DEKONSTRUKSI BARONGAN PADA KESENIAN JARANAN TURONGGO YAKSO MELALUI TIPE TARI STUDI-MURNI PADA KARYA NGGRANG LADON

Penulis

  • Prisma Dwi Universitas Negeri Surabaya

Abstrak

Kesenian Jaranan Turonggo Yakso merupakan salah satu kesenian tradisional yang berkembang di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, dan menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat. Dalam struktur pertunjukannya terdapat berbagai elemen yang saling melengkapi, salah satunya adalah Barongan yang memiliki karakter gerak khas menyerupai ular dengan kualitas gerak yang lincah, kuat, agresif, dan dinamis. Selain berfungsi sebagai tokoh pendukung dalam pertunjukan Jaranan Turonggo Yakso, Barongan juga mengandung makna simbolis sebagai representasi kekuatan, keberanian, perlindungan, serta keseimbangan antara kehidupan manusia dan alam. Karakteristik gerak tersebut menjadi sumber inspirasi dalam proses penciptaan karya tari Nggrang Ladon melalui pendekatan dekonstruksi koreografi.

Dekonstruksi koreografi gerak Barongan Jaranan Turonggo Yakso ke dalam karya tari Nggrang Ladon dengan menggunakan tipe tari studi–murni sebagai landasan penciptaannya. Konsep dekonstruksi diterapkan melalui proses pembongkaran terhadap struktur gerak tradisional Barongan, kemudian menginterpretasikan kembali unsur-unsur geraknya tanpa menghilangkan identitas estetika dan karakter dasarnya. Pengembangan koreografi dilakukan dengan mengeksplorasi unsur ruang, waktu, dan tenaga sehingga menghasilkan bentuk gerak baru yang lebih variatif, kreatif, serta mampu menghadirkan pengalaman estetik yang berbeda dari bentuk tradisinya. Melalui tipe tari studi–murni, fokus penciptaan diarahkan pada pengolahan kualitas gerak sebagai objek utama, bukan pada penyampaian alur cerita atau tokoh dramatik sebagaimana terdapat dalam pertunjukan tradisional.

Proses penciptaan dilaksanakan melalui beberapa tahapan yang meliputi pemberian rangsang awal sebagai sumber ide, eksplorasi terhadap kemungkinan gerak, improvisasi untuk menemukan variasi bentuk, pembentukan komposisi tari, evaluasi terhadap keseluruhan struktur koreografi, serta tahap penghalusan untuk menyempurnakan kualitas artistik karya. Seluruh proses tersebut didukung oleh teori koreografi Y. Sumandiyo Hadi, teori komposisi tari Sal Murgiyanto, dan metode konstruksi tari Jacqueline Smith sebagai landasan konseptual dalam penyusunan karya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerak-gerak khas Barongan, seperti meliuk, melata, menyergap, nggirap, caplok, dan berbagai kualitas gerak lainnya, berhasil ditransformasikan menjadi motif-motif gerak baru melalui pengembangan level, arah, tempo, dinamika, pola lantai, serta kualitas tenaga. Transformasi tersebut menghasilkan bentuk koreografi yang tetap mempertahankan karakter dasar Barongan sebagai identitas budaya, namun mampu menghadirkan bahasa gerak yang lebih kontemporer dan komunikatif. 

Kata kunci: Dekonstruksi koreografi, Barongan, Jaranan Turonggo Yakso, Tari studi-murni, Nggrang Ladon

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2026-07-09

Cara Mengutip

Dwi, P. (2026). DEKONSTRUKSI BARONGAN PADA KESENIAN JARANAN TURONGGO YAKSO MELALUI TIPE TARI STUDI-MURNI PADA KARYA NGGRANG LADON. APRON Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan, 13(2). Diambil dari https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/apron/article/view/80672
Abstract views: 1