ANALISIS KERAWANAN BENCANA TANAH LONGSOR DI KECAMATAN NGETOS KABUPATEN NGANJUK MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

  • Tutug Bodro Setyoko Unesa
  • Dian Ayu Larasati,S.Pd.,M.Sc Unesa

Abstract

Abstrak

Kondisi bentang alam di Kecamatan Ngetos dominan berbukit dan berada di lereng Gunung Wilis mempunyai rata-rata kemiringan lereng 30-45% dan menjadikan daerah tersebut rentan terhadap tanah longsor. Penyebab longsor di Kecamatan Ngetos adalah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengakibatkan tebing longsor. Kecamatan Ngetos mempunyai beberapa daerah yang berpotensi terjadinya tanah longsor yang mengacam kehidupan masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kerawanan tanah longsor di Kecamatan Ngetos menggunakan sistem informasi geografi.

Penelitian menggunakan deskriptif analitik. Lokasi penelitian terletak di Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh satuan lahan yang berada diwilayah Kecamatan Ngetos yang didapat dari overlay peta curah hujan, peta jenis tanah, peta jenis batuan, peta kemiringan lereng, dan peta tutupan lahan. Analisis data pada penelitian ini memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan cara tumpeng tindih (overlay) dari peta penggunaan lahan, peta curah hujan, peta kemiringan lereng, jenis tanah dan jenis batuan.

 Hasil penelitian menyatakan tingkat kerawanan tanah longsor rendah mayoritas ada di desa  Kucir dan Mojoduwur dengan luas 674,5 ha atau sebesar 8,1%  dari luas Kecamatan Ngetos. Tingkat kerawanan tanah longsor sedang mayoritas terletak di desa Mojoduwur dan Kucir dengan luas 2469,2 ha atau sebesar 29,6% dari luas Kecamatan Ngetos. Tingkat kerawanan longsor tinggi meyoritas di desa Klodan dan Ngetos dengan luas 2805,7 ha atau sebesar 33,7% dari luas Kecamatan Ngetos. Tingkat kerawanan longsor sangat tinggi mayoritas ada di desa Klodan dan Kepel dengan luas 2382,1 ha atau sebesar 28,6% dari luas Kecamatan Ngetos.

Kata Kunci: kerawanan bencana, tanah longsor, SIG

Published
2022-06-03
Abstract View: 35