“MATSYA SRIYA” DANCE WORK: VISUALIZATION OF MILKFISH IN THE FORM OF PURE STUDY DANCE
“Karya Tari “Matsya Sriya”: Visualisasi Ikan Bandeng dalam Bentuk Tari Studi Murni
Abstrak
Karya tari Matsya Sriya merupakan karya tari studi-murni
yang berangkat dari salah satu tradisi yang ada di Sidoarjo yaitu
fenomena budaya tradisi Lelang Bandeng Kawak. Fenomena yang
melatar belakangi penciptaan karya tari ini adalah adanya
pergeseran motivasi menari dalam penyajian tari tradisional yang
cenderung menyesuaikan kebutuhan pertunjukkan, sehingga
mengurangi nilai esensial budaya yang terkandung. Karya ini
bertujuan untuk memvisualisasikan karakteristik bandeng kawak
sebagai simbol kematangan, kesejahteraan, dan kehidupan ikan
melalui pendekatan tari murni yang bersifat non-naratif dan
simbolik.
Pada karya ini metode penciptaan yang digunakan
mengacu pada Metode Konstruksi 1 oleh Jacqueline Smith yaitu
mulai dari rangsang awal, eksplorasi, improvisasi, evaluasi,
seleksi, dan motif dengan menitikberatkan pada pengolahan
unsur gerak, ruang, waktu, dan tenaga. Visualisasi gerak yang
dikembangkan dari karakteristik bandeng, seperti gerak mengalir,
berkelompok, dan dinamis, yang kemudian distilisasi menjadi
bentuk koreografi sesuai konsep. Terdapat beberapa karya tari
terdahulu yang relevan dengan penciptaan karya tari ini yang
pertama ada karya tari Bandeng Nener oleh Agustinus HeriiiSugianto pada tahun 1980, karya tari Banjar Kemuning pada tahun
1999 dengan pencipta tari sama yaitu Agustinus Heri Sugianto.
Karya tari Matsya Sriya merupakan karya tari studi murni
yang yang berfokus pada pengembangan gerak dari ikan bandeng,
karya tari ini memvisualisasikan gerak bandeng Yang disesuaikan
dan dikembangkan agar sesuai dengan kebutuhan pertunjukan
tanpa mengurangi nilai esensial budaya yang terkandung di
dalamnya. pada karya tari ini Visualisasi gerak Bandeng disajikan
oleh 7 penari wanita yang menggunakan properti Sampur sebagai
representasi air sekaligus sirip dengan bentuk gerak gaya arek
Jawa Timuran yang sudah dikembangkan, menggunakan tata rias
dan busana hasil pengembangan visualisasi dari seekor bandeng,
dengan warna dominan biru sebagai gambaran kehidupan di air
dan warna emas sebagai gambaran dari kemakmuran.
Ditampilkan pada panggung tersenyum yang didukung dengan
beberapa jenis tata cahaya serta rekaman musik tradisional
gamelan Jawa timur dipadukan dengan violin dan flute Sebagai
musik tambahan dalam membangun dan memperkuat suasana.
Hasil penciptaan karya tari Matsya Sriya memerlukan
pengolahan komposisi yang lebih matang agar makna yang
disampaikan dapat lebih mudah dipahami penonton. Diharapkan
karya ini dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan tari
berbasis budaya lokal serta mendorong pelestarian tradisi melalui
pendekatan kreatif.
Kata Kunci: Matsya Sriya, Tari Studi-Murni, Bandeng Kawak,
Visualisasi, Simbolik.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0








