Swara Bhumi https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi <p>Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UNESA</p> Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa en-US Swara Bhumi 2302-142X Pengaruh Tingkat Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Surabaya https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/41338 <p>Dewasa ini Indonesia sedang giat berkembang pada berbagai bidang. Minimnya lapangan kerja mengakibatkan meningkatnya pengangguran. Sarjana pencari kerja dipandang lebih banyak dibentuk oleh perguruan tinggi Indonesia, hal ini menjadikan masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan untuk mendapatkan upah (BPS, 2019:3). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi orang tua, tingkat minat berwirausaha mahasiswa, serta mengetahui pengaruh tingkat sosial ekonomi orang tua terhadap minat berwirausaha mahasiswa prodi S1 Pendidikan Geografi Universitas Negeri Surabaya.</p> <p>Jenis penelitian ini merupakan penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 197 mahasiswa aktif prodi S1 Pendidikan Geografi Universitas Negeri Surabaya dari angkatan 2017 sampai angkatan 2020 dengan menggunakan metode <em>stratified random sampling</em>. Jenis data yang dipakai pada penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan metode survey sebagai metode pengumpulan data dengan instrumen penelitian berupa angket yang disebarkan melalui <em>google form</em> secara daring (dalam jaringan). Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis <em>chi square</em>.</p> <p>Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) kondisi sosial ekonomi orang tua mahasiswa S1 Pendidikan Geografi Universitas Negeri Surabaya termasuk kategori status sosial ekonomi kelas bawah dengan persentase 53.8% atau 106 mahasiswa. 2) Minat berwirausaha mahasiswa S1 Pendidikan Geografi Universitas Negeri Surabaya tinggi dengan persentase 51.33% atau 101 mahasiswa. 3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat sosial ekonomi orang tua terhadap minat berwirausaha mahasiswa S1 Pendidikan Geografi Universitas Negeri Surabaya dengan nilai p sebesar 0.000.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>status sosial ekonomi, minat, wirausaha, mahasiswa</p> Mas'uliyatul Wasilah Aida Kurniawati ##submission.copyrightStatement## 2021-07-09 2021-07-09 2 2 FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN DI JALAN ARTERI KECAMATAN DUDUK SAMPEYAN KABUPATEN GRESIK https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/41351 <p>Kecamatan Duduk Sampeyan merupakan daerah yang memiliki angka kecelakaan tertinggi di kabupaten Gresik dibandingkan dengan kecamatan yang lain, persentase angka kecelakaan tersebut mencapai 12% &nbsp;atau 67 kejadian pada tahun 2020. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis jenis kecelakaan, menganalisis daerah rawan kecelakaan dan menganalisis faktor penyebab kecelakaan lalu lintas di ruas jalan arteri Kecamatan Duduk Sampeyan, dan mendeskripsikan dampak kecelakaan.</p> <p>Jenis penelitian adalah kuantitatif diskripstif. Lokasi penelitian di Jalan Arteri Kecamatan Duduk sampeyan. Populasi dalam penelitian ini adalah 5 segmen jalan dari ruas jalan ambeng-ambeng sampai ruas jalan pandanan, seluruh populasi diambil sebagai sampel. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistika deskriptif untuk menganalisis jenis kecelakaan, menganalisis daerah rawan kecelakaan, menganalisis faktor penyebab kecelakaan dan mendeskripsikan dampak kecelakaan di jalan arteri kecamatan Duduk Sampeyan.</p> <p>Hasil penelitian ini sebagai berikut 1) Jenis kecelakaan berdasarkan kelas korban didominasi oleh korban luka ringan sebesar 82%. Jenis kecelakaan berdasarkan waktu terjadinya kecelakaan paling sering&nbsp; terjadi pada waktu pagi hari jam 05.01-09.00 WIB sebesar 26%. Jenis kendaraan yang paling sering terlibat dalam kecelakaan adalah sepeda motor sebesar 59%. 2) Daerah rawan kecelakaan terdapat di Ruas&nbsp; jalan III, yaitu ruas jalan Duduk Sampeyan-Setrohadi. 3) Faktor penyebab kecelakaan berasal dari kondisi lingkungan jalan dan kelengahan manusia. 4) Dampak kecelakaan berupa rusaknya pembatas jalan, terjadi kemacetan, material kendaraan yang terlibat kecelakaan seperti serpihan kaca dan debu membahayakan pengguna jalan yang lain, kerugian materi dan kehilangan nyawa bagi korban kecelakaan<em>.</em></p> <p><strong>Kata Kunci : </strong>Kecelakaan, Lalu lintas, Duduk sampeyan</p> yuslino faridah Nur Ainy Dr. Muzayanah S.T., M.T. ##submission.copyrightStatement## 2021-07-09 2021-07-09 2 2 KAJIAN PELAYANAN POSYANDU KELILING DI RW 08 KELURAHAN WONOKROMO, SURABAYA SAAT PANDEMI COVID – 19 https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/41533 <p>Pada saat pandemi Covid – 19, Dinas Kesehatan Kota Surabaya melakukan inovasi dengan mengubah posyandu konvensional menjadi posyandu keliling. Selama pelaksanaan posyandu keliling berlangsung, pelayanan kesehatan balita masih dirasa kurang optimal baik dari segi kuantitas maupun kualitas, hal tersebut diperkuat dengan hasil pra penelitian yaitu sebanyak 8 dari 10 ibu balita atau 80% merasa belum puas dengan pelayanan posyandu keliling. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelayanan posyandu; menganalisis pengaruh usia ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, usia balita serta kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelayanan posyandu; dan mendeskripsikan kendala yang dihadapi dalam pelayanan posyandu.</p> <p>Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini&nbsp; sebanyak 115 ibu balita dengan sampel penelitian sebanyak 53 ibu balita. Teknik pengumpulan data dengan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat&nbsp; dengan presentase dan bivariat dengan uji <em>chi square</em>.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan posyandu pada kategori kurang sebesar 66% dan kategori baik sebesar 34%; hasil uji <em>chi square</em> menunjukkan bahwa variabel usia ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, usia balita tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelayanan di semua posyandu baik Posyandu Cendrawasih, Posyandu Gelatik dan Posyandu Nuri. Variabel kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelayanan posyandu di Posyandu Cendrawasih (p=0,088) dengan relative risk = 2,58 serta tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelayanan posyandu di Posyandu Gelatik dan Nuri; Kendala yang dihadapi dalam pelayanan posyandu yaitu jadwal kunjungan pelayanan posyandu ke rumah balita yang tidak tentu (54,7%), kurang aktifnya kader posyandu dalam melakukan pelayanan kesehatan balita (15,1%), serta ada kecemasan ibu balita terhadap penyebaran virus corona pada balita (30,2%).</p> Ayu Nurhania Ita Mardiani Zain ##submission.copyrightStatement## 2021-07-13 2021-07-13 2 2 PENGEMBANGAN APLIKASI ANDORID MODUL GEOGRAFI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA KELAS XI IPS DI SMAN 1 MOJOSARI https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/42046 <p>Abstract</p> <p>The students of class XI SMAN 1 Mojosari who were able to achieve the KKM for geography subjects with conventional methods were 33.3%, while the other 66.7% were still unable to reach the KKM. The lack of achievement of this KKM can support innovation in providing learning media based on mobile devices. The advantages of mobile learning can be used to overcome the limitations of the PC. The ease of accessing the media can also make students more often reopen the material delivered outside of class hours. Geography subjects on environmental preservation materials require innovative learning media. The purpose of this study was to analyze the development of the geography module Android application as a learning medium to improve student learning outcomes.</p> <p>This type of qualitative research is library research using books, journals and literatures as the main object. The location of this research is SMA Negeri 1 Mojosari. The reason for choosing this location is that students at SMAN 1 Mojosari have used cellphones in their activities at school. When this research was conducted from November to December. Data collection techniques use secondary data, namely documentation of learning activities, school profiles and scientific journals. Primary data collected were interviews about activities during the teaching and learning process. The data analysis technique used is to compile data, organize data and convey data.</p> <p>The results showed that the use of <em>Android</em>-based learning methods offers interesting learning and can improve student learning outcomes araoun 20%. Students easily browse the internet to find materials and references to be used as learning materials without having to find books difficult</p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>Android</em>, student learning outcomes, learning media</p> BRIAN AKBAR PRAMUDYA SATRIO HUTOMO Sukma Perdana Prasetya ##submission.copyrightStatement## 2021-07-22 2021-07-22 2 2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Wisatawan Dalam Berkunjung Ke Benteng Lodewijk Ruins Pulau Mengare Kabupaten Gresik https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/42132 <p>Objek wisata Benteng Lodewijk Ruins yang ada di Pulau Mengare, sejak dibuka pada tahun 2016 sudah mengalami kemajuan yang cukup baik. Terlepas dari tidak tersedianya jalan yang diperkeras dengan aspal, belum tersedianya atraksi dan fasilitas yang terbatas tidak membuat wisatawan ragu untuk berkunjung. Wisatawan yang mendatangi Benteng Lodewijk tentunya mempunyai perbedaan motivasi. Motivasi wisatawan dipengaruhi faktor pendorong serta penarik yang ada dalam diri seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor apa yang memotivasi wisatawan dan faktor apa yang paling mempengaruhi motivasi wisatawan yang berkunjung ke Benteng Lodewijk Ruins, Pulau Mengare.&nbsp;</p> <p>Jenis penelitian ini adalah survey dengan deskriptif kuantitatif. Sampel sejumlah 105 responden melalui random sampling dengan cara membagikan kuisioner penelitian disebar memalui media sosial secara online dengan 30 variabel yang terbagi menjadi faktor pendorong dan faktor penarik. Menggunakan analisis faktorial sebagai analisis untuk mengolah data hasil kuisioner.</p> <p>Hasil penelitian ini menyatakan terdapat sembilan faktor yang memotivasi wisatawan melaksanakan perjalanan wisata baik itu faktor pendorong maupun faktor penarik masing-masing memiliki peran yang sama untuk mempengaruhi wisatawan dalam melakukan perjalanan wisata. Faktor yang paling memotivasi wisatawan dalam melakukan perjalanan wisata yaitu bersantai pada suasana baru, merelaksasi tubuh dari kebosanan aktivitas sehari-hari, bisa berinteraksi sosial di lokasi wisata, berkunjung bersama teman-teman dengan nilai eigenvalue sebesar 8.453.</p> <p>Kata Kunci: analisis faktor, benteng Lodewijk, motivasi wisatawan</p> <p>&nbsp;</p> <p>The tourist attraction of Fort Lodewijk Ruins on Mengare Island, since it opened in 2016 has progressed quite well. Apart from the unavailability of roads hardened with asphalt, the unavailability of limited attractions and facilities does not make tourists hesitate to visit. Tourists who come to Fort Lodewijk certainly have a difference in motivation. The motivation of tourists is influenced by the driving factors and pulls that exist in a person. The purpose of this study is to find out what factors motivate tourists and what factors most influence the motivation of tourists visiting Fort Lodewijk Ruins, Mengare Island.<br>This type of research is a survey witrh quantitative descriptive. A sample of 105 respondents through random sampling by sharing research questionnaires spread through social media online with 30 variables divided into driving factors and pull factors. Using factorial analysis as an analysis to process questinnaire result data.<br>The results of this study state that if there are nine factors affecting tourists on a tour, both driving factors and pull factors each have the same role to influence tourists in traveling. The factors that most influence tourists in traveling are relaxing in a new atmosphere, relaxing the body from the boredom of daily activities, being able to interact socially at tourist sites, visiting with friends with an eigenvalue of 8,453.<br>Keywords : factor analysis, fort Lodewijk, tourist motivation</p> Ari Rifani Dr. Sri Murtini, M.Si. ##submission.copyrightStatement## 2021-07-27 2021-07-27 2 2 DAMPAK POLUSI PABRIK PEMECAH BATU TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PEDAGANG MAKANAN DI BAGOR KULON KECAMATAN BAGOR KABUPATEN NGANJUK https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/42487 <p><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;DAMPAK POLUSI PABRIK PEMECAH BATU TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PEDAGANG MAKANAN DI BAGOR KULON KECAMATAN BAGOR&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; KABUPATEN NGANJUK</strong></p> <p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Siti Yanisa’ Mayang Pratiwi</p> <p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Mahasiswa S1 Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya</p> <p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; <span style="text-decoration: underline;">&nbsp;Yanisamayang03@gmail.com</span></p> <p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Dra. Sulistinah, M.Pd</p> <p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Dosen Pembimbing Mahasiswa</p> <p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Abstrak</p> <p>Di Indonesia banyak berkembang pabrik di daerah pedesaan yang berdampak polusi. Desa Bagor Kulon Kecamatan Bagor merupakan tempat industri pemecah batu. Keberadaan pabrik pemecah batu di Bagor memberikan dampak negatif bagi pedagang makanan di kawasan pabrik pemecah batu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak polusi pabrik pemecah batu dan dampak pabrik pemecah batu terhadap perubahan kondisi sosial ekonomi pedagang makanan di Bagor Kulon.</p> <p>Jenis penelitian ini merupakan penelitian survei dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian ini di Bagor Kulon dengan subyek penelitian pedagang makanan dikawasan pabrik pemecah batu.&nbsp; Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling jenuh adalah sensus. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer diperoleh dari wawancara dari semua anggota populasi sebanyak 30 responden. Teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi dan wawancara dengan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan skala liket.</p> <p>Hasil penelitian menunjukan&nbsp; bahwa dampak adanya pabrik Pemecah Batu di Bagor Kulon menyebabkan perubahan lingkungan menjadi berdebu dan berpolusi sebesar 78,6%, Pasir debu menyebabkan genteng berdebu sebesar 69,7%, debu yang dihasilkan menyebabkan gatal sebesar 66,7%,sesak nafas sebesar 75,7% dan sakit mata sebesar 53% juga menyebabkan kebisingan sebesar 71,7% dan Dampak Kondisi Sosial Ekonomi Pedagang Makanan di Bagor Kulon menyebabkan Pedagang Makanan mengalami penurunan pendapatan sebesar 81,4% dan pembeli sebesar 72,7%, tidak ada pendapatan lain selain jualan sebesar 87,7%, Pabrik Pemecah Batu semakin lama membuat Pedagang Makanan bangkrut sebesar 40,8% dan&nbsp; mengganggu ketenangan penjual dan pembeli sebesar 84,2%.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Polusi, pabrik pemecah batu, sosial ekonomi</p> <p>&nbsp;&nbsp;</p> <p>Abstract</p> <p>In Indonesia, many factories are developing in rural areas which have an impact on pollution. Bagor Kulon Village, Bagor District, is a place for the stone crushing industry. The existence of a stone crusher factory in Bagor has a negative impact on food traders in the stone crushing factory area. This study aims to determine the impact of stone crushing plant pollution and the impact of stone crusher factories on changes in the socio-economic conditions of food traders in Bagor Kulon.</p> <p>This type of research is a survey research using a quantitative descriptive approach. The location of this research in Bagor Kulon with research subjects food traders in the area of ​​​​the stone crusher factory. Sampling was carried out by using a saturated sampling technique, namely census. Sources of data used in this study is primary data obtained from interviews of all members of the population as many as 30 respondents. Data collection techniques are observation, documentation and interviews with questionnaires. The data analysis technique used a Liket scale.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; The results showed that the impact of the Stone Breaker factory in Bagor Kulon caused environmental changes to become dusty and polluted 78.6%, sand dust caused 69.7% of dusty tiles, the dust produced caused itching 66.7%, shortness of breath 75.7% and eye pain 53% also causes noise 71.7% and the Impact of the Socio-Economic Condition of Food Traders in Bagor Kulon causes food traders to experience a decrease in income of 81.4% and buyers 72.7%, there is no other income other than selling 87.7%, The Stone Breaker Factory has been making Food Merchants go bankrupt 40.8% and disturbing the peace of sellers and buyers 84.2%.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Pollution, stone crushing plant, socio-economic&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Siti Yanisa Mayang Pratiwi Dr Sulistinah M.Pd ##submission.copyrightStatement## 2021-08-04 2021-08-04 2 2 STUDI KONVERSI LAHAN PERTANIAN MENJADI INDUSTRI PERTAMBANGAN TERHADAP KONDISI SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA MOJODELIK KECAMATAN GAYAM KABUPATEN BOJONEGORO https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/42492 <p>Abstrak</p> <p>Desa Mojodelik telah terjadi konversi lahan pertanian menjadi industri pertambangan migas sekitar 400 Ha. Konversi tersebut tentu mengakibatkan lahan pertanian menjadi berkurang dan dapat mempengaruhi mata pencaharian, pendapatan dan pengeluaran masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) Luasan penggunaan lahan di Desa Mojodelik tahun 2007 hingga tahun 2020, 2) Pengaruh sebelum dan sesudah konversi lahan pertanian 3) Mata pencaharian, pendapatan dan pengeluaran sebelum dan sesudah konversi.</p> <p>Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi seluruh petani yang menjual lahan, &nbsp;dengan perhitungan sampel menurut Slovin minimum 133 responden. Pengambilan responden dilakukan dengan proposional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik paired sample t test .</p> <p>Hasil penelitian ini 1) Terjadi perubahan penggunaan lahan dimulai tahun 2007 dengan luas 2,85 Ha hingga tahun 2020 seluas 320,24 Ha. 2) Perubahan tersebut memberikan perbedaan sebelum dan sesudah konversi lahan terhadap mata pencaharian, pendapatan dan pengeluaran masyarakat. 3) Terdapat 64 responden mengalami perubahan mata pencaharian yang berdampak pada tingkat pendapatan dan pengeluaran masyarakat Mojodelik Kecamatan Gayam.</p> <p>&nbsp; Kata kunci : &nbsp;konversi&nbsp; lahan, industri&nbsp; pertambangan, &nbsp;mata pencaharian, pendapatan, pengeluaran.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> <p><em>Abstract</em></p> <p>In the village of Mojodelik, there has been a conversion of agricultural land into an oil and gas mining industry of around 400 hectares. The conversion certainly causes agricultural land to become narrow and can affect the livelihoods, incomes and expenditures of the surrounding community. The purpose of this study was to determine the area of ​​land use in Mojodelik Village from 2007 to 2020, to determine the effect before and after conversion of agricultural land and to determine livelihoods, income and expenses before and after conversion.</p> <p>This research is classified as quantitative descriptive research. The population of all farmers who sell land, with a minimum sample calculation according to Slovin is 133 respondents. Respondents were taken by proportional random sampling. Data was collected by means of interviews, questionnaires and documentation. Data analysis used statistical paired sample t test.</p> <p>The results of this study showed changes in land use starting in 2007 with an area of ​​2.85 Ha until 2020 covering an area of ​​320.24 Ha. These changes provide a difference before and after land conversion on people's livelihoods, incomes and expenditures. So that there are 64 respondents experiencing changes in livelihoods that have an impact on the level of income and expenditure of the Mojodelik community, Gayam District.</p> <p>&nbsp;<strong>Keywords:</strong> land conversion, mining industry, livelihood, income, expenditure.</p> Iin Vina Noviana Bambang Hariyanto ##submission.copyrightStatement## 2021-08-04 2021-08-04 2 2 ANALISA DAYA DUKUNG LAHAN PERTANIAN BERDASAR HASIL PRODUKSI KOMODITAS TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN NGAWI TAHUN 2020 https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/42490 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Luas lahan pertanian di wilayah Kabupaten Ngawi 2020 mengalami adanya penurunan sebesar 15,46% dari tahun sebelumnya. Penurunan luas lahan pertanian tahun 2019 sebesar 27,27 Ha meningkat menjadi 32,46 Ha, akibat alih fungsi lahan untuk memenuhi jumlah kebutuhan penduduk yang semakin meningkat setiap tahunnya. Permasalahan tersebut mengakibatkan menurunnya daya dukung lahan pertanian dan apabila tidak ditanggapi dengan serius dapat menyebabkan <em>(food trap)</em> atau ketergantungan terhadap adanya pasokan komoditas pangan dari luar. Penelitian ini bertujuan 1. Untuk mengetahui angka ketersediaan lahan dan kebutuhan lahan di Kabupaten Ngawi. 2. Menentuan status daya dukung lahan pertanian di Kabupaten Ngawi. 3. Untuk mengetahui kemampuan sektor pertanian di Kabupaten Ngawi.</p> <p>Penilitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data sekunder diperoleh dari BPS Kabupaten Ngawi dan diolah menggunakan analisis <em>cluster</em> hirarki. Penentuan status daya dukung lahan menggunakan konsep berdasarkan Permen LH No. 17 tahun 2009 dengan cara membandingkan ketersediaan lahan ( SL ) dengan kebutuhan lahan (DL).</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Ngawi mempunyai angka kebutuhan lahan yang lebih tinggi dari pada ketersediaan lahan, sehingga dapat disimpulkan bahwasannya status daya dukung di Kabupaten Ngawi mengalami status defisit.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: lahan pertanian, komoditas pangan dan daya dukung lahan</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p>The area of ​​agricultural land in the Ngawi Regency area in 2020 has decreased by 15.46% from the previous year. The decrease in the area of ​​agricultural land in 2019 by 27.27 Ha increased to 32.46 Ha, due to the conversion of land to meet the increasing needs of the population every year.These problems result in a decrease in the carrying capacity of agricultural land and if not taken seriously, it can lead to (food trap) or dependence on the supply of food commodities from outside. This study aims 1. To determine the number of land availability and land requirements in Ngawi Regency. 2. Determining the status of the carrying capacity of agricultural land in Ngawi Regency. 3. To determine the ability of the agricultural sector in Ngawi Regency.</p> <p>This research uses a quantitative descriptive method. Secondary data was obtained from BPS Kabupaten Ngawi and processed using hierarchical <em>cluster</em> analysis. Determination of the status of the carrying capacity of the land using the concept based on the Minister of Environment Regulation No. 17 of 2009 by comparing the availability of land (SL) with land requirements (DL).</p> <p>The results show that all sub-districts in Ngawi Regency have a higher number of land requirements than land availability, so it can be concluded that the carrying capacity status in Ngawi Regency is experiencing a deficit status.</p> <p><strong>Keywords</strong>: agricultural land, food commodities and land carrying capacity</p> Achmad Masrukhan Nugroho Hari Purnomo ##submission.copyrightStatement## 2021-08-04 2021-08-04 2 2 Analisis Potensi Objek Wisata Kampung Organik Brenjonk Di Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/42495 <p>Objek Wisata Kampung Organik Brenjonk mengalami penurunan jumlah wisatawan yang berkunjung sebesar 20,6% dalam 5 tahun terakhir. Penurunan jumlah wisatawan disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi, salah satunya adalah potensi. Jumlah kunjungan wisatawan dapat ditingktkan, namun diperlukan kajian faktor-faktor yang berpengaruh dan strategi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi yang dimiliki Objek Wisata Kampung Organik Brenjonk dan strategi pengembangan yang sesuai untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.</p> <p>Penelitian ini adalah penelitian survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Objek Wisata Kampung Organik Brenjonk. Subjek penelitian adalah wisatawan dan pengelola objek wisata, objek dalam penelitian adalah atraksi, fasilitas pendukung, fasilitas pelengkap, kondisi alam, dan aksesibilitas. Peneliti mengambil sampel sebanyak 50 orang responden. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan wawancara. Teknik analisa data yang digunakan adalah penskoran dan SWOT.</p> <p>Objek Wisata Kampung Organik Brenjonk memiliki kelas potensi sedang. Potensi yang dimiliki objek wisata adalah pemandangan alam yang indah, kebersihan lokasi wisata, kegiatan yang dapat dilakukan, fasilitas wisata, serta keamanan dan keselamatan objek wisata. Strategi yang dapat diterapkan pada Objek Wisata Kampung Organik Brenjonk adalah mendukung strategi pertumbuhan agresif atau <em>growth oriented strategy</em>. Penerapan strategi pertumbuhan agresif pada Objek Wisata Kampung Organik dengan memanfaatkan kekuatan berupa kondisi alam yang bersih dan indah serta peluang berupa fasilitas sarana dan prasarana yang tersedia pada objek wisata agar dapat menarik minat wisatawan dan menaikan tingkat kunjungannya.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Strategi, Pengembangan, Potensi Objek Wisata, Wisata Desa, Wisata Organik, SWOT</p> Leandro Akbar Wiwik Sri Utami ##submission.copyrightStatement## 2021-08-04 2021-08-04 2 2 Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Terhadap Perilaku Penggunaan Jamban Di Desa Bulang Kecamatan Prambon Kabupaten Sidoarjo https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/42544 <p>Klasifikasi Desa Bulang Kecamatan Prambon Kabupaten Sidoarjo sebagai Desa Swasembada belum tentu menandakan bahwa perilaku penggunaan jamban seluruh masyarakatnya sudah baik. Beberapa masyarakat masih buang air besar di sungai. Hasil prasurvey diketahui bahwa 8 responden melakukan buang air besar di sungai. Terdapat 47 jamban helikopter yang tersebar di desa tersebut. Tujuan penelitian adalah menganalisis 1) Pengetahuan masyarakat terhadap perilaku penggunaan jamban, 2) Sikap masyarakat terhadap perilaku penggunaan jamban.</p> <p>Pengambilan data dengan survei <em>cross sectional</em>. Populasi yang digunakan dibagi menjadi dua yaitu rumah warga yang memiliki jamban, sebanyak 864 rumah dan rumah warga yang tidak memiliki jamban, sebanyak 107 rumah. Besarnya sampel dihitung dengan rumus Slovin, didapatkan 90 sampel untuk responden yang memiliki jamban dan 52 sampel untuk responden yang tidak memiliki jamban. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji <em>Chi-Square</em> serta uji koefisien kontingensi.</p> <p>Hasil analisis data menunjukkan 1) Pengetahuan masyarakat yang memiliki jamban berada dalam kategori “di atas rata-rata”. Rata-rata nilai skor responden di atas 18.38. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat yang memiliki jamban terhadap perilaku penggunaan jamban (ρ-value=0.000) dengan koefisien korelasi sebesar 0.408, sedangkan pengetahuan masyarakat yang tidak memiliki jamban berada dalam kategori “di bawah rata-rata”. Rata-rata nilai skor responden di bawah 10.42. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat yang tidak memiliki jamban terhadap perilaku penggunaan jamban (ρ-value=0.000) dengan koefisien korelasi sebesar 0,470. 2) Sikap masyarakat yang memiliki jamban berada dalam kategori “di atas rata-rata”. Rata-rata nilai skor responden di atas 24.80. Terdapat hubungan antara sikap masyarakat yang memiliki jamban terhadap perilaku penggunaan jamban (ρ-value=0.000) dengan koefisien korelasi sebesar 0.575, sedangkan sikap masyarakat yang tidak memiliki jamban berada dalam kategori “di bawah rata-rata”. Rata-rata nilai skor responden di bawah 20.04. Terdapat hubungan antara sikap masyarakat yang tidak memiliki jamban terhadap perilaku penggunaan jamban (ρ-value=0.017) dengan koefisien korelasi sebesar 0.348.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> penggunaan jamban, pengetahuan, sikap, perilaku.</p> <p>&nbsp;</p> Huda Ismahendra Dr. Muzayanah S.T., M.T. ##submission.copyrightStatement## 2021-08-04 2021-08-04 2 2 ANALISIS KESESUAIAN LAHAN NANAS KELUD DI KECAMATAN NGANCAR KABUPATEN KEDIRI https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/42559 <p>Abstrak</p> <p>Kecamatan Ngancar merupakan penghasil nanas terbesar di Kabupaten Kediri dimana 75% wilayahnya ditanami buah nanas. Kecamatan Ngancar memberikan kontribusi terbesar yaitu 80 ton/hektar terhadap Provinsi Jawa Timur. Informasi terkait kelas kesesuaian lahan untuk tanaman nanas di Kecamatan Ngancar masih sangat terbatas. Pengembangan tanaman nanas diharapkan dapat meningkatkan produksi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Ngancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daerah yang cocok untuk tumbuh kembang tanaman nanas dan pemetaan kesesuaian lahan tanaman nanas di Kecamatan Ngancar.</p> <p>Penelitian ini berlokasi di Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri menggunakan metode spasial. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri. Wilayah ini dipilih karena hasil produksi nanas kelud di desa Sugihwaras dan Pandantoyo mencapai 80 ton/hektar setiap tahunnya. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder meliputi curah hujan, suhu, dan jenis tanah didapatkan dari Dinas Pertanian Kabupaten Kediri tahun 2020. Kemiringan lereng didapatkan dari citra DEM SRTM. Analisis data yang digunakan untuk menilai kesesuaian lahan tanaman nanas dilakukan analisis overlay/tumpang susun</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian lahan di Kecamatan Ngancar untuk tanaman nanas sesuai. Analisis peta menggunakan <em>software Arcgis </em>bahwa kelas lahan sesuai memiliki luas 6925,5 ha dan kelas lahan tidak sesuai memiliki luas 3225,6 ha. Lokasi yang memiliki lahan tidak sesuai ada di bagian timur desa Sugihwaras karena curah hujan tinggi dan memiliki ketinggian tempat yang curam dan sangat curam.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>lahan, nanas, kelud, kesesuaian, kabupaten kediri</p> <p>&nbsp;</p> <p>Abstract</p> <p>Ngancar District is the largest pineapple producer in Kediri Regency where 75% of the area is planted with pineapples. Ngancar District provides the largest contribution of 80 tons/hectare to East Java Province. Information related to land suitability classes for pineapple plants in Ngancar District is still very limited. The development of pineapple plants is expected to increase production and improve the welfare of the community in Ngancar District. This study aims to determine areas suitable for pineapple plant growth and mapping of land suitability for pineapple plants in Ngancar District.</p> <p>This research is located in Ngancar District, Kediri Regency using the spatial method. The location of this research was conducted in Ngancar District, Kediri Regency. This area was chosen because the production of kelud pineapple in the villages of Sugihwaras and Pandantoyo reached 80 tons / hectare each year. Sources of data used in this study are secondary data including rainfall, temperature, and soil type obtained from the Agriculture Office of Kediri Regency in 2020. The slope of the slope is obtained from the DEM SRTM image. Analysis of the data used to assess the suitability of land for pineapple plants was carried out overlay analysis</p> <p>The results showed that land suitability in Ngancar District for pineapple plants was suitable. The map analysis using Arcgis software shows that the appropriate land class has an area of ​​6925,5 ha and the unsuitable land class has an area of ​​3225,6 ha. The location which has unsuitable land is in the eastern part of Sugihwaras village because of high rainfall and has a steep and very steep altitude.</p> <p><strong>Keywords: </strong>land, pineapple, kelud, suitability, Kediri district</p> Bayu Henggar Purnomo Nugroho Hari Purnomo ##submission.copyrightStatement## 2021-08-04 2021-08-04 2 2 PENGEMBANGAN FLIPBOOK GEOGRAFI SEBAGAI BAHAN AJAR GEOGRAFI MASA PANDEMI COVID-19 PADA MATERI DINAMIKA PLANET BUMI SEBAGAI RUANG KEHIDUPAN KELAS X IPS SMA NEGERI 1 MEJAYAN MADIUN https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/42558 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Adanya virus covid-19 (<em>Corona Virus Disease 2019</em>) mengakibatkan perubahan sistem pendidikan menjadi daring. Pada SMAN 1 Mejayan Madiun adanya permasalahan hasil belajar peserta didik saat pembelajaran daring menurun serta kurangnya bahan ajar yang sesuai mengakibatkan keinginan peneliti untuk mengembangkan bahan ajar yang menarik dan interaktif yaitu <em>Flipbook</em> Geografi. Riset ini bertujuan untuk mengetahui 1) Kelayakan <em>Flipbook</em> Geografi menurut pakar media, 2) Perbandingan hasil belajar peserta didik yang memanfaatkan <em>Flipbook</em> Geografi dengan yang tidak, 3) Aktivitas peserta didik dalam menggunakan <em>Flipbook</em> Geografi saat pembelajaran, 4) Aktivitas guru dalam menggunakan <em>Flipbook</em> Geografi saat pembelajaran, 5) Respon peserta didik dalam penggunaan <em>Flipbook</em> Geografi saat pembelajaran daring.</p> <p>Metode yang dilakukan adalah <em>Research and Development/R&amp;D,</em> model pengembangannya yaitu 4-D (<em>Define, Design, Develop, Desseminate</em>). Penelitian ini tidak sampai pada sesi <em>Desseminate</em>. Memakai kategori studi <em>Quasi Esperimental Design</em> desainnya yaitu <em>Nonequivalent Kontrol&nbsp; Group Design</em>. Metode pengumpulan data melalui wawancara, lembar observasi aktivitas peserta didik, lembar observasi aktivitas guru, serta angket respon peserta didik. Populasi ialah peserta didik kelas X IPS SMAN 1 Mejayan, sampel yaitu kelas X IPS 1 dan kelas X IPS 2. Skala likert untuk analisis data angket dan validasi. Teknik analisis data memakai uji normalitas, uji homogenitas, uji t-test, serta n-gain score.</p> <p>Hasil dari riset menampilkan 1) Kelayakan <em>Flipbook</em> Geografi yang divalidasi ahli media memperoleh nilai sebesar 93,33%. 2) Rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar&nbsp; 86,67 sedangkan kelas kontrol 80,67. Perbedaan hasil belajar n-gain score 63% “cukup efektif”, independent t-test diperoleh sig.(2-tailed) 0,002 menampilkan terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan. 3) Pada kelas eksperimen aktivitas peserta didik dengan menggunakan <em>Flipbook</em> Geografi mengalami peningkatan yaitu 87,5%. 4) Aktivitas guru pada kelas eksperimen mengalami kenaikan yaitu 82%. 5) respon peserta didik dalam penggunaan <em>Flipbook</em> Geografi 60% “sangat setuju” dan 40% “setuju”.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong> : Planet Bumi, <em>Flipbook</em> Geografi, Pembelajaran Daring.</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>The presence of covid-19 virus (Corona Virus Disease 2019) resulted in the change of education system to online. At SMAN 1 Mejayan Madiun there were problems with students' learning outcomes as online learning decreased and the lack of appropriate teaching materials resulted in the researcher's desire to develop interesting and interactive teaching materials, namely <em>Flipbook</em> Geography. This research aims to know the feasibility of <em>Flipbook</em> Geography according to media experts, recognize the comparison of learning outcomes of learners who make use of <em>Flipbook</em> Geography with those who are not, know the activities of learners in using <em>Flipbook</em> Geography during learning, know the activities of teachers in using <em>Flipbook</em> Geography during learning, and know the response of learners in the use of <em>Flipbook</em> Geography when learning online.</p> <p>The method is Research and Development / R&amp;D, the development model is 4-D (Define, Design, Develop, Desseminate). But not until the Desseminate session. Using the quasi Esperimental Design study category, nonequivalent Control Group Design. Data collection method through interviews, observation sheets of student activity, observation sheets of teacher activity, as well as questionnaires of student responses. The population is students of class X IPS SMAN 1 Mejayan, the sample is class X IPS 1 and class X IPS 2. Likert scale for poll data analysis and validation. Data analysis techniques use normality test, homogeneity test, t-test test, and n-gain score.</p> <p>The likert scale is used for questionnaire data analysis and validation, learner learning analysis using t-test and n-gain score. The results of the research showed 1) the feasibility of The Geographic <em>Flipbook</em> validated by media experts obtained a score of 93.33%. 2) the average posttest experimental class was 86.67 while the control class was 80.67. The difference in the study results of the N-gain score was 63% "quite effective", independent t-test obtained by SIG. (2-tailed) 0.002 shows there are significant differences in learning outcomes. 3) in the experimental class of student activity using <em>Flipbook</em> Geography increased by 87.5%. 4) teacher activity in experimental classes increased by 82%. 5) the response of learners in the use of <em>Flipbook</em> Geography 60% "strongly agree" and 40% "agree".</p> <p><strong>Keywords </strong>: Planet Earth, <em>Flipbook</em> Geography, Online Learning.</p> Kharisma Dwi Cahyaning Bambang Sigit Widodo ##submission.copyrightStatement## 2021-08-04 2021-08-04 2 2 Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Tingkat Pendidikan dengan Perilaku Warga Membuang Sampah Rumah Tangga di Desa Cepokorejo Kecamatan Palang Kabupaten Tuban https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/42548 <p>Hasil survey awal menunjukan terdapat tumpukan sampah sebesar ±25m<sup>3 </sup>di area sungai Desa Cepokorejo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban yang 90% didominasi oleh jenis sampah plastik yang sulit terurai. Peneliti masih menjumpai sekitar 65% warga desa membuang kantong berisi sampah ke sungai langsung, sehingga menggeser fungsi sungai menjadi TPA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan tingkat pendidikan warga dengan perilaku warga dalam membuang sampah rumah tangga di Desa Cepokorejo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.</p> <p>Jenis penelitian yang digunakan yaitu survey cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 4849 warga dan sejumlah 98 warga terpilih menjadi sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara terstruktur dengan cara menyebar kuesioner kepada sejumlah sampel. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi Square, untuk mengetahui besaran hubungan kedua variabel menggunakan Koefisien Kontingensi.</p> <p>Hasil penelitian menujukkan bahwa 74% warga berperilaku kurang baik dalam membuang sampah rumah tangga dan hanya 26% yang berperilaku baik. Latar belakang pendidikan warga lebih dominan menempuh pendidikan dasar yaitu 64% dan sebanyak 36% menempuh pendidikan sampai jenjang mengengah atas, hasil Chi Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel latar belakang pendidikan dengan perilaku warga dalam membuang sampah. Kategori pengetahuan warga mengenai sampah rumah tangga sebanyak 63% termasuk dalam kategori kurang baik, dan 37% masuk dalam kategori baik, hasil Chi Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan dengan perilaku membuang sampah rumah tangga di Desa Cepokorejo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban (p=0,038) dan relative risk = &nbsp;1,6 yang termasuk dalam kategori rendah (C=0,21).</p> Mei Lipna Sari Aida Kurniawati ##submission.copyrightStatement## 2021-08-10 2021-08-10 2 2 STUDI PENYEBAB PERBEDAAN JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN OBJEK WISATA ALAM AIR TERJUN TRETES DAN AIR TERJUN WATUONDO DI KAWASAN TAMAN HUTAN RAYA RADEN SOERJO https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/42613 <p>Abstrak&nbsp;</p> <p>Objek Wisata Alam Air Terjun Tretes di Kabupaten Jombang dan Air Terjun Watuondo di Kabupaten Mojokerto merupakan perwujudan dari blok pemanfaatan kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo. Menurut data jumlah kunjungan dari tahun 2016 hingga 2020, terdapat perbedaan jumlah pengunjung dimana Air Terjun Watuondo mencapai 94.978 dan Air Terjun Tretes mencapai 35.285 dalam kurun 5 tahun terakhir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui 1) perbedaan tingkat daya tarik, 2) perbedaan tingkat aksesibilitas, 3) perbedaan tingkat kondisi fasilitas penunjang, 4) perbedaan motivasi wisatawan yang berkunjung dan, 5) promosi yang dilakukan oleh pengelola objek wisata Air Terjun Tretes dan Watuondo.</p> <p>Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pemaparan deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan datanya yakni teknik accidental sampling dengan jumlah sampel 30 responden untuk Air Terjun Tretes dan 70 responden untuk Air Terjun Watuondo, serta 2 pengelola objek wisata alam tersebut. Teknik pengumpulan data yakni: 1) wawancara untuk memperoleh data promosi dari pengelola, 2) kuisoner untuk memperoleh data mengenai daya tarik wisata, aksesibilitas, fasilitas penunjang dan motivasi wisata dari wisatawan, dan 3) dokumentasi berupa data jumlah pengunjung masing-masing objek wisata dalam 5 tahun terakhir dan juga data gambar keadaan yang berkaitan dengan objek wisata. Teknik analisis data menggunakan Independent Sample T-test dan Skoring.</p> <p>&nbsp;Hasil penelitian menujukkan bahwa: 1) tidak ada perbedaan daya tarik wisata antara Air Terjun Tretes dan Air Terjun Watuondo, 2) terdapat perbedaan aksesibilitas wisata antara Air Terjun Tretes dan Air Terjun Watuondo, dimana aksesibilitas di Watuondo lebih baik, 3) terdapat perbedaan fasilitas penunjang antara Air Terjun Tretes dan Air Terjun Watuondo, dimana fasilitas penunjang di Watuondo lebih baik, 4) tidak terdapat perbedaan motivasi wisatawan antara Air Terjun Tretes dan Air Terjun Watuondo, 5) promosi Air Terjun Tretes dan Air Terjun Watuondo tergolong dalam kategori baik.</p> <p>Kata Kunci: air terjun, daya tarik wisata, aksesibilitas, fasilitas penunjang, motivasi wisatawan, promosi</p> Mega Meiwa Sari Supriyono Agus Sutedjo ##submission.copyrightStatement## 2021-08-10 2021-08-10 2 2 PERUBAHAN PERILAKU DAN STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT KAMPUNG TANGGUH TERHADAP PANDEMI COVID-19 DI DESA JATIKALEN KECAMATAN JATIKALEN KABUPATEN NGANJUK https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/42626 <p>Abstrak</p> <p>Provinsi Jawa Timur menempati peringkat ke 2 yang masyarakatnya banyak terdampak virus Corona. Kabupaten Nganjuk dengan jumlah penduduk 1,017,030 jiwa yang berpotensi menyebabkan penularan virus corona sangat besar. Menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk terdapat satu kecamatan dengan kasus Covid-19 hanya berjumlah 8 jiwa, yaitu Kecamatan Jatikalen. Penelitian ini bertujuanengetahui 1) Faktor yang memengaruhi Desa Jatikalen tidak terdampak Covid-19. 2) Perubahan perilaku dan strategi adaptasi sosial ekonomi Masyarakat Kampung Tangguh di Desa Jatikalen Kecamatan Jatikalen Kabupaten Nganjuk.</p> <p>Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Lokasi penelitain di Desa Jatikalen Kecamatan Jatikalen Kabupaten Nganjuk. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan melakukan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Faktor-faktor yang menyebabkan Desa Jatikalen tidak terdampak covid 19 adalah pola keruangan pemukiman penduduk desa Jatikalen yang sulit dijangkau dan minimnya mobilitas penduduk kontak dengan wilayah lain serta kepadatan hunian penduduknya. 2) Perubahan perilaku warga Desa Jatikalen untuk mencegah pandemi Covid-19 sebagai berikut: selalu menggunakan masker ketika berada diluar rumah, memberlakukan <em>sosial distancing</em> dan dirumah saja, selalu cuci tangan dan membawa handsanitizer, melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin, adanya posko Covid-19 di Balai Desa, berjemur dan membuat ramuan herbal secara rutin untuk menjaga imunitas tubuh. Strategi adaptasi dalam mempertahankan kondisi ekonomi agar tetap stabil yaitu dengan meminimalisir pengeluaran kebutuhan, alternatif subsistensi dengan melakukan pekerjaan lain di luar pekerjaan utamanya dan memanfaatkan relasi yang dimiliki.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Covid-19, strategi adaptasi, perubahan perilaku</p> defri abiyan ayu fadhilah Dian Ayu Larasati ##submission.copyrightStatement## 2021-08-11 2021-08-11 2 2 Dampak Pertambangan Batu Andesit dan Urugan (Studi Kasus di Desa Tiron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri) https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/42671 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pemanfaatan sumber daya alam meningkat melalui kegiatan industri pertambangan, akan memberikan suatu konsekuensi berupa dampak baik dari segi positif ataupun negatif. Pertambangan di Desa Tiron mengalami beberapa masalah antara lain mengenai izin usaha tambang, uang kompensasi dari pihak usaha tambang tidak sesuai dengan yang ada di lapangan, kelestarian lingkungan yang terancam dan kerusakan jalan yang diakibatkan dari muatan truk pengangkut batuan andesit dan urugan. Munculnya berbagai dampak tersebut menjadi alasan penting penelitian ini dilakukan karena area pertambangan batu andesit dan urugan dekat dengan mobilitas penduduk, area pemukiman dan tempat wisata yang berpotensi menambah devisa daerah di bidang kepariwisatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh penambangan batu andesit dan urugan bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat dari segi sosial-ekonomi di Desa Tiron Kecamatan Banyakan.</p> <p>Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambangan menimbulkan dampak positif dan negatif. Pada bidang sosial terjadi pengaruh positif terkait peluang usaha, penyerapan tenaga kerja di pertambangan dan pengaruh negatifnya timbul konflik antara masyarakat, perangkat desa, dan pihak pertambangan. Pada bidang ekonomi terjadi pengaruh positif terkait perubahan mata pencaharian dan peningkatan pendapatan pada masyarakat disekitar area pertambangan. Pada bidang lingkungan menimbulkan masalah terkait rusaknya jalan raya, polusi udara, ketersediaan air tanah yang berkurang, degradasi lahan, dan meninggalkan kubangan besar bekas galian yang tidak dilakukan reklamasi.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong> : Pertambangan, Dampak, Lingkungan</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>The increasing use of natural resources through mining industry activities will have consequences in the form of impacts, both positive and negative. Mining in Tiron Village experienced several problems, including mining business permits, compensation money from the mining business that was not in accordance with what was in the field, threatened environmental sustainability and road damage caused by truckloads of andesite rock and embankment. The emergence of these various impacts is an important reason for this research to be carried out because the andesite and embankment mining areas are close to population mobility, residential areas and tourist attractions that have the potential to increase regional foreign exchange in the tourism sector.</p> <p>The type of research used is descriptive qualitative research with case study method. Data collection techniques used in this study are observation, interviews, and documentation studies. The data analysis technique used is data reduction, data presentation, and conclusion drawing.</p> <p>The results show that mining has both positive and negative impacts. In the social sector, there is a positive influence related to business opportunities, employment in mining and the negative influence is conflict between the community, village officials, and mining parties. In the economic sector, there is a positive influence related to changes in livelihoods and increased income for the community around mining areas. In the environmental field, it causes problems related to damaged roads, air pollution, reduced availability of groundwater, land degradation, and leaving large puddles of excavated excavations that are not reclaimed.</p> <p><strong>Keywords</strong> : Mining, Impact, Environment</p> Brian Ari Afriano Eko Budiyanto ##submission.copyrightStatement## 2021-08-24 2021-08-24 2 2 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSISTENSI PENGRAJIN REYOG KABUPATEN PONOROGO DI MASA PANDEMI COVID-19 https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/42701 <p>Abstrak</p> <p>Usaha kerajinan reyog merupakan salah satu usaha yang berkembang di kabupaten Ponorogo. usaha reyog tercipta secara turun temurun yang diwariskan oleh keluarga. Semakin tahun jumlah pengrajin reyog yang ada di Ponorogo semakin menurun dari 44 pengrajin pada tahun 2019 menjadi 32 di tahun 2020 ditambah dengan adanya pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi eksistensi pengrajin reyog kabupaten Ponorogo di masa pandemi Covid-19.</p> <p>Jenis penelitian ini merupakan penelitian survey. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi menggunakan alat pengumpulan data kuisioner dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Ponorogo dengan populasi yang digunakan adalah seluruh pengrajin reyog yang terdaftar dalam Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro kabupaten Ponorogo sebanyak 32 responden.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi eksistensi pengrajin reyog kabupaten&nbsp; sebesar 96,875%, modal yang digunakan sebagian besar pengrajin reyog kabupaten Ponorogo adalah modal pribadi sebanyak 65,625%, tenaga kerja sebagian merupakan penduduk lingkungan sekitar rumah produksi yaitu sebesar 62,5%, teknik pemasaran yang digunakan setelah adanya pandemi Covid-19 adalah dijual melalu <em>e-commerce/online</em> sebanyak 87,5%, pendapatan pengrajin reyog dalam satu bulan setalah adanya pandemi Covid-19 adalah Rp. 3.000.000-6.000.000 sebesar 43,75%. Strategi eksis yang digunakan pengrajin reyog kabupaten Ponorogo adalah dengan menjual produk melalui sosial media dan e-commerce. Selain itu, pengrajin juga melakukan inovasi baru agar produk yang dihasilkan lebih variatif.</p> <p><strong>Kata Kunci :</strong> pengrajin reyog, eksistensi, strategi bertahan, Covid-19</p> <p>&nbsp;</p> <p>Abstract</p> <p>Reyog handicraft business is one of the growing businesses in Ponorogo regency. reyog efforts are created through generations inherited by the family. The number of reyog craftsmen in Ponorogo has decreased from 44 craftsmen in 2019 to 32 in 2020 coupled with the covid 19 pandemic. This study aims to find out the factors that affect the existence of craftsmen reyog Ponorogo district during the pandemic covid 19.</p> <p>This type of study is a survey research. Data was collected by mean of observations. Data collection uses questionnaires with quantitative descriptive data analysis techniques. This study was conducted in Ponorogo Regency with the populations used were all reyog craftsmen registered in the Department of Trade, Cooperatives and Micro Enterprises, Ponorogo Regency as many as 32 respondents.</p> <p>The results showed that the factors that affect the existence of craftsmen reyog Ponorogo district at the time of Covid-19 is a raw material that is easily obtained with a percentage of respondents of 96.875%, the capital used by most craftsmen reyog Ponorogo district is a personal capital of 65.625%, labor is partly the population of the neighborhood around the production house is 62.5%, marketing techniques used after the Covid-19 pandemic is sold through e-commerce / online as much as 87.5%, the income of reyog craftsmen in one month after the Covid-19 pandemic is Rp. 3,000,000-6,000,000 of 43.75%. The existing strategy used by craftsmen reyog Ponorogo district is to sell products through social media and e-commerce. In addition, craftsmen also make new innovations to make the products produced more varied.</p> <p><strong>Keywords</strong>: reyog craftsmen, existence, defense strategy, Covid-19</p> Octyvia Noermalitasari Dr. Rindawati, M.Si ##submission.copyrightStatement## 2021-08-24 2021-08-24 2 2 PENERAPAN KONSEP COMMUNITY BASED TOURISM (CBT)DALAM PENGELOLAAN WISATA PANTAI PULAU MERAH DI DESA SUMBERAGNG, KECAMATAN PASANGGARAN, KABUPATEN BANYUWANGI https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/42729 <p>Pantai Pulau Merah merupakan salah satu pantai yang menerapkan konsep Community Based Tourism (CBT) pengelolaannya dilakukan oleh kelompok masyarakat. Namun, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir tejadi penurunan pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) penerapan prinsip Community Based Torism (CBT) dalam aspek sosial, ekonomi, budaya serta lingkungan 2) upaya pengembangan yang dilakukan masyarakat 3) keseuaian pengelolaan Wisata Pantai Pulau Merah.<br>Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Wisata Pantai Pulau Merah di Desa Sumberagung, Kecamatan Pasanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan cara menganalisis data hasil wawancara. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif dengan cara menganalisis data hasil wawancara mendalam dengan pihak pengelola dan masyarakat sekitar tentang upaya pengembangan objek wisata, penerapan prinsip Community Based Tourism (CBT) dalam aspek sosial, ekonomi, budaya serta lingkungan di Wisata Pantai Pulau Merah. <br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan konsep Community Based Taoursm (CBT) dari aspek ekonomi Wisata Pantai Pulau Merah ini telah mampu memanfaatkan dana biaya retribusi yang yang dibayarkan pengunjung untuk pengembangan tempat wisata. Aspek sosial di Wisata Pantai Pulau Merah telah diterapkan dengan tidak membedakan gender dan umur. Aspek budaya masih belum diterapkan sebab, tidak ada atraksi budaya yang ditampilkan kepada pengunjung seperti pagelaran seni ataupun hasil karya yang khas. Aspek lingkungan sudah sesuai dengan prinsip lingkungan dalam Community Based Tourism (CBT) yakni adanya kebijakan bahwa seluruh pedagang, warung atau masyarakat wajib membersihkan Pantai Pulau Merah sepanjang 3 kilometer. Upaya pengembangan yang dilakukan masyarakat kurang maksimal karena rendahnya tingkat pendidikan di Desa Sumberagung. Kesesuaian pengelolahan wisata sudah sesuai dengan kriteria Community Based Tourism (CBT) secara fisik objek wisata masih terpelihara keasliannya dan penanganan sampah yang ada di lokasi wisata dapat dikatakan baik.</p> Agung Nugroho Trilaksono Agus Sutedjo ##submission.copyrightStatement## 2021-08-24 2021-08-24 2 2 ANALISIS DAYA LAYAN FASILITAS PENDIDIKAN JENJANG SMA DI KECAMATAN MOJOWARNO KABUPATEN JOMBANG https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/42776 <p>Abstrak</p> <p>Kecamatan Mojowarno diproyeksikan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Mojowarno yang diarahkan menjadi kawasan agropolitan guna mengurangi kesenjangan kesejahteraan antar wilayah melalui pengembangan kegiatan sektor agribisnis dan peningkatan sarana prasarana kesejahteraan sosial meliputi pendidikan, kesehatan, kebudayaan dan sarana prasarana umum lainnya. Analisis daya layan dibutuhkan untuk menunjang pelaksanaan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Mojowarno di sektor pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis daya layan dan pola sebaran dari fasilitas pendidikan jenjang SMA di Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang.</p> <p>Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuntitatif dengan analisis daya layan dan nilai layan untuk mengetahui efektifitas daya layan, analisis tetangga terdekat dan <em>buffer</em> untuk mengetahui pola sebaran fasiltas. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah metode observasi dan studi dokumen. Data primer berupa data letak koordinat setiap fasilitas pendidikan jenjang SMA di Kecamatan Mojowarno dan data sekunder yang diperoleh dari BPS Kabupaten Jombang. Pada penelitian ini dilakukan tiga analisis yaitu analisis daya layan serta nilai layan, analisis tetangga terdekat <em>(Nearest Neighbour </em><em>Analysis)</em> dan analisis buffer<em>.</em></p> <p>Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa daya layan fasilitas pendidikan jenjang SMA di Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang terdapat 3 (tiga) desa yang efektif yakni Desa Mojowarno, Desa Mojoduwur, dan Desa Mojojejer, 16 desa lain memiliki daya layan yang tidak efektif. Pola sebaran fasilitas pendidikan jenjang SMA di Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang termasuk dalam pola sebaran acak.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>fasilitas pendidikan, daya layan, pola sebaran.</p> Dwi Oktaviana Sari Dr. Nugroho Hari Purnomo, M.Si. ##submission.copyrightStatement## 2021-08-31 2021-08-31 2 2 ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN DI KAWASAN AIR TERJUN DLUNDUNG DESA KETAPANRAME KECAMATAN TRAWAS KABUPATEN MOJOKERTO MENJADI DAERAH TUJUAN WISATA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/42796 <p>Dlundung Waterfall is one of the tourist attractions in Ketapanrame Village, Trawas District, Mojokerto Regency which has the opportunity to be developed into a leading tourist destination. The number of tourist visits that have increased in the last 4 years is 43,583 people which can cause a decrease in environmental quality.This study aims to determine the physical, real, and effective carrying capacity in the Dlundung Waterfall Area. This research using quantitative descriptive method. The sample of this research is all visitor of Dlundung Waterfall. The sampling method collect 78 respondents using accidental sampling. This research using interview technique to obtain data on operating hours &amp; tourist characteristics at Dlundung Waterfall. Observations is to collect data on the characteristics of tourist attraction area. Documentation to get data on the number of visitors, number of employees, and rainfall. To obtain data on the characteristics of the Dlundung waterfall area, this research using interview method with the manager of the Dlundung waterfall attraction to get the measurement. This research analyze data using the formula developed by Sayan &amp; Atik, 2011: 69 to determine the physical, real and effective carrying capacity of the Dlundung Waterfall tourist area. The results of the study determine the value of physical carrying capacity (Physical Carrying Capacity/PCC) of 25,384 tourists/day, Rill's carrying capacity (Real Carrying Capacity/RCC) of 24,876 tourists/day and effective carrying capacity (ECC) of 12,064 tourists/day.The large amount of carrying capacity means in Dlundung Waterfall still has a potential to accommodate more visitors. The effective carrying capacity can still be increased until the management capacity limit reaches 100% by increasing the number of managers.&nbsp; <strong>Keywords:</strong> Physical carrying capacity, Real, Effective, Dlundung Waterfall.</p> Azizah Nur Hidayati Agus Sutedjo ##submission.copyrightStatement## 2021-09-08 2021-09-08 2 2 ANALISIS TINGKAT KESADAHAN AIR TANAH DANGKAL SEBAGAI SUMBER AIR MINUM WARGA DESA KLITIH KECAMATAN PLANDAAN KABUPATEN JOMBANG https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/42835 <p>Desa Klitih Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang merupakan salah satu bentang alam karst yang ada di Indonesia. Sumber air warga Desa Klitih dalam mencukupi kehidupan sehari-hari masih menggunakan air tanah dangkal karena belum mendapat akses air bersih dari pemerintahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) Tingkat kesadahan&nbsp; air tanah dangkal sebagai sumber air minum warga Desa Klitih, 2) Pola persebaran kesadahan air tanah di Desa klitih, 3) Pengaruh &nbsp;kesadahan air tanah terhadap kesehatan warga.</p> <p>Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif . Populasi yang digunakan adalah seluruh sumur dangkal dan &nbsp;penduduk Desa Klitih. Unit analisis yang dipakai sampel adalah <em>Stratified Random</em>. Teknik pengumpulan data menggunakan pengukuran dan digitasi. Penentuan titik lokasi sampel menggunakan <em>systematic grid</em><em>.</em> Sampel penduduk adalah penduduk yang tercantum pada sepuluh penyakit teratas Desa Klitih selama dua tribulan.&nbsp; Teknik analisis data kesadahan air tanah menggunakan uji laboratorium dengan standart pengukuran PERMENKES 416/Menkes/PER/IX/1990 tentang syarat kualitas air minum yang kemudian diolah pada software Quantum GIS untuk mengetahui pola persebaran kesadahan air tanah. Hasil uji laboratorium kemudian dikorelasikan dengan data sepuluh penyakit teratas Desa Klitih.</p> <p>Hasil analisis data menunjukkan 1) Tingkat kesadahan air yang berada di Desa Klitih memiliki tingkat kesadahan di bawah standart PERMENKES 416/Menkes/PER/IX/1990 yaitu 500 mg/lt mg/lt. 2) Pola persebaran kesadahan air tanah menunjukkan bahwa Desa Rapahombo dan Desa Klitih memiliki tingkat kesadahan lebih tinggi dibandingkan dusun lainnya. 3) Pengaruh kesaahan air tanah berdasarkan&nbsp; data primer sepuluh penyakit teratas di Desa Klitih tribulan terakhir menunjukan terdapat satu kasus penyidap batu ginjal di Tahun 2018, hal ini menandakan bahwa sumber air tanah dangkal Desa Klitih masih bisa digunakan atau dikonsumsi untuk air minum.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Analisis, Tingkat Kesadahan, Air Minum, Kesehatan Warga</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <em>Abstract</em></p> <p><em>Klitih Village, Plandaan District, Jombang Regency is one of the karst landscapes in Indonesia. The source of water for the residents of Klitih Village in fulfilling their daily lives is still using shallow ground water because they have not had access to clean water from the government. The purpose of this study was to determine 1) The level of shallow groundwater hardness as a source of drinking water for the residents of Klitih Village, 2) The distribution pattern of groundwater hardness in Klitih Village, 3) The effect of groundwater hardness on the health of residents.</em></p> <p><em>This type of research is descriptive quantitative. The population used is all shallow wells and residents of Klitih Village. The unit of analysis used by the sample is Stratified Random. Data collection techniques using measurement and digitization. Determination of sample location points using a systematic grid. The population sample is the population listed in the top ten diseases in Klitih Village for two quarters. The technique of analyzing groundwater hardness data is using a laboratory test with a standard measurement of PERMENKES 416/Menkes/PER/IX/1990 regarding drinking water quality requirements which is then processed in Quantum GIS software to determine the distribution pattern of groundwater hardness. The results of laboratory tests were then correlated with data on the top ten diseases in Klitih Village.</em></p> <p><em>The results of data analysis show 1) The level of water hardness in Klitih Village has a hardness level below the standard PERMENKES 416/Menkes/PER/IX/1990, which is 500 mg/lt mg/lt. 2) The distribution pattern of groundwater hardness shows that Rapahombo Village and Klitih Village have a higher level of hardness than other hamlets. 3) The effect of groundwater validity based on primary data for the top ten diseases in Klitih Village in the last three months shows that there was one case of kidney stone sufferers in 2018, this indicates that shallow groundwater sources in Klitih Village can still be used or consumed for drinking water.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Analysis, Hardness Level, Drinking Water, Citizens' Health</em></p> faried madhab mubarroq Dra sulistinah M.Pd. ##submission.copyrightStatement## 2021-09-08 2021-09-08 2 2 KAJIAN EKSISTENSI INDUSTRI KECIL BATIK TULIS ANJUK LADANG TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PENGRAJIN DI KABUPATEN NGANJUK https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/42846 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Kabupaten Nganjuk memiliki industri kecil batik tulis<em>&nbsp;anjuk ladang</em>&nbsp;diperoleh data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nganjuk bahwa industri kecil batik tulis <em>anjuk ladang</em>&nbsp;pada tahun 2018 berjumlah 18 namun pada tahun 2020 hanya berjumlah 17 yang berarti industri kecil batik tulis<em>&nbsp;anjuk ladang</em>&nbsp;mengalami penurunan dalam jumlah industri. Kendala yang dihadapi industri tersebut adalah kreatifitas pengrajin batik (SDM), eksistensi batik tulis dan pengaruhnya dalam kondisi sosial ekonomi pengrajin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik industri, eksistensi batik tulis dan keadaan sosial ekonomi pengrajin industri kecil batik tulis <em>anjuk ladang</em>.</p> <p>Jenis penelitian ini merupakan penelitian <em>survey</em>&nbsp;dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh pengrajin dan tenaga kerja dengan 98 orang responden yang bekerja. Pengumpulan data menggunakan wawancara kepada responden untuk mengetahui data bahan baku, data tenaga kerja, data modal dan data pemasaran. Observasi untuk mengetahui data industri kecil batik tulis dan dokumentasi untuk mengetahui produk batik tulis <em>anjuk ladang</em>. Teknik analisis data yang digunakan adalah skoring</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan (1) Industri kecil batik tulis <em>anjuk ladang</em>&nbsp;jumlah tenaga kerjanya antara 5-19 orang, berdiri kurang lebih sudah 10 tahun, teknologi yang digunakan sederhana secara <em>handmade, </em>tradisional dan motifnya khas Kabupaten Nganjuk. (2) Eksistensi industri kecil batik tulis <em>anjuk ladang</em>&nbsp;meliputi bahan baku dan cara perolehannya, tenaga kerja, modal, pemasaran serta pelatihan dan pameran.&nbsp;(3) Kondisi sosial ekonomi pengrajin industri kecil batik tulis <em>anjuk ladang</em>&nbsp;meliputi pembagian kerja sesuai kemampuan dan keahlian untuk pengrajin, status pekerjaan sampingan sedangkan pekerjaan utama adalah petani, omset penjualan cukup menguntungkan dan jumlah upah yang diterima masih dibawah UMK Nganjuk.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>industri batik tulis<em>“anjuk ladang”</em>, karakteristik industri, eksistensi, kondisi sosial ekonomi</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Nganjuk Regency has a small industry of handwritten batik in&nbsp;the<em>&nbsp;anjuk ladang</em>&nbsp;obtained data from the Nganjuk Regency Industry and Trade Service that the small industry of handwritten batik in the <em>anjuk ladang</em>&nbsp;in 2018 amounted to 18 but in 2020 there were only 17, which means that the small industry of handwritten batik in the&nbsp;anjuk ladang&nbsp;has decreased in the number of industries.&nbsp;The obstacles faced by the industry are the creativity of the batik craftsmen (HR), the existence of written batik and its influence on the craftsmen's socio-economic conditions. The purpose of this study was to determine the characteristics of the industry, the existence of written batik and the socio-economic conditions of the small batik craftsmen in <em>anjuk </em><em>ladang</em>.</p> <p>This type of research is a survey research with a quantitative descriptive approach. The study population was all craftsmen and workers with 98 respondents who worked. Data collection uses interviews with respondents to find out raw material data, labor data, capital data and marketing data. Observations to determine the data of the small hand-written batik industry and documentation to find out the batik products of <em>anjuk </em><em>ladang</em>. The data analysis technique used is scoring</p> <p>The results showed (1) the small industry of batik in<em>&nbsp;anjuk </em><em>ladang</em>, the number of workers is between 5-19 people, has been around for 10 years, the technology used is simple, hand made, traditional and the motifs are typical of Nganjuk Regency. (2) The existence of the small batik industry in<em>&nbsp;anjuk </em><em>ladang</em>&nbsp;covers the raw materials and methods of obtaining them, labor, capital, marketing as well as training and exhibitions. (3) The socio-economic conditions of small batik craftsmen in <em>anjuk </em><em>ladang</em><em>&nbsp;</em>include the division of labor according to the ability and expertise of the craftsman, the status of a side job while the main job is a farmer, the sales turnover is quite profitable and the amount of wages received is still below the Nganjuk UMK.</p> <p><strong>Keywords:</strong>&nbsp;batik industry,<em>"anjuk </em><em>ladang</em>", industry characteristics, existence, socio-economic conditions</p> Tria Novitasari Wiwik Sri Utami ##submission.copyrightStatement## 2021-09-08 2021-09-08 2 2 ANALISIS POTENSI WISATA AIR TERJUN SINGOKROMO DESA NGLIMAN KECAMATAN SAWAHAN KABUPATEN NGANJUK https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/42858 <p>Abstrak</p> <p>Jumlah kunjungan wisatawan di Wisata Air Terjun Singokromo masih rendah dibanding dengan wisata yang serupa. Pada tahun 2020 juga terjadi penurunan jumlah wisatawan yang cukup drastis yaitu 59.75% dari tahun sebelumnya akibat kebijakan terkait pandemic Covid-19. Seiring dengan kebijakan pemerintah yang membuka kembali pariwisata, pengelola Wisata Air Terjun Singokromo berupaya melakukan pengembangan wisata guna mengembalikan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk berwisata dengan aman dan nyaman sehingga jumlah kunjungan wisatawan dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi Wisata Air Terjun Singokromo dan strategi pengembangan Wisata Air Terjun Singokromo.</p> <p>Jenis penelitian adalah penelitian survei. Lokasi penelitian berada di Kawasan Wana Wisata Air Terjun Singokormo Desa Ngliman Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk. Subyek penelitian adalah Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan Jaya Makmur Jaya Makmur, Ketua Pengelola Wisata Air Terjun Singokromo, Anggota Pengelola Wisata Air Terjun Singokromo, dan Pemilik warung (masyarakat Desa Ngliman) di sekitar lokasi Wisata Air Terjun Singokromo. Objek pada penelitian merujuk pada pendapat subjek tentang potensi dan strategi pengembangan wisata. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis diskiptif kualitatif dan analisis SWOT.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Potensi wisata yang meliputi lokasi, jarak, topografi, luas, flora fauna, sosial budaya masyarakat Desa Ngliman, ketersediaan fasilitas dan infrastruktur Wisata Air Terjun Singokromo secara keseluruhan merupakan faktor yang mendukung pengembangan wisata Air Terjun Singokromo. 2) Wisata Air Terjun terletak di kuadran 1 (<em>growth oriented strategi</em>) pada analisis SWOT. Strategi prioritas yang sesuai dengan kuadran 1 adalah strategi S-O (Strengths-Opportunities) yaitu mempertahankan kekuatan dan memaksimalkan peluang.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Air Terjun Singokromo, Potensi Wisata, Pengembangan Wisata.</p> <p>Abstract</p> <p>The number of tourist visits at Singokromo Waterfall is still low compared to similar tours. In 2020 there was also a drastic decrease in the number of tourists, namely 59.75% from the previous year due to policies related to the Covid-19 pandemic. Along with the government's policy of reopening tourism, the manager of Singokromo Waterfall is trying to develop tourism in order to restore and increase public confidence to travel safely and comfortably so that the number of tourist visits can increase. This study aims to determine the potential of Singokromo Waterfall Tourism and development strategies for Singokromo Waterfall Tourism.</p> <p>The type of research is survey research. The research location is in the Singokormo Waterfall Wana Tourism Area, Ngliman Village, Sawahan District, Nganjuk Regency. The subjects of the research were the Chairperson of LMDH Jaya Makmur, the Chairperson of the Singokromo Waterfall Tourism Manager, Members of the Singokromo Waterfall Tourism Manager, and the owner of the stall (Ngliman Village community) around the Singokromo Waterfall Tourism location. The object of the research refers to the subject's opinion about the potential and strategy of tourism development. Data collection techniques using observation, documentation and interviews. The data analysis technique used qualitative descriptive analysis techniques and SWOT analysis.</p> <p>The results showed that: 1) The tourism potential which includes location, distance, topography, area, flora and fauna, socio-cultural community of Ngliman Village, the availability of facilities and infrastructure for Singokromo Waterfall tourism as a whole are factors that support the development of Singokromo Waterfall tourism. 2) Waterfall Tourism is located in quadrant 1 (growth oriented strategy) in the SWOT analysis. The priority strategy in accordance with quadrant 1 is the S-O (Strengths-Opportunities) strategy, namely maintaining strengths and maximizing opportunities</p> <p><strong>Keywords</strong>: Singokromo Waterfall, Tourism Potential, Tourism Development.</p> USWATUN CHASANAH Bambang Sigit Widodo ##submission.copyrightStatement## 2021-09-21 2021-09-21 2 2