KAJIAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DESA SUKODADI KECAMATAN SUKODADI KABUPATEN LAMONGAN
Abstract
Abstrak
Program keluarga harapan (PKH) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Namun terdapat kesenjangan yang ditandai dengan meningkatnya jumlah penerima program keluarga harapan sebesar 22,70%. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengkaji karakteristik penerima program keluarga harapan dan 2) mengkaji implementasi program keluarga harapan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner dengan menggunakan skala rasio dan nominal pada rumusan masalah pertama sedangkan rumusan masalah kedua menggunakan skala guttman. Jumlah responden dalam penelitian ini sejumlah 173 orang. Data diolah menggunakan teknik analisis deskriptif persentase . Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil bahwa 1) karakteristik penerima program keluarga harapan terdistribusi tidak merata dan kurang tepat sasaran. 84,39% berjenis kelamin perempuan dengan rentang usia 36-45 tahun. 42,20% telah menyelesaikan jenjang pendidikan pada tingkatan sekolah menengah atas. 49,71% bekerja sebagai Ibu rumah tangga dengan Rata-rata pendapatan <Rp. 1.000.000 dan pengeluaran >Rp. 400.000. 55,49% berstatus sebagai penerima tunggal dan 76,30% sebagai penerima tetap. Penyaluran dana bantuan program keluarga harapan 58,96% sudah sesuai dengan indeks. Menurut teori sajogyo dalam klasifikasi tingkat kemiskinan masyarakat, bahwasanya hanya 6,94% penerima program keluarga harapan yang terklasifikasi kedalam teori tersebut. Menurut klasifikasi keluarga Sejahtera BKKBN 67,63% penerima program keluarga harapan berada pada tahapan keluarga Sejahtera III atau KS III. 2) Penerima program keluarga harapan sudah terpenuhi hak nya sebesar 98,65%, telah melaksanakan 100% kewajibannya serta terpenuhi kebutuhanya baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, serta kesejahteraan sosial sebesar 96,85%.
Kata Kunci: Program Keluarga Harapan (PKH), Kemiskinan, Desa Sukodadi
Abstract
The Program keluarga harapan (PKH) is one of the government's efforts to alleviate poverty. However, there is a gap marked by the increase in the number of recipients of the Program keluarga harapan by 22.70%. This research aims to 1) examine the characteristics of recipients of the Program keluarga harapan and 2) examine the implementation of the Program keluarga harapan. This research uses quantitative descriptive research methods. The data collection technique used was a questionnaire using a ratio and nominal scale in the first problem formulation, while the second problem formulation used the Guttman scale. The number of respondents in this study was 173 people. Data were processed using descriptive percentage analysis techniques. Based on the research that has been carried out, the results obtained are that 1) the characteristics of the recipients of the Program keluarga harapan are distributed unevenly and are not well targeted. 84.39% are female with an age range of 36-45 years. 42.20% have completed education at senior high school level. 49.71% work as housewives with average income <Rp. 1,000,000 and expenses >Rp. 400,000. 55.49% have status as sole recipients and 76.30% as permanent recipients. The distribution of aid funds for the Program keluarga harapan was 58.96% in line with the index. According to the Sajogyo theory in classifying community poverty levels, only 6.94% of recipients of the Program keluarga harapan are classified into this theory. According to the BKKBN Prosperous Family classification, 67.63% of recipients of the Program keluarga harapan are at the Prosperous Family III or KS III stage. 2) Recipients of the Program keluarga harapan have had their rights fulfilled by 98.65%, have carried out 100% of their obligations and their needs have been met in the fields of health, education and social welfare by 96.85%.
Keywords: Program keluarga harapan (PKH), Poverty, Sukodadi Village
Downloads
Published
Issue
Section
