THE DANCE WORK SANGGA: VISUALIZING A PILLAR AS THE FOUNDATION OF FAMILY SUPPORT THROUGH DRAMATIC DANCE
KARYA TARI “SANGGA” SEBAGAI VISUALISASI SEBUAH PILAR DALAM PENYANGGA KELUARGA DENGAN BENTUK TARI DRAMATIK
Abstrak
Karya tari Sangga merupakan karya tari dramatik yang terinspirasi dari fenomena kehidupan keluarga, khususnya mengenai peran sosok penyangga yang menjadi pilar utama dalam menjaga keharmonisan, keseimbangan, dan keberlangsungan keluarga. Konsep penyangga dimaknai sebagai individu yang memikul tanggung jawab, memberikan perlindungan, serta dengan tulus berkorban demi kesejahteraan anggota keluarga. Meskipun peran tersebut sangat penting dalam menopang kehidupan keluarga, keberadaannya sering kali tidak disadari meskipun memikul berbagai beban dan tantangan yang besar. Fenomena inilah yang menjadi sumber inspirasi utama dalam penciptaan karya tari Sangga, yang berupaya memvisualisasikan pengalaman emosional dan sosial seorang penyangga keluarga melalui media tari.
Konsep koreografi dikembangkan dari berbagai aktivitas sehari-hari yang berkaitan dengan peran penyangga, seperti memikul, menopang, bertahan, melindungi, menjaga keseimbangan, merangkul, dan mengangkat beban. Gerak-gerak tersebut dieksplorasi, diimprovisasi, dan ditransformasikan melalui proses stilisasi sehingga menghasilkan ragam gerak tari yang memiliki nilai estetis sekaligus makna simbolis. Pengembangan gerak tidak hanya merepresentasikan aktivitas fisik, tetapi juga mengungkapkan pengalaman emosional, seperti keteguhan, tekanan, kerentanan, kasih sayang, tanggung jawab, dan pengorbanan.
Proses penciptaan karya tari Sangga menerapkan Metode Konstruksi I dari Jacqueline Smith, yang meliputi tahapan rangsangan awal, penentuan tipe tari, penentuan mode penyajian, eksplorasi, improvisasi, evaluasi, seleksi, dan penyempurnaan. Selain itu, proses kreatif ini juga didukung oleh kerangka proses penciptaan yang dikemukakan oleh Alma M. Hawkins, yang menekankan pentingnya eksperimen dan penemuan gerak sebagai komponen utama dalam penciptaan koreografi. Melalui kedua pendekatan tersebut, koreografer secara sistematis mentransformasikan gagasan konseptual menjadi sebuah komposisi tari yang utuh dan terpadu.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Abstract views: 18
,
PDF Downloads: 837








