bandara Dhoho. Sampel dalam penelitian ini adalah petani pemilik lahan di Desa Tiron yang berjumlah 215 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dokumentasi, observasi dan kuesioner. Analisis data yang digunakan deskriptif persentase.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan Bandara Dhoho berdampak terhadap kondisi sosial yakni mata pencaharian masyarakat desa sebelum pembangunan adalah petani, setelah proses pembangunan di dominasi oleh pedagang sebesar 25% dan pekerja serabutan sebesar 21%. Kondisi ekonomi masyarakat desa Tiron mengalami perubahan. Rata-rata pendapatan menurun sebesar 7,82% dan rata-rata pengeluaran meningkat 11,44%, karena adanya perubahan mata pencaharian utama sebagai petani menjadi pedagang dan pekerja serabutan

Kata Kunci: kondisi sosial, kondisi ekonomi, pembangunan bandara, alih fungsi lahan

  

                                                                         Abstract                           

The construction of the airport which was built in Banyakan, Grogol, and Tirokan sub-district has had a considerable influence, that is 22% including on changes in land use, social and economic impacts on the surrounding community. The purpose of this study was to analyze the conversion of agricultural land into an airport on the socio-economic conditions of farmers in Tiron Village, Kecaatan Banyakan, Kediri Regency.

This study uses a survey research type. The research location is in Tiron village due to changes in the social and economic conditions of the community due to the conversion of agricultural land to Dhoho airport. The sample in this study were farmers in Tiron Village, amounting to 215 people. Collecting data in this study using documentation, observation and questionnaires. The data analysis used is descriptive percentage.

The results showed that the agricultural land that was acquired was rice fields. The construction of the Dhoho airport has a negative impact on socio-economic conditions. There are differences before and after land conversion on people's livelihoods, incomes and expenditures. There are 172 respondents who experience changes in livelihoods that can affect income and expenditure. Changes in income according to their respective livelihoods. The dominance of income after the conversion of Rp 1,500,000- Rp 3,000,000 land functions by 30.2% or by 65 respondents. The more income you get, the more expenses you will have. The dominance of expenditure after land conversion is Rp 4,500,000- Rp 5,000,000 by 25.3% or 55 respondents after selling the land.

Keywords : social conditions, economic conditions, airport construction, land conversion

 

 

Published
2022-05-19
Abstract View: 38