Swara Bhumi https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi <p>Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UNESA</p> en-US swarabhumi_geo@yahoo.co.id (ITA MARDIANI ZAIN) tj_martono@yahoo.com (Tri Joko Martono) Thu, 18 Jan 2024 23:12:19 +0000 OJS 3.1.1.0 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 DINAMIKA PERUBAHAN PENUTUPAN LAHAN DI KABUPATEN GRESIK TAHUN 2001-2022 https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/58365 <p>Data RTRW Kabupaten Gresik 2010-2030, terjadi penurunan terhadap pemanfaatan ruang berupa lahan tambak, tanah kering dan lahan sawah pada periode 2002-2008. Kemampuan analisis perubahan penutupan lahan suatu wilayah menjadi hal yang penting untuk dikaji. Peningkatan teknologi, ketersediaan data dan metode yang baru dapat membantu identifikasi perubahan penutupan lahan yang lebih efisien. Tujuan penelitian untuk 1) mengidentifikasi perubahan penutupan lahan tahun 2001-2022 di wilayah Kabupaten Gresik 2) menghasilkan informasi bagi kegiatan perencanaan pengelolaan lingkungan di Kabupaten Gresik.</p> <p>Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey deskriptif. Lokasi penelitian berada di Kabupaten Gresik. Populasi ialah keseluruhan unit penutupan lahan di Kabupaten Gresik. Pengambilan sampel secara purposive sampling, setiap jenis penutup lahan pada wilayah kajian diambil sejumlah 3 titik. GPS digunakan untuk menentukan koordinat dan software QGIS untuk mengolah data spasial. Data primer dari citra Landsat 7 ETM+ tahun 2001, citra Landsat 8 OLI tahun 2017 dan 2022. Observasi dilakukan dalam foto kenampakan objek. Analisis data menggunakan koreksi radiometrik, geometrik, overlay, klasifikasi terbimbing dan uji validasi.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Penutupan lahan di Kabupaten Gresik tahun 2001 didominasi oleh tipe penutupan lahan vegetasi kecil-sedang 50.716 ha. Penutupan lahan terbesar tahun 2017 adalah vegetasi kecil-sedang 56.758 ha. Pada tahun 2022 penutupan lahan terbesar adalah vegetasi kecil-sedang 49.057 ha. 2) Penutupan lahan perikanan mengalami penurunan luasan, lahan basah juga mengalami perubahan ke vegetasi kecil-sedang, lahan terbuka mengalami peningkatan luasan, lahan vegetasi kecil-sedang memiliki pertambahan dan penurunan, lahan terbangun selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya, sedangkan penutupan vegetasi kanopi sedang-besar mengalami penurunan luasan dan perubahan menjadi vegetasi kecil-sedang</p> <p><strong>Kata kunci : </strong>lahan, penutupan lahan, klasifikasi terbimbing</p> Irfan Imam Syahroni, Dr. Eko Budiyanto, S.Pd., M.Si. ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/58365 Thu, 18 Jan 2024 23:13:33 +0000 Model Ruang Terbuka Hijau Dalam Mereduksi Karbon Dioksida (CO2) Di Ruas Jalan Margomulyo, Margomulyo Indah, Margomulyo Permai dan Jalan Sari Mulia Permai Kota Surabaya https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/58474 <p class="abstrak">Hasil pra survey pengukuran dilapangan menggunakan alat CO<sub>2</sub> meter didapatkan hasil rata-rata 538 ppm. Hasil tersebut melebihi ambang batas udara bersih menurut WHO dalam (Harista, 2018) yaitu 310-330 ppm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Konsentrasi CO2 di Jalan Margomulyo, Jalan Margomulyo Indah, Jalan Margomulyo Permai dan Jalan Sari Mulia Permai Kota Surabaya. 2) Serapan CO<sub>2</sub> oleh RTH di Jalan Margomulyo, Jalan Margomulyo Indah, Jalan Margomulyo Permai dan Jalan Sari Mulia Permai Kota Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian survey. Penelitian ini berlokasi di Kecamatan Tandes dengan luas wilayah 11,07 km<sup>2</sup> dan Kecamatan Asemrowo dengan luas wilayah 13,06 km<sup>2</sup> di Kota Surabaya. Alat dan bahan yang dibutuhkan adalah CO<sub>2</sub> meter dan GPS. Populasi yang digunakan berdasarkan pembagian wilayah administratif Kecamatan Tandes. Pengambilan sampel menggunakan box model yang biasa disebut unit analisis dengan ukuran 30x30 meter. Pengukuran CO<sub>2</sub> dilakukan selama 24 jam pada hari Senin hingga Minggu pada tanggal 22 Mei – 28 Mei 2023. Dokumentasi dilakukan untuk mendapatkan hasil sekunder dari luasan RTH per satuan unit analisis. Observasi dilakukan untuk mengamati kondisi di lapangan. Analisis data korelasi dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Konsentrasi CO<sub>2</sub> di Jalan Margomulyo tertinggi pada siang hari yakni mencapai 419 ppm, di Jalan Margomulyo Permai tertinggi pada sore hari yakni mencapai 407 ppm, di Jalan Margomulyo Indah tertinggi pada siang hari yakni mencapai 409 ppm dan di Jalan Sari Mulia Permai tertinggi pada siang hari yakni mencapai 399 ppm 2) Serapan CO<sub>2</sub> oleh RTH di Jalan Margomulyo sebesar 68,1%, di jalan Margomulyo Indah sebesar 81,6%, di jalan Margomulyo Permai sebesar 86,3% dan jalan Sari Mulia Permai sebesar 99,5%</p> Dawud Faisal Abdillah, Dr. Muzayanah, S.T., M.T. ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/58474 Tue, 23 Jan 2024 02:22:15 +0000 TINGKAT ATRAKSI, AMENITAS, AKSESBILITAS DAN STRATEGI PENGEMBANGAN UNTUK TAMAN TIRTA WISATA KEPLAKSARI https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/58549 <p>Taman Tirta Wisata Keplaksari merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Jombang. Wisata ini memiliki daya tarik utama berupa kolam renang, kolam pancing, taman bermain, balai apung, panggung hiburan dan monument pesawat. Namun jumlah pengunjung di Taman Tirta Wisata Keplaksari lebih rendah dibandingkan dengan objek wisata lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat daya tarik atraksi, tingkat kelayakan amenitas, tingkat aksesbilitas dan strategi pengembangan wisata yang tepat untuk Taman Tirta Wisata Keplaksari.</p> <p>Jenis penelitian ini menggunkan penelitian deskriptif dengan metode survei dan pendekatan kuantitatif. Sampel sejumlah 100 responden, dengan <em>teknik accidental sampling </em>untuk menentukan responden. Variabel penelitian meliputi atraksi, amenitas, aksesbilitas, faktor internal dan faktor eksternal. Proses pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dengan panduan kuesioner, pengukuran dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui teknik skoring menggunakan skala likert untuk atraksi, amenitas, dan aksesbilitas, kemudian analisis SWOT untuk menentukkan strategi pengembangan wisata yang tepat pada Taman Tirta Wisata Keplaksari.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Tirta Wisata Keplaksari berada pada tingkat daya tarik atraksi yang termasuk dalam kategori cukup, tingkat kelayakan amenitas dalam ketegori layak, dan tingkat aksesbilitas dalam ketegori mudah dijangkau. Strategi yang tepat dalam upaya meningkatkan kembali minat kunjung wisatawan adalah dengan penerapan strategi pertumbuhan agresif. Strategi yang disarankan diantaranya: mengadakan event budaya daerah secara rutin pada atraksi panggung hiburan, pengoptimalan atraksi wisata dari aspek fisik maupun non-fisik dan meningkatkan kualitas menajemen pengelolaan wisata oleh pengelola.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Atraksi, Amenitas, Aksesbilitas, Strategi Pengembangan</p> Diah Adiningsih, Drs. Agus Sutedjo, M.Si. ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/58549 Tue, 23 Jan 2024 02:23:04 +0000 PERBEDAAN PEMBELAJARAN HYBRID TERHADAP SELF REGULATED LEARNING (SLR) PADA SAAT ONLINE DAN OFFLINE SISWA KELAS XI MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA KEMALA BHAYANGKARI 1 SURABAYA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/58636 <p>Nilai hasil belajar geografi pada kelas X IPA 6 pada saat pandemic pada materi dinamika bumi 24 siswa<br>atau 80% memiliki nilai di bawah KKM yakni 75. Sedangkan sisanya 6 orang sisanya atau 20% memiliki<br>nilai di atas KKM. Peneliti bermadsud untuk meneliti perbedaan self regulated belajar siswa yang<br>menggunakan hybrd learning dengan metode offline learning di SMA Kemala Bhayangkari Surabaya.<br>Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini<br>adalah seluruh kelas XI di SMA Kemala Bhyangkari 1 Surabaya yakni berjumlah 121 siswa. Sampel<br>dalam penelitian ini adalah kelas XI IPS 1 dan XI IPS 2 sebagai kelas pembelajaran hybrid, sedangkan<br>kelas XI IPS 3 dan XI IPS 4 sebagai kelas pembelajran offline. Pengumpulan data primer menggunakan<br>Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) sedangkan. Analisa data menggunakan<br>persentase<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa Self regulated belajar siswa pada pembelajaran hybrid kelas XI IPS 1<br>dan XI IPS 2 memiliki kategori yang sedang pada motivasi belajar siswa, sedangkan pada strategi belajar<br>kelas IPS 1 memiliki kategori yang tinggi karena Motivasi belajar siswa pada kelas XI IPS 1 pada<br>komponen text anxiety memiliki persentase tertinggi yakni 75%. Siswa yang mempunyai motivasi belajar<br>yang tinggi akan memiliki banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar sehingga dengan motivasi<br>belajar yang terdapat dalam diri siswa, maka siswa akan berusaha mengadakan perubahan tingkah laku<br>yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan. Pada pembelajaran offline kelas IPS 3 dan 4 memiliki<br>kategori motivasi sedang dan strategi belajar yang sedang juga.</p> Amiroh Aulia Riska, Dr. Bambang Sigit Widodo, M.Pd. ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/58636 Mon, 29 Jan 2024 02:34:06 +0000 ANALASIS USAHA TANI KENTANG PETANI SUKU TENGGER DI DESA TOSARI KECAMATAN TOSARI KABUPATEN PASURUAN https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/58666 <p>Usaha Tani kentang merupakan komoditas yang dapat menghasilkan produksi dan nilai ekonomis tinggi. Usahatani ini banyak dikembangkan masyarakat pegunungan, salah satunya masyarakat Suku Tengger di Desa Tosari, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Jenis kentang terbaik yang dihasilkan yaitu varietas<em> granola kembang</em> yang diminati masyarakat. Dalam penelitian ini bertujuan mengetahui biaya produksi dan pendapatan usaha tani kentang petani suku tengger di Desa Tosari.</p> <p>Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Lokasi&nbsp; penelitian dilakukan 6 dusun di Desa Tosari, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Pengumpulan data menggunakan&nbsp; observasi, kuisioner&nbsp; dan dokumentasi. Menggunakan Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu Sampling Jenuh. Populasi yaitu seluruh petani kentang suku tengger yang belum diketahui dan jumlah sampel 50 responden.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan petani kentang suku tengger rendah yaitu 44% tamat SD, petani yang mengusahakan tanaman&nbsp; kentang berada pada umur produktif yaitu 90% berumur 30 sampai 60 tahun. Rata-rata luas lahan petani kentang memiliki 0,50-1 hektar dengan presentase 70%. Total rata-rata biaya produksi Rp 27.120.530 per hektar dengan presentase 14,27% dan pendapatan Rp 92.879.470 dengan presentase 85,73% dari total penerimaan Rp 120,000,000 per hektar per musim panen.</p> Nazilah Choirunnisa, Dr. Aida Kurniawati, S.Pd., M.Si. ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/58666 Tue, 30 Jan 2024 01:44:25 +0000 PEMETAAN TINGKAT PENCEMARAN BESI (Fe) DAN MANGAN (Mn) PADA AIR TANAH DANGKAL DI DESA TANJUNG JATI KECAMATAN KAMAL https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/58675 <p>Air tanah dangkal merupakan salah satu sumber air bersih yang umumnya digunakan masyarakat untuk kebutuhan <em>higiene sanitasi</em>. Namun, pemakaian air tanah dangkal yang berasal dari sumur gali dengan kedalaman kurang dari 15 m beresiko tinggi mengalami pencemaran. Ditinjau dari indikator pencemaran air secara fisik, air tanah dangkal di Desa Tanjung Jati Kecamatan Kamal memiliki ciri yang mengindikasikan pencemaran akibat kelarutan besi (Fe) dan mangan (Mn). Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta memetakan persebaran tingkat pencemaran besi (Fe) dan mangan (Mn) pada air tanah dangkal di Desa Tanjung Jati Kecamatan Kamal. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan total sampel air sebanyak 15 titik yang ditentukan melalui teknik <em>systematic grid sampling</em>. Seluruh sampel diuji secara eksitu yang kemudian dianalisis menggunakan metode <em>Indeks pollution</em>. Adapun metode yang digunakan dalam memetakan persebaran pencemaran yang terjadi yakni metode interpolasi dengan bantuan <em>software Qgis.</em> Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pencemaran yang terjadi pada air tanah dangkal di Desa Tanjung Jati untuk parameter besi (Fe) berada pada kategori tercemar ringan sedangkan untuk parameter mangan (Mn) seluruh sampel masih memenuhi standar baku mutu air bersih menurut peraturan mentri kesehatan nomor 32 tahun 2017 pada kategori <em>higiene sanitasi</em>. Pencemaran yang terjadi berpusat wilayah pesisir selatan desa yakni Dusun Karang Kiring dan bergerak merendah ke arah utara. Adapun faktor utama yang mengakibatkan pencemaran di kawasan tersebut yakni; adanya kontaminasi limbah industri, dangkalnya ketinggian muka air sumur, jenis tanah yang berpasir sehingga menurunkan kualitas filtrasi terhadap limbah serta pola aliran air tanah di Desa Tanjung Jati yang cenderung bergerak dari utara ke selatan.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Peta, Pencemaran Air, Besi (Fe) dan Mangan (Mn)</p> Desy Safriana, Prof. Dr. Ketut Prasetyo, M.S ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/58675 Wed, 31 Jan 2024 07:45:05 +0000