MAKSIM CARA LAN RELEVANSI SAJRONE LUDRUK JAKA SAMBANG DENING KARYA BUDAYA (TINTINGAN PRAGMATIK)

  • NOURMA ALFINDA DINNI UNESA
  • Surana Surana UNIVESITAS NEGERI SURABAYA

Abstract

Abstrak

Manusia sebagai makhluk sosial sudah pasti tidak akan lepas dari kegiatan bersosial seperti percakapan dan berkomunikasi antara satu dengan lainnya. Hal tersebut sudah menjadi sebuah kodrat atas berjalannya kehidupan, karena jika tidak ada komunikasi, maka bisa dipastikan kehidupan tidak akan berjalan dengan baik. Ludruk sebagai salah satu pagelaran seni drama tradisional menjadi salah satu penerapan gambaran komunikasi dalam masyarakat Jawa sudah pasti mengandung unsur-unsur komunikasi seperti prinsip komunikasi kerjasama. Salah satu lakon yang sering dipentaskan yaitu lakon Jaka Sambang oleh salah satu grup seni Karya Budaya mengandung beberapa maksim dalam prinsip kerjasama seperti maksim cara dan relevansi menarik peneliti untuk diteliti. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif yang bersifat sinkronis. Sumber data dalam penelitian ini yaitu video pagelaran Ludruk Jaka Sambang oleh Karya Budaya Mojokerto yang dipentaskan pada tanggal 25 Juli 2006. Data penelitian sendiri yaitu kumpulan tuturan yang mengandung unsur maksim cara dan relevansi oleh para pemain Ludruk tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya wujud tuturan maksim sejumlah 93 wujud tuturan, dengan rincian lima puluh delapan (58) tuturan maksim cara dan maksim relevansi sejumlah tiga puluh lima (35) data.

Kata kunci: Pragmatik, Prinsip Kerjasama, Ludruk.
Published
2021-07-23