KAJIAN EKSISTENSI PENARIK BECAK DI KECAMATAN BOJONEGORO KABUPATEN BOJONEGORO

  • Yulia Putri Cahya Ningrum Unesa

Abstract

Munculnya sarana transportasi berbasis online menciptakan persaingan terhadap transportasi konvensional seperti becak, dimana minat masyarakat mulai beralih kepada transportasi online. Meskipun penumpang becak mengalami banyak penurunan, namun masih ada beberapa penarik becak di Kabupaten Bojonegoro yang tetap menggantungkan hidupnya dengan profesi ini. Maka dikhawatirkan apabila eksistensi penarik becak melemah maka akan mengganggu perekonomian penarik becak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penarik becak, dan strategi bertahan yang dilakukan penarik becak dalam mempertahankan eksistensinya di Kecamatan Bojonegoro.

Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan termasuk pada jenis penelitian survei dengan menggunakan analisis deskriptif dengan persentase sederhana. Sampel penelitian  adalah seluruh penarik becak yang berjumlah 58 penarik becak dengan rincian 38 di pangkalan Pasar Kota Bojonegoro, 15 di pangkalan Terminal Rajekwesi Bojonegoro, dan di pangkalan Stasiun Kereta Api Bojonegoro yaitu sebanyak 5 penarik becak. Penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner (angket).

Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik penarik becak di Kabupaten Bojonegoro yaitu sebanyak 55% berusia >60 tahun, 60% telah bekerja selama >30 tahun, riwayat pendidikan 48% adalah lulusan SD/sederajat, 81% mengaku tidak memiliki keahlian lain sehingga sebanyak 97% mereka memilih untuk menjadikan profesi penarik becak sebagai pekerjaan utama. Hasil penelitian yang terakhir menunjukkan strategi aktif sebanyak 45,81%, strategi pasif sebanyak 92,76% dan strategi jaringan sebanyak 52,01%.

Kata kunci: eksistensi, penarik becak, strategi bertahan            

Published
2023-11-02
Abstract Views: 14