Rancang Bangun Walking Stick sebagai Alat Bantu Penyandang Tunanetra Berbasis Internet of Things
DOI:
https://doi.org/10.26740/jte.v15n1.p1-6Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun Walking Stick berbasis Internet of Things (IoT) sebagai alat bantu bagi penyandang tunanetra untuk meningkatkan keselamatan dan kemandirian dalam beraktivitas. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP8266 sebagai pengendali utama, sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mendeteksi rintangan, modul GPS Neo 6M untuk menentukan lokasi pengguna, serta modul SIM800L sebagai media komunikasi data berbasis SMS untuk mengirimkan notifikasi kondisi pengguna kepada keluarga. Pengujian dilakukan untuk mengukur kinerja deteksi rintangan, efisiensi daya, serta keandalan komunikasi data. Hasil pengujian menunjukkan tingkat keberhasilan deteksi rintangan rata-rata sebesar 92,2%, dengan waktu respon 2,12 detik dan latensi buzzer 134,1 ms. Nilai error sistem rata-rata sebesar 6,1%, menunjukkan akurasi sensor mencapai 93,9%. Efisiensi daya sistem mencapai 96,6%, dengan durasi operasi hingga 103 jam menggunakan power bank berkapasitas 20.000 mAh. Pada aspek komunikasi data, nilai rata-rata delay sebesar 2,1 detik, jitter sebesar 200 ms, dan throughput sebesar 0,6 kbps, dengan tingkat keandalan pengiriman data mencapai 97,3%. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem bekerja dengan stabil dan efisien, serta layak digunakan sebagai alat bantu berbasis IoT bagi penyandang tunanetra.
Kata Kunci: Walking Stick, IoT, ESP8266, SIM800L, Ultrasonik, GPS, Tunanetra.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 13
,
PDF Downloads: 11






