Faktor yang Mempengaruhi Eksistensi Inudstri Kecil Batik Tulis di Kabupaten Sidoarjo

  • Cindy Eka Syafitri Unesa
  • Rindawati - Unesa

Abstract

Antusiasme membeli kain batik di dalam maupun luar negeri terus mengalami kenaikan, Kementrian Peindustrian tahun 2021 mencatata ekspor batik Indonesia mencapai 2.117 ton sehingga memberi dampak produksi kain batik Indonesia yang semakin tinggi permintaannya termasuk dari Kabupaten Sidoarjo yang mengalami peningkatan industri batik tulis yang dulunya hanya berpusat di Kecamtan Sidoarjo dan saat ini telah tersebar di setiap kecamatannya hingga mencapai 49 pengrajin. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik pengrajin, menganalisis faktor modal, bahan baku, tenaga kerja dan pemasaran, serta menganalisis pola persebaran industri kecil batik tulis di Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif, dengan sampel seluruh populasi sejumlah 49 industri batik tulis yang terdata pada Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sidoarjo tahun 2023. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, dan dokumentasi serta teknik analisis data menggunakan statistika deskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan industri kecil batik tulis di Kabupaten Sidoarjo memiliki rata-rata usia pengrajin 49 tahun, lama usaha rata-rata 22 tahun, dengan didominasi perempuan, serta tingkat pendidikan tertinggi pengrajin berlulusan SMA dengan status pekerjaan utama. Analisis faktor yang berpengaruh dalam eksistensi industri kecil batik tulis di Kabupaten Sidoarjo adalah 59% menggunakan modal pribadi, 78,5% memperoleh bahan baku dari luar Jawa Timur, 46,1% cara pemasaran melalui pemesanan, serta faktor tenaga kerja 78,5% pengrajin didapatkan dari luar desa. Pola persebaran industri kecil batik tulis di Kabupaten Sidoarjo yaitu mengelompok dengan nilai T=0,3 yang berdampak pada pendapatan pengrajin yang cukup tinggi terutama pada industri yang berada di lingkup pusat persebaran.
Kata kunci : Batik Tulis, Eksistensi, Industri Kecil

Enthusiasm for buying batik cloth at home and abroad continues to increase, the Ministry of Industry in 2021 recorded that Indonesian batik exports reached 2,117 tons, which has had an impact on the production of Indonesian batik cloth, which is increasingly in demand, including from Sidoarjo Regency which has experienced an increase in the written batik industry which was previously only based in Sidoarjo District and currently has spread across every sub-district to reach 49 craftsmen. This research aims to determine the characteristics of craftsmen, analyze capital, raw materials, labor and marketing factors, as well as analyze the distribution pattern of small hand-drawn batik industries in Sidoarjo Regency. This type of research is quantitative descriptive, with a sample of the entire population of 49 hand-written batik industries recorded at the Sidoarjo Regency Cooperatives and UMKM Service in 2023. Data collection techniques are observation and documentation as well as data analysis techniques using quantitative descriptive statistics with percentages. The results of the research show that the small batik industry in Sidoarjo Regency has an average age of craftsmen of 49 years, an average length of business of 22 years, with a female predominance, and the highest level of education for craftsmen is a high school graduate with main job status. Analysis of the factors that influence the existence of the small batik industry in Sidoarjo Regency is that 59% use personal capital, 78.5% obtain raw materials from outside East Java, 46.1% use marketing methods through orders, and the labor factor is 78.5% craftsmen obtained from outside the village. The distribution pattern of small hand-drawn batik industries in Sidoarjo Regency is clustered with a value of T=0.3 which has an impact on the income of craftsmen which is quite high, especially in industries that are within the distribution center.

Keywords: Batik Tulis, Existence, Small Industry

Published
2023-11-08
Abstract Views: 16