ADAPTASI PETANI TAMBAK DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI DESA SOWOMINANGUN KECAMATAN KARANGBINANGUN KABUPATEN LAMONGAN
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi Desa Somowinangun, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan yang sering mengalami bencana banjir dan berdampak pada aktivitas budidaya tambak, seperti kerusakan pematang, terganggunya saluran air, serta penurunan hasil produksi yang menimbulkan kerugian ekonomi bagi petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk adaptasi yang dilakukan petani tambak serta mengidentifikasi tingkat adaptasi petani tambak dalam menghadapi bencana banjir.Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian berjumlah 250 petani tambak, dengan sampel sebanyak 71 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan skala Likert yang diklasifikasikan ke dalam kategori rendah, sedang, dan tinggi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani tambak melakukan adaptasi dalam bentuk teknis, sosial, dan ekonomi. Adaptasi teknis merupakan bentuk adaptasi yang paling dominan, terutama melalui pemeriksaan dan penguatan pematang tambak serta pemasangan waring untuk mengurangi risiko kerugian akibat banjir. Adaptasi sosial dilakukan melalui kegiatan berbagi informasi dan gotong royong antarpetani, sedangkan adaptasi ekonomi dilakukan dengan pengelolaan modal usaha dan penyediaan dana cadangan untuk perbaikan tambak pascabanjir. Tingkat adaptasi petani tambak secara umum berada pada kategori tinggi (53,5%), diikuti kategori sedang (39,4%) dan rendah (7,0%). Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani tambak telah memiliki kemampuan adaptasi yang baik dalam menghadapi bencana banjir melalui kombinasi adaptasi teknis, sosial, dan ekonomi.
Kata kunci: adaptasi petani, tambak, banjir, tingkat adaptasi, Desa Somowinangun
Downloads
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0