PEMBELAJARAN GRAFFITI DI KELAS XII IPS SMA NEGERI 22 SURABAYA
Keywords:
Instruction, Graffiti, Senior High SchoolAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, implementasi pembelajaran dan mengetahui kendala yang dijumpai serta menemukan alternatif pemecahan masalah dalam proses pembelajaran graffiti. Penelitian bersifat kualitatif dengan menggunakan beberapa metode pengumpulan data, antara lain observasi dan dokumentasi digunakan sebagai analisis domain, wawancara dan angket digunakan sebagai analisis taksonomi, data selanjutnya dianalisis melalui analisis komponensial untuk mendapatkan kontras antara analisis domain dan analisis taksonomi untuk mencapai validitas data sebagai triangulasi data. Dari analisis data diperoleh kesimpulan bahwa; (1) Persiapan perencanaan dilakukan dengan pengembangan silabus dan RPP untuk materi graffiti yang disesuaikan dengan kurikulum KTSP, hal tersebut juga disesuaikan dengan kondisi sekolah dan karakteristik siswa. (2) Siswa dapat melaksanakankan pembelajaran graffiti sesuai langkah-langkah dalam proses pembelajaran dengan mengekspresikan ide yang dimiliki oleh siswa yang dituangkan melalui melalui kreativitas dalam berkarya. (3) Siswa mengalami kendala-kendala dalam pembelajaran graffiti diantaranya ialah, belum terbiasa dengan penggunaan cat semprot, belum terbiasa membuat karya di permukaan bidang lebar, biaya untuk membuat graffiti, dan keterbatasan bidang tembok sebagai media untuk membuat graffiti.Namun kendala tersebut dapat teratasi oleh pengajar melalui solusi yang sudah diperhitungkan sebelumnya dan pembelajaran dapat berjalan sesuai rencana.
Keywords: Pembelajaran, Graffiti, SMA
This study aimed to describe the planning, implementation of instruction and knowing the obstacles encountered and find alternative solutions to the problem of graffiti in the instruction process. Qualitative research using multiple methods of data collection, such as observation and documentation used as domain analysis, interviews and questionnaires are used as a taxonomic analysis, the data were then analyzed by analysis komponensial to get the contrast between domain analysis and taxonomic analysis to achieve the validity of the data as data triangulation . From the data analysis we concluded that; (1) Preparation of the planning is done with the syllabus and lesson plans for the development of graffiti materials tailored to the curriculum SBC, it is well adapted to the conditions of the school and student characteristics. (2) Students can do graffiti learning according to the steps in the process of learning to express ideas held by students who creativity in the work. (3) Students get experiencing barriers to learning such graffiti is, not familiar with the use of spray paint, not accustomed to making work in the field of surface width, the cost for making graffiti, and limitations of field wall as a medium to create such obstacles can be overcome graffiti. However teachers have pre-calculated solution and learning can go according to plan.
Keywords: Instruction, Graffiti, Senior High School
Downloads
References
Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi VI). Jakarta: P.T. Rineka Cipta.
Badan Standar Nasional Pendidikan, 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: BSNP.
Ganz, N. 2006. Graffiti Woman. London: Thames & Hudson Ltd.
Gastman, R. 2003. Enamelized Graffiti Worldwide. Bethesda: Gingko Press Inc.
Gastman, R., Rowland, D., & Sattler, I. 2006. Freight Train Graffiti. London: Thames & Hudson Ltd.
Golden, A., Rice, R., & Pompilio, N. 2006. More Philadelphia Murals and Stories They Tell. Philadelphia: Temple University Press.
Hadi, S. 1989. Metodologi Research Jilid I. Yogyakarta: Andi Offset.
Ibrahim, R., & Syaodih, S. 2010. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Jihad, A., & Haris, A. 2008. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo.
Kamaril, Cut, dkk. 2007. Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan Tangan. Jakarta: Universitas Terbuka. Koentjaraningrat, 1983. Metode-metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: P.T. Gramedia.
Mai, M. 2005. Writing Urban Calligraphy and Beyond. Berlin: Die Gestalten Verlag.
Manco, T. 2004. Stencil Graffiti. London: Thames & Hudson Ltd.
Martadi. 2003. Metodologi Penelitian Desain. Surabaya: UNESA University Press.
Moleong, L. J. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: P.T. Remaja Rosdakarya. Muchith, S. 2008. Pembelajaran Kontekstual. Semarang: RaSAil Media Group.
Munir. 2008. Kurikulum Berbasis Teknologi, Informasi, dan Komunikasi. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Pusat Kurikulum, Badan Penelitian dan Pengembangan, 2007. Kajian Kebijakan Kurikulum Seni Budaya. Jakarta: Depdiknas, 2007.
Rahmat, P.S., 2009. Penelitian Kualitatif. EQUILIBRIUM, Vol. 5, No. 9, Januari-Juni 2009 : 1-8
Sanjaya, W. 2008. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Sanjaya, W. 2011. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Soehardjo, A.J. 1977. Buku DIKTAT: Metode Pengajaran Seni (Metodik Art). Malang: IKIP Malang.
Soehardjo, A.J. 1986. Buku Petunjuk Guru untuk Pendidikan Seni Rupa. Malang: Diterbitkan untuk kalangan sendiri, oleh penulis.
Soehardjo, A.J., dkk. 1979. Metode Pengajaran Seni Rupa untuk Umum. Malang: LPPPM IKIP Malang. Somantri, G.R., 2005. Memahami Metode Kualitatif. MAKARA, SOSIAL HUMANIORA, VOL. 9, NO. 2, DESEMBER 2005: 57-65
Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: C.V. Alfabeta.
Susanto, M. 2011. Diksi Rupa. Yogyakarta: Dicti art lab.
Suwardi. 2007. Manajemen Pembelajaran. Salatiga: STAIN Salatiga Press.
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 47
,
PDF Downloads: 242
,
PDF Downloads: 0
