STRATEGI ADAPTASI PETANI TERHADAP BANJIR LUAPAN KALI LAMONG KECAMATAN BALONGPANGGANG KABUPATEN GRESIK

Authors

  • Alivia Nur Aini Universitas Negeri Surabaya
  • Drs. Bambang Hariyanto Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, secara berulang mengalami banjir luapan dari hulu DAS Kali Lamong akibat posisi geografisnya di dataran rendah alluvial (kemiringan 0–2%), dengan genangan bertahan 14–28 hari dan berdampak pada ratusan hektar sawah. Di tengah keterbatasan infrastruktur dan lambatnya respons kebijakan, petani mengembangkan berbagai strategi adaptasi berbasis pengalaman lokal yang belum terdokumentasi memadai. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi adaptasi teknis, manajerial, sosial-ekonomi, dan kelembagaan petani terhadap banjir Kali Lamong serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Desa Wotansari, Banjaragung, dan Karangsemanding, Kecamatan Balongpanggang (2026), melibatkan sepuluh informan petani terdampak banjir yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman (1984). Hasil penelitian mengungkap empat dimensi adaptasi. Adaptasi teknis membentuk spektrum reaktif-pasif hingga preventif-komprehensif, dengan temuan kunci berupa teknik ngglengseng (meninggikan persemaian bibit padi) sebagai kearifan lokal yang efektif. Adaptasi manajerial mencakup pemilihan varietas berumur pendek dan diversifikasi usaha non-pertanian (ditemukan pada delapan dari sepuluh informan). Adaptasi sosial-ekonomi masih bersifat individual dengan modal sosial kolektif minim; petani penyewa dan buruh tani menanggung beban terberat. Adaptasi kelembagaan menunjukkan kesenjangan respons institusional, terutama eksklusi struktural petani non-pemilik lahan dari bantuan. Enam faktor teridentifikasi memengaruhi strategi adaptasi: fisiografis, modal finansial, pengetahuan lokal, akses informasi, kondisi ekonomi rumah tangga, dan status kepemilikan lahan. Penelitian menyimpulkan kapasitas adaptasi petani bersifat heterogen dan merekomendasikan reformasi sistem pendataan bantuan berbasis status petani aktif terdampak, serta dokumentasi kearifan lokal dalam program pendampingan pertanian.

Kata kunci: Strategi Adaptasi, Banjir Luapan, Kali Lamong, Kapasitas Adaptif, Kearifan Lokal, Balongpanggang.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-07-16

Issue

Section

Articles
Abstract views: 0 , PDF Downloads: 0