Swara Bhumi https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi <p>Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UNESA</p> en-US swarabhumi_geo@yahoo.co.id (ITA MARDIANI ZAIN) tj_martono@yahoo.com (Tri Joko Martono) Thu, 06 Jan 2022 01:29:32 +0000 OJS 3.1.1.0 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Kajian Perilaku Mayarakat Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Di Desa Panggih Kecamatan Trowulan, Mojokerto Saat Pandemi Covid-19 https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/44265 <p>Kondisi pandemi Covid-19 membawa dampak dalam berbagai bidang. Masyarakat diarahkan <br>menuju Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang didalamnya terdapat aturan, batasan dan kebiasaan baru <br>untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Hasil pra penelitian di Desa Panggih menunjukkan bahwa <br>perilaku tentang protokol kesehatan akan tidak berlaku setelah sekitar 2 minggu tidak terdapat orang yang <br>terinfeksi. Ada sebesar 6 orang (75%) dari 8 orang tidak memakai masker pada saat bekerja karena <br>kesulitan bernafas dan 2 lainnya memakai masker. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis perilaku <br>masyarakat, pengaruh jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan pengetahuan serta <br>variabel yang paling berpengaruh terhadap perilaku masyarakat tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)<br>saat pandemi Covid-19.<br>Jenis penelitian ini merupakan penelitian survey dengan rancangan penelitian cross sectional.<br>Populasi dalam penelitian ini adalah 402 penduduk di Desa Panggih yang tersebar di 3 dusun yaitu di <br>Dusun Panggih, Dusun Pakem Wetan dan Dusun Pakem Kulon menggunakan sampel berjumlah 80 orang. <br>Teknik analisis data penelitian ini menggunakan analisis chi square dan analisis regresi logistik berganda, <br>dengan kuesioner dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data.<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) Masyarakat Di Dusun Panggih memiliki perilaku baik <br>sebesar 56,7%, Dusun Pakem Kulon memiliki perilaku kurang baik sebesar 52,9%, dan Dusun Pakem <br>Wetan memiliki perilaku kurang baik sebesar 75%. 2) Dusun Panggih, Dusun Pakem Kulon dan Dusun <br>Pakem Wetan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku masyarakat pada variabel jenis <br>kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan, variabel pengetahuan memiliki pengaruh terhadap <br>perilaku masyarakat di Dusun Pakem Wetan dengan nilai p = 0,006 dan nilai relative risk sebanyak 1,14<br>serta tidak memiliki pengaruh signifikan pada Dusun Panggih dan Dusun Pakem Wetan. 3) Variabel yang <br>paling berpengaruh di Dusun Panggih yaitu pekerjaan dengan nilai p = 0,058, Dusun Pakem Kulon yaitu <br>pengetahuan dengan nilai p = 0,003, serta Dusun Pakem Wetan yaitu usia dengan nilai p = 0,099.</p> Siti Zulaikah, Ita Mardiani Zain ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/44265 Tue, 18 Jan 2022 10:53:26 +0000 STRATEGI BERTAHAN HIDUP KELUARGA NELAYAN SELAMA PANDEMI COVID-19 DI KELURAHAN BRONDONG KECAMATAN BRONDONG KABUPATEN LAMONGAN https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/44101 <p>Sektor kelautan dan perikanan di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar sehingga seharusnya dapat memberi kesejahteraan bagi masyarakat pesisir khususnya nelayan.. Pandemi Covid-19 berdampak terhadap perekonomian dunia termasuk Indonesia, terutama sektor perikanan dan nelayan. Pandemi Covid-19 terhadap nelayan&nbsp; berdampak pada penurunan harga ikan, distribusi ikan hasil tangkapan terhambat, modal dan biaya operasional bertambah, berkurangnya jumlah nelayan dan penggangguran bagi nelayan untuk sementasa waktu karena aturan PSBB sehingga secara langsung pendapatan keluarga nelayan ikut menurun sebesar 50%. Dampak tersebut juga dirasakan oleh keluarga nelayan di Kelurahan Brondong Kecamatan Brondong kabupaten Lamongan sehingga dibutuhkan strategi bertahan hidup keluarga nelayan selama pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi bertahan hidup keluarga nelayan keluarga nelayan di Kelurahan Brondong Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan selama pandemi covid-19.</p> <p>Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus di Kelurahan Brondong. Subyek penelitian adalah keluarga nelayan di Kelurahan Brondong yang terdiri atas 1 informan kunci, yaitu ketua rukun nelayan, 8 nelayan sebagai informan utama dan 8 anggota keluarga nelayan sebagai informan pendukung. Penentuan informan menggunakan teknik <em>snowball sampling</em>. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi tentang strategi bertahan hidup keluarga nelayan, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data model interaktif Miles dan Huberman.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan strategi bertahan hidup yang dilakukan keluarga nelayan selama pandemi Covid-19 adalah melibatkan peran anggota keluarga, intensifikasi pekerjaan, meminimalisir pengeluaran keluarga atau berhemat, Mencari pinjaman dengan memanfaatkan hubungan sosial dan menerima bantuan dari pemerintah.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>pandemi Covid-19, strategi bertahan hidup, keluarga nelayan</p> Asnia Veronika, Bambang Sigit Widodo ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/44101 Thu, 06 Jan 2022 01:14:47 +0000 Dampak Relokasi Pasar Terhadap Sosial Ekonomi Pedagang Di Pasar Kedungmaling Kabupaten Mojokerto https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/44108 <p>Pasar Rakyat Kedungmaling merupakan salah satu pasar tradisional yang dimiliki Pemerintah Daerah Kabupaten Mojokerto. Pasar Rakyat Kedungmaling yang lama memiliki luas 8.200 m² dengan total 582 pedagang. Pasar Rakyat Kedungmaling mengalami relokasi karena memiliki lahan parkir yang sempit dengan luas sekitar 100 m². Relokasi pasar ini menimbulkan masalah yaitu bertambahnya pedagang dan sistem zonasi pedagang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kondisi sosial ekonomi pedagang Pasar Rakyat Kedungmaling akibat adanya relokasi.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Jenis Penelitian yang digunakan merupakan penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pedagang yang ada di Pasar Rakyat Kedungmaling sebanyak 805 pedagang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 89 pedagang diambil dengan menggunakan Rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Data pada penelitian ini dianalisis dengan cara deskriptif kuantitatif dengan prosentase.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak relokasi pasar terhadap kondisi sosial pedagang adalah hubungan interaksi antar pedagang terjalin saling bekerjasama dengan baik sebesar (100%), kenyamanan yang dirasakan pedagang saat berdagang merasa nyaman sebesar (100%), keamanan pasar yang dirasakan pedagang merasa aman sebesar (100%). Dampak relokasi terhadap kondisi ekonomi pedagang adalah menurunnya pendapatan pedagang sebesar (76%), menurunnya jumlah pelanggan pedagang di pasar sebesar (76%), dan modal pedagang yang berasal dari modal sendiri sebesar (84%). Penyebab terjadinya hal tersebut kerena persaingan harga antar pedagang yang terjadi di pasar, bertambahnya jumlah pedagang, dan tata letak lokasi pedagang yang berbeda dari sebelumnya.</p> <p><strong>Kata kunci</strong> : dampak relokasi, pasar, pedagang, kondisi sosial, kondisi ekonomi</p> Rizke Syahrial, Dr. Rindawati, M.Si. ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/44108 Thu, 06 Jan 2022 01:21:43 +0000 DAMPAK PENGGALIAN TAMBANG PASIR KALI PUTIH TERHADAP KERUSAKAN JALAN, KEMACETAN DAN KEBISINGAN DI DESA NGARINGAN KECAMATAN GANDUSARI KABUPATEN BLITAR https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/44112 <p>Abstrak</p> <p>Penambangan pasir sangatlah menguntungkan bagi masyarakat yang tinggal di dekat tempat penambagan tersebut. Namun, berdasarkan hasil pra survey pada tanggal 12 Januari 2019 pukul 16:34 menyatakan bahwa dampak negatif akibat penambangan yakni kerusakan jalan saja. Seiring berjalannya waktu dampak tersebut menyebar di aspek-aspek lainnya sepeti kemacetan dan kebisingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penambangan pasir di pinggiran Kali Putih terhadap kerusakan jalan, kemacetan dan kebisingan di desa Ngaringan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, Jawa Timur</p> <p>Jenis penelitian ini adalah penelitian survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di sepanjang jalan Ngaringan Ngaringan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, Jawa Timur, yang mengalami kerusakan akibat adanya tambang pasir. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer adalah data hasil pengukuran kebisingan. Data sekunder adalah data dari instansi DPUPR Kecamatan Gandusari tentang kerusakan jalan, jurnal, dan hasil penelitian. Teknik analisis data menggunakan analisis deskripsi kuantitatif.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak tambang pasir adalah 1) Jalan rusak di&nbsp; Kecamatan Gandusari sepanjang 1,55 km, karena dilalui oleh truk penambang pasir dan keadaan jalan yang baik hanya 0,15 km. 2) Kemacetan terjadi pada jam 13.00-14.00 3) Kebisingan tertinggi pada titik 1 hari Sabtu sebesar 75,09 dB dan yang terendah 73,96 dB, dan titik 2 kebisisngan tertinggi hari Senin 77,36 dan paling rendah 76,77dB. Kebisingan tersebut telah melebihi baku mutu yaitu sebesar 55 dB</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> tambang pasir, kerusakan jalan, Kali Putih, kebisingan, kemacetan</p> <p>&nbsp;&nbsp;</p> <p>Abstract</p> <p>Sand mining is very profitable for the people who live near the mining site. However, based on the results of the pre-survey on January 12, 2019 at 16:34, it was stated that the negative impact due to mining was only road damage. Over time the impact spreads to other aspects such as congestion and noise This study aims to determine the impact of sand mining on the outskirts of Kali Putih to road damage, congestion and noise in Ngaringan Village, Gandusari District, Blitar Regency.</p> <p>This type of research is a survey research with a quantitative descriptive approach. The location of this research was conducted along Jalan Ngaringan Ngaringan, Gandusari District, Blitar Regency, East Java, which was damaged due to sand mining. Sources of data used in this study are primary and secondary data. Primary data is data from noise measurement. Secondary data is data from the DPUPR agency in Gandusari District regarding road damage, journals, and research results. The data analysis technique used quantitative descriptive analysis.</p> <p>The results showed that the impact of sand mining was 1) The damaged road in Gandusari District was 1.55 km long, because it was traversed by sand mining trucks and the road condition was only 0.15 km. 2) Congestion occurs at 13.00-14.00 3) The highest noise at point 1 on Saturday is 75.09 dB and the lowest is 73.96 dB, and point 2 is the highest noise at 77.36 and the lowest is 76.77dB. The noise has exceeded the quality standard of 55 dB</p> <p><strong>Keywords:</strong> sand mining, road damage, Kali Putih, noise, congestioni</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Ikvina Rizqotul Avida, Sulistinah M.pd ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/44112 Thu, 06 Jan 2022 00:00:00 +0000 KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO ETNOPEDAGOGIS DI SMA NEGERI 3 KEDIRI PADA MASA PANDEMI COVID-19 https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/44450 <h1>Abstrak</h1> <p>Etnopedagogis merupakan pembelajaran yang berfokus kepada penanaman nilai kebudayaan kearifan lokal. Nilai siswa kelas XI IPS tidak memenuhi KKM yang telah ditetapkan yakni 75 ada 41 siswa atau 67%. Etnopedagogis di SMAN 3 Kediri perlu diterapkan dengan berbagai macam media ataupun strategi pembelajaran inovatif yang dapat membuat perhatian siswa lebih tertarik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) Efektifitas media video pembelajaran Etnopedagogis 2) Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan video pembelajaran Etnopedagogis</p> <p>Jenis penelitian yang digunakan adalah R&amp;D (Research and Development). Metode pengembangan menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) KD 3.5 Kelas XI IPS 1 dan 2 bab Kearifan Lokal. Sampel dipilih dengan total berjumlah 61 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan berbentuk angket kuisioner meliputi pemahaman siswa, respon siswa dan minat siswa. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif dengan penyajian berbentuk grafik persentase dan tabel</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Media video pembelajaran Etnopedagogis yang telah dikembangkan mendapat nilai kelayakan oleh ahli media pembelajaran dengan rata-rata nilai 4,5 dikategorikan sangat layak 2) Respon siswa terhadap media video pembelajaran Etnopedagogis memperoleh nilai rata-rata 50,8% setuju bahwa media video pembelajaran dapat menjadi sarana lain sebagai pemicu meningkatnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan, dan 49.2% peserta didik juga merasa cukup berpengaruh terhadap penggunaan media pembelajaran video Etnopedagogis.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Covid-19, Media Pembelajaran, Video Etnopedagogis, Kearifan Lokal, Minat Siswa, Model ADDIE</p> <p>&nbsp;</p> <h1>Abstract</h1> <p>Ethnopedagogy is learning that focuses on inculcating the cultural values of local wisdom. The grade XI IPS students did not meet the predetermined KKM, namely 75 there were 41 students or 67%. Ethnopedagogy at SMAN 3 Kediri needs to be applied with a variety of media or innovative learning strategies that can make students' attention more interested. This study aims to describe 1) the effectiveness of the Ethnopedagogical learning video media 2) The success of the implementation of learning using Ethnopedagogical learning videos</p> <p>The type of research used is R&amp;D (Research and Development). The development method uses the ADDIE model (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) KD 3.5 Class XI IPS 1 and 2 chapters of Local Wisdom. The sample was selected with a total of 61 students. The data collection technique used in the form of a questionnaire includes student understanding, student responses and student interests. The data analysis used is descriptive with presentation in the form of percentage graphs and tables</p> <p>The results showed that 1) Ethnopedagogical learning video media that had been developed received a feasibility score by learning media experts with an average value of 4.5 categorized as very feasible 2) Student responses to Ethnopedagogical learning video media obtained an average value of 50.8% agree that learning video media can be another means as a trigger for increasing students' understanding of the material presented, and 49.2% of students also feel quite influential on the use of ethnopedagogical video learning media..</p> <p><strong>Keywords : </strong>Covid-19, Learning Media, Ethnopedagogic Videos, Local Wisdom, Student Interest, ADDIE Model</p> Mohammad Irfan Wachid Abuhalis, Dr. Sukma Perdana Prasetya, S.Pd., M.T. ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/44450 Tue, 18 Jan 2022 10:51:37 +0000 KAJIAN DAMPAK PENGELOLAAN TELAGA TIRTA MANUNGGAL TERHADAP PENGGUNAAN UNTUK AIR BERSIH BAGI MASYARAKAT DUSUN DROJOG DESA JATIDROJOG KECAMATAN KEDUNGPRING KABUPATEN LAMONGAN https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/44322 <p>Telaga Tirta Manunggal digunakan sebagai sumber air untuk memenuhi keperluan penduduk Dusun Drojog, kondisi air telaga tidak dapat mencukupi sebanyak 56 % dalam pemenuhan kebutuhan air penduduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) Penduduk Dusun Drojog dalam memenuhi kebutuhan air domestik (rumah tangga), 2) Pengelolaan telaga tirta manunggal, 3) Dampak kondisi telaga terhadap kehidupan masyarakat dusun drojog.</p> <p>Penelitian ini merupakan penelitian survey. Responden penelitian ini yaitu dari masyarakat sekitar telaga, prangkat desa dan pengelola telaga. Populasinya dari 286 orang penduduk Dusun Drojog dengan menggunakan sampel secara <em>proposive sampling </em>sebanyak 20 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara untuk mendapatkan data informasi jumlah penduduk, konsep pengelolaan telaga, serta dampak kondisi dari telaga terhadap kehidupan masyarakat, dan dokumentasi dalam pengambilan data jumlah penduduk yang menggunakan air telaga serta data volume air secara langsung. Analisis data dengan cara teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.</p> <p>Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Air telaga Tirta Manunggal tidak dapat mencukupi kebutuhan air domestik penduduk Dusun Drojog per harinya karena volume tampungan air sebanyak 3.168 liter. 2) Pengelolaan telaga diterapkan untuk menjaga sumber air dengan langkah pengelolaan yang dilakukan supaya tetap terjaga dalam pelaksanaan dan evalusi sistem pengelolaan aliran air telaga ke rumah warga berjalan dengan baik. 3) Air telaga memberikan dampak positif terhadap sebagian penduduk yaitu dapat membantu meningatkan penghasilan melalui bidang pertanian dan kebutuhan air domestik, sedangkan dampak negatifnya adalah pada musim kemarau penduduk yang masih bergantung dengan air telaga mengalami kesulitan dalam mendapatkan air.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Air bersih, pengelolaan, telaga.</p> Badriytun Nur Hasanah, Dr. Sri Murtini, M.Si. ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/44322 Tue, 18 Jan 2022 10:52:25 +0000 ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERBEDAAN JUMLAH PENGUNJUNG OBJEK WISATA MANGROVE WONOREJO DAN MANGROVE GUNUNG ANYAR DI KOTA SURABAYA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/44648 <p>Mangrove Wonorejo dan Mangrove Gunung Anyar sebagai lokasi ekowisata yang terletak di Kota Surabaya. Kedua lokasi ekowisata tersebut memiliki perbedaan pengunjung yang cukup besar setiap tahunnya. Mangrove Wonorejo memiliki rata-rata pengunjung 162.768 pertahun, sedangkan pengunjung di Mangrove Gunung Anyar 93.950 pertahun.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan potensi dan promosi yang dikerjakan oleh masing-masing pengelola ekowisata mangrove.</p> <p>Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey melalui pendekatan deskriptif kuantitatif. Lokasi dari penelitian ini terletak di Mangrove Wonorejo dan Mangrove Gunung Anyar Kota Surabaya. Pengambilan sampel ini menggunakan teknik&nbsp;<em>accidental random sampling</em>. Sampel dari penelitian ini sebanyak 50 responden di objek wisata Mangrove Wonorejo dan Mangrove Gunung Anyar serta 10 pengelola yang ada di masing-masing objek wisata. Data potensi dan promosi di Mangrove Wonorejo dan Mangrove Gunung Anyar dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Tujuan dari observasi untuk mendapatkan data aksesibilitas, kuesioner digunakan untuk mendapatkan data potensi, daya tarik, fasilitas penunjang, sumber daya manusia, sikap pengelola dan wawancara kepada ketua pengelola untuk mendapatkan data promosi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik skoring dengan Skala Likert.</p> <p>Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa potensi Mangrove Wonorejo lebih baik dibandingkan Mangrove Gunung Anyar pada aspek aksesibilitas dengan persentase 82,50 %, daya tarik wisata dengan persentase 80,02 %,, fasilitas penunjang dengan persentase 89,13 %, sumber daya manusia dengan persentase 77,50% dan sikap pengelola dengan persentase 88,33%. Promosi yang dilakukan pengelola Mangrove Wonorejo lebih tinggi dengan persentase 83,33 % yakni dengan kategori baik sedangkan Mangrove Gunung Anyar dengan persentase 66,66 % yakni dengan kategori kurang baik. Mangrove Wonorejo lebih baik daripada Mangrove Gunung Anyar pada atribut potensi yaitu aksesibilitas, daya tarik wisata, fasilitas penunjang, sumber daya manusia, sikap pengelola dan promosi.</p> <p><strong>Kata Kunci : </strong>potensi wisata, promosi, mangrove,pengunjung.</p> Shalsa Dilla Auransyah, Drs. Agus Sutedjo, M.Si. ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/44648 Sat, 22 Jan 2022 14:58:52 +0000 ANALISIS DAMPAK PENGOLAHAN BESI TUA TERHADAP LINGKUNGAN DI DESA TANJUNG JATI MADURA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/45053 <p>Abstrak</p> <p>Di Indonesia memiliki tiga tempat galangan daur–ulang kapal yang dikelola secara tradisional salah satunya di Desa Tanjung Jati, Kabupaten Bangkalan–Madura. Desa Tanjung Jati sangat dekat dengan Pelabuhan Kamal, aktivitas pengolahan besi tua ketika pembongkaran kapal dilakukan dengan menggunakan mesin berat sehingga dapat menghasilkan asap pekat, hal inilah yang menyebabkan polusi udara tersebut ke daerah pemukiman sekitar, sebab menurut Kepala Desa Tanjung Jati, bahwa banyak warganya yang mengeluhkan sesak napas dan bau tidak sedap dari kegiatan pengolahan tersebut. Polusi perairan, karena kegiatan pengolahan besi tua ini juga menghasilkan limbah yang dibuang langsung ke laut sebab tidak memiliki tempat pengolahan limbah dari kegiatan pembongkaran kapal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana respon masyarakat sekitar dan penanganan masyarakat yang berdampak pada lingkungan yang ada di Desa Tanjung Jati.</p> <p>Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan kuantitatif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik penelitian yang digunakan adalah model Hubermen dan Miles. Objek penelitian ini adalah dampak pengolahan besi tua terhadap lingkungan di desa Tanjung Jati dan yang menjadi bjek adalah kepala desa, masyarakat terpelajar, pekerja besi tua (mandor).</p> <p>Hasil analisis dampak lingkungan yang diakibatkan dari pengolahan Besi Tua tidak dikelola dengan baik menimbulkan polusi udara dan polusi perairan secara tidak langsung. Dampak sosial yang ditimbulkan dari kegiatan pengolahan besi tua bagi masyarakat sekitar yaitu banyak anak yang tidak mau sekolah karena kebisingan dan para nelayan ikan beralih profesi menjadi nelayan pengepul besi, karena tahu bahwa ikan yang diambil memiliki kualitas yang buruk. Respon masyarakat baik dan menerima dengan berdirinya tempat pengolahan besi tua karena hal tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan tidak ada penanganan terhadap kerusakan lingkungan.</p> <p><strong>Kata Kunci: dampak, besi tua, lingkungan</strong></p> <p>Abstract</p> <p>In Indonesia, there are three traditionally managed shipyards, one of them is Tanjung Jati Village, Bangkalan–Madura Regency. Tanjung Jati village is very close to Kamal Harbor, scrap metal processing activities when dismantling ships are carried out using heavy machines so that they can produce thick smoke, this is what causes air pollution to surrounding residential areas, because according to the Head of Tanjung Jati Village, that many residents complained of shortness of breath and unpleasant odors from the processing activities. Water pollution, due to scrap metal processing activities also produces waste that is dumped directly into the sea because it does not have a waste treatment site from the ship's dismantling activities. This study aims to determine how the response of the surrounding community and the handling of the community that have an impact on the environment in Tanjung Jati Village.</p> <p>The type of research used is qualitative and quantitative research. The method used is a qualitative descriptive method with the research technique used is the Hubermen and Miles model. The object of this research is the impact of scrap metal processing on the environment in Tanjung Jati village and the subjects are village heads, educated people, scrap metal workers (foremen).</p> <p>The results of the analysis of environmental impacts resulting from the processing of scrap metal that is not managed properly causes air pollution and water pollution indirectly. The social impact of scrap metal processing activities for the surrounding community is that many children do not want to go to school because of the noise and fish fishermen change professions to become iron collectors, knowing that the fish they take are of poor quality. The community's response is good and accepts the establishment of a scrap metal processing site because this has been going on for decades and there is no handling of environmental damage.</p> <p><strong>Keywords: impact, scrap metal, environment</strong></p> <p><strong><br> <br> </strong></p> Dinda Pratiwi Pratiwi, Dian Ayu Larasati, S.Pd., M.Sc ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/45053 Tue, 01 Mar 2022 05:12:26 +0000 PERSEPSI MAHASISWA ASAL DOMISILI DESA-KOTA TERHADAP PELAKSANAAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 (Studi Kasus pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Surabaya) https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/45296 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penyebaran virus Corona terjadi begitu cepat dan meluas di seluruh dunia termasuk Indonesia. Mahasiswa adalah kelompok usia muda yang dapat berpotensi menularkan virus Corona. Persepsi mahasiswa erat dikaitkan dengan pengetahuan, karakteristik dan lingkungan sekitar. Mahasiswa berperan sebagai contoh untuk masyarakat dalam penerapan pelaksanaan protokol kesehatan secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Surabaya asal desa dan kota terhadap diberlakukannya protokol kesehatan di era pandemi Covid-19.</p> <p>Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survey. Data primer terkait persepsi diperoleh melalui kuesioner online (google form). Data sekunder terkait domisili asal mahasiswa didapatkan dari Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Negeri Surabaya. Asal domisili digunakan sebagai dasar pengambilan sampel sebagai responden secara acak. Jumlah responden yaitu 40% dari jumlah mahasiswa pada angkatan mulai dari angkatan 2017 sampai angkatan 2020. Analisis data menggunakan analisis uji Wilcoxon Signed Rank melalui aplikasi SPSS versi 25.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan persepsi antara mahasiswa yang berasal dari desa dengan mahasiswa yang berasal dari kota dalam menerapkan protokol kesehatan. Mahasiswa yang berasal dari kota mayoritas berpersepsi setuju terhadap pelaksanaan protokol kesehatan. Diantara 13 variabel dalam pelaksanaan protokol kesehatan, perbedaan persepsi mahasiswa yang paling menonjol antara mahasiswa asal desa dan mahasiswa asal kota adalah persepsi menggunakan masker, menjaga jarak, tidak berjabat tangan, menghindari kerumunan, melakukan transaksi pembelian non tunai dan melakukan penyemprotan disinfektan. Perbedaan persepsi tersebut ditunjukkan dari pengolahan data hasil SPSS yang menunjukkan bahwa nilai sig. &lt; 0,05 (α) yaitu 0,000 maka H1 diterima.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>persepsi, protokol kesehatan, wilayah desa, wilayah kota</p> Nur Jannah, Dr. Ketut Prasetyo, M.S. ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/45296 Tue, 01 Mar 2022 00:00:00 +0000 PENGARUH UMUR, JENIS KELAMIN, PEKERJAAN, TINGKAT PENDIDIKAN, TINGKAT PENDAPATAN, KONDISI SANITASI RUMAH DAN PERSONAL HYGIENE TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT TB PARU DI PUSKESMAS WISMA INDAH KECAMATAN BOJONEGORO KABUPATEN BOJONEGORO https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/45372 <p><em>One of the infectious diseases that is still a serious problem is pulmonary TB. One of the areas in East Java with the number of cases of pulmonary TB, namely Bojonegoro Regency which occupies Bojonegoro ranks fifth with a prevalence rate of 0.43 from the 2018 East Java Health Ministry data. Wisma Indah Public Health Center, Bojonegoro District, has data on the number of cases of pulmonary TB with the highest percentage value of 13.1% of a total of 35180 cases all cases of pulmonary TB in Bojonegoro Regency. The purpose of this study was to determine the effect of age, gender, occupation, education level, income level, home sanitation conditions and personal hygiene on the incidence of pulmonary TB in the Wisma Indah Health Center Work Area, Bojonegoro District, Bojonegoro Regency. The type of research used is the type of survey research. The research design used was case control. The case subjects consisted of 51 patients with pulmonary TB disease and the control subjects were 51 residents who were not sick with pulmonary TB by matching the distance from home to the Wisma Indah Public Health Center in Bojonegoro District. The data analysis technique used in this research is using the chi-square test. The results of the analysis of the chi-square test showed that age, education level, income level and home sanitation conditions did not have a significant effect on the incidence of pulmonary TB. While the variables that have a significant influence on the incidence of pulmonary TB in the Wisma Indah Health Center Work Area, Bojonegoro District, are the work variable (p=0.015) and the OR value is 3.5. Education variable (p=0.042) and OR value 2.5. Variable smoking habit (p=0.000) and OR value 7.1. The variable of healthy living habits (p=0.046) and the OR value of 2.8. </em></p> Ida Zubaidah, Dra. Ita Mardiani Zain, M. Kes ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/45372 Sun, 06 Mar 2022 01:19:19 +0000 ANALISIS KONDISI RESAPAN AIR PADA SUB DAS BRANTAS KABUPATEN SIDOARJO MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/45646 <p>Hydrology is the study of water on earth. Watershed or watershed is a unit of space that consists of several abiotic and biotic elements and human activities that interact with each other so that it becomes a unity of ecosystems. The problem in the research area is flooding because Banjarsari Village, Banjarpanji Village, and Kedungbanteng Village in Tanggulangin District have been inundated for more 20 days. This study aims to find out 1) the value of coefesien C based on the conditions of land use change in Sub watershed Brantas Sidoarjo Regency in 2015 and 2020. 2) The level of criticalness of water catchment in Sub watershed Brantas Sidoarjo Regency in 2020.</p> <p>This research is a quantitative descriptive type of research. The data collection technique in this study used secondary data processing that included land use data, soil type, rainfall, slope slope, and vegetation density. Data analysis techniques to determine land use changes using differences in the value of coefficient run off (C) in land use 2015 and 2020, while to find out the critical condition of water catchment reviewed the magnitude of natural infiltration that occurred on some parameters processed using overlay techniques in geographic information systems or GIS.</p> <p>The results showed that 1) there was a difference in the value of the coefficient run off (C) from 0.267 in 2015 to 0.305 in 2020. 2) As for the results of water catchment conditions, good water infiltration conditions 22624.2 ha (29.7%), Natural normal 588.59 ha (0.7%), Critical point 4017.8 ha (5.2%) and Light critics 48921.1 ha (64.2%).</p> <p><strong>Keywords:</strong> Watershed, Coefficient run off (C), Land use, Water Catchment</p> Bahrul Resqi Mubarroq Hermawan, Bambang Hariyanto ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/45646 Fri, 08 Apr 2022 03:01:35 +0000 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIFITAS SAPI PERAH TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI DESA BABADAN KECAMATAN NGANCAR KABUPATEN KEDIRI https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/45690 <p>Humans since ancient times have fulfilled their needs by utilizing the surrounding environment, especially in rural areas raising dairy cattle can be a business opportunity, East Java province is the largest milk producer in Indonesia, Babadan Village, Ngancar District, Kediri Regency is one of the centers for cow's milk production. The problem faced by farmers is the limitation of feed ingredients of 79,8% &nbsp;that can affect the results of milk production. This study aimed to determine the comparison of the use of feed from pineapple leaves and elephant grass that affect milk productivity on the economy in Babadan Village.&nbsp;The research used is a descriptive type with a quantitative approach that aims to reveral somethings according to the data as it is. Dairy farming, the amount of milk produced and also the condition of the breeder, interview with breeders are carried out to obtain information about the use of pineapple leaves for welfare community seen from the amount of milk production and documentation. The data analysis technique was carried out by descriptive percentage.Ty6trhe results show that 1) Feeding both forage and concentrate can affect the economy of farmers, it can be seen from the percentage of profits of farmers who feed pineapple leaves of IDR 50,325 (83.21%) in a day, farmers who use elephant grass of IDR 10,150 (16.78%) so that the difference in profits between farmers who use pineapple leaves and elephant grass is 66.43% which affects the farmer's economy. 2) Dairy cow's milk production is the main income for dairy farmers in addition to being a farmer to increase income from their main job. where the selling price of cow's milk itself is influenced by the quality of the milk. The average income obtained from raising dairy cows for one month using pineapple leaves is around Rp. 1,509,750 while farmers who use elephant grass are Rp. 304,500.</p> <p><strong>Keywords</strong>: Dairy Cow, Productivity, Economy</p> Fachreza Dany Erlangga, Dian Ayu Larasati,S.Pd., M.Sc. ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/45690 Fri, 08 Apr 2022 03:13:53 +0000 PERSEPSI PENGGUNA TRANSPORTASI ONLINE TERHADAP EFEKTIVITAS TRANSPORTASI DI KABUPATEN GRESIK https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/45724 <p>Kabupaten Gresik secara administrasi berbatasan dengan Kota Surabaya. Kabupaten Gresik berbatasan langsung dengan Kota Surabaya yang padat penduduk, hal tersebut menyebabkan tingginya aktivitas transportasi di Kota Surabaya sebesar 10,91 % di Provinsi Jawa Timur yang berdampak pada aktivitas transportasi di Kabupaten Gresik. Pembatasan sarana dan prasana di terminal transportasi umum dalam rangka pencegahan penyebaran virus Covid-19 membuat masyarakat memilih transportasi yang bersifat pribadi dan bisa menambah kepadatan jalan di Kabupaten Gresik. Efektivitas transportasi di Kabupaten Gresik dapat dipengaruhi oleh kepadatan jalan. Transportasi <em>online </em>yang berkembang merupakan kemajuan inovasi yang dapat dijadikan sebagai alternatif transportasi di Kabupaten Gresik guna menambah efektivitas transportasi. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui mengetahui seberapa besar persepsi pengguna transportasi <em>online </em>terhadap evektivitas transportasi di Kabupaten Gresik.</p> <p>Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode <em>survei</em>. Populasi dalam penelitian terdiri dari masyarakat yang berada di wilayah Kabupaten Gresik yang menggunakan transportasi <em>online</em>. Sampel yang digunakan dalam survei ini terdiri dari 65 responden yang ditentukan dengan metode<em> accidental sampling</em>. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.</p> <p>Persepsi pengguna transportasi <em>online</em> di Kabupaten Gresik menunjukkan Waktu tempuh penjemputan pesanan 49 % dan waktu tempuh pengantaran pesanan 57 % dengan kategori cepat. Daya jangkau penjemputan pesanan 59 % dan daya jangkau pengantaran pesanan 48 % dikategorikan terjangkau. Kenyamanan pada pelayanan 48 % dan kenyamanan pada kendaraan 55 % dikategorikan nyaman. Tarif perajalanan dekat 60 % dan tarif perjalanan jauh 44 % dikategorikan murah.</p> Khrisna Juliaffajar Rohadi, Dr. Sri Murtini, M.Si. ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/45724 Fri, 08 Apr 2022 03:15:10 +0000 DENSITAS VEGETASI MANGROVE BERDASAR DATA PENGINDERAAN JAUH DI DESA PASAR BANGGI KABUPATEN REMBANG https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/45733 <p>Abstrak</p> <p>Laju pertumbuhan penduduk di Desa Pasar Banggi mengalami peningkatan sebesar 1 % tiap tahun, hal ini berdasar dari data BPS tahun 2022. Pertumbuhan dan perkembangan penduduk di sekitar kawasan ekosistem mangrove yang semakin meningkat secara langsung maupun tidak langsung memberikan potensi ancaman kerusakan yang semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi densitas vegetasi mangrove di Desa Pasar Banggi Kabupaten Rembang.</p> <p>Jenis Penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan adalah Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Berdasarkan hasil pengolahan citra Landsat 8 OLI dengan menggunakan algoritma NDVI. &nbsp;Teknik pengumpulan data menggunakan analisis penginderaan jauh dan pengukuran lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi dan Korelasi.</p> <p>Hasil analisis data menunjukkan bahwa diperoleh nilai minimun NDVI -0,52 (minus 0,52) dan nilai NDVI maksimum adalah 0,87. Berdasarkan transformasi NDVI maka kerapatan vegetasi mangrove di Pesisir Desa Pasar Banggi terbagi kedalam kategori tinggi sebesar 31,01 % atau seluas 15,52 Ha, kategori sedang seluas 8,76 Ha (17,49 %), kategori rendah 3,82 Ha (7,63 %), kategori sangat rendah 3,00 Ha (5,98% ) dan kategori sangat buruk&nbsp; 18,96 (37,88 %). Hasil Uji korelasi antara nilai NDVI dengan jumlah tegakkan vegetasi diperoleh nilai 69,6 %. Sehingga dapat diartikan bahwa terdapat hubungan kuat antara nilai NDVI dengan jumlah tegakkan vegetasi mangrove.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>Densitas,</em><em>Mangrove, Landsat 8 OLI, NDVI (Normalized Difference Vegetation Index)</em><em>,</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p>The population growth rate in Pasar Banggi Village has increased by 1% every year, this is based on BPS data in 2022. The growth and development of the population around the mangrove ecosystem area that is increasing directly or indirectly provides a potential threat of greater damage. This study aims to identify the density of mangrove vegetation in the Banggi Market Area of Rembang Regency.</p> <p>This type of research is descriptive with a quantitative approach. The method used is the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Based on the results of landsat 8 OLI image processing using the NDVI algorithm. Data collection techniques use remote sensing analysis and field measurements. The data analysis technique used is Regression and Correlation Analysis.English translation.&nbsp;</p> <p>The results of the data analysis showed that the minimun value of NDVI -0.52 (minus 0.52) and the maximum NDVI value was 0.87. Based on the transformation of NDVI, the density of mangrove vegetation in The Banggi Market Village Coast is divided into high categories of 31.01% or an area of 15.52 Ha, medium category covering an area of 8.76 Ha (17.49%), low category 3.82 Ha (7.63%), very low category 3.00 Ha (5.98%) and very bad category 18.96 (37.88%). The test result of the correlation between the value of NDVI and the number of erect vegetation obtained a value of 69.6%. So it can be interpreted that there is a strong relationship between the value of NDVI and the number of erect mangrove vegetation.</p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Density,Mangrove, Landsat 8 OLI, NDVI (Normalized Difference Vegetation Index</em></p> <p><strong><br> </strong></p> <p>&nbsp;</p> Andrew Devara Harmawan, Eko Budiyanto, S.Pd, M.Si ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/45733 Fri, 08 Apr 2022 03:16:11 +0000 RESPON SISWA XI IPS TERHADAP PENGGUNAAN GOOGLE CLASSROOM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ONLINE PADA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 2 MEJAYAN https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/45887 <p><strong>Abstrak </strong></p> <p>Pembelajaran secara online merupakan usaha pemerintah dalam menghadapi pandemi covid-19 pada bidang pendidikan. Pembelajaran online dapat diterapkan menggunakan <em>Google Classroo</em><em>m</em> yang memiliki banyak kelebihan dari segi kemudahan dalam pengoperasiannya serta dapat diaplikasikan pada pelajaran geografi di tingkat SMA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana respon yang diberikan siswa terhadap penggunaan <em>Google Classroom </em>sebagai media pembelajaran online pada pelajaran geografi, dan apakah <em>Google Classroom </em>dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang efektif bagi siswa sebagai media pembelajaran online dimasa pandemi Covid-19 terutama pada pelajaran geografi di SMA Negeri 2 Mejayan.</p> <p>Jenis penelitian yang digunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian yaitu 92 siswa XI IPS SMA Negeri 2 Mejayan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik <em>sampling total</em>. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup disebar secara online melalui <em>Google Form</em>. teknik analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif dalam bentuk presentase.</p> <p>Hasil analisis data dalam penelitian menyatakan bahwa pembelajaran geografi menggunakan <em>Google Classroom </em>memperoleh respon yang positif dari siswa kelas XI IPS dengan hasil skor rerata siswa yaitu 69,016 yang tergolong kategori positif sehingga <em>Google Classroom </em>dianggap dapat membantu dalam pembelajaran secara online dan efektif apabila digunakan sebagai media pembelajaran online terutama pada pelajaran geografi.</p> <p>&nbsp; <strong>Kata Kunci </strong>: Media Pembelajaran Online , Respon siswa, <em>Google Classroom </em>, Pelajaran Geografi..</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Online learning is a government effort in dealing with the COVID-19 pandemic in the education sector. Online learning can be applied using Google Classroom which has many advantages in terms of ease of operation and can be applied to geography lessons at the high school level. The purpose of this study was to find out how the response given by students to the use of Google Classroom as an online learning medium in geography lessons, and whether Google Classroom can help create an effective learning environment for students as an online learning medium during the Covid-19 pandemic, especially in geography lessons at SMA Negeri 2 Mejayan.</em></p> <p><em>This type of research used descriptive analysis with a quantitative approach. The sample in this study was 92 students of XI IPS SMA Negeri 2 Mejayan. The sampling technique used was total sampling technique. Data collection techniques using closed questionnaires distributed online via Google Form. data analysis techniques using descriptive analysis in the form of percentages.</em></p> <p><em>The results of data analysis in the study stated that learning geography using Google Classroom received a positive response from class XI IPS students with the average student score of 69,016 belonging to the positive category so that Google Classroom was considered to be able to help in online learning and was effective when used as an online learning medium. especially in geography.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Online Learning Media, Student Response, Google Classroom, Geography Lessons</em></p> Adelia Destriana, Sukma Perdana Prasetya ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/45887 Mon, 25 Apr 2022 03:46:54 +0000 DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN MENJADI BANDARA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI DI KECAMATAN BANYAKAN KABUPATEN KEDIRI JAWA TIMUR https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46073 <p>&nbsp;</p> <p>Abstrak</p> <p>Pembangunan bandara yang dibangun di Kecamatan Banyakan, Kecamatan Grogol dan Kecamatan Tarokan menimbulkan pengaruh yang cukup besar yaitu 22% pada perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi bandara, sehingga menimbulkan dampak sosial ekonomi di lingkungan masyarakat sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis alih fungsi lahan pertanian menjadi bandara terhadap kondisi sosial ekonomi petani di desa Tiron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri.</p> <p>Jenis penelitian ini menggunakan penelitian survei. Lokasi penelitian di desa Tiron karena adanya perubahan paling besar terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi bandara Dhoho. Sampel dalam penelitian ini adalah petani pemilik lahan di Desa Tiron yang berjumlah 215 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dokumentasi, observasi dan kuesioner. Analisis data yang digunakan deskriptif persentase.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan Bandara Dhoho berdampak terhadap kondisi sosial yakni mata pencaharian masyarakat desa sebelum pembangunan adalah petani, setelah proses pembangunan di dominasi oleh pedagang sebesar 25% dan pekerja serabutan sebesar 21%. Kondisi ekonomi masyarakat desa Tiron mengalami perubahan. Rata-rata pendapatan menurun sebesar 7,82% dan rata-rata pengeluaran meningkat 11,44%, karena adanya perubahan mata pencaharian utama sebagai petani menjadi pedagang dan pekerja serabutan</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>kondisi sosial, kondisi ekonomi, pembangunan bandara, alih fungsi lahan</p> <p>&nbsp;&nbsp;</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Abstract&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> <p>The construction of the airport which was built in Banyakan, Grogol, and Tirokan sub-district has had a considerable influence, that is 22% including on changes in land use, social and economic impacts on the surrounding community. The purpose of this study was to analyze the conversion of agricultural land into an airport on the socio-economic conditions of farmers in Tiron Village, Kecaatan Banyakan, Kediri Regency.</p> <p>This study uses a survey research type. The research location is in Tiron village due to changes in the social and economic conditions of the community due to the conversion of agricultural land to Dhoho airport. The sample in this study were farmers in Tiron Village, amounting to 215 people. Collecting data in this study using documentation, observation and questionnaires. The data analysis used is descriptive percentage.</p> <p>The results showed that the agricultural land that was acquired was rice fields. The construction of the Dhoho airport has a negative impact on socio-economic conditions. There are differences before and after land conversion on people's livelihoods, incomes and expenditures. There are 172 respondents who experience changes in livelihoods that can affect income and expenditure. Changes in income according to their respective livelihoods. The dominance of income after the conversion of Rp 1,500,000- Rp 3,000,000 land functions by 30.2% or by 65 respondents. The more income you get, the more expenses you will have. The dominance of expenditure after land conversion is Rp 4,500,000- Rp 5,000,000 by 25.3% or 55 respondents after selling the land.</p> <p><strong>Keywords :</strong> social conditions, economic conditions, airport construction, land conversion</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> sarah dyah arum ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46073 Thu, 19 May 2022 04:56:39 +0000 DAMPAK BANJIR TERHADAP PERMUKIMAN DI KELURAHAN KALIREJO KECAMATAN BANGIL KABUPATEN PASURUAN https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46153 <p>Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu daerah yang rawan banjir, salah satu wilayahnya yakni di Kelurahan Kalirejo yang mengalami kejadian banjir besar sebanyak 24 kali dalam kurun waktu antara tahun 2010-2020, hal ini berdasar dari data BPBD Kabupaten Pasuruan tahun 2021 dan hasil keterangan warga Kelurahan Kalirejo. Banjir yang terjadi akibat luapan sungai Wrati dan sungai Kedunglarangan. Bencana banjir sangat berpengaruh terhadap kondisi masyarakat baik berupa kerugian materil maupun non materil. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui 1) Dampak inundasi bencana banjir di Kelurahan Kalirejo dan 2) Tingkat dampak banjir terhadap permukiman di Kelurahan Kalirejo Kecamatan Bangil kabupaten Pasuruan.</p> <p>Penelitian ini di lakukan di Kelurahan Kalirejo dengan menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Obyek penelitian ini adalah masyarakat yang terdampak banjir dengan populasi sebanyak 1.879 penduduk diperoleh sampel sebanyak 100 responden dilakukan dengan pengambilan sample secara <em>random sampling</em>. Teknik pengumpulan data dampak inundasi bencana banjir dan data tingkat dampak banjir diperoleh dengan penyebaran kuisioner. Analisis data dampak inundasi bencana banjir dengan mengelompokkan hasil jawaban responden berdasarkan dampak sosial dan dampak ekonomi yang dialami, sedangkan tingkat dampak banjir dengan perhitungan <em>skoring</em> yakni nilai skor 1 tergolong rendah, nilai skor 2 tergolong sedang, dan nilai skor 3 tergolong tinggi.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan 1) Dampak inundasi bencana banjir di Kelurahan Kalirejo untuk dampak sosial paling banyak responden menjawab yakni akses jalan terputus sebanyak 45 responden dan dampak ekonomi paling banyak responden menjawab yakni biaya perbaikan alat elektronik rusak sebanyak 46 responden. 2) Tingkat dampak banjir terhadap permukiman di Kelurahan Kalirejo dari perhitungan skoring diperoleh hasil jumlah skor 5 yang merupakan kategori sedang.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong> : Banjir, Dambak Inundasi, Tingkat Dampak Banjir</p> Muhammad Syahidin Syahidin, Dr. Nugroho Hari Purnomo, S.P., M.Si. ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46153 Sun, 22 May 2022 23:38:16 +0000 KAJIAN DAMPAK PEMBANGUNAN BENDUNGAN SEMANTOK TERHADAP KEADAAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DESA SAMBIKEREP KECAMATAN REJOSO KABUPATEN NGANJUK https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46055 <p>Nganjuk Regency is one of the areas that are still carried out the process of building the Semantok Dam.&nbsp; The current condition of Sambikerep village affected by the dam resulted in a decrease in income and professional alinh. The purpose of the study to describe socioeconomic conditions includes the livelihoods, income, and expenditures of the people of Sambikerep village of Rejoso District of Nganjuk Regency in the process of building Semantok Dam.</p> <p>This type of descriptive research is used with survey methods. This study was conducted in Sambikerep Village. The population in this study amounted to 127 KK affected by dam construction. The sample in this study was the entire population. Data collection techniques using questionnaires include livelihoods, income and expenses, as well as documentation from BPS Rejoso Subdistrict. The data that has been obtained is analyzed using deskiptive analysis.</p> <p>The results showed that 37% of the farmers in Sambikerep Village changed their professions to become farm laborers, but had a side job as wood seekers. As many as 74% of respondents have elementary/MI education so it is difficult to get jobs that require expertise so that people still work in fields that are not far from their original jobs. The decrease in income by 13.63% occurred in respondents who had jobs as traders, farmers and farm laborers because respondents at the time of the reservoir construction were still unable to adapt to new jobs. There was an increase in spending by 10.85% of traders who were previously farmers and farm laborers who previously worked as farmers because they were used for business capital needs and increased living needs.&nbsp;</p> <p><strong>Keywords:</strong> social conditions, economic conditions, development impacts&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> bayu sakti setyohadi, Eko Budiyanto ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46055 Mon, 30 May 2022 04:51:02 +0000 ANALISIS DAYA DUKUNG SUMBER DAYA AIR BERDASARKAN PERBANDINGAN KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN AIR DOMESTIK DI KABUPATEN JOMBANG https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46282 <p>Laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Jombang dari tahun 2010-2020 mengalami peningkatan sebesar 9,37 % dimana peningkatan jumlah penduduk ini meningkat sekitar 0,96 % dari tahun 2010, peningkatan jumlah penduduk ini selaras dengan peningkatan jumlah kebutuhan air di Kabupaten Jombang karena faktor utama dalam penentuan kebutuhan air adalah jumlah penduduk, dengan peningkatan kebutuhan air ini maka akan meningkatkan potensi defisit air jika tidak dikelola dengan baik bersama dengan pengelolaan ketersediaan air yang memadahi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Status daya dukung air di Kabupaten Jombang 2) Proyeksi daya dukung air di Kabupaten Jombang untuk tahun mendatang</p> <p>Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sumber data sekunder berupa data jumlah penduduk, data luas penggunaan lahan, curah hujan dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Jombang serta data koefisien limpasan berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.17 Tahun 2009. Teknik analisis data menggunakan metode perhitungan ketersediaan dan kebutuhan air berdasarkan pedoman penentuan daya dukung lingkungan hidup dengan perbandingan ketersediaan (S<sub>A</sub>) dan kebutuhan air (D<sub>A</sub>) di Kabupaten Jombang.</p> <p>Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Status daya dukung air di Kabupaten Jombang adalah surplus dengan total surplus mencapai 646.687.245 m<sup>3</sup> air dan dinyatakan dapat mencukupi kebutuhan air domestik saat ini. 2) Proyeksi daya dukung air di Kabupaten Jombang menunjukkan kecukupan air untuk penduduk kabupaten Jombang hanya mencukupi sampai 43 tahun mendatang dengan nilai kebutuhan &nbsp;air 647.636.291 m<sup>3</sup>.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong> : kebutuhan air, ketersediaan air, daya dukung air, proyeksi DDA</p> Fajar Bayu Priyambodo, Bambang Hariyanto ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46282 Mon, 30 May 2022 04:51:51 +0000 ANALISIS KERAWANAN BENCANA TANAH LONGSOR DI KECAMATAN NGETOS KABUPATEN NGANJUK MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46421 <p>Abstrak</p> <p>Kondisi bentang alam di Kecamatan Ngetos dominan berbukit dan berada di lereng Gunung Wilis mempunyai rata-rata kemiringan lereng 30-45% dan menjadikan daerah tersebut rentan terhadap tanah longsor. Penyebab longsor di Kecamatan Ngetos adalah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengakibatkan tebing longsor. Kecamatan Ngetos mempunyai beberapa daerah yang berpotensi terjadinya tanah longsor yang mengacam kehidupan masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kerawanan tanah longsor di Kecamatan Ngetos menggunakan sistem informasi geografi.</p> <p>Penelitian menggunakan deskriptif analitik. Lokasi penelitian terletak di Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh satuan lahan yang berada diwilayah Kecamatan Ngetos yang didapat dari overlay peta curah hujan, peta jenis tanah, peta jenis batuan, peta kemiringan lereng, dan peta tutupan lahan. Analisis data pada penelitian ini memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan cara tumpeng tindih (<em>overlay</em>) dari peta penggunaan lahan, peta curah hujan, peta kemiringan lereng, jenis tanah dan jenis batuan.</p> <p>&nbsp;Hasil penelitian menyatakan tingkat kerawanan tanah longsor rendah mayoritas ada di desa&nbsp; Kucir dan Mojoduwur dengan luas 674,5 ha atau sebesar 8,1%&nbsp; dari luas Kecamatan Ngetos. Tingkat kerawanan tanah longsor sedang mayoritas terletak di desa Mojoduwur dan Kucir dengan luas 2469,2 ha atau sebesar 29,6% dari luas Kecamatan Ngetos. Tingkat kerawanan longsor tinggi meyoritas di desa Klodan dan Ngetos dengan luas 2805,7 ha atau sebesar 33,7% dari luas Kecamatan Ngetos. Tingkat kerawanan longsor sangat tinggi mayoritas ada di desa Klodan dan Kepel dengan luas 2382,1 ha atau sebesar 28,6% dari luas Kecamatan Ngetos.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>kerawanan bencana, tanah longsor, SIG</p> Tutug Bodro Setyoko, Dian Ayu Larasati,S.Pd.,M.Sc ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46421 Fri, 03 Jun 2022 03:32:21 +0000 Pengembangan Media Pembelajaran Story Maps pada Materi Flora dan Fauna di Indonesia di SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46453 <p>Hasil wawancara dari guru mata pelajaran geografi di SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya bahwa penggunaan media pembelajaran yang diterapkan pada materi persebaran flora dan fauna di Inonesia adalah gambar peta dua dimensi yang bersumber dari buku paket geografi. Hal ini menyebabkan rendahnya tingkat pencapaian standar kompetensi minimal yang harus dikuasai oleh peserta didik pada materi tersebut. Berdasarkan data dari tugas penempatan flora dan fauna di Indonesia terdapat 17 dari 31 peserta didik dengan persentase 54% yang mendapat nilai di bawah kriteria ketuntasan minimal. <em>Story maps </em>sebagai media pembelajaran sangat cocok diterapkan pada pembelajaran abad 21 karena menuntut peserta didik memiliki keterampilan dan pengetahuan di bidang teknologi, media dan informasi. Kurikulum 2013 terkait kompetensi dasar geografi terdapat salah satu tujuan materi pelajaran geografi adalah peserta didik harus memiliki kemampuan memahami pola spasial.<em> Story maps</em> memanfaatkan teknologi geospasial yang bisa diterapkan pada materi flora dan fauna untuk mengetahui persebarannya di Indonesia.</p> <p>Tujuan pengembangan media pembelajaran story maps adalah pemanfaatan dan memaksimalkan teknologi dalam dunia pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan <em>(</em><em>Research and Development</em><em>)</em> dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Teknik pengumpulan data berupa angket validasi ahli media, ahli materi, guru geografi dan peserta didik. Teknik analisis data menggunakan skala likert untuk angket validasi dan menggunkan skala guttman untuk angket respon peserta didik yang berjumlah 31 orang.</p> <p>Hasil dari penilitian adalah berupa produk software <em>story maps</em>. Peserta didik mendapatkan pengalaman untuk mengeksplor informasi mengenai materi tersebut karena disetiap jenis flora dan fauna terdapat <em>hyperlink</em> website lain tentang penjelasan lebih lanjut mengenai jenis flora dan fauna tersebut. <em>Hyperlink </em>yang terdapat pada <em>story maps </em>membuat peserta didik tertarik dan penasaran serta mendapatkan informasi yang tak terhingga karena tidak ada keterbatasan untuk mengakses informasi di internet. Pengembangan media <em>story maps </em>mendapat penilaian dari ahli media dengan nilai rata-rata 4,4 termasuk dalam kategori “sangat layak”. Penilaian respon peserta didik yang berjumlah 31 orang memberikan nilai sebesar 92,6%. Media pembelajaran <em>story maps </em>mendapat respon positif dari peserta didik karena mendapatkan nilai sebesar ≥ 61%.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Media pembelajaran, story maps, flora fauna</p> <p>&nbsp;</p> <p>Abstract</p> <p>The results of interviews from teacher of geography subjects at SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya that the use of learning media that is applied to the material for the distribution of flora and fauna in Indonesia ia a two-dimensional map sourced from a geography package book. This matter causes the low level of achievement of minimum competency standards that must be mastered by students in the material of opportunity. Based on data from the assignent of flora and fauna placement in Indonesia, there were 17 of 31 students with a percentage of 54% who scoed below the minimum completeness criteria. Story maps as learning media are veri suitable to be applied to 21st century learning because require students to have skills and knowledge in the fields of technology, media and information. In the 2013 curriculum related to basic geography competencies. One of the objectives of geography subject matter is that students must have the ability to understand spatial patterns. Story maps utilize geospatial technology that can be applied to flora and fauna material to determine their distribution in Indonesia.</p> <p>This research uses the type of research development (research and development) using the ADDIE development model. Data collection technique used a questionnaire validation of learning media experts, material experts, geography teacher and response of students. The data analysis&nbsp; technique uses a likert scale for validation questionnaire and uses the guttman scale for students responses totalling 31 people.</p> <p>The results of the research are in the form of story maps software products. Learners get experience to explore information about the material because in each type of flora and fauna there are hyperlink to other websites for further explanations about these types of flora and fauna. Hyperlink contained in story maps make students interested and curious and also get unlimited informations to accessing information on the internet. The development of media story maps received an assesment from media experts with an average score of 4.4. this value is in the range of values from 4.2 to5.00 which is included in the “very feasible” category. Assesment from material experts with an average score of 4.2. This value is in the range of values from 4.2 to5.00 which is included in the “very feasible” category. Assesment from geography subject teacher obtained an average score of 5.00. this value is in the range of values from 4.2 to5.00 which is included in the “very feasible” category. While the assesment of students responses, which amounted to 31 people gave a value of 92.6%. based on these data, it can be said that the story maps learning media received a positive response from students because it got a score of 61%</p> <p><strong>Keyword: </strong>learning media, story maps, flora fauna</p> Widad Dzawin Nuha, Dr. Sukma Perdana Prasetya, S.Pd., M.T. ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46453 Mon, 06 Jun 2022 22:49:39 +0000 PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PEMBELAJARAN SECARA ONLINE PADA MASA PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA ANGKATAN 2020 DAN 2021) https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46454 <p>Proses pembelajaran mahasiswa UNESA jurusan pendidikan geografi angkatan 2020 dan 2021 pada masa pandemi <em>covid</em>-19 tersusun dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS), diawal perkuliahan mengalami hambatan serta kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran secara online. Dosen terkadang mengalami hambatan dalam melaksanakan pembelajaran sehingga perkuliahan tidak berjalan dengan baik. Dosen maupun mahasiswa kesulitan mengganti waktu pekuliahan untuk memenuhi 15 tatap muka. Fasilitas perkuliahan dalam jaringan (daring) merupakan bagian penting dalam pembelajaran saat ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi, kendala, harapan serta kenyataan mahasiswa dalam melakukan pembelajaran daring.</p> <p>Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Objek penelitian ini ialah mahasiswa pendidikan geografi Universitas Negeri Surabaya angkatan 2020 dan 2021. Peneliti mengambil sampel sejumlah 90 responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuisoner melalui <em>google form</em>. Analisis data memakai analisis statistik deskriptif, uji validitas dan uji reliabilitas.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Persepsi mahasiswa pendidikan geografi angkatan 2020 dan 2021 terhadap pembelajaran online akibat pandemi Covid 19 termasuk dalam kategori cukup setuju, mahasiswa dapat belajar menyesuaikan kondisi tersebut dengan lingkungannya sehingga mereka mendapatkan kemampuan serta keterampilan baru secara mandiri, tentunya mereka juga dapat memotivasi diri mereka sendiri untuk menyesuaikan diri dengan pembelajaran baru setiap harinya. 2) Kendala pada saat proses pembelajaran online terdiri dari ketidakstabilan sinyal atau jaringan internet, terbatasnya waktu belajar, serta kurangnya pemahaman mahsiswa terhadap materi yang telah disampaikan dosen pengampu mata kuliah. 3) Harapan mahasiswa geografi adalah dapat melakukan pembelajaran secara offline di kampus. Kenyataan di lapangan banyak mahasiswa mengalami kesusahan dalam memahami mata pelajaran yang diajarkan, sehingga mengalami kesulitan pada saat mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Persepsi, Kendala, Harapan dan Kenyataan</p> Rizki Nurcahyani Agustin, Dr. Wiwik Sri Utami, M.P. ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46454 Mon, 06 Jun 2022 22:50:42 +0000 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X SMAN 1 SUMBERREJO BOJONEGORO https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46495 <p>Pembelajaran geografi yang telah dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sumberrejo Bojonegoro di kelas X belum mencerminkan konsep pendidikan abad 21, seperti membimbing kemampuan aktif dan kritis siswa, kemampuan menyelesaikan masalah, berkomunikasi, dan bekerja sama. Persentase observasi aktivitas siswa awal (25%), disebabkan oleh kurangnya siswa dalam berinteraksi, serta kurang berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Siswa lebih sering bermain ponsel sendiri, berbicara sendiri, dan mengganggu temannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas siswa dan hasil belajar siswa, dalam kompetensi dasar (KD) dinamika atmosfer dan dampaknya bagi kehidupan setelah penerapan model pembelajaran <em>problem based learning</em>.</p> <p>Jenis penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif, menggunakan metode <em>p</em><em>re </em><em>ek</em><em>speriment </em><em>d</em><em>esign one group pretes-postes. </em>Sampel penelitian mengambil kelas X IPS 3 SMA Negeri 1 Sumberrejo Bojonegoro 2021/2022. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan lembar observasi aktivitas siswa, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data aktivitas belajar siswa, menghitung n-gain score aktivitas siswa, uji rata-rata sampel berpasangan aktivitas siswa, dan menganalisis nilai tes dari hasil belajar.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan eksperimen <em>problem based learning</em>, diketahui dari peningkatan aktivitas siswa. Pra eksperimen aktivitas positif diangka 25%, setelah eksperimen aktivitas positif diangka 67%. Pra eksperimen aktivitas negatif diangka 16%, setelah eksperimen aktivitas negatif diangka 14%. Perbandingan aktivitas positif naik 42%, sedangkan aktivitas negatif mengalami penurunan 2%. Aktivitas positif berada pada kategori baik (B), sedangkan aktivitas negatif kategori cukup (C). Pembagian skor n-gain didapatkan 0,3 dalam kategori sedang. Hasil uji normalitas berdistribusi normal (terima H0), karena p value 0,509 &gt; alfa 0,05 dapat dilanjutkan uji rata-rata 2 sampel berpasangan. Hasil uji sampel T berpasangan didapatkan nilai p value 0.002 &lt; alfa 0.05 sehingga (H0 ditolak). H1 = terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah eksperimen. Hasil belajar siswa dari nilai rata-rata kelas diangka 76,1. Nilai tertinggi diangka 84, sedangkan nilai terendah di angka 36. Persentase ketuntasan kelas diangka 69%.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Pembelajaran Berbasis Masalah, Aktivitas Siswa, Hasil Belajar.</p> Rhozi Mukhlisin, Sri Murtini, M.Si. ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46495 Tue, 07 Jun 2022 03:19:38 +0000 TINGKAT EROSI DI DESA KABALAN KECAMATAN KANOR KABUPATEN BOJONEGORO https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46541 <h1>Abstrak</h1> <p>Desa Kabalan Kecamatan Kanor ialah desa di Kabupaten Bojonegoro yang mempunyai morfologi berbukit yang mengakibatkan daerah ini cenderung mengalami erosi. Wilayah ini didominasi perbukitan yang mempunyai kelerengan berkisar 8 sampai dengan di atas 40%. Desa Kabalan Kecamatan Kanor memiliki jenis tanah inseptisol. Curah hujan tinggi berkisar sekitar 1.3l6,675 mm/tahun membuat Desa Kabalan Kecamatan Kanor rentan terhadap terjadinya erosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat erosi yang ada di Desa Kabalan Kecamatan Kanor.</p> <p>Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif analitik yang berbasis pada Sistem Informasi Geografi (SIG). Jenis data yang diperoleh adalah overlay peta LS faktor Lereng,&nbsp; peta erodibilitas tanah, dan peta erosivitas hujan dan peta tutupan lahan. Teknik analisis data yang diterapkan ialah berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan cara melayout peta (<em>overlay</em>) dengan menganalisis besar bahaya erosi dengan cara menghitung jumlah tanah yang hilang (A) menggunakan metode USLE <em>(Universal Soil Loss Equation</em><em>) </em>dengan rumus A= R.K.LS.CP.</p> <p>Hasil dari penelitian ini diperoleh kelas tingkat erosi dengan lima kelas yaitu sangat ringan, ringan, sedang, berat dan sangat berat . Daerah yang mempunyai besar erosi sangat ringan mempunyai luas 37 ha atau sekitar 12,4%. Tingkat erosi yang memiliki kondisi lahan ringan mempunyai luas 41 ha atau sekitar 13,7%. Luas daerah dengan tingkat erosi sedang mempunyai luas 76 ha atau sekitar 25,4 %. Tingkat erosi dengan kondisi lahan berat mempunyai luas 66 ha atau sekitar 22%. Luas wilayah yang mempunyai erosi sangat berat mempunyai luas 80 ha atau sekitar 26,7 % dari seluruh luas daerah penelitian desa Kabalan Kecamatan Kanor.</p> <p><strong>Kata Kunci </strong>: Tingkat erosi, erosi tanah, satuan lahan, USLE</p> <p>&nbsp;</p> <h2>Abstract</h2> <p>Kabalan Village, Kanor District is a village in Bojonegoro Regency which has a hilly morphology which causes this area to tend to experience erosion. This area is dominated by hills with slopes ranging from 8 to above 40%. Kabalan Village, Kanor District, has an inceptisol soil type. High rainfall around 1.316,675 mm/year makes Kabalan Village, Kanor District vulnerable to erosion. This study aims to determine the magnitude of the erosion hazard in Kabalan Village, Kanor District.</p> <p>This study aims to determine the magnitude of the erosion in Kabalan Village, Kanor District.The method used in this research is descriptive analytical method based on Geographic Information System (GIS). The types of data obtained are Slope Factor LS map overlay, soil erodibility map, rain erosivity map and land cover map. The data analysis technique applied is based on a Geographic Information System (GIS) by laying out a map (overlay) by analyzing the magnitude of the erosion hazard by calculating the amount of soil lost (A) using the USLE <em>(Universal Soil Loss Equation) </em>method with the formula A = R.K.LS.CP.</p> <p>The results of this study obtained erosion grades with five classes, namely very light, light, medium, heavy and very heavy. Areas that have very light erosion have an area of 37 ha or about 12.4%. The level of erosion that has light land conditions has an area of 41 ha or about 13.7%. The area with moderate erosion rate has an area of 76 ha or about 25.4%. The erosion rate with heavy land conditions has an area of 66 ha or about 22%. The area with very heavy erosion has an area of 80 ha or about 26.7% of the entire research area of Kabalan Village, Kanor District.</p> <p><strong>Keywords </strong>: Erosion rate, soil erosion, land unit, USLE</p> <p>&nbsp;</p> Ayu Lestari, Nugroho Hari Purnomo ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46541 Wed, 08 Jun 2022 07:51:28 +0000 KERENTANAN LAHAN PERTANIAN BAWANG MERAH TERHADAP KEKERINGAN DI DESA TEMPURAN KECAMATAN NGLUYU KABUPATEN NGANJUK https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46711 <p>Abstrak</p> <p>Desa Tempuran adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk yang merupakan salah satu wilayah yang mayoritas masyarakatnya didominasi oleh masyarakat yang bermatapencaharian sebagai petani tanaman bawang merah yang menjadi sektor unggulannya dengan hasil panen rata-rata sebesar 4200 hingga 4500 kwintal pertahun dengan 2 kali masa penanaman. Wilayah Desa Tempuran juga masuk kedalam kawasan rawan bencana kekeringan menurut peta resiko bencana kekeringan yang dibuat oleh BPBD Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kerentanan lahan pertanian bawang merah terhadap kekeringan di Desa Tempuran dan juga bertujuan mengetahui strategi adaptasi yang dilakukan para petani untuk menghadapi datangnya bencana kekeringan yang hampir terjadi tiap tahunnya.</p> <p>Penelitian ini menggunakan tiga variabel untuk menetukan kerentanan, yaitu variabel keterpaparan dengan curah hujan sebagai parameternya, variabel sensitivitas dengan menggunakan jenis tanah dan pola tutupan lahan sebagai parameternya, dan juga variabel kemampuan adaptasi dengan strategi adaptasi sebagai parameternya. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua jenis, yaitu primer yang didapatkan melalui wawancara dan kuisoner terhadap para petani di Desa Tempuran, serta data sekunder yang dikumpulkan dengan metode telaah dokumen yang didapatkan dari BMKG, BPS, dan BPBD. Data yang didapatkan kemudian diolah menggunakan software Arcgis versi 10.8 yang kemudian dijadikan sebuah peta tingkat kerentanan kekeringan di Desa Tempuran.</p> <p>Hasil pemetaan menghasilkan fakta bahwa wilayah Desa Tempuran memilliki tiga kelas keretanan yaitu kerentanan rendah seluas 103,1 Ha, kerentanan sedang seluas 1335,1 ha, dan kerentanan tinggi seluas 169,8 ha. Adaptasi yang dilakukan antara lain adalah melakukan penanaman tanaman lain seperti cabai, jagung, dan kedelai, mengambil air dari sumur pribadi, membuat tadah air berupa bendungan dan sumur semi permanen di badan sungai, serta terdapat pula masyarakat yang meneywakan lahan pertanian bawang merah mereka.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong> : Kerentanan, Kekeringan, Adaptasi Warga.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Tempuran Village is a village in the Ngluyu District, Nganjuk Regency which is one of the areas where the majority of the community is dominated by people whose livelihoods are onion plant farmers which are the leading sector with an average harvest of 4200 to 4500 quintals per year with 2 times planting. However, the Tempuran Village area is also included in the drought-prone area according to the drought risk map made by the Nganjuk Regency BPBD. This study aims to determine the level of vulnerability of shallot agricultural land to drought in Tempuran Village and also aims to determine the adaptation strategies carried out by farmers to deal with the arrival of drought disasters that almost occur every year.</p> <p>This study uses three variables to determine vulnerability, namely exposure variable with rainfall as its parameter, sensitivity variable using soil type and land cover pattern as the parameter, and also adaptability variable with adaptation strategy as the parameter. There are two types of data used in this study, namely primary data obtained through interviews and questionnaires to farmers in Tempuran Village, and secondary data collected using the document review method obtained from BMKG, BPS, and BPBD. The data obtained was then processed using Arcgis software version 10.8 which was then used as a map of the level of drought vulnerability in Tempuran Village.</p> <p>The results of the mapping resulted in the fact that the Tempuran Village area has 3 railway classes, namely the low vulnerability area of ​​103.1 ha, the medium vulnerability area of ​​1335.1 ha, and the high vulnerability area of ​​169.8 ha. The adaptation strategies of the Tempuran Village community also vary and vary depending on the level of vulnerability they experience. The adaptations include planting other crops such as chili, corn, and soybeans, drawing water from private wells, constructing water reservoirs in the form of dams and semi-permanent wells in river bodies, and there are also people who rent out their shallot farmland.</p> <p><strong>Keywords</strong>: Vulnerability, Drought, Adaptation of Citizens.</p> <p><br> <strong><br> </strong></p> Ginanjar Duta Firmansyah, Nugroho Hari Purnomo ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46711 Tue, 14 Jun 2022 05:32:54 +0000 Analisis Tingkat Perkembangan Wilayah Kabupaten Ponorogo https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46709 <p>Kabupaten Ponorogo adalah kabupaten yang terletak di provinsi Jawa Timur. Kabupaten ini memiliki letak strategis karena berbatasan langsung dengan beberapa kabupaten yang memiliki tingkat perkembangan wilayah cukup tinggi. Selama delapan tahun terakhir beberapa wilayah di Kabupaten Ponorogo terjadi perkembangan pembangunan disebabkan kemampuan dalam mengelola sumber daya alam dan manusia menjadi lebih baik. Terjadinya peningkatan perkembangan beberapa wilayah di Kabupaten Pororogo menarik minat peneliti untuk melakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis tingkat perkembangan wilayah dan prioritas perkembangan di Kabupaten Ponorogo.</p> <p>Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang membahas tentang tingkat perkembangan wilayah. Peneliti menemukan tingkat perkembangan wilayah dengan menggukan tabel skoring untuk dianalisis dan mengadakan pengelompokkan pada sejumlah data yang ada di parameter perkembangan wilayah. Parameter yang digunakan meliputi jumlah persentase lahan terbangun, besar kepadatan penduduk, jumlah fasiltias sosial, jumlah fasilitas ekonomi dan jumlah industri.</p> <p>Hasil dari penelitian ini adalah Kabupaten Ponorogo pada tahun 2012 sampai 2020 memiliki sembilan kecamatan yang tingkat perkembangan wilayahnya termasuk kelompok maju. Kecamatan tersebut masuk dalam tingkat perkembangan wilayah kelompok maju karena lahan terbangun, tingkat kepadatan penduduk, fasilitas sosial, fasilitas ekonomi dan perindustrian yang memadai. Terdapat empat kecamatan yang tingkat perkembangan wilayahnya termasuk kelompok tertinggal. Ketertinggalan perkembangan wilayah kecamatan tersebut disebabkan lahan terbangun sedikit, tingkat kepadatan penduduk rendah, fasilitas sosial dan fasilitas ekonomi minim, serta kurangnya perindustrian di wilayah tersebut. Tingkat perkembangan wilayah yang rendah mengakibatkan Kecamatan Ngrayun, Kecamatan Slahung, Kecamatan Pudak dan Kecamatan Ngebel masuk dalam prioritas utama kegiatan pengembangan wilayah<strong>.</strong></p> <p><strong>Kata Kunci : </strong>&nbsp;Ponorogo, Perkembangan wilayah</p> Riska Kusumaningtyas ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46709 Tue, 14 Jun 2022 00:00:00 +0000 ANALISIS TINGKAT KERENTANAN RUMAH TINGGAL TERHADAP BANJIR DI DESA KADEMANGAN KECAMATAN MOJOAGUNG KABUPATEN JOMBANG https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46708 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Kademangan merupakan salah satu desa di Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang yang mengalami banjir dengan frekuensi antara 13-17 kali dalam setiap tahun selama tahun 2016-2020. Desa Kademangan terdiri dari tiga dusun yaitu Dusun Kebondalem, Dusun Pekunden, dan Dusun Kademangan. Secara geografis Desa Kademangan dihimpit oleh dua sungai besar yaitu sungai Catak Banteng di sebelah barat dan sungai Pancir Gunting di sebelah timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya banjir dan kerentanan rumah tinggal terhadap bahaya banjir di Desa Kademangan Kecamatan Mojoagung Kabupatenn Jombang.</p> <p>Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan dari menyebar kuesioner kepada responden dan data sekunder didapatkan dari BPBD Kabupaten Jombang. Unit analisis yang digunakan yaitu titik yang berupa rumah tinggal pada batasan administrasi dusun. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive dan proposional sampling. Variabel dalam penelitian ini terdiri bahaya banjir dan kerentanan rumah tinggal. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan kuisioner.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan rumah tinggal terhadap banjir di Desa Kademangan dari 42 responden yang tersebar di Dusun Kebondalem, Dusun Pekunden, dan Dusun Kademangan terdapat tujuh rumah yang termasuk dalam kategori kerentanan rendah, 15 rumah dalam kategori tingkat kerentanan sedang, dan 20 rumah berada pada kerentanan yang tinggi.&nbsp; Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir setengah atau 48% dari total seluruh sampel penelitian memiliki tingkat kerentanan rumah tinggal terhadap banjir yang tinggi.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Kerentanan Rumah tinggal, Bahaya banjir, Desa Kademangan</p> Arinda Nufitasari, Nugroho Hari Purnomo ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46708 Tue, 14 Jun 2022 06:02:07 +0000 EFEKTIVITAS PILIHAN MODA TRANSPORTASI GO-JEK DI KABUPATEN SIDOARJO https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46749 <p>Kemacetan merupakan masalah yang paling banyak terjadi di kota-kota besar termasuk Sidoarjo dan menjadi permasalahan yang berkelanjutan sampai saat ini. Jumlah kendaraan di Kabupaten terus meningkat setiap tahunnya baik roda 2 maupun roda 4. Jumlah rata-ratanya sebesar meningkat sebesar 5,7%. &nbsp;Transportasi <em>Online</em> <em>Go-Jek</em> merupakan sebuah inovasi yang mendukung <em>smart city</em>, yaitu perpindahan yang cepat. <em>Smart mobility</em> dalam implementasinya transportasi yang menggunakan teknologi pemesanan yang mudah serta cepat dalam pengantaran pengguna dari satu tempat ke tempat yang lain. Sidoarjo merupakan salah satu Kabupaten yang mendukung konsep tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas pilihan moda transportasi <em>online</em> <em>Go-Jek</em> di Kabupaten Sidoarjo.</p> <p>Pendekatan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan analisis statistik pembobotan berdasarkan tingkat kepuasan pengguna <em>Go-Jek</em>. Sasaran pada penelitian ini adalah 100 responden yang menggunakan <em>Go-Jek</em> di Kabupaten Sidoarjo. Analisis data dilakukan peneliti dengan mengolah data primer, membagikan kuisioner dan data sekunder yang didapat melalui penelitian terdahulu yang relevan.</p> <p>Hasil dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil prosentase sebesar 79% responden yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar memilih moda transportasi <em>Go-Jek</em>. Variabel penilaian dan hasil dari penelitian menunjukkan prosentase 79% efektif dengan nilai skor rata-rata 3,94 tetapi pada beberapa pelayanan diantaranya tarif orderan yang dibebankan pada jarak jauh dan fasilitas keselamatan yang masih kurang. Pihak <em>Go-Jek</em> harus dapat menjaga kualitas pelayanan yang sudah memenuhi standar dan harapan masyarakat Kabupaten Sidoarjo. Pelayanan yang masih belum maksimal dapat dilakukan pengkajian ulang baik kepada perusahaan <em>Go-Jek</em> dan <em>Go-Jek</em> agar lebih optimal dalam implementasinya.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Efektivitas, Transportasi <em>Go-Jek</em>, <em>Smart City</em>, Kabupaten Sidoarjo.</p> Alviani Sofiana Kholiq, Dr. Sri Murtini, M.Si. ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46749 Wed, 15 Jun 2022 22:48:48 +0000 KAJIAN VAKSINASI COVID-19 TAHUN 2021 PADA MASYARAKAT DESA TUWIRI KULON KECAMATAN MERAKURAK KABUPATEN TUBAN https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46750 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Data Puskesmas Temandang menunjukkan bahwa kesediaan masyarakat melakukan vaksinasi Covid-19 Desa Tuwiri Kulon memiliki presentase terendah pada tahun 2021 dengan total 45 %. Tujuannya adalah peneliti menganalisis engaruh pendidikan, pekerjaan, umur, jenis kelamin, pengetahuan tentang Covid-19, sikap tentang Covid-19, status perkawinan, riwayat penyakit, dan status ekonomi terhadap kesediaan masyarakat melakukan vaksinasi Covid-19 dan&nbsp; 2) aktor yang paling mempengaruhi kesediaan masyarakat melakukan vaksinasi Covid-19 di Desa Tuwiri Kulon, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.</p> <p>Penelitian ini menggunakan metode survei kuantitatif dengan desain studi <em>case-control</em>, subjek kasus 63 responden yang telah divaksinasi Covid-19 dan 63 responden yang belum divaksinasi Covid-19 sebagai subjek kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan angket, dan dokumentasi. Uji <em>chi square</em> dan uji regresi logistik ganda digunakan untuk menganalisis data.</p> <p>Hasil penelitian: 1) Uji <em>chi square</em> tingkat pendidikan berpengaruh di wilayah RW1 (p=0,001) <em>odd ratio</em> 24,375. Sikap tentang Covid-19 berpengaruh di wilayah RW1 (p=0,017) <em>odd ratio</em> 7,86 RW2 (p=0,016) <em>odd ratio</em> 7,8 RW3 (p=0,011) <em>odd ratio</em> 11,7 RW4 (p=0,014) <em>odd ratio</em> 15. Riwayat penyakit berpengaruh di wilayah RW2 (p=0,000) <em>odd ratio</em> 0,66 dan RW3 (p=0,001) <em>odd ratio</em> 0.03. Status ekonomi berpengaruh di wilayah RW2 (p=0,038) <em>odd ratio</em> 5,958. 2) Uji regresi logistik berganda, RW1 sikap tentang Covid-19 (p= 0,010) dan status pernikahan (p=0,047), RW2 tingkat pendidikan (p=0,003), RW3 riwayat penyakit (p=0,003), RW4 sikap tentang Covid-19 (p=0,014) dan riwayat penyakit (p=0,060).</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>vaksin, Covid-19, kesediaan masyarakat.</p> Nur Laili Taniawati, Dra. Ita Mardiani Zain, M.Kes ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46750 Wed, 15 Jun 2022 22:59:51 +0000 Kepuasan Masyarakat Terhadap Ganti Rugi Pemerintah Akibat Pembangunan Waduk Bendo di Dusun Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46744 <p>Survey pendahuluan yang dilakukan peneliti kepada tujuh warga di Dusun Bendo, semua menyatakan tidak puas dengan ganti rugi lahan yang telah diberikan oleh pemerintah. Akibat pembangunan Waduk Bendo tersebut mengharuskan relokasi tempat tinggal dan perubahan mata pencaharian masyarakat di tempat yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terkait ganti rugi lahan yang diberikan pemerintah dalam pembangunan Waduk Bendo di Dusun Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo.</p> <p>Jenis penelitian ini adalah penelitian Survey. Lokasi penelitian dilakukan di Dusun Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang terdampak pembangunan Waduk Bendo. Sampel pada penelitian ini ditentukan menggunakan rumus slovin yaitu sejumlah 30 responden. Pengambilan data menggunakan kuisioner. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan masyarakat terkait ganti rugi lahan akibat pembangunan Waduk Bendo adalah sejumlah 57% masyarakat menyatakan tidak puas, artinya kepuasan masyarakat masih rendah hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa aspek yang menonjol diantaranya luas lahan, lokasi,&nbsp; dan kondisi air di pemukiman yang baru. Empat puluh tujuh persen masyarakat lainnya merasa puas sertifikasi ganti rugi lahan yang diberikan, kemudahan akses jalan bagi masyarakat yang terdampak menuju fasilitas umum, dan waktu pemberian ganti rugi bagi masyarakat yang terdampak.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Kepuasan, Ganti Rugi , Masyarakat, Waduk Bendo</p> Nika Puji Rahayu, Drs.Rindawati, M.Si. ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46744 Wed, 15 Jun 2022 23:00:59 +0000 Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Eksistensi Home Industry Kerupuk Ikan di Desa Srowo Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46759 <p>Minimnya hasil tangkapan ikan yang didapat berdasarkan survei pendahuluan dengan nelayan sebesar 40 – 50kg dan daya ikan yang ditangkap tidak bisa bertahan lebih dari dua hari, sehingga beberapa istri nelayan berinovasi untuk mengolah ikan laut yang tidak terjual menjadi kerupuk ikan. Persaingan dagang di era global semakin ketat, dengan banyaknya pabrik dengan skala besar yang mengolah kerupuk ikan laut dan bersaing dengan <em>home industry</em>. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi eksistensi <em>home industry </em>kerupuk ikan dan 2) strategi eksis yang digunakan oleh produsen kerupuk ikan di Desa Srowo, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.</p> <p>Penelitian ini menggunakan metode survei. Lokasi penelitian ini yaitu di Desa Srowo, Kecamatan Sidayu, kabupaten Gresik. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh produsen kerupuk ikan, karena jumlah populasi kurang dari 100 yaitu 50 produsen maka keseluruhan populasi dijadikan sampel, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, angket/kuisioner dan dokumentasi, teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan persentase sederhana.</p> <p>Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa faktor – faktor eksistensi <em>home industry</em> kerupuk ikan adalah: a) bahan baku masih tergolong mudah didapatkan sebesar 80% responden, b) modal sebagian besar berasal dari modal pribadi sebesar 70% responden, c) tenaga kerja kebanyakan berasal dari dalam desa sendiri sebanyak 84% responden, d) teknik pemasaran dijual langsung ke konsumen sebesar 68% responden. Strategi eksis yang dipakai oleh produsen kerupuk yaitu memaksimalkan strategi pemasaran secara offline sebesar 62% responden, dan jangkauan pemasaran di luar kabupaten sebanyak 82% responden.</p> <p><strong><em>Kata kunci:</em></strong> <em>eksistensi home industry, strategi eksis, pemasaran</em></p> Lelayta Navisa Bella, Dr. Rindawati, M.Si ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46759 Thu, 16 Jun 2022 00:59:20 +0000 DAMPAK PROYEK PIPANISASI PDAM TERHADAP PERUBAHAN KONDISI SOSIAL EKONOMI DI KECAMATAN BUNGAH KABUPATEN GRESIK https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46786 <p>Aktifitas proyek pemasangan pipa PDAM dilaksanakan di dua Kecamatan yakni Kecamatan Manyar dan Kecamatan Bungah bergerak dalam bidang pelayanan air minum selama tiga tahun. Proyek pipa PDAM ini berdampak pada kondisi sosial meliputi perubahan kondisi lingkungan dan ekonomi meliputi perubahan pendapatan pedagang Kecamatan Bungah khususnya di Desa Bungah. Tujuan penelitian ini mengetahui perbedaan yang diakibatkan oleh proyek pipa PDAM terhadap kondisi sosial dan kondisi ekonomi pedagang di Kecamatan Bungah khususnya di Desa Bungah pada saat ini</p> <p>Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Lokasi yang dijadikan dalam penelitian berada di Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik, dikarenakan Kecamatan Bungah merupakan sebagian kecamatan yang terkena proyek penanaan pipa PDAM khususnya di Desa Bungah. Jumlah populasi di Desa Bungah 108 jiwa yang terdampak dan diambel sampel sebanyak 70 responden. Teknik pengambilan sampel dan informasi dilakukan secara terpilih. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif frekuensi yaitu dengan mengolah data di lapangan sehingga memperoleh jawaban responden berupa satuan persen dan paired sample t test untuk menguji perbedaan kondisi sosial dan kondisi ekonomi sebelum dan sesudah proyek.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan 1) Kondisi sosial yang berubah adalah kondisi lingkungan yang tidak nyaman diakibatkan oleh kebisingan dari alat berat (mesin bor) dan kerusakan jalan. 2) Kondisi ekonomi yang terdampak terkait omset penjualan menurun sebesar Rp 3.000.000 untuk pedagang ruko dan menurun sebesar Rp 1.000.000 untuk PKL. Hasil paired sample t test menunjukkan nilai signifikansi 0,000&gt; probabilitas 0,05, artinya ada perbedaan pendapatan pedagang ruko dan PKL sebelum proyek dan pada saat proyek berlangsung.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>kondisi sosial, kondisi ekonomi, PDAM, pipanisasi</p> rizka ainnaya alffatika, Drs.Bambang Hariyanto M.Pd ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46786 Thu, 16 Jun 2022 08:53:40 +0000 Pola Adaptasi Masyarakat Pasca Bencana Tanah Longsor Tahun 2021 Di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kebupaten Nganjuk https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46957 <p>Iklim tropis di Indonesia memicu adanya perubahan cuaca yang menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, serta kekeringan. BPBD menyatakan bahwa, pada tahun 2021 &nbsp;bencana tanah longsor di Indonesia terjadi sebanyak 389 kali. Bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Selopuro menimbulkan 19 korban meninggal, 20 korban terluka, 186 korban menderita, serta kerugian harta benda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola adaptasi sosial yang dilakukan masyarakat pascabencana tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.</p> <p>Penelitian ini dilakukan di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik <em>snowball sampling</em>. Cara pengumpulan data dengan observasi lapangan, wawancara kepada masyarakat, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan kesimpulan/verifikasi.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola adaptasi yang dilakukan warga pascabencana tanah longsor menghasilkan keadaan <em>homeostasis </em>dengan melakukan <em>coping behaviour </em>untuk beradaptasi di kondisi lingkungan baru, dalam beradaptasi warga mampu beraktivitas seperti biasa, meskipun hingga saat ini masih mengungsi dirumah tetangga atau saudara karena warga harus menunggu hasil relokasi dari pemerintah daerah, pembangunan pagar pada rambatan retakan tebing, dan menghentikan kegiatan yang berada di area berpotensi tanah longsor pada saat terjadi hujan. Warga yang mengalami trauma psikologis mencerminkan strategi <em>coping, </em>yaitu <em>Planful Problem Solving </em>dalam <em>Problem Focused Coping, </em>hal tersebut dilakukan warga dengan cara berdoa atau bercengkrama bersama tetangga untuk mengalihkan perasaan cemas dan khawatir saat terjadi hujan.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: <em>pasca bencana, tanah longsor, pola&nbsp; adaptasi</em></p> <p><em>Indonesia’s tropical climate causes weather change which causes hydrometeorological disaster, such as floods, landslide, and drought disaster. BPBD stated,&nbsp; landslide disaster in Indonesia occurred 389 times in 2021. Landslide disaster that occured in Selopuro hamlet causes 19 people died, 20 were injured, 189 people suffered and disavantage. The purpose of this research is to find out how the social adaptation is carried out by community after the landslide disaster.</em></p> <p><em>This research is located at Selopuro hamlet, Ngetos village, Nganjuk district. The type of research is decriptive qualitative, data collection techniques by snowball sampling technique, and collection method by documentation, and data analysis teqhnique by data reduce, data presentation, and conclusion/verification.</em></p> <p><em>The result of the research showed that social adaptation carried out by community is homeostasis situation by doing coping behaviour to adapt in a new environment, so the community can carry out their activities as usually, although the affected people still live in the neighbor or sibling’s house because they have wait the relocation from the local government, build fences on cliff cracks, and the community who work at disaster prone area will stop their activities when it rain. People who affected psychological trauma reflected planful problem solving strategy, and they are be able to handle the anxiety and worry by praying and talk to their neighbors.</em></p> <p><em><strong>Keywords </strong>: post disaster, landslide, pattern adaptation</em></p> Lintang Meutia Sari, Dian Ayu Larasati ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46957 Wed, 22 Jun 2022 03:04:48 +0000 Pengaruh Tingkat Pendidikan, Umur, Kepemilikan Lahan dan Jumlah Anak Terhadap Pendapatan Petani Padi di Desa Sraturejo Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46924 <p>Data BPS menunjukkan mayoritas penduduk miskin di Indonesia merupakan yang bekerja di sektor pertanian yaitu sebesar 51,33% pada tahun 2021. Angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 46,30%. Hasil observasi menunjukkan rata-rata pendapatan petani padi di Desa Sraturejo (Rp.1.843.875,-) lebih rendah dibandingkan UMK Kabupaten Bojonegoro (Rp.2.079.568,07). Pendapatan petani dari hasil bertani padi tersebut terus menurun selama tahun 2020-2022 sebesar 3,8% pada tahun 2021 kemudian menurun kembali sebesar 4,2% pada tahun 2022. Biaya usahatani dan pendapatan dalam sektor pertanian dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan, umur, kepemilikan lahan dan jumlah anak terhadap pendapatan petani padi di Desa Sraturejo Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro.</p> <p>Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung melalui wawancara dan observasi menggunakan kuesioner. Data sekunder diperoleh melalui buku, jurnal, penelitian terdahulu, serta data dari pihak terkait. Populasi pada penelitian ini adalah petani di Desa Sraturejo yang berjumlah 2.331 orang. Sampel yang diambil sebanyak 50 responden berdasarkan Teori Roscoe. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda melalui program aplikasi SPSS (<em>Statistical Product and Service Solutions</em>).</p> <p>Penelitian ini menunjukkan hasil yang menyatakan bahwa hanya variabel kepemilikan lahan yang berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani padi di Desa Sraturejo Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro dengan nilai P 0,000 (&lt; 0,05), sedangkan variabel tingkat pendidikan, umur dan jumlah anak tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani padi di Desa Sraturejo Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro dengan nilai P tingkat pendidikan adalah 0,820 (&gt; 0,05), nilai P umur adalah 0,314 (&gt; 0,05), dan nilai P jumlah anak adalah 0,506 (&gt; 0,05).</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Pendapatan petani padi, tingkat pendidikan, umur, kepemilikan lahan, jumlah anak</p> Fitria Marthiawati Dewi, Bambang Hariyanto ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46924 Wed, 22 Jun 2022 03:06:00 +0000 KAJIAN SOSIAL EKONOMI PERAJIN KUE PADA ERA PANDEMI DI KAMPUNG KUE KELURAHAN KALIRUNGKUT KOTA SURABAYA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46908 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Kampung Kue merupakan sebutan bagi wilayah Rungkut Lor II, Kelurahan Kalirungkut. Hampir di setiap sudut kampung tersebut warganya berprofesi sebagai perajin kue. Pemasaran kue oleh perajin Kampung Kue&nbsp; menjangkau di dalam kota Surabaya, luar kota, hingga Malaysia. Kampung Kue dikenal sebagai sentra berbagai jenis dan varian kue. Masa pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini membuat daya beli masyarakat menurun dan berimbas pada penurunan permintaan pasar akan kue, penurunan omzet usaha kerajinan kue, pendapatan perajin kue, serta jangkauan pemasaran kue. Rata-rata pendapatan perajin kue saat sebelum pandemi sebesar Rp 8.000.000,00/bulan.&nbsp; Pada saat pandemi Covid-19 rata-rata pendapatan perajin kue sebesar Rp 4.000.000,00/bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji: 1) Strategi perajin kue untuk mempertahankan ekonominya di masa pandemi Covid – 19, 2) Distribusi jangkauan pemasaran hasil produksi kue di Kampung Kue, Kelurahan Kalirungkut, 3) Pendapatan perajin kue pada masa pandemi Covid -19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif&nbsp; kuantitatif. Responden dalam penelitian ini merupakan seluruh perajin kue yang tergabung dalam komunitas Kampung Kue sebanyak 65 perajin, baik perajin kue serta karyawan yang membantu usaha kue. Teknik penentuan lokasi dilakukan secara <em>purposive </em>atau sengaja. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara terstruktur berdasarkan kuisioner, serta metode dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Strategi yang dilakukan oleh mayoritas perajin kue di Kampung Kue pada masa pandemi yakni promosi online sebanyak 18 perajin&nbsp; (27,7%), 2) Jangkauan pemasaran hasil produksi kue oleh komunitas Kampung Kue pada masa pandemi sebagian besar mencakup wilayah sekitar Kampung Kue kelurahan Kalirungkut sebanyak 26 perajin&nbsp; (40%), 3) Pendapatan perajin kue pada masa pandemi Covid – 19 mengalami penurunan. Rata-rata penurunan yang terjadi yakni sekitar 50% dari pendapatan sebelum pandemi, penurunan dengan selisih tertinggi yakni hingga 88% dari pendapatan sebelum pandemi, penurunan terendah 0% atau tidak terjadi penurunan pendapatan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Kondisi Sosial, Ekonomi, Ekonomi Perajin , Kampung Kue</p> Debora Purboarum Suryoputri, Wiwik Sri Utami ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/46908 Wed, 22 Jun 2022 03:07:21 +0000 PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA) UNTUK MENGETAHUI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SELF REGULATED LEARNING PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI SISWA SMA KEMALA BHAYANGKARI I SURABAYA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/47130 <p>Pandemi Covid-19 yang masih terjadi di Indonesia pada tahun 2021 mendorong pemerintah untuk menerapkan kebijakan pembelajaran tatap muka terbatas dengan metode hibrid. SMA Kemala Bhayangkari I Surabaya mulai menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas dengan metode hibrid pada bulan Agustus tahun 2021. Total 30 peserta didik dalam satu kelas terdapat 17 orang dengan persentase 56.67% peserta didik mengaku malas dan tidak yakin atau tidak percaya diri dapat memahami materi yang disampaikan guru mata pelajaran geografi selama pembelajaran hibrid. Dipicu oleh kurangnya regulasi diri peserta didik untuk dapat memahami materi yang dijelaskan guru serta rendahnya keinginan belajar geografi pada diri peserta didik. Upaya untuk meningkatkan hasil belajar yang baik pada peserta didik selama metode hibrid berlangsung salah satunya dengan memperbaiki kemampuan peserta didik dalam mengatur dirinya <em>(self-regulated) </em>selama kegiatan belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi <em>self regulated learning</em> siswa pada mata pelajaran geografi di SMA Kemala Bhayangkari I Surabaya.</p> <p>Peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan jenis penelitian yang digunakan untuk meneliti sampel ataupun populasi tertentu. Peneliti menerapkan pendekatan survei melalui penyebaran kuesioner untuk memperoleh data primer secara langsung di lokasi penelitian yaitu SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya dengan teknik <em>proportional stratified random sampling</em>. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 150 peserta didik kelas X (sepuluh). Data yang diperoleh di lapangan akan diolah untuk analisis data kuantitatif menggunakan <em>software</em> SPSS versi 16.0 <em>for Windows</em>. Proses analisis data dilakukan dengan uji <em>Principal Component Analysis</em> (PCA).</p> <p>Hasil penelitian dengan uji <em>Principal Component Analysis</em> (PCA) dengan menggunakan variabel nilai, harapan, kognitif,sumber daya dan metakognitif menunjukkan faktor - faktor yang mempengaruhi <em>self regulated</em> <em>learning</em> siswa pada mata pelajaran geografi di SMA Kemala Bhayangkari I Surabaya hanya terbentuk menjadi satu faktor utama yang mempengaruhi <em>self regulated learning</em> siswa yaitu faktor motivasi strategi belajar dengan total varian sebesar 72.351% sedangkan 27.649% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.</p> <p><strong>Kata.Kunci: </strong>Pembelajaran Hibrid,Principal Component Analysis,Regulasi Diri.</p> Sesiria Dwi Mustikasari, Dr. Bambang Sigit Widodo,M.Pd. ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/47130 Fri, 24 Jun 2022 07:31:40 +0000 Kajian Lokasi Gerbang Tol Salatiga Terhadap Pendapatan Warung Makan Pada Koridor Jalan Di Kota Salatiga https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/47123 <p>Gerbang Tol Salatiga yang beroperasi sejak tahun 2017 menyebabkan kepadatan kendaraan yang melewati jalan arteri kota Salatiga menurun sehingga pengunjung warung makan yang berada di sepanjang jalan arteri Salatiga cenderung menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) Naik-turunnya omzet warung makan di sepanjang jalan arteri Salatiga 2) Tren pertambahan warung makan di sepanjang jalan arteri Salatiga.</p> <p>Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif survey. Responden penelitian ini adalah pedagang warung makan di sepanjang jalan arteri kota Salatiga. Sampel diambil dari populasi 177 warung makan di sepanjang jalan arteri Salatiga warung makan yang dihitung dengan menggunakan rumus Solvin sebanyak 40 warung makan. Sampel tersebut dibagi menjadi tiga koridor wilayah, koridor I adalah sepanjang Jalan Lingkar Selatan, koridor II sepanjang jalan Tingkir dimana Gerbang tol berada, dan koridor III adalah jalan arteri di pusat kota Salatiga. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara untuk mendapatkan informasi pendapatan sebelum dan sesudah adanya gerbang tol dan kapan tahun berdirinya warung makan. Analisis data menggunakan Teknik deskriptif kuantitatif. Data-data yang telah didapatkan kemudian diintepretasikan dengan tabel untuk kemudian dilakukan penjabaran dengan membandingkan data di dalam tabel antar koridor dan mengambil kesimpulan hasil penelitian.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Setelah gerbang tol Salatiga beroperasi rata-rata omzet harian warung makan di koridor I mengalami penurunan dari Rp. 660.000 menjadi Rp. 390.000, koridor II mengalami peningkatan dari Rp. 366.666 menjadi Rp. 933.333, sedangkan koridor III mengalami penurunan dari Rp. 1.100.000 menjadi Rp. 557.142. 2) Pertambahan jumlah warung makan setelah gerbang tol beroperasi adalah 50% di koridor I, 70% di koridor II dan 25% di koridor III.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>gerbang tol, warung makan, omzet</p> Budairi Budairi, Nugroho Hari Purnomo ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/47123 Fri, 24 Jun 2022 07:37:42 +0000