Kesenian Reog Raja Setan Sukmo Ngemboro Ing Desa Sukobendu Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan

  • Ega Trisnawati UNESA
  • Sukarman sukarman UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Abstract

Abstrak

Kesenian Reog Raja Setan Sukmo Ngemboro (KRRSSN) merupakan salah satu kesenian yang ada di Desa Sukobendu, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan. Kesenian ini merupakan hasil turun-temurunnya leluhur di Desa Sukobendu yang masih dilestarikan. Pertunjukkan KRRSSN biasanya diadakan pada acara pernikahan dan khitanan. Selain itu, pertunjukkan KRRSSN juga dijadikan sebagai pertunjukkan tahunan seperti acara Grebeg Sura. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) bagaimana sejarah KRRSSN, (2) bagaimana bentuk pertunjukkan KRRSSN, (3) bagaimana fungsi KRRSSN, (4) bagaimana perubahan yang terjadi pada KRRSSN, dan (5) bagaimana cara melestarikan KRRSSN. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan sejarah KRRSSN, (2) mendeskripsikan bentuk pertunjukkan KRRSSN, (3) mendeskripsikan fungsi KRRSSN, (4) mendeskripsikan perubahan pada KRRSSN, dan (5) mendeskripsikan cara melestarikan KRRSSN. Analisis teori yang digunakan untuk menjelaskan temuan pada penelitian ini adalah (1) konsep folklor, (2) konsep fungsi, (3) konsep perubahan, dan (4) konsep pelestarian. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian terdiri dari peneliti, daftar pertanyaan wawancara, dan lembar observasi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Fungsi  KRRSSN yaitu sebagai sistem proyeksi, sarana pengesahan budaya, sarana pendidikan, sarana pengendalian sosial, sarana ekonomi, dan sarana melestarikan budaya Jawa.  

Kata kunci : Pertunjukkan, Kesenian, Reog Raja Setan Sukmo Ngemboro, Folklor.

Author Biographies

Ega Trisnawati, UNESA

Abstrak

Kesenian Reog Raja Setan Sukmo Ngemboro (KRRSSN) merupakan salah satu kesenian yang ada di Desa Sukobendu, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan. Kesenian ini merupakan hasil turun-temurunnya leluhur di Desa Sukobendu yang masih dilestarikan. Pertunjukkan KRRSSN biasanya diadakan pada acara pernikahan dan khitanan. Selain itu, pertunjukkan KRRSSN juga dijadikan sebagai pertunjukkan tahunan seperti acara Grebeg Sura. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) bagaimana sejarah KRRSSN, (2) bagaimana bentuk pertunjukkan KRRSSN, (3) bagaimana fungsi KRRSSN, (4) bagaimana perubahan yang terjadi pada KRRSSN, dan (5) bagaimana cara melestarikan KRRSSN. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan sejarah KRRSSN, (2) mendeskripsikan bentuk pertunjukkan KRRSSN, (3) mendeskripsikan fungsi KRRSSN, (4) mendeskripsikan perubahan pada KRRSSN, dan (5) mendeskripsikan cara melestarikan KRRSSN. Analisis teori yang digunakan untuk menjelaskan temuan pada penelitian ini adalah (1) konsep folklor, (2) konsep fungsi, (3) konsep perubahan, dan (4) konsep pelestarian. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian terdiri dari peneliti, daftar pertanyaan wawancara, dan lembar observasi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Fungsi  KRRSSN yaitu sebagai sistem proyeksi, sarana pengesahan budaya, sarana pendidikan, sarana pengendalian sosial, sarana ekonomi, dan sarana melestarikan budaya Jawa.  

Kata kunci : Pertunjukkan, Kesenian, Reog Raja Setan Sukmo Ngemboro, Folklor.

Sukarman sukarman, UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Abstrak

Kesenian Reog Raja Setan Sukmo Ngemboro (KRRSSN) merupakan salah satu kesenian yang ada di Desa Sukobendu, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan. Kesenian ini merupakan hasil turun-temurunnya leluhur di Desa Sukobendu yang masih dilestarikan. Pertunjukkan KRRSSN biasanya diadakan pada acara pernikahan dan khitanan. Selain itu, pertunjukkan KRRSSN juga dijadikan sebagai pertunjukkan tahunan seperti acara Grebeg Sura. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) bagaimana sejarah KRRSSN, (2) bagaimana bentuk pertunjukkan KRRSSN, (3) bagaimana fungsi KRRSSN, (4) bagaimana perubahan yang terjadi pada KRRSSN, dan (5) bagaimana cara melestarikan KRRSSN. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan sejarah KRRSSN, (2) mendeskripsikan bentuk pertunjukkan KRRSSN, (3) mendeskripsikan fungsi KRRSSN, (4) mendeskripsikan perubahan pada KRRSSN, dan (5) mendeskripsikan cara melestarikan KRRSSN. Analisis teori yang digunakan untuk menjelaskan temuan pada penelitian ini adalah (1) konsep folklor, (2) konsep fungsi, (3) konsep perubahan, dan (4) konsep pelestarian. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian terdiri dari peneliti, daftar pertanyaan wawancara, dan lembar observasi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Fungsi  KRRSSN yaitu sebagai sistem proyeksi, sarana pengesahan budaya, sarana pendidikan, sarana pengendalian sosial, sarana ekonomi, dan sarana melestarikan budaya Jawa.  

Kata kunci : Pertunjukkan, Kesenian, Reog Raja Setan Sukmo Ngemboro, Folklor.

Published
2021-07-28